
"Pleasee sudah bang,gue capek anjir"keluh anya saat terus di serang oleh fatar.
Sudah dari pulang sekolah,anya,
nita,dan fifi terus berlatih.Tadinya mereka bersama leadernya,si dinda,tapi sekarang malahan dia pergi meninggalkannya ke perusahaannya.Sungguh menyebalkan!.
"Ini belum jam sembilan!"balas fatar,dia masih menahan tubuh anya sampai tidak berkutik.
"Hikss,tinggal lima menit juga,bang lepaskan gue woy!!"balas anya mengeluh lemas.
"Belum selesai,kalau belum waktunya!"
tekan fatar tegas.Dia tidak suka ketidakdisiplinan.Sungguh kejamnya mafia ini.
Dengan tanpa berdosanya,teman temannya menertawainya.Mereka sangat senang melihat betapa tersiksanya teman cengengnya itu.Selalu membuat mereka tertawa disepanjang latihan.Inilah karena dia kurang berlatih,
membuatnya dipaksa untuk berlatih tanpa beristirahat.Mereka orang yang cukup pintar,jadi tidak lama untuk mereka menguasai beberapa jurus dalam ber bela diri.
"Hahaha,lo sangat lucu sumpah!!"
Tak lama kemudian,bel jam istirahat pun berbunyi.Mereka sudah seperti sekolah saja,ada bel di ruangan latihan milik markas mafia blackwhite.
"Huh, akhirnya...."ucap anya lega.
Para mafioso pun bubar,menuju tempat istirahat,tak berbeda dengan fatar dan fatur,mereka pun pergi ke ruangan miliknya.Anya pun pergi menuju dimana teman temannya laknatnya duduk. Dengan jalan yang pelan dan tubuh yang membungkuk,lagi lagi membuat teman temannya tertawa.
"Bangsat kalian!!"sarkas anya seraya membuka tutup botol minumnya.
"Hahah,makannya kalo diajak berlatih itu mau,jangan makan mulu,jangan hanya mengandalkan senjata,huh,bocah!"cibir fifi.
"Gendut tau rasa lo,ga ada yang mau sama lo"lanjut nita. Memojokkan anya adalah salah satu kelakuan yang mereka sukai.
"Jancukk!!"kesal anya,dia pun melanjutkan kegiatan minumnya.
"Eh dinda kok belum pulang si,jam segini"
ucap nita.
"Mungkin,ada masalah di perusahaan"
balas anya.
"Umur segitu udah pinter di bisnis,
punya perusahaan dimana mana lagi,
apalagi tua nya,jadi mesin uang kali ya"
ucap fifi memuji.Mereka akan sangat terkagum tak terhenti.
"Iyah,dia hebat,bisa tuker otak ga sih"balas anya.
"Lo,pergi ke RSJ cari pasien,nah baru tuh,
__ADS_1
lo tuker otak lo"ucap nita.
"Mereka ga punya otak anying!"balas anya kesal.
Tiba tiba ponsel milik nita berbunyi, pertanda ada seseorang yang memanggilnya.
"Hallo bim,ada apa?"tanya nita kepada bima,dia yang memanggilnya.
"Sekarang ada balapan,lo sama kawan kawan lo itu, nonton ga?"tanya bima.
"Wah parah lo!masa ga jemput kita!!"ucap anya.
Sudah setiap malam,kalau ada balapan,mereka selalu nonton.
Awalnya mereka di ajak varo dan yang lainnya,lama lama mereka selalu ikut.
Memang,varo dan yang lainnya membawa pengaruh buruk bagi mereka.
Buruk,tapi mereka suka.Eh...
"Kita mau otewe nih,gue jemput kalian di tempat biasa! sekarang!"ucap bima.
"Ogheii".
DorrDorDor
Suara tembakan keras secara berurutan, membuat mereka terjingkat.Mereka baru sadar,di ruangan sebelah,masih ada yang berlatih senjata, termasuk berlatih menggunakan pistol.
sedang latihan jadi tentara kah?"tanya bima.
"Bu-bukan,itu yang bunyi televisi,kita lagi nonton film tembak tembakan,yah begitu"
ucap nita beralasan.
"Ga mungkin, itu jelas banget lho, seperti di samping kalian,apa ada maling?hah?"
ucap bima.
"Bu-bukan,sudahlah banyak bacot lo!,lo mau kita lama?"ucap fifi.
"Engga dong!ya sudah kalian siap siap,
cepat!!!jan ngaret!"ucap bima.
Mereka pun bergegas untuk berganti pakaian,bersiap siap menuju kafe dekat sekolahan. Tempat biasa varo dan teman temannya menjemput mereka.Bukan!,
hanya bima,dito,dan tino, sedangkan varo,dia berangkat duluan.
Benar!, sekarang varo sudah nangkring di motornya.Menunggu lawannya yang belum juga datang.Suasanya sangat ramai malam ini,katanya si,ada queen racing baru.Queen?siapa cewek itu.Varo ingin melihatnya seberapa pintarnya dia.
BrumBrumBrum
Tempat balapan liar itu, sangat dipenuhi suara motor.Di tambah,bima dan yang lainnya datang ke area,membuat penonton meneriakinya.Tak peduli dengan cewek yang dibonceng mereka.
__ADS_1
Entah pacar atau bukan,tapi tetap saja mereka benar benar cantik dan serasi.
Bima dengan nita,fifi dengan tino,dan anya dengan dito,tinggal varo yang belum.Membuat penonton wanita ingin sekali melompat ke atas motor varo dan diboncengnya.
"Lawan lo belum datang bro?"tanya bima.
"Belum"balas varo.
"Gue kepo deh,siapa si cewek itu,queen racing?langka gess,apalagi di balapan liar kek gini"ucap tino.
"Iya ih,pasti keren banget dia"ucap bima.
Sudah cukup lama mereka menunggu lawan dari varo.Sudah banyak juga penonton yang datang.Sudah pasti dari kalangan pelajar.Membuat bima uring uringan,bagaimana tidak, disekitarnya banyak lelaki tampan tampan,tapi lebih tampanan dirinya.Mereka terlihat melihat cewek dibelakangnya.Ingin sekali bima mencolok mata buaya mereka.
"Bisa ga sih,ga usah pake celana kayak gini!"kesal bima.
Dia kesal, sekarang nita sedang memakai celana jeans pendek yang sedikit tertutupi Hoodie besar,yang membuatnya tak suka.Bukannya tak suka melihatnya,
tapi tak suka nita jadi pusat perhatian para lelaki disekitarnya.
"Ya gue nyaman kek gini bima,lagian malam ini panas juga!"balas nita seraya menurunkan Hoodie nya, untuk lebih menutupi paha mulusnya.
Lagian bukan hanya dia yang memakai seperti itu,teman temannya pun juga,tapi tidak ada yang protes kepada mereka. Kenapa akhir akhir ini bima selalu mengaturnya,tak biasanya.
"Engga!pasti dingin,kau pake ini,tutupi paha mu itu!"ucap bima seraya melepaskan jaketnya menyisakan baju hitam polos yang ia pakai.Uh,image nya bertambah.
"Hmm,baiklah,lo sangat cerewet!!"ucap nita.Dia mengambil jaket milik bima dan menutupi paha nya.Mungkin hanya dia yang mengatur soal pakaiannya.
Semakin lama,angin mulai menerpa kulitnya.Memang benar kata bima, semakin lama hawa nya dingin.Untung saja dirinya memakai Hoodie yang tebal.
Dia menyadari,kalau bima hanya memakai baju pendek.Sudah pasti dia kedinginan,dan jaketnya?dia berikan padanya.Dia terlalu baik padanya.
"Nih jaketnya"ucap nita memberikan jaketnya kepada bima.
"Kenapa?"tanya bima.
"Lo pasti dingin"balas nita.
"Ga usah pakai aja"ucap bima.
"Pakai lo aja"ucap nita.
Benar benar cewek ngeyel!!.Bima pun mengambil jaketnya dari tangan nita,dan menutupi paha nya kembali.
"Ha?"
"Cukup kayak gini,udah anget kok"ucap bima.Dia mengambil kedua tangan nita,
lalu ia lingkarkan di pinggangnya.Hal itu membuat nita terkejut.Kenapa?.Merasa nyaman,dia pun meletakkan dagu nya,ke bahu bima.Tentu saja membuat bima tersenyum.
Tiba tiba ada motor datang dengan sedikit atraksi.Membuat para penonton berteriak histeris.Bukan takut,tapi terkagum kagum.
"Queen Racing?"
__ADS_1