Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 9


__ADS_3

"Woy tadi pagi ada murid baru lho"ucap anya yang memulai gosip dengan teman temannya.


"Gue tau!"balas fifi.


"Tau darimana?"tanya anya.


"Lo dari tadi cerita itu terus anying!"balas fifi geregetan,membuat teman temannya tertawa.


Mungkin semua siswa disana ingin sekali bergabung dengan perkumpulan anak anak famous di sekolahnya.Wanita cantik di kelasnya sedang berkumpul dengan cowok cowok keren,dan tentunya kaya semua. Membuat mereka iri,tapi takut dan merasa minder kalau di dekat mereka.


"Cowok kembar kan?"tanya nita.


"He'em,tampan lagi,tapi sayangnya gue gak terlalu tau tentang mereka"balas anya.


"Mereka teman gue,dari keluarga anderson"timpal dito.


Yang mata mereka membulat.Terutama dinda.Walaupun wajah dia biasa saja,tapi dalam hati,dia sangat tak percaya,bisa ket lagi bertemu dengan abang abangnya.Entah apa dengan perasaan mereka kepadanya.


Apakah mereka masih mengenalinya?.


Dinda sangat merindukannya.Dinda anggap,mereka bukanlah targetnya, hanya saja,dinda kecewa dengan mereka,karena mereka seperti tidak peduli dengannya waktu itu.


"Abang"gumam dinda,tidak terdengar oleh mereka,kecuali varo.Dia mendengar gumaman dinda,seakan ada sesuatu dengannya.


"Anderson?"Nita,anya,dan fifi menatap dinda.Mereka tau,betapa sedihnya dinda mendengar nama itu,nama yang membuatnya terluka.


"Iya emang kenapa?"tanya bima heran.


"Eng-engga papa,mereka di kelas mana?"


tanya fifi.


"Kelas 12,IPS 4"balas bima.


Mereka pun mengangguk paham.Dinda masih memikirkan tentang itu.Sepertinya dia tidak sabar untuk melihat wajah mereka secara langsung.


"Dinda lo mau kemana?"tanya anya saat melihat dinda beranjak dari duduknya,


pergi keluar kelas.


"Gue ke toilet"balas dinda dia pun keluar dari kelas.Kebetulan saat itu,jam kosong,


membuat mereka bebas untuk mengobrol ataupun buat onar.


Teman teman dinda sudah paham,dia sedang tidak baik baik saja.Dinda pasti ke rooftop untuk menenangkan dirinya.Mereka tidak bida berbuat apapun,mereka hanya mengikuti dinda.


Dia sudah seperti pemimpin di persahabatan itu.


"Persis banget varo sumpah! menyeramkan!"ujar tino.


"Jangan jangan jodoh tu"lanjut bima.


"Kalian jangan bicara seperti itu!"ucap fifi.


"Kenapa?"tanya tino.


"Ya pokoknya jangan bicarain dinda,kalo kalian ga ingin mati!"balas fifi.

__ADS_1


"Dih apaan si,dia itu manusia bukan macan!"


ucap bima ngeyel.


"Tap-"


"Sudah sudah!ngapain kalian yang ribut si!"


ucap nita menengah.


"Terus harusnya siapa?"tanya bima,membuat nita bingung.Dia kejebak oleh perkataannya sendiri.


"Sudah diam!"


Hahahaha.


Varo merasa,dia sangat ingin tau tentang dinda.Apa yang membuatnya bersikap seperti itu?.Merasa gabut disana,dia berniat untuk keluar dari kelasnya.Seperti biasa,untuk menghilangkan kegabutannya,dia pergi ke rooftop untuk merokok ataupun tidur.


Dia pun beranjak dari duduknya.


"Lo juga!mau kemana var?jangan bilang lo mau bolos?ga ngajak ngajak!"cerocos bima membuat nita menampol mulutnya.


Memang tiap hari mereka berdua tidak akur,tapi kadang mereka terlihat akrab dan romantis.


"Mulut asal njiplak aja!"ucap nita.


"Babi lo!"


Tanpa menjawab pertanyaan bima,dia segera keluar dari kelas.Dia merasa bosan disana,membuatnya keluar dari kelas menuju tempat biasa dia nongkrong.Yaitu rooftop.Dia memang nakal,bandel,dan seperti urakan.Tapi dia lumayan pintar dalam pelajaran,hanya saja tingkat kemalasannya lebih tinggi.


"Mommy...apakah aku harus memaafkan abang?aku sangat rindu kepada mereka"


"Apapun kesalahan seseorang,pasti ada kebaikan yang patut di maafkan"ucap varo dari belakangnya,membuat dinda terdiam.Siapa yang sok kenal dengannya dan menasehatinya.


Dia sangat tidak menyukainya.


"Siapa lo!"tanya dinda.


"Santai...,gue varo,teman lo,mungkin...akan jadi pacar lo"balas varo terkekeh.


Mendengar kata itu,dinda pun membalikkan tubuhnya menghadap varo.Seketika dia terkejut,posisinya sangat dekat dengannya, bahkan kepalanya hampir sentuhan bibir seksi nan indah milik varo.Yah,tingginya hanya sebatas hidung varo.


Dinda segera menjauh dari hadapan varo,


tapi,malahan varo menahan pinggangnya.Membuatnya semakin menempel padanya.Apakah dinda sedang dipermainkan olehnya?.


"Beraninya lo!"sarkas dinda.Menurutnya,


varo sangat kurang ajar padanya.


"Kalo lo tau,gue itu...pria bajingan"bisik varo dengan sensualnya.


"Apa yang lo mau,anjing!"tekan dinda,dia masih berusaha melepaskan tangannya dari pinggangnya.


"Gue mau lo!"


Dengan cepat dan kuat,dinda melepaskan tangan varo dari pinggangnya.Dia segera menodongkan pistolnya ke arah varo.Sebenernya siapa dia?.

__ADS_1


"Kau memang wanita nakal!"ucap varo menyeringai.Dia mendekat ke arah dinda,


lalu dengan gerakan cepat,dia memutar tangan dinda ke belakang,dan kembali menarik pinggangnya.Sungguh sangat santai dia...


"Lepaskan gue!kalo ga?..!"


"Engga apa?"varo mendekatkan wajahnya ke wajah dinda dengan pelan.


Dia sangat tertarik dengan wanita didepannya.


Apalagi bibir itu...dia memang pria yang brengsek!.


"Menjauh dari gue!"sarkas dinda.


Varo seakan menulikan telinganya.Dia semakin gencar untuk mencicipi biburnya,bahkan melihat bibir Dinda yang terbuka,membuatnya semakin tergoda.Tak hanya brengsek,dia juga pria yang tidak baik.


"Apa ini miskah?"teriak heboh bima.


Ternyata sudah ada teman temannya di belakangnya,yang sedang melihatnya dengan mulut ternganga.


Dinda pun segera memundurkan tubuhnya,dan menyimpan kembali pistol yang ia pegang.Namun kalah cepat dengan varo,dia menarik pistol miliknya,dan memasukannya ke saku celananya.Membuat dinda melototkan matanya ke varo.


"Apa kalian mau ciuman?"tanya anya dengan tololnya.


"Iya"ucap varo


"Engga"ucap dinda bersamaan.Membuat mereka saling pandang.


"Anjir,baru aja kenal,udah jadian lo var"sahut tino seraya menepuk bahu varo.


"Itu beneran din?"tanya fifi.


"Engga!dia gila!"balas dinda menatap tajam varo,dan dibalas dengan senyuman miringnya.


Setelah itu,dinda pergi dari hadapan mereka.Dia sangat kesal dengan kelakuan pria itu.Sungguh menjijikkan!.


"Lo mau kemana lagi si dinda?"tanya nita.


Teman teman dinda pun keluar mengikuti dinda.Sepertinya mereka akan ke kantin,


kebetulan sekarang adalah jam istirahat,


waktu mereka mengisi perutnya.


"Lo suka sama dia var?"tanya dito.


Baru kali ini,mereka melihat varo sedang berdekatan dengan wanita.Pasalnya,


sejak tahun lalu,varo tidak pernah mempunyai pacar lagi,melirik cewek lain pun tidak.


"Ga tau"balas varo singkat.


Semenjak kejadian itu,varo berubah menjadi kepribadian yang dingin, pendiam dan cuek.Mereka sudah snagat tau tentang varo.Terutama sisi buruknya.


Sungguh kejam!.


"Jangan teman teman kita yang lo jadikan korban var,gue ga akan biarin!"ucap bima.

__ADS_1


"Dia bukan korban gue,tanpa dia...masa depan gue!"ucap varo seraya melenggang dari hadapan mereka.


Hal itu membuat teman temannya terkejut.Apakah varo sudah membuka hatinya buat wanita?.


__ADS_2