
"Eh eh... astaga kena mental lo var...gue yakin lo ga kuat liat ini!"celetuk bima. seraya menunjukkan sesuatu yang ada di ponselnya.
Di saat itu juga,varo terdiam.Hatinya seakan teriris melihatnya.Rasa emosi, geram,dan bersabar bercampur menjadi satu.Cemburu tentu saja rasa pertama yang ia rasakan.Namun bersabar adalah solusinya.Lagian mau bagaimana lagi,
varo sudah tidak bisa apa apa karena terjebak situasi dan keadaan.
"Jalan buntu si var... udah ada pacar dia"
timpal tino.
"Calon suami katanya"balas varo.Dia masih berusaha memendam amarahnya.
Bagaimana tidak?!.Disana terlihat foto dan video dinda dengan pria itu.Yah memang hanya olahraga,tapi itu terlihat sangat romantis.Menyebalkan!.
"Hah?...masa?"tanya mereka tak percaya.
"Dia bilang sendiri"balas varo sambil menyeruput minumannya,menahan rasa emosi.
Siang ini,dia sedang berkumpul dengan para temannya di kafe dekat perusahaan milik varo.Saling mengobrol,sekalian makan siang.Para pria tampan kaya raya berkumpul.
"Lo baik baik aja?"tanya bima.
"Engga,tapi gue masih mau berjuang dapetin dia"balas varo.
"Ngapain si var,dia udah punya 'Calon Suami',ga akan mungkin dinda selingkuh sama lo!"ucap tino.
"Nanti lo capek sendiri lagi"lanjut bima.
"Mau gimana lagi,gue masih cinta sama dia,gue ga bisa putus gitu aja!"ucap varo.
"Jelas si"ucap tino ga heran.
"Kalo itu mau lo si,kita dukung deh...kita harap lo bisa dapetin dia lagi"ucap bima menyemangatinya.
Varo mengangguk.
"Paksa aja dia,kalo bisa culik dia!"sahut dito.
Dia memang pria yang tidak jelas,tapi dia bukan orang yang melupakan sahabatnya.Dia bisa melupakan wanitanya,tapi dia tidak bisa melupakan sahabatnya.Sangat aneh bukan?.Bukan hanya aneh,tapi juga gila.Dia menggantung hubungan dengan anya,
dengan segala kelakuan buruknya.
"Wah parah lo!, ngajarin bener banget...eh
..."ucap tino.
"Gila si dia,sejahat jahatnya varo,dia masih punya hati,gak kayak lo!"ucap bima.
"Kok gue?"tanya dito dengan santainya.
Membuat bima berdecak kesal.Dia dan teman temannya sebenarnya geram dengan kelakuannya yang jelas jelas sangat keterlaluan kepada wanita.Dia sudah menyakiti hati anya,temannya.
Mereka tidak terima,tapi mereka juga tidak bisa berbuat apapun selain menegurnya.
"Jangan kayak gini terus dong dit,lo ga kasihan sama anya?!hah!"ucap bima.
"Kalo lo ga serius sama dia!,lepasin dia!...
biarin dia bahagia dit"timpa tino.
"Perbaiki sikap lo!,atau lepasin dia!"lanjut varo.
"Engga!,sampai kapanpun gue ga akan lepasin dia!"tekan dito.
"Lagian,kalian ga berhak ngatur-ngatur gue kayak gini!,ini hubungan gue sama dia!,dan bukan urusan kalian!"lanjut dito.
__ADS_1
"Hishhh, mengesalkan!"umpat dito seraya beranjak pergi dari sana.
Hal itu membuat para temannya menggelengkan kepalanya.Setiap mereka menegurnya,pasti dia marah.
Meski mereka masih memakluminya,tapi mereka harap apa yang mereka ucapkan
dito mendengar dan melakukannya.
Menurut mereka,dito seperti anak kecil yang sikapnya semaunya tanpa memikirkan risikonya.
"Btw kapan nikah?"tanya varo.
"Besok"balas bima.
"Demi apa?!..?"tanya tino yang ga percaya.Karena bima lah yang biasanya membohonginya.
"Tanggal 16,masih lumayan lama"balas bima.
"Owh"
"Kalian harus dateng,tapi ada syaratnya"
ucap bima.
"Syarat?aneh banget"ucap varo.
"Emang apa?"tanya tino.
"Harus bawa pasangan"balas bima.
"Owh itu,lo ga ngomong,gue juga bawa pasangan,sama anak lagi"ucap tino santai sambil melirik varo.Dia tau, sasaran bima adalah varo.
"Terus lo gimana var?"tanya bima seraya menahan tawanya.
Membuat kedua temannya menatapnya malas.
"Gimana ya jawabnya?!"ucap varo seraya terkekeh pelan.Ucapannya sama persis seperti toktok yang viral dulu.
"Wah penonton toktok jamet nih varo!!"
pekik bima.
"Dih mit amit!"sarkas varo.Lagian dia juga tidak terlalu aktif dalam dunia hiburan.
Dia mengatakan itu juga karena adiknya yang pecandu toktok.
"Ya udah gue pergi dulu...mau jemput fino les"pamit tino.
"O iya,fino udah punya pacar belum?"
tanya bima absurd.
"Hmm, kayaknya udah deh....haha canda"balas tino tertawa pelan.
"Dasar bapa bapa!"cibir bima.
"Bapa muda ganteng dong pastinya, haha"ucap tino seraya melenggang pergi.
Membuat para temannya menggelengkan kepalanya.
"Dih edan dia!"ucap bima.
Tiba tiba ada panggilan masuk di ponsel milik varo.Tertera nama 'GuruBK' di layar ponselnya.
"Hallo"ucap varo.
__ADS_1
"Ya hallo pak,maaf mengganggu"balas GuruBK itu.
Itu bukan hanya nama,tapi juga aslinya memang guru bk.Guru bk yang ada di sekolah milik dinda,lebih tepatnya
sekolah dimana adiknya belajar.Bukan pertama kalinya,varo mendapatkan laporan darinya.Tapi sudah berkali-kali.
"Iya,ada apa?"tanya varo.
"Saya hanya ingin memberitahu bahwa saudara berli tidak ada di sekolah sejak siang ini"balasnya.
"Kemana dia?!"gumam varo berdecak kesal Adiknya berulah lagi!.
"Owh ya udah pak, makasih atas infonya"
ucap varo.
"Ya pak,sama sama....saya harap berli tidak mengulanginya lagi ya pak"ucap guru bk.
"Iya,saya harap juga begitu"balas varo.
Astaga,sudah beberapa kali varo menegurnya,tapi kelakuannya masih saja begitu.Bahkan ayahnya yang tegas padanya pun,dia tidak takut.Hish awas saja dia!.Masih bagus varo tidak ngaduin hal ini kepada ayahnya,kalau saja varo tega...paati sekarang berli sudah sekolah di rumah,dalam pengawasan ketat.
"Berli lagi?"tanya bima.
"Ho'oh"
"Wanita apa si dia,tingkahnya astaga... "tutur bima sambil menggelengkan kepalanya.Heran dengan kelakuan wanita bar bar itu.
"Awas aja dia!"ucap varo.
Dia memang keras kepada adiknya.
Seperti ini,dia selalu memantau kegiatan sekolah adiknya.Kedua orang tuanya pun menyadarinya.Tapi mereka yakin, melihat cara varo mendidik adik adiknya,itu semua pasti untuk kebaikan adiknya.
Mereka percaya,varo menjaga adiknya dengan baik.
"Lo harus sabar banyak banyak si, apalagi sebentar lagi baby bunda lahir...
entah mau berapa lagi mereka buat adik buat lo....yang penting lo siap siap aja jadi
abang penjaga adik,lebih tepatnya si bodyguard yaaa"ucap bima terkekeh pelan.
"Sialan lo!"
"Di kantor dinda?"ucap varo,karena saat dia melacak keberadaan adiknya di ponselnya,tertera titik merah itu ada di perusahaan dinda.Ngapain dia disana?.
"Maksudnya?"tanya bima.
"Dia ada di perusahaan dinda"balas varo sambil memijat pelipisnya.
"Hah?jadi dia sudah kenal dinda?"tanya bima terkejut.Apa sudah sedekat itu,
dinda dengan keluarga varo.Membuatnya yakin,kalau sahabatnya ini akan mendapatkan cintanya kembali.
"Dia memang sudah dekat sama keluarga gue,tapi tidak dengan gue,dia masih membenci gue"ucap varo.
"Uuuuh malangnya nasib lo var var....
yang sabar aja"ucap bima seraya menepuk bahunya.
"hmm"varo berdehem.
"Ya udah sana lo jemput adik lo itu, jangan lupa modus dikit kali"ucap bima.
"Gila!"
__ADS_1