
'Var,jemput aku!'
Melihat pesan itu, membuat varo terkekeh kecil.Ternyata dinda tak seberani yang dirinya kira.Dia pun beranjak dari duduknya.
"Var,mau kemana lo?"tanya bima.
"Jemput masa depan"balas varo melengos pergi.
"Dasar bucin!"tutur tino seraya menggelengkan kepalanya.
DorDorDor
"Buka?!atau saya dobrak!"ancam pria itu.
"Saya mohon pergi pak!"tekan dinda.
"Kamu takut hah?, seorang queen bisa takut juga ternyata"ucap pria itu menyeringai.
Heh takut?.Yah memang takut,takut kamu mati disini, membuat semuanya tau dan heboh saat ini juga!.Itulah yang dinda takutkan.Bisa bisa,sifat buruknya diketahui oleh orang orang.Mereka akan takut,dan tidak nyaman padanya,tentu saja mereka akan menjauhinya.
"Kamu tau kan siapa saya?,saya bisa
menjatuhkan perusahaan anda sekarang juga!"ucap dinda mengancamnya balik.
"Saya tidak percaya!!"balas pria itu meremehkan.Emang dia siapa?.Dia hanya pemilik perusahaan dia sendiri, bukan pemilik semua perusahaan di negara.
"Kamu tak percaya?dalam hitungan ke tiga,pasti akan ada pesan masuk dari sekretaris kamu!"ucap dinda tersenyum miring.Itulah risiko karena telah mengganggunya.Mungkin tubuhnya tidak apa apa, tapi mentalnya...kuat?.
"Emm...apa kamu gila?,ayolah buka pintunya,kamu tak usah berlagak seperti ini,hanya untuk melindungi dirimu dari saya!"ucap pria itu masih juga tak percaya.Menurutnya apa yang dia ucapkan hanya kekonyolannya dan omong kosong.
"Satu"ucap dinda mulai menghitung.
"Silahkan ... lanjutkan omong kosong mu itu"ucap pria itu tertawa kecil.
"Dua..."
"Ini baru kecil saja,belum sepenuhnya"
ucap dinda.
"Semuanya saja tidak apa apa"balas pria itu tertawa remeh.
Dinda menanggapinya dengan kekehan kecil.Itu sangat menguntungkan baginya.
"Sebelum tiga,apakah kamu mau pergi dari sana?"tanya dinda.
"Tidak akan,setelah kekonyolan mu ini,
kamu bisa membuka pintunya?,marilah bersenang-senang"balas pria itu.Hish dinda semakin geram padanya.
"Ti-....ga!"
TingTing
Deg.
Pria itu tertegun sejenak.Kenapa situasi saat ini sesuai dengan apa yang dia ucapkan barusan?.Apakah dia serius dengan ucapannya?.Tidak!,tidak mungkin.Pasti itu pesan dari temannya yang tidak penting.
"Buka lah,itu pasti pesan yang sangat membahagiakan bagimu"ucap dinda tersenyum miring.
Karena penasaran,pria itu pun membuka ponselnya.Saat itu juga,dia shock dan emosi mendengar kabar dari sekretarisnya.Bagaimana tidak,dia mengatakan bahwa proyek yang sedang dijalankan hingga setengahnya,tiba tiba klien itu membatalkannya dengan alasan sudah tak lagi berurusan dengannya.
"Alasan macam apa itu!"
Apalagi,sebagian besar dari uang investasinya.Ini tidak bisa dibiarin!.Dia harus melaporkan tentang hal ini kepada pihak berwajib.Dia telah menipunya dan
__ADS_1
membuatnya rugi besar.Alasannya juga tidak jelas dan tidak masuk akal.
Beraninya dia?!.
Tunggu!.Semua berkasnya tentang kerja sama dia dengannya ada padanya.Mau bagaimana dirinya melaporkannya.Tentu saja dirinya tidak ada bukti yang kuat.
Arghhhh!,kenapa lagi ini!.Dia menatap pintu,apakah queen yang melakukannya?.Tapi dengan cara apa?.
Ini sangat membingungkan.
"Ekhemmm!"deheman seorang pria menyadarkan lamunannya.
"Oh iya pak,saya sedang menunggu seseorang"ucap pria itu sedikit menggeser kesamping.
Varo hanya mengangguk kecil.Tanpa butuh waktu lama,dinda pun keluar dari sana.Saat melihat wajah pria itu, membuatnya ingin tertawa geli.Pria itu terus menatapnya.Sangat lucu.
"Sudah sayang?"tanya varo seraya memeluk pinggangnya.
"Sudah"balas dinda tersenyum padanya.
Lalu dia melirik remeh kepada pria itu.
Antara emosi,bingung,dan menyesal bercampur di ekspresi wajah pria itu.Lalu dia pun pergi dari sana.
Arghhhhh!!!.
Pria itu memukul dinginnya.Wanita itu sangat membuatnya kesal hari ini.Siapa si dia?, bisa bisa nya dia melakukan ini dengan mudahnya.Bagaimana bisa?.
Mungkin saja,dia menjual dirinya agar kliennya mau mengikuti kemauannya.
Ah entahlah!, dirinya sedang frustasi malam ini.
"Pulang yuk"ajak varo.
balas dinda.
"Tapi engga papa kan?!"ucao varo.
"Tapi-"
"Dit,maaf ga bisa sampai selesai,kita pulang dulu ya"ucap varo.
"Eh iya ga papa"balas dito.
Tanpa lama lama,varo pun menggandeng tangan dinda,dan membawanya pergi begitu saja.
"Var,pamit dulu sama om tante"ucap dinda.
"Dit,bilangin ke om sama tante yah"teriak varo.
"Siyap!"balasnya.
Hal itu membuat dinda mendengkus kesal.Apa apaan dia?!.Ga sopan!.
"Ini bukan jalan rumahku var"ucap dinda yang menyadari varo tidak menjalankan mobilnya menuju rumahnya.
"Aku tau sayang"balas varo.
"Maksudnya,mau kemana?"tanya dinda.
"Ada"balas varo.
"Ada gimana?"tanya dinda.
"Ada sayang"balas varo sambil mengacak lembut rambutnya.
__ADS_1
Ada hal yang harus dia tunjukkan kepadanya.Langsung saja.Dia membawanya ke sebuah kafe,dimana malam ini adalah malam yang sudah ia rencanakan untuk memberikan sebuah cincin dan menempatkannya di jari manisnya.Dia berharap apa yang terjadi nanti, sesuai dengan keinginannya.
"Var,ini kafe bagus banget,kok aku ga pernah tau si"ucap dinda kagum melihat
kecantikan depan kafe yang varo tujukan.
Itu baru depan dan halamannya,belum lagi dalamnya.Dinda sangat menantikannya.Bertahun tahun dia tinggal di daerah itu,tak pernah dia tau tentang kafe ini.Ish menyebalkan.
"Benarkah?,kamu suka?"tanya varo.
Dinda mengangguk semangat.Dia tak sabar untuk masuk ke dalam.
"Mau ke dalam?"tanya varo.
"Mau dong varo,nanya lagi!"balas dinda.
Membuat varo terkekeh kecil.Dia senang melihatnya nyaman bersamanya.Tak sia sia dirinya membawanya ke tempat itu.
Lalu dia mengambil sebuah kain dari dalam sakunya.Lalu dia memakainya ke mata dinda.
"Hah? untuk apa varo?!"pekik dinda terkejut.
"Tutup sebentar"balas varo.
"Tapi untuk apa?"tanya dinda menahannya.
"Sebentar saja sayang"balas varo.
Merasa dapat persetujuannya, varo pun menutup matanya.Dinda sangat penasaran apa yang ia lakukan nanti.
Sampai sampai matanya harus ditutup seperti ini.Setelah itu,varo pun menuntunnya untuk mengikutinya.
"Kemana?"tanya dinda.
"Ke dalam"balas varo.
"Ke dalam?tapi ngapain di tu-"
"Hustt, ikut saja"ucap varo memotong ucapannya.
Dengan pelan,dia pun memegang bahunya, menuntunnya menuju tempat dimana sudah ia siapkan.
"Pelan pelan,kita naik tangga"ucap varo.
"Tangga?,...aduh varo aku ga bisa liat"
ucap dinda.
"Matanya juga ditutup,ya ga bisa liat dong"ucap varo tertawa kecil.
"Ah,ada ada aja deh!"gerutu dinda.
Dengan meraba raba,dia melangkah kecil.Hingga sampai di atas,tiba tiba dia merasa varo tidak ada di sampingnya.
"Varo?kamu masih di sini kan?"tanya dinda.
Tidak ada sahutan.Dia pun menyadari
tangan varo tidak ada di bahunya lagi.Dia meraba raba ke sekitarnya,tidak ada varo,atau apapun yang bisa ia pegang. Tentu saja membuatnya panik seketika.
"Varooo?kamu masih di sini kan?,jangan bercanda deh!"ucap dinda semakin panik.
Dengan cepat cepat dia membuka penutup matanya.Saat itu juga, kepanikannya hilang digantikan dengan keterkejutannya akan seseorang yang ia cari ada di depannya.
"Surprise...."
__ADS_1