
"Yaaaah,sahabat kita nikah"celetuk nita.
"Kok yah?...mau?besok kita nyusul"ucap bima.
"Beneran?"tanya nita.
"Bener doong,tunggu aku sukses ya"
balas bima.
"Sukses?kan udah sukses"ucap nita.
"Belum sayang,tunggu aku lebih sukses dan bisa membahagiakan kamu"ucap bima seraya memeluk gadisnya.
"Okeei,aku tunggu kebahagiaan itu"balas nita tersenyum.
"I love you"ucap bima.
"I love you to"balas nita.
Semakin kesini mereka semakin romantis.Jarang ada kata masalah dan saling marahan.Apalagi keluarga masing-masing sudah mendukung mereka. Sudah tidak adalagi yang diragukan, untuk melangkah ke jenjang pernikahan.
"Gaess kita pulang yah"pamit tino.
Dia dan teman temannya sedang ada di depan villa,karena pagi ini tino dan fifi pulang ke Jakarta.Memang fifi masih lemes dan tidak bersemangat,tapi tino janji,dia akan menjaganya dengan baik.
"Hati hati ya bro,jagain fifi"ucap dito.
"Di jaga!bukan disakiti!"ucap anya yang masih emosi karenanya.Bisa bisanya dia melakukan hal itu kepada sahabatnya ini.
"Iya iya,gue janji ga akan ngilangin lagi"
ucap tino.
"Engga tau setelah nikah nanti"cibir bima,
mengundang tawa dari teman temannya.
Hahaha.
"Itu wajar dong,kan udah nikah"balas tino terkekeh kecil.Mendengar itu, membuat fifi menatapnya tak percaya.Astaga memalukan!.
"Yeee,itu mau lo!"balas dito.
"Tapi ya ga tau nanti,kita tergantung orang tua si"ucap tino.
"Gue doain semoga masalah kalian selesai,dan kalian bahagia setelahnya"
ucap varo.
"Makasih ya bro, makasih juga pukulannya"ucap tino bergurau.Membuat
varo terkekeh kecil.
"Lo si!,main perkosa anak orang aja!"
ucap bima.
"Engga sengaja anjir"balas tino membuat para temannya tertawa.
"Btw,kalo kalian ga mau bayi itu,titipkan saja sama gue,ga papa kok"ucap anya.
"Eh jangan dong,mending kita buat aja"
ucap dito.Lagi lagi membuat para temannya tertawa renyah.Sungguh receh mereka.
__ADS_1
"Cara buatnya gimana ya?"tanya tino.
"Wah parah lo!,lo kan udah pengalaman"
ucap bima.
"Gue polos,gue diam!"ucap tino.
Para temannya pun tertawa.Hahaha.
Sedangkan varo dan dinda hanya menggelengkan kepalanya,mendengar ucapan mereka yang terdengar ambigu.Sangat absurd.Itu semua hanya untuk bercandaan.Sepertinya bercanda adalah sebuah kebiasaannya setiap hari.
"Bercanda"bisik tino di telinga fifi.Dia hanya takut fifi semakin sakit hati karena obrolan mereka yang tidak bermanfaat barusan.
Fifi mengangguk paham.Dia belum percaya seratus persen kepadanya.Tapi melihat betapa sabarnya dia mengurusnya,membuatnya mempertimbangkan pikiran buruk tentangnya.Bagaimana tidak,tadi malam dia terus mengurusnya dan menemaninya di sampingnya.
Saat dirinya muntah,dia selalu siaga menolongnya, seperti memijat tengkuknya,bahkan membersihkan muntahannya.Itu sungguh menjijikkan.
Tapi dia terlihat seperti tidak masalah akan hal itu.Tak hanya itu,dia juga menuruti apa yang dirinya mau.
Seperti tengah malam tadi,dirinya sangat menginginkan rujak,bukan membuat tapi membeli.Tentu saja jarang ada penjual rujak malam malam.Tapi,tanpa disuruh dia mencarinya,sampai dia ke rumah penjual rujak.Pastinya itu sangat sulit.
Tino menjaganya dengan baik.
"Ya udah semuanya,kita pulang dulu yah"
pamit fifi.
"Oke fi,hati hati yaa,kalo udah sampai kabari kita"ucap dinda.
"Okeei siyap"
Tino dan fifi pun masuk ke mobil, segera menuju ke bandara.Mereka pulang karena berniat untuk menikah.Tentu saja menikah secara diam diam, maksudnya hanya dihadiri keluarga saja.Sebelumnya mereka juga akan membicarakan hal tentang kehamilan fifi ke orang tuanya.
Entah apa responnya,mereka akan menerimanya.
"Dih ngapain!"pekik anya,dia menjadi berpikiran yang tidak tidak setelah apa yang dito katakan tadi.
"Sayaang,katanya mau jalan jalan"ucap dito.
"O-oh iya,ayok"ucap anya merutuki kebodohannya.Dito pun menggandeng tangannya,lalu melangkah pergi keluar villa untuk jalan jalan pagi.
"Kamu ga nyesel pacaran sama aku kan?"tanya dito tiba tiba.
Anya mengkerutkan alisnya.
"Kok tanyanya gitu?"
"Ya nanya aja,aku hanya memastikan, kalo kamu ga terpaksa nerima aku"balas dito.Bukan ada maksud apa apa,dia hanya memastikan.
"Engga lah dit,kalo aku terpaksa,aku gak akan bahagia kayak gini sama kamu"ucap anya tersenyum.
Setelah mengetahui kelakuan rean kepadanya, membuatnya menyadari kalau dito lah yang tulus padanya.Jujur,
dia sangat kecewa kepada rean.
Bagaimana tidak,dia mendekatinya bahkan mengajaknya pacaran,secara dia sudah mempunyai istri dan anak.
"kamu bahagia?"tanya dito dengan senyum merekah.
Dan di saat dirinya kecewa dan sakit hati,
dito lah yang terus menghiburnya.
Membuatnya nyaman kembali dengannya,bahkan sampai dirinya jatuh cinta lagi kepadanya.Tidak cinta bagaimana,dia selalu ada untuknya,
__ADS_1
tidak di manapun,dia selalu menjaganya.
Ya walaupun kadang menyebalkan.
"He'em kenapa tidak?,aku udah bersama dengan pria yang aku cintai dan mencintai aku,ga mungkin gue menyesal dito"balas anya.
Seketika dito menghentikan langkahnya,
lalu dia menggeser tubuh anya agar berhadapan dengannya.Di tatapnya mata cantik gadisnya,tak lama lagi dia pun memeluknya.Menurutnya,dia wanita yang manja,bar bar,pecicilan,suka nangis,
pemarah,dan kadang juga penyabar.
"Makasih"
Dia sangat sabar menghadapi sikapnya.
Dia akui, dirinya memang bukan pria yang penurut.Dirinya terus membantahnya saat diperingati ataupun di larang olehnya.Namun,dia tetap sabar dan pantang menyerah.
Tapi kelamaan membuatnya lelah untuk membantahnya.Saat dirinya menggodanya,dengan berdekatan dengan wanita lain.Dia malahan bodo amat dengannya,dan tidak mengurusinya.Padahal, dirinya mau melihat anya cemburu dengannya.
Mengesalkan.
"Permisi"ucap seorang wanita membuat dito dan anya mengakhiri keromantisan mereka.Dasar pengganggu!.
"Ya mba ada apa?"tanya tino sumringah karena di datangi oleh cewek cantik.
Sedangkan anya,dia hanya memutar bola matanya malas.
"Mas,tau alamat rumah ini?"tanya wanita itu seraya menunjukkan sebuah kertas.
"Engga tau mba,kita bukan orang asli sini"ucap anya dengan nada yang ketus.
"Sayaaang"ucap dito memperingatinya.
Yah,memang dia mengajarkannya sopan santun kepada orang.Tapi juga untuk kesenangan dirinya juga!.Bilang aja dia ingin dekat dengan wanita ini.
"Saya tau mba"lanjut dito.
"Syukurlah,bisakah tunjukkan jalannya?tanya wanita itu.
"Dari...dari matamu ku mulai jatuh cinta"
ucap dito bernyanyi,membuat wanita itu tersenyum malu.
Anya hanya cuek saja.Dia sudah biasa dengan kelakuan pacarnya.Dia ga peduli lagi dito mau cari wanita lain.Karena dia tau,dito tidak akan tega melakukannya.
Lihat saja,melihat dirinya diam tidak menghiraukannya,dia langsung merayunya dengan segala janjinya.Lucu!.
"Mas yang bener dong"ucap wanita itu.
"Bener kok mba,iya kan say-"
Loh,kemana gadisnya?.
"Kenapa mas?"tanya wanita itu.
"Engga,udah sana pergi!,gue ga tau alamat itu!"ucap dito dengan sewotnya.
Menyebalkan bukan?.
"Ishh,aneh banget!"gerutu wanita itu seraya melenggang pergi.
Sedangkan dito,dia kesal,karena gadisnya meninggalkannya.Dia melihat anya sedang duduk di kursi, sambil memesan makanan yang ada di pinggir jalan.Tuh kan,dia tidak peduli dengannya,
padahal dirinya mau melihatnya cemburu dengannya!.
__ADS_1
"SAYANG PERCAYALAH,AKU HANYA CINTA KEPADAMU!!"