Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 11


__ADS_3

"Gue keren ga tadi?"tanya anya dengan pede nya.


"Gak!!"balas teman temannya dengan kompaknya.Membuat anya menatap sebal mereka.


"Diam!kita masuk!"ucap dinda,dibalas anggukan oleh mereka.Dinda cukup kagum, hanya satu hari penuh mereka berlatih,meteka sudah lumayan jago dalam beladiri.Ya seperti itulah mereka,kadang tolol kadang juga pintar.


"Kak fatar kak fatur,kalian serang para mafioso disini,biar kita yang masuk"ucap dinda.


"Baik queen"balasnya.


Setelah fatar dan fatur memulai kerusuhan di luar markas RedDragon.Dinda dan yang lainnya segera menyelinap untuk masuk ke markas,


menemui sang leader yang beraninya ingin menghabisinya.


"Siapa kalian!"sarkas dua penjaga yang menjaga di depan pintu utama.


"Gue? malaikat maut lo!"balas dinda,dia mengeluarkan pistolnya,dan menembak mereka segera.Di awal,mereka tidak ingin membuang tenaga.


Mereka pun melanjutkan langkahnya menuju kamar dimana brato,sang leader reddragon.


"Anya,lo pegang kamera,lo rekam semua apa yang mereka lakukan di dalam"ucap dinda menyerahkan kamera kepada anya.


"Gue disuruh ngrekam kalian berantem gitu?gue gak ikut dong!"balas anya.


"Anyaaa,ikutin aja napa si!protes mulu!"


kesal fifi.


"Iya deh,eh eh eh,itu suara apa?"tanya anya saat mendengar suara yang sangat ambigu, seperti ******* mungkin?.******* yang sangat keras dan ramai.


"Kita mau mengganggu mereka begituan din?"tanya nita yang sudah paham apa suara itu.Yah,mereka semua sudah paham apa itu.


"Itu sudah biasa di dunia mafia!kalian jangan kaget!"balas dinda.


"Oh gitu"


"Kalian mau seperti mereka?gaji nya banyak lho"goda dinda.


"Dih mitamit,cukup nonton saja!"ucap fifi,


membuat mereka terkekeh setuju.


Dengan perlahan,mereka masuk ke dalam ruangan gelap itu.Sepertinya reddragon, isinya hanya hal **** seperti itu.Membuat mereka membiarkan pintunya tidak dikunci,bahkan terbuka sekalipun.


"Anjir,gue masih kecil,ga boleh nonton begituan"bisik anya terkejut melihat apa yang ada didalamnya.


"mereka lagi apa?"tanya fifi.


"*****"balas anya dengan mudahnya.


"Tadi malam lo nonton apa?"tanya fifi lagi.


"Bokep"balas anya dengan bodohnya.


"Sama aja setan!"sarkas fifi.


Ya benar saja,saat mereka masuk, mereka di suguhi pemandangan senonoh dan menjijikkan untuk dilihat langsung.Terlihat Brato yang sedang berhubungan badan dengan minda dan amel.Tak hanya dia,tapi ada beberapa mafiosonya yang bergabung.


Brato adalah leader dari reddragon, sekaligus suami dari minda dan ayah dari amel.Dia adalah penggila ****,sama seperti minda, membuat mereka mempunyai anak tanpa menikah.

__ADS_1


Dan amel,dinda sungguh kasihan kepadanya, dia remaja yang sudah dijadikan untuk memenuhi ***** ayahnya dan yang lainnya, itupun karena orang tuanya.Sangat tega sekali, ayahnya.


"Amel bukannya di sekolah yah?"tanya nita.


"Tak menyangka si,mereka seperti itu,jijik gue"timpal fifi.


Anya terus merekam kegiatan mereka,


dengan wajah yang ragu dan jijik.


"Cepat ih dinda,serasa kameraman bokep gue"ucap anya.


"Itukan cita cita lo"sahut nita.


"Anying lo!"


"Nita!"ucap dinda menatap nita.


"Oghei"balas nita mengangguk paham.


"Apa kalian tidak tau malu, melakukan hal menjijikkan seperti itu di depan kita?" ucap nita membuat mereka menatapnya.


"Oh shittt,siapa yang beraninya menggangguku!"kesal brato.


"siapa sayang?"tanya minda yang sedang


sudah sangat lemas, bagaimana tidak,


dia digilir lumayan banyak lelaki.Sama dengan amel,dia terlihat sudah tidak berdaya.


"Lo nyuruh anak buah lo, untuk menghabisi gue?!"tanya dinda.


"Oh,lo leader wanita lemah itu?"ejek brato,membuat teman temannya tertawa.Seperti tidak ada malunya, dengan tubuh yang telanjang seperti itu.


"Lo ingin kenikmatan lagi?"tanya dinda dengan sensualnya.


"Wah ada ****** lagi,boleh tuh"balas brato, sepertinya dia sedang mabuk.


"Fifi!"ucap dinda di balas anggukan mantap olehnya.


Bughhh


"Nikmat kan?"Ucap fifi,setelah menendang benda pusaka milik brato dengan cepat , membuat brato sulit untuk menghindar.


"Argghhhh, beraninya lo!"tekan brato merintih, sangat nyeri.


"Serang mereka"ucap brato menyuruh anak buahnya untuk menyerang dinda dan teman temannya.


Dinda,nita,dan fifi pun mulai meladeni serangan mereka.Nita dan fifi pun tak percaya,kenapa mereka merasa sudah hebat dan pintar dalam menyerang.Ini berkat dinda.Tapi dia ingin bukan hanya pintar secara fisik,tapi pintar juga otaknya.


Bughhhh


"Rasakan ini!"


Bughhh


Mereka melawan tanpa senjata.Kecuali anya,dia tidak terlalu pandai melawan, tapi soal senjata,terutama menembak,dia lumayan jago.Hanya beberapa orang,membuat mereka ringan untuk mengalahkannya.


"Argghhh...,gue gak akan kalah dengan bocah seperti kalian!"dengan susahnya,

__ADS_1


brato mulai berdiri yang sudah sangat lemas


"Trima ini!!!"ucap anya mantap.


Dorrr


"Akhhhh"seketika brato tumbang, setelah benda pusaknya ditembak okeh anya.


Membuat mereka tertawa.Itu terlihat konyol.


"Hahahah,sok jago lo!"tawa anya.


Lama kelamaan mereka tersadar,baru kali ini mereka membunuh orang?.Bunuh?.Mendengar kata tersebut saja,mereka sudah sangat takut. Tapi,malahan mereka yang membunuh?. Tapi terasa sangat seru.


"Kalian hebat!"ucap dinda.


"Menyenangkan"gumam nita.


Sebelum keluar,dinda menghampiri minda dan amel yang sepertinya sudah tak sanggup untuk berdiri.


"Lo ingin menghancurkan gue?jangan harap,cuihhh"ucap dinda,dia meludahi minda.Memalukan!.


Dia beralih ke samping minda.Dinda menatap malang amel.Sebenarnya dia orang yang baik,kalau tidak terpengaruh dengan ibunya dan ayahnya.


"Lo,memang tak beda dengan ibu lo itu,


menjijikkan!"ucap dinda.


Setelah itu,mereka pun keluar dari ruangan tersebut.Melihat apa yang terjadi di luar.


Dan terlihat,perkelahian antara mafia blackwhite dan reddragon belum juga selesai.Niat dinda hanya ingin memberi pelajaran dengan leadernya,bukan menghancurkan para mafiosonya.


"Stop!"ucap dinda dengan lantang.


Mereka pun menghentikan perkelahian tersebut.


"leader kalian sudah tiada,dan tangan kanannya juga mengikutinya, kalian mau sama dengan mereka,atau ikut blackwhite?! "ucap dinda dengan tajam.


Ucapannya membuat mereka berpikir.


Tentu saja mereka tidak mau mati dulu.


"Kita ikut blackwhite...dek"ucap mereka.


Dek?sangat lucu.


"QUEEN!"ucap dinda terkekeh.


"Baik queen!"


"Ingat!jangan ada yang berkhianat!kalau sampai kalian melakukan itu!jangan harap kalian selamat!,bahkan kalau saya tidak tau!saya akan mencarinya,sampai ujung dunia pun,akan saya cari!"


Seketika mereka dibuatnya merinding.


Walaupun terlihat masih muda,tapi auranya sangat dingin dan menyeramkan.Pastinya sangat licik dan kejam!.


"Mengerti!"


"Mengerti queen!"balas mereka

__ADS_1


"Baiklah,kalian kembali ke markas,dan kalian ikuti perintah mereka berdua!" perintah kepada calon anggota blackwhite untuk mengikuti fatar dan fatur agar dibimbing oleh mereka.


Tanpa berkata lagi,dinda dan teman temannya pun keluar dari daerah tersebut.Teman teman dinda pun masih tak menyangka, sahabat yang satu ini,sangat berbahaya dan sangat kejam.


__ADS_2