Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 76


__ADS_3

Dari awal, Dinda terus menggigit bibir bawahnya.Dia sedang menahan rasa sakit cengkraman varo di pahanya.


Padahal dia sedang menyetir,tapi wajahnya merah,pertanda dia sedang menahan emosinya.


"Varoo,sakit"rintih dinda.


Varo pun menghentikan mobilnya dan menatap gadisnya dengan tajam.Dia tidak ingin mengulangi kesalahannya, tapi itu sulit baginya.Menurutnya gadisnya selalu membuatnya emosi seperti ini.


"Jaket siapa?"tanya varo,tanpa melepaskan tangannya dari paha gadisnya.Seperti,hal itu adalah salah satu kebiasaannya.


"Biar gue jelasin ja-"


"Jaket siapa?"potong varo,membuat dinda menghela napasnya panjang.Lalu


dia menggenggam tangan varo.Sebisa mungkin dia harus menutupi kejadian tadi.


"Ini jaket nita!tadi minuman gue tumpah ke baju gue var,jadi gue pinjem jaket nita"


jelas dinda menatap varo dengan penuh menyakinkan.


"Lo liat kan?baju gue kotor semua?"


lanjut dinda seraya menunjukkan noda kuning yang ada di bajunya,karena terkena air jeruk.


"Rambut lo?ga mungkin tumpahnya ke atas kan?"tanya varo.


"Tadi waktu ke toilet,saking kesalnya gue membasuh muka gue sampe ke rambut gue,kan gue kesel"jawab dinda dengan mengerucutkan bibirnya, agar terlihat benar benar kesal.Ucapannya terdengar tidak masuk akal,tapi yah itulah alasan yang ada di pikirannya.


Melihat wajah menggemaskan gadisnya,


membuat varo tersenyum geli.Tentu saja membuat dinda lega.Varo mengacak lembut rambut gadisnya,lalu dia menarik lehernya pelan,agar mendekat ke dirinya.


Kemudian,dia mencium leher gadisnya.


"Lepas jaket itu!"perintahnya.


Dinda hanya terdiam bingung.


"Nanti gue pake apa dong?"tanya dinda.


"Pake Hoodie gue"balas varo seraya melepaskan Hoodie hitamnya, menyisakan kaos putihnya.Lalu dia berikan kepada gadisnya.


"Hmm,baiklah"balas dinda,dia pun mengambil Hoodie yang diberikan varo, lalu dia segera turun dari mobilnya,untuk pindah ke belakang.


Varo tidak akan membiarkan gadisnya memakai jaket pria lain.Bagaimana dia tau? dia memastikannya dengan mencium lehernya.Kenapa ga langsung ke jaketnya woy!!.


Dan saat itu,dia mencium bau parfum pria lain di jaketnya.Tentu saja bukan punya nita,lagian tak mungkin nita membawa jaket yang sangat besar seperti itu.


Varo terus memperhatikan dinda yang sedang berganti baju,lewat kaca spion mobilnya.Dia tersenyum miring.Hmm,


gadisnya bukanlah wanita pembohong yang handal.


Setelah beberapa menit,dinda pun selesai berganti dan kembali duduk di depan.

__ADS_1


Apa dia sesayang itu ke jaketnya? sampai di bawa dan di jaga seperti itu?.Dengan cepat,varo merebut jaket yang di pegang dinda,lalu dia lemparkan ke belakang.


"Ke-kenapa?"gumam dinda terkejut. Padahal,dia pegang terus,agar dirinya tak lupa dan jangan sampai jatuh ke tangan varo.Dia pria yang cerdik, dirinya harus berhati-hati.


"Jangan membebani tangan lo"balas varo,dia kembali menjalankan mobilnya.


Emm,dinda tak peduli dengan perkataannya.Dia hanya menurutinya.


"Nanti mampir ke toko dulu ya var"ucap dinda.


"hmm"dinda rasa,masalah ini selesai,


dia lihat tidak ada wajah curiga dari varo.


Baguslah,tidak ada yang akan dia ributkan setelah hal ini.


"Tadi lo liat cewek ga?"tanya dinda, sehabis mampir ke toko yang ia katakan tadi.Ada barang yang harus ia beli.


"Cewek?banyak,tapi hanya lo satu satunya cewek di hati gue"balas varo.


"Ih ini seriuuuus!"kesal dinda.


"Gue juga serius sayang"ucap varo semakin menggodanya,tentu saja membuat dinda cemberut.


"Emang kenapa?"tanya varo seraya mengacak rambutnya gemas,yang kedua kalinya.


"Lo ga liat cewek di kelas gue?"tanya dinda.Dia hanya memastikan,apa varo sudah tau kayla di kelasnya?.Memang tidak penting,tapi dia kepo dengan reaksi dari pacarnya.Walopun pertanyaan sangat sulit di pahami.


"Cewek siapa?cewek gue?kan kabur duluan"balas varo terkekeh.


"OkeOke,siapa namanya sayang?lagian gue ga tau cewek di luaran sana, selain lo"tanya varo dengan jujurnya.


"Kay-"


Ucapannya terhenti saat sampai di rumah varo.


"Sudah sampai,kita turun"ucap varo.Dia turun dari mobilnya, sekaligus dia memutari mobilnya untuk membukakan pintu untuk gadisnya.Lalu mereka masuk ke rumah varo.


"Bundaaaa aku pulang"teriak varo.Dinda hanya menggelengkan kepalanya, melihat tingkahnya itu.Berbeda dari biasanya.


"Eh kamu sudah pu..?....dindaa?dinda sayang kamu kesini..."tutur bunda seraya memeluk dinda.Apa dirinya berubah jadi anak tetangga ibunya?. batin varo.


"Iya bundaa"balas dinda dengan membalas pelukannya.Dia sangat


senang,di sambut hangat oleh bunda varo.


"Maaf aku baru nemuin bunda lagi"lanjut dinda.Dia juga bersyukur, melihat bubda yang sudah sehat kembali.


"Dia sibuk sembunyi dari aku bunda"timpal varo,membuat dinda dan bundanya terkekeh kecil.


"Engga papa sayang,lain kali,sering sering main ke sini ya"ucap bunda.


"Haha,iya bunda"balas dinda.

__ADS_1


"Sayang,aku ke atas dulu ya"pamit varo,


langsung diangguki oleh dinda.


"Eh ini bun,buat makan malam bunda" ucap dinda seraya memberikan kantong plastik lumayan besar,yang isinya berbagai bahan makanan,dan cemilan, yang tadi ia sempet mampir ke toko. Sungguh,menantu idaman.


"Waaah,makasih lho,repot repot segala"


balas bunda seraya menerima kantong plastik tersebut.


"Ga repot kok bunda"balas dinda seraya tersenyum.


"Ya sudah sana gih, istirahat ke kamar varo"ucap bunda.Dia orang tua yang percaya kepada anaknya,kalau mereka pasti tidak akan melakukan hal yang melebihi batas.


"Baik bunda"balas dinda.Lagian dia juga ingin mengeringkan rambutnya yang basah.Sangat risih.


Dinda pun naik ke atas menuju kamar varo.Sampai di sana,terdengar suara gemericik air di kamar mandi.Sepertinya varo sedang mandi.Dia segera mengambil hair dryer,lalu mulai mengeringkan rambutnya di depan kaca.


Tak butuh waktu lama,dia pun selesai.


Setelah itu,dia merebahkan tubuhnya ke ranjang dengan posisi tengkurap, kemudian dia membuka ponselnya dan fokus untuk membalas pesan pesan dari teman temannya,terutama dari kedua abangnya.Tak hanya itu,dia juga mengecek pekerjaannya,dan juga dia aktif dalam media sosial.Apalagi,dia sudag


Tiba tiba dia merasakan ada air yang terus menetes ke leher belakangnya.


Membuatnya, membalikan tubuhnya menjadi posisi terlentang.Ternyata,varo


sudah ada ei atasnya dengan rambut yang masih basah dan handuk melingkar di pinggangnya.


"Varoo?"Dinda benar benar tidak menyadari atau mendengar varo membuka pintu kamar mandinya setelah selesai mandi.Mungkin,karena dirinya terlalu fokus dengan ponselnya.


"Gue apa ponsel?"tanya varo.Tanpa permisi,dia mencium pipinya,secara bergantian,berkali kali,dan tanpa henti.


Dinda hanya biasa saja,dia sudah biasa dengan hal ini.Apalagi di terakhirnya, varo mengecup bibirnya.Itu sangat sangat sudah biasa.


"Pake baju dulu sana"ucap dinda.


"Rambut gue?!"balas varo yang masih menatap gadisnya yang ada di bawahnya.


"Gue keringin"ucap dinda seraya membawa varo untuk duduk di depan kursi depan kaca.Bukannya menghadap kaca,tapi dia menghadap dinda yang sedang mengeringkan rambutnya.Dia terus menatap wajah cantik gadisnya.


Tentu saja membuat dinda kesulitan.


"Varoo adap depan dong"protes dinda.


"Gue ingin kek gini gimana"balas varo seraya memeluk tubuh gadisnya.


"Kalo kek gini,gue susah dong varo,ih"


kesal dinda.


Varo tidak menghiraukannya,dia masih setia memeluk dinda dan menenggelamkan wajahnya ke dadanya.


Dinda juga heran, semakin kesini varo semakin posesif dan manja kepadanya.

__ADS_1


"I love you"


__ADS_2