Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 83


__ADS_3

Tunggu,kenapa dirinya sangat pusing seperti ini?batin anya.Apa karena yidur terlalu malam?,tapi tak biasanya seperti ini.Ini sangat pusing,sampai tidak bisa fokus dengan pelajaran tadi.Di tambah,


dirinya dapat hukuman untuk mengerjakan soal ulangan tiga kali lipat oleh sang dosen.Mengesalkan.


"Anyaa lo ga papa?ke uks yuk"ajak salah satu teman kelasnya.


"Gue ga papa"balas anya yang sedang menelungkupkan wajah pucatnya di lipatan tangannya.


"Beneran?lo udah makan?"tanya salah satu temannya lagi.Anya hanya menggeleng pelan.


"Hmm pantesan,lo kan ga boleh telat makan nya!"ucap teman itu.


"Ya udah,lo tunggu sini,nanti gue beliin lo makan"ucapnya.


"Hmm"anya berdehem mengiyakan.


Saat hendak keluar kelas,para teman anya terhenti saat rean masuk ke kelasnya dan menghampiri anya. Sepertinya anya akan lebih baik kalau ada pria itu.Mereka pun keluar dari kelasnya,termasuk teman anya yang tadinya akan menemaninya.Tentu saja mereka tidak mau mengganggu mereka.


"Anyaa lo sakit?"tanya rean khawatir.Dia kesini karena anya mengirimkan pesan padanya,bahwa dia tidak bisa ke kantin.


"Pusing dikit"balas anya.


Rean pun memegang keningnya.Benar saja terasa panas.Dia takut,anya sakit karena kelelahan tadi malam.


"Kita ke uks yah"ucap rean.


"Engga kak,lagian ini hanya sakit sedikit kok,nanti juga sembuh sendiri"tolak anya seraya tersenyum.Rean tau,itu senyum palsunya.Bisa bisanya dia sedang sakit masih bisa tersenyum?.Sungguh wanita yang kuat.


"Engga lo harus ke uks!"ucap rean memaksa.Tanpa aba aba,dia menggendong anya ala bridal style.


Pastinya,membuat anya terkejut.


"Kak rean, turunin gue!!,gue ga mau ke UKS!"teriak anya.


Ternyata bukan hanya teman temannya tapi juga dia,mereka sangat lebay. Menurutnya ini hanya sakit biasa,bisa sembuh dengan sendirinya.Namun membuat mereka sangat khawatir seperti ini.Selalu memaksanya ke UKS,pulang,bahkan ke rumah sakit.


"Hei,lo kenapa nya?"tanya dito tergesa-gesa khawatir.


Dia ke kelas anya,karena dia terus memikirkannya.Entah kenapa dia merasa terus khawatir padanya.Apalagi melihat tadi pagi,dia terus memegang kepalanya, dan juga wajahnya yang sedikit pucat.


Saat sampai di kelasnya,ternyata benar.


Anya sakit!.Tapi kenapa dia sedang ada digendongan rean!.Menyebalkan!.


"Dia sakit,gue mau bawa dia ke UKS"balas rean.


"Oh iya nya,lo kan belum makan tadi pagi,


astaga..kenapa gue bisa lupa!!"ucap dito merutuki kebodohannya.


"Apa belum makan?!"gumam rean seraya menatap anya.Apalagi tadi malam dia makan sedikit.Dia harus segera membawanya ke UKS.


"Biar gue yang bawa!"ucap dito mencoba mengambil anya dari rean.Namun rean terus menghalanginya.

__ADS_1


"Biar gue aja!,lebih baik lo minggir dulu"


balas rean.


Anya hanya memutarkan bola matanya malas.Sudah pusing,di tambah pusing lagi karena hal ini.


"Aduuuh drama apa lagi ya tuhan!!"teriak anya frustasi.


Bukannya menghentikan perdebatan, malahan mereka menganggap anya kesakitan.Yang membuat mereka semakin khawatir.


"Anyaa lo harus tahan,kita ke UKS sekarang"ucap rean dia masih mencoba maju,dengan menghindari dito yang terus menghalanginya.


"Tuh kan!lo lama anjir!biar gue yang bawa!"tekan dito masih berusaha merebut anya dari rean.Kapan selesainya woy!!!.


"Berhenti!atau gue pergi dari sini sendiri!"


ancam anya dengan penuh ketajaman.


Dia mulai mengeluarkan jurus ngegasnya.


"Minggir!"ucap rean seraya melangkah cepat menabrak dito.Tentu saja membuat dito mendengkus kesal.Tak hanya itu,dengan penuh emosi,dia juga memukul dinding yang ada di dekatnya.


Bentar!,kenapa anya merasa kasihan kepadanya?.


Cklek


Pintu UKS terbuka.Terlihat dito dengan kantong plastik yang ia bawa di tangannya.Dia pun menghampiri anya yang sedang tidur di ranjang UKS.


"Maaf,gue ganggu"ucap dito saat menyadari anya membuka matanya.


"Ga ganggu kok"balas anya sedikit cuek.


Dia masih sakit hati dengan sikapnya tadi pagi padanya.


Dito pun duduk di kursi samping ranjang.


"Gimana keadaan lo?masih pusing?"


tanya dito.Dia hendak memegang tangannya,tapi dia menghindarkan tangannya darinya.Sesakit ini?.


"Udah mendingan"balas anya singkat.


"Gue bawain makanan buat lo,di makan ya"ucap dito seraya memberikan kantong plastik yang berisi makanan itu kepada anya.


Tapi anya belum juga menerimanya.


"Gue udah makan sama kak rean tadi"


balas anya.


Dito anggap,dia menolak pemberiannya.


Dia pun meletakkan makanan itu di meja sampingnya.Jujur,baru kali ini dia menolak apa yang dirinya lakukan. Sungguh kecewa!.

__ADS_1


"Ya udah ga papa,gue taro sini biar nanti dibuang petugas"ucap dito seraya tersenyum kecut.Apa seperti ini rasanya di cuekin olehnya?.Sakit!.


"Soal sikap gue tadi pagi...maaf,gue hanya sedang emosi"ucap dito.Anya masih diam sambil menatap langit langit UKS.Membuat dito merasa,memang dirinya tidak di di anggap disini.


"Ya udah,lo cepet sembuh ya,gue keluar dulu"ucap dito.


Astaga,kenapa sangat sulit untuk marah kepadanya!"batin anya.Dia memang ngeselin,aneh,tukang marah marah, emosian,tapi... melihatnya seperti ini, membuat dirinya tidak tega.Apalagi dia sudah meminta maaf padanya.


"Gue akan makan ini,tapi gue minta lo temenin gue disini"ucap anya membuat dito terhenti saat hendak keluar dari UKS.


Lalu dia menatapnya tak menyangka.


Melihat senyumannya, membuatnya senang dan sumringah kembali.Ternyata


dia masih ada hati untuknya.Dia pun duduk kembali,lalu dia mengambil bungkus makanan yang tadi dia bawa.


"Gue suapin ya"ucap dito sambil membuka bungkusan makanan tersebut.


"Ga usah,gue makan sendiri"ucap anya seraya mendudukkan dirinya,dengan posisi bersandar.


"Engga papa,gue suapin"ucap dito.


"Umm, makasih kakak"balas anya tersenyum.Dia kepo dengan responnya saat ini.


Kakak lagi?. Tentu saja dito tidak suka.


Tapi,dengan sebisa mungkin,dia harus terlihat biasa saja dan tersenyum, seakan dia tidak mempermasalahkan hal itu seperti tadi pagi.Dia tidak mau suasana seperti ini kacau dan dirinya bisa dicuekin kembali olehnya seperti tadi.


"Sama sama adek gue yang paling cantik"balas dito sambil menyuapinya.


Respon inilah yang anya mau.Tidak seperti tadi pagi.Marah dan jutek padanya.Menyakitkan.Karena dia tidak terbiasa dengan sikapnya yang seperti itu.Dia anak tunggal,jadi dia tidak pernah diperlakukan seperti itu.


"Lo makan juga dong,masa gue makan lo engga"ucap anya.


"Engga,gue baru aja makan"tolak dito.


"Boong!"balas anya penuh curiga.


"Beneran"ucap dito menyakinkan.Yang sebenarnya,dia belum makan sama sekali.Tadi pagi dia hanya meminum kopi.Karena rasa emosinya kepadanya,


berpengaruh dengan napsu makannya.


KruyukKruyuk


Bunyi cacing yang ada di perut dito membuat mereka tertawa.Hanya hal hal kecil saja sudah membuat mereka tertawa.Sangat mudah.


"Lo boong kan!haha"tawa anya.


"Hehe"dito hanya menyengir malu.


"Sini gue suapin"ucap anya dengan merebut sendok yang ia pegang,lalu dia mulai menyuapinya.Dito pun hanya menurutinya.Kalo tidak,pasti dia akan ngambek padanya.


Akhirnya mereka akur kembali.

__ADS_1


__ADS_2