Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 104


__ADS_3

Siang ini,dinda dan para temannya memutuskan untuk berenang bersama.


Awalnya mereka ingin pergi ke pantai,tapi


saat melihat betapa cantiknya kolam renang di villa dinda,membuat mereka mengundurkan niatnya nanti.


Kolam yang luas,dinding yang terbuat dari kaca,dan pemandangan yang sangat bagus,membuat mereka senang.Tentu saja sangat mahal untuk menyewa villa milik dinda.Dengan kebaikan hatinya,dia tidak mengungkit masalah itu.Teman terbaik!.


"Bim!!,jus jeruk satu!"teriak tino.


"Engga! apaan,ini buat gue sama cewek gue yee"balas bima seraya duduk di samping nita yang sedang menunggu jus jeruk yang akan ia buatkan.


"Anying lo!"sarkas tino.


"Lo mau?"tanya nita lembut, seketika membuat tino mengangguk sumringah.


"Buat sendiri!"ucap nita,tentu saja membuat tino mendengkus kesal, sedangkan fifi.yang disampingnya hanya tertawa kecil.


"Aku buatkan ya"ucap fifi.


"Jangan!"cegah tino seraya menahan nita yang hendak pergi.


"Kenapa?"tanya fifi heran.


"Lo lagi hamil,ga boleh kecapean"balas tino.


Dinda dan para temannya yang sedang bersantai,mereka menatap serius ke arah tino dan fifi.Mereka terkejut ketika mendengar ucapan dari tino barusan. Sedangkan kedua pelakunya,hanya saling menatap,bingung karena hal itu.


"Yaelah serius amat!"celetuk tino.


Membuat dinda dan yang lainnya bernapas lega.Mereka pun melanjutkan kesibukannya masing-masing.Ya biasa,


tak jauh dari kata romantis romantisan


Tiduran di kursi pinggir kolam renang sambil memandang langit biru yang cantik,adalah hal yang sangat menyenangkan.


"Huekkkk"dengan cepat fifi berlari ke toilet untuk mengeluarkan seluruh isi di perutnya.Rasa mual dan pusing pun menyertainya.


"Fifi?!lo kenapa!!"teriak tino.Tak butuh waktu lama,dia pun berlari menyusulnya.


Sedangkan dinda dan yang lainnya saling menatap satu sama lainnya.


"Apakah ini beneran?"ucap nita tak percaya.Dia dan semuanya mulai panik,


pikirannya kemana mana,dan pastinya khawatir.


"Gimana dok keadaannya?"tanya tino kepada sang dokter yang sedang memeriksa keadaan fifi.Setelah kejadian itu,tiba tiba dia pingsan tak sadarkan diri.


Dengan cepat,tino pun memanggil dokter untuk memeriksanya.


"Kondisinya masih lemah, sebentar lagi dia akan sadar...saya harap,dia jangan terlalu banyak aktivitas,dan tentunya jangan kecapean,paling utama adalah istirahat yang cukup!..."ucap sang dokter.


Semuanya hanya mengangguk paham.


Dan saat itu juga,fifi mulai sadarkan diri.


"Awshhh pusing"rintih fifi memegang kepalanya.


"Lo lagi sakit fi,tiduran aja"ucap tino mencegah fifi yang hendak bangkit dari tempatnya.

__ADS_1


"Sakit?"tanya fifi bingung.Kenapa tiba tiba sakit seperti ini di waktu yang tidak tepat!.Menyebalkan!.


"Iya mba,lain kali mba jaga kesehatan, jangan terlalu cape,jangan sering begadang,dan rutinlah minum vitamin"ucap dokter.


"Capek?,padahal cuma melakukan satu kali aja deh"gumam fifi.Namun masih terdengar di telinga teman temannya, yang membuat mereka menutup mulutnya.


"Ini obatnya,diminum setelah makan"


lanjut dokter seraya memberikan obat ke tino.


"Baik dok"balas tino.


"Dok, kandungannya baik baik aja kan?"


tanya bima.Seketika mata tino dan fifi membulat.Apa yang mereka maksud?.


"Kandungan?"tanya tino.


"Iyaa,lo lagi hamil kan fi?"tanya bima tanpa ragu.Sangat blak blakan!.


"Ha-hamil?,hamil darimana?"tanya fifi heran.


"A-anu,tadi lo bilang melakukan satu kali aja, walaupun satu kali tap-"


"Apaan si kalian, maksud gue satu kali pemanasan sebelum berenang woy"


ucap fifi menjelaskan.


Huh, pikirannya memang sangat liar mereka!.


"Tapi lo tadi muntah muntah,itukan gejala hamil kan?"ucap anya.Sedangkan dinda dan varo, mereka hanya menyimaknya.


"Engga lah,aneh aneh nih pada"ucap fifi tertawa kecil.Tentu saja teman temannya ketularan,mereka tertawa betapa lucunya


pikirannya,yang mengira fifi hamil.


"Ya ampun fi,lo bikin kita takut tau"


ucap dinda seraya menghampiri fifi.


"Kalian emang!"balas fifi terkekeh.


"Ekhem"dokter berdehem, menyadarkan mereka yang sedikit lupa akan kehadirannya.


"Apa lagi ya dok?"tanya dito dengan tampang tak berdosa nya.


"Saya ragu mengatakan hal ini kepada kalian,tapi saya juga tidak bisa menyembunyikannya"ucap dokter.


"Langsung saja dok, cepet"ucap bima yang langsung mendapatkan cubitan kecil dari nita.


"Sopan dong sayang!"peringat nita. Membuat teman temannya tertawa kecil.


Sungguh receh mereka.


"Mba fifi memang hamil"ucap dokter.


"Waaah,dok dokter jangan bercanda dong"ucap fifi yang masih menganggapnya bercandaan.


"Saya kira,kamu dan teman teman kamu tau tentang hal ini,jadi saya tidak mengatakannya,tapi ternyata belum..., usia kandungannya baru tiga Minggu" jelas dokter.

__ADS_1


Seketika semua temannya terdiam membisu.Apa yang dia katakan.Lalu mereka menatap fifi yang sama sama terkejut.Mereka harus mencari kebenaran darinya.Mereka harap apa yang ada dipikirannya,tidak benar.


"I-ini ga mungkin!"gumam fifi dengan tatapan yang kosong.


"Fifi?ini beneran?"tanya tino.


"Dok?bener?"tanya dito yang masih tak percaya.


"Awalnya saya juga tidak menyangka,


tapi..inilah kenyataannya...,ya udah saya permisi..."pamit dokter seraya melenggang pergi.


Mereka menatap khawatir kepada fifi yang masih diam menatap ke depan.


Sedangkan tino,dia juga sangat sangat tak percaya.Awal yang hanya bercandaan,kenapa berakhir kenyataan.


Ada sedikit rasa kecewanya kepadanya.


Bagaimana tidak,dia dan fifi sudah sangat dekat,atau bisa dibilang teman dekat.


"Emm,benar"gumam dinda saat melihat obat yang dokter berikan,adalah obat untuk ibu hamil.


"Kita keluar,biarkan dia sendiri dulu"ucap varo.


Para temannya pun mengelus punggung fifi,lalu keluar dari kamarnya, meninggalkannya untuk menenangkan dirinya.Mereka tau,fifi sedang butuh waktu sendiri.


Sedangkan tino,dia masih di dalam.


"Ana-"


"Lo masih tanya ini anak siapa?hah!"ucap fifi.


"Ma-maksud lo?"tanya tino heran.Dia disini berniat untuk menenangkannya dan menanyakan apa yang terjadi sebenarnya.Tapi kenapa fifi terlihat marah kepadanya?.


"Lo masih tanya apa maksud gue?"tanya fifi dengan penuh penekanan.


Saat ini dia sangat shock!.Ternyata ada yang hidup di perutnya.Memang akhir akhir ini,dia sering merasa mual dan pusing.Tapi menurutnya itu hal yang biasa.Dia jadi mudah capek dan terus menginginkan makanan yang tak tertahankan.Sangat aneh.


Dan ternyata, dirinya hamil.Ini bukan yang ia mau!!.


"Fi?,gue ga ngerti apa yang lo maksud"ucap tino bingung.


"Pergi!!pergi dari sini!"usir fifi menatap tajam tino.


Tino cukup tertegun.Dia bukan fifi yang ia kenal.Ini sangat membingungkan baginya.Tiba tina dia marah padanya dan tidak tau apa alasannya.


"Fifi,gue tau lo sedih,tapi-"


"Pergi!"teriak fifi.


"Awshh"rintih fifi seraya memegang kepalanya.


"Fi?fifi lo ga papa?"tanya tino dengan nada khawatir.


"Gue mohon,lo pergi dari sini!"ucap fifi.


Huh!,tino harus bersabar.


"Huftt baiklah"ucapnya,dia pun keluar dari kamarnya dengan langkah ragu ragu.

__ADS_1


HiksHiksHiks


__ADS_2