
"Pertemanan kita hancur karena sikap kamu var"tutur dinda seraya membanting ponselnya ke ranjangnya.
Varo terus menelponnya dan mengirim pesan kepadanya.Entah ke berapa ratus kali,Dinda tetap enggan mengangkatnya.
Dia takut,varo semakin bertindak lebih.
Bukan hanya kepadanya tapi juga alan.
Dia harap apa yang varo ucapkan hanya ucapan semata.
Padahal dia datang ke kantornya hanya untuk mengajaknya makan,tapi malahan
dia mengajaknya baku hantam.
"Mending telpon abang"gumam dinda sambil mengelus perut dua bayi kembar yang sedang tertidur di sampingnya. Yah,saat ini dia berada di rumah abang deni.
"Holaaaa kak vinaaaa"ucap dinda sambil menatap wajah cantik berseri milik kakaknya yang terpampang di ponselnya.
"Tuh baby twins sedang tidur,gemas ga su"ucap dinda.
"Aaaa gemas bangeeeet"balas kak vina.
"Bentar lagi juga punya vin"celetuk dani dari belakangnya yang sedang sibuk dengan PS nya,sambil mengelus perutnya sejenak.
Dia sedang bermain ps dengan vina yang duduk di depannya.Lebih tepatnya Dani memeluknya dari belakang.Romantis sekali mereka.
Ucapannya membuat dinda menutup mulutnya tak percaya.
"Emang iya kak?hah?"tanya dinda.
"Iya din,ini hasil kesalahan kita"balas vina lemes.Dia akui, dirinya dan dia memang salah.
"Maaf ya sayang,abang ga denger ucapan kamu"ucap dani.
Dinda menghela napasnya panjang.
"Huftt...,ga papa kak bang,aku senang kok mau tambah ponakan lagiii"ucap dinda tersenyum, membuat vina juga tersenyum.Dia senang dengan respon adiknya.Membuatnya lebih kuat dan tidak terlarut kesedihan.Dia masih menyesal dengan perbuatannya yang tak terduga.
"Tapi abang harus tanggung jawab!, sekarang nikahin kakak!"ucap dinda.
"Okee siyap,besok juga abang nikah"balas dani membuat dinda dan vina melongo.Enteng sekali dia mengucapkan itu?!.
"Beneran abang nikahin kamu"ucap dani menyakinkan.Disana dia bukan hanya untuk berlibur,tapi juga bekerja di salah satu cabang perusahaannya.
"Besok?"tanya vina tak percaya.
"Iya,tapi nikah aja ya, resepsinya besok besok ya...nanti ribet soalnya"balas dani.
"Bukan itu, maksudnya ga kecepatan?,
kan belum siap semua"ucap vina.
"Udah beres semua sayang,apa kamu mau aku ga nikahin kamu selamanya gitu?!"ucap dani.
"Ya jangan dong!"balas vina.Dani dan Dinda tertawa pelan.Dinda merasa lega,
abangnya adalah pria yang bertanggung jawab.
"Ya udah deh,aku ga jadi nikahin kamu"
ucap dani sambil mengacak rambutnya.
__ADS_1
"Aaaa jangaan dong sayang!,nanti apa kata orang!"ucap vina.
"Kan aku udah bilang,jangan pikirin kata orang sayang!"ucap dani.
"Iya iya"
Cup.
Adegan senonoh itu, membuat dinda menatapnya malas.Apa apaan mereka,
romantis romantisan di depan matanya.
Dasar kakak tak punya hati!, menjadikan dirinya obat nyamuk yang menyaksikan
keromantisan mereka.Menyebalkan!.
"Helooooww everyone,apakah kalian melupakan saya?"ucap dinda.
"Eh iya, siapa ya?"tanya dani.
"Abang jahat!!!"kesal dinda.
"Dih kok kesal sendiri si,ada apa sayangkuh"ucap dani.
"Engga,eh baby twins nangis,udah dulu ya"ucap dinda.
"Ya udah,selamat jadi ibu"ucap vina.
"Baik calon ibu"balas dinda.
Dinda pun segera menenangkan si kedua bayi itu yang sedang menangis tiba tiba.
Dinda tau mereka terganggu karenanya.
Menurutnya,mereka hanya butuh ibunya.
"Kakaaaaaak baby twins nangis niiih!"
teriak dinda.
"Iyaaa sayaang"balas indah menghampiri mereka.
Kita beralih ke tokoh kedua.Hari ini, setelah melakukan terapi oleh dokter, anya sedang bersantai sambil memainkan ponselnya di halaman belakang.Dia merasa bosan di kanar terus.Kalau bisa dia ingin kemana pun
yang ia mau.
Saat itu juga, dia tertegun saat melihat
postingan seseorang yang dimana dia sedang bersenang-senang di pantai bersama teman temannya.Mereka berlari tertawa saat ombak mengejarnya. Terlihat sangat menyenangkan.Melihat itu,anya tersenyum kecut.
Apa yang sedang ia pikirkan sekarang, tidak mungkin terjadi.Dia melihat kakinya.
Dengan kondisi seperti ini,tak mungkin
dirinya bisa bersenang-senang.Salah satunya adalah jalan jalan bersama para temannya.Bekerja pun tidak bisa. Memang bisa,tapi itu sangat ribet dan tidak bebas.
Apa apa harus meminta bantuan mereka.
Dirinya seakan menjadi beban mereka,
terutama ayahnya.Dirinya adalah anak satu satunya yang tidak bisa diandalkan.
__ADS_1
Membuatkan kopi untuknya pun tidak bisa.Anak macam apa dirinya!.Setiap melihat kakinya,dia selalu merasa putus asa.Kesedihan semakin mendalam di hatinya.
"Tidak!aku harus bisa!"
Dirinya bukanlah bayi yang harus di urus setiap hari.Mandi,makan,apapun harus ada yang membantunya.Tidak,dia tidak boleh bergantung kepada orang.Dia akan berusaha untuk tidak lagi membebani mereka dengan kondisinya yang sekarang.Dirinya juga ingin seperti orang orang diluaran sana.Bahagia dan penuh keceriaan.
"Anya,kamu bisa!!"gumam anya.
Dengan pelan,dia menurunkan kedua kakinya dengan bantuan tangannya. Karena yang ia rasakan adalah,tidak ada kekuatan otot di kakinya.Itu pun membutuhkan tenaga yang lumayan.
Tubuhnya terasa bergetar.
"Hufttt,ayo jalan anya"
Dengan berpegangan kursi rodanya,dia segera berdiri,lebih tepatnya mengangkat beban tubuhnya dengan kedua tangannya saja.Dengan sekuat tenaga,
dia mencoba berdiri.Tangannya merasa tak kuat,tubuhnya bergetar,dan rasa panik juga menyertainya.Sehingga tubuhnya terjatuh karena kehilangan keseimbangan.
"Awshhhh....anyaaaa!kenapa lo ga bisa si!!"gerutu anya.
Saking kesalnya, membuat matanya berkaca kaca seketika.Anya merasa sedih dan putus asa saat ini.Dia memukul kecil kakinya yang menurutnya sangat tidak berguna.Untuk apa mempunyai kaki,kalau tidak bisa digunakan.
"Hiksss kenapa lo cengeng banget si nya!..hiks"
Dengan hati hati,dia kembali mencoba untuk berdiri dengan berpegangan kursi roda.Namun tetap saja dia kesulitan mengimbangi tubuhnya.Apalagi beban tubuhnya tidaklah ringan.
"Astagaaa anyaaa,kamu ga papa"ucap dito,dia berlari menghampirinya,lalu mengangkatnya dan mendudukkannya kembali ke kursi roda.
"Kamu nangis?...kenapa anya"ucap dito seraya menghapus jejak air mata di pipinya.
"Hiksss apa aku ga bisa jalan lagi? kalau iya,hilangkan saja mereka!hiks.."tangis anya,tanpa memfilter ucapannya.
"Husttt,kamu ga boleh ngomong gitu!, kamu harus kuat,kamu pasti akan bisa jalan lagi,ya sabar"tutur dito sambil menangkup pipi anya.
Dia menatapnya iba.Karena kesalahannya,anya yang menanggung semuanya.Dia menderita,sedih,dan pastinya ingin kembali seperti semula.
Setiap hari wajahnya memang terlihat cerah dan tersenyum, terutama saat bersama ayahnya.Tapi ternyata, hatinya tak secerah wajahnya.
"Pegang tangan aku"ucap dito.
Membuat anya bingung.
"Ayok pegang"ucap dito seraya menyodorkan tangannya di depannya.
Anya pun hanya menurut.Dia memegang tangannya,lalu menatapnya seakan bertanya untuk apa.
"Kita latihan jalan"ucap dito.
"Tidak!aku ga bisa"tolak anya cepat.
"Hey!kenapa jadi nyerah gini si?!,kamu pasti bisa,aku bantu"ucap dito.
Dengan ragu,anya mengikutinya.Tangan nya berpegangan kuat di genggaman dito.Tanpa ia duga,dirinya bisa berdiri walaupun kaki ya terus bergetar.Namun itu hanya sedetik.
"Ditooo!"pekik anya karena hendak terjatuh.
Dengan cepat,dito menangkap tubuhnya dan memeluknya erat.Pelukan?.
"Ditoo,kaaaan aku ga bisaaa hiks"tangis anya.
"Nanti bisa, sekarang kamu istirahat dulu biar tenaga kamu full lagi untuk berlatih"
__ADS_1
ucap dito menenangkannya.
Dia pun menggendongnya dan membawanya ke kamarnya untuk istirahat.