Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 8


__ADS_3

"Huaaa gue dah ga kuat woy!!"rengek anya seraya menjatuhkan dirinya ke matras.


"Ya ampun,baru gitu aja lo nyerah,gimana mau bisa bela diri di anya!"sahut fifi.


"Bangun!"ucap dinda tajam.


"Din?lo tega banget sumpah!kejam!"ucap anya.


"Anya!ikuti aja si!lo mau mati duluan saat perang!"ucap nita.


Ya! sekarang mereka sedang berlatih di markas blackwhite.Tak hanya mereka,


tapi juga para mafioso yang sedang dilatih oleh dinda.Teman teman dinda,


memutuskan untuk ikut bergabung dengan dinda.Alasannya,agar mereka bisa bela diri,tertarik untuk masuk ke dunia mafia,dan juga mereka tidak mau berbeda dengan dinda.Harus terus bersama!.


"Bangun!lemah!"ucap dinda,seraya menendang kaki anya.Memang terlihat sangat keterlaluan,tapi itulah cara dinda melatih.Awalnya memang menyedihkan,


tapi para mafioso juga senang,karena dinda,mereka menjadi lelaki yang kuat dan sangat jago beladiri.


"Dindaaa!gue dah ga kuat,pegel semua anjir!"balas anya.


"Gue ga mau tau!"dengan mudahnya, dinda mengangkat tubuh dinda.


"Huaaa dinda,gue takuuuut!"teriak anya membuat teman temannya tertawa.


Memang di antara mereka,anya lah yang mudah mengeluh.


"Bangun gak!"ancam dinda,dia menggerakan anya yang ia angkat,untuk dinda banting ke bawah.


"Hiks dindaa,oke oke!!jangan dibanting doong!"anya semakin ketakutan.


"Bangun!"tanpa aba aba,dinda pun membanting tubuh anya lumayan keras,


membuatnya merintih sakit.


"Awww,dindaa sakiit!"


Dengan tertawa,nita dan fifi membantunya berdiri.Sungguh teganya mereka menertawainya.


"Kalian kejam!"sarkas anya.


"Memang ini resikonya,kalian harus mempersiapkan mental kalian dan jangan pantang menyerah"ucap dinda bijak.


"Baik queen!"balas mereka tegas.


"Ini hanya latihan kecil,belum yang sesungguhnya,kalian akan gue adu dengan mafioso terbaik disini"ucap dinda membuat mereka deg deg an.Apa seberat ini?.


"Ta-tapi queen,gu-gue.."


"Tidak tapi tapi,makannya kalian harus berlatih dengan sungguh sungguh,jangan cengeng seperti dia"ucap dinda menunjuk ke arah anya.


"Anjir,bisa bisanya dia ngatain gue!"gumam anya.

__ADS_1


"Eh engga queen,itu memang benar"lanjutnya saat melihat tatapan tajam dari dinda.


"Kaaaak"panggil dinda kepada fatar dan fatur yang sedang melatih.


Melihat mereka berdua membuat teman temannya terpana akan ketampanannya.


Sangat cool dan seksi,dengan otot ototnya yang menonjol, membuat mereka


semakin tak karuan.


"Tutup mulut kalian!"ucap dinda,membuat teman temannya salah tingkah.


Merasa dipanggil,fatar dan fatur pun menghampiri sang ketua.


"Iya queen?"tanya fatar dengan tegasnya.


"Apa queen mau saya istirahat?"tanya fatur membuat mata teman teman dinda melotot.Siapa dia?sungguh berani.


"Tidak usah bercanda kak!"ucap dinda dengan malasnya,lagi lagi membuat teman temannya terkejut.Kak?.


"Ehmm,mereka kakak angkat gue,yang akan melatih kalian,sekaligus tangan kanan gue disini"jelas dinda,yang dibalas anggukan paham oleh teman temannya.


"Bisa gue pacarin ga din?"tanya anya sambil memandang wajah mereka berdua.


"Maaf,gue sudah punya pacar!"ucap fatar,membuat bibir anya mengerucut. Dan teman temannya hanya cekikian,


menertawai teman seblengnya itu.


"Sudahlah,kalian berlatih dengan kakak kakak gue!"ucap dinda.


"I-itu apa?kalian ga mau bunuh kita kan?"


tanya fifi terkejut melihat benda panjang dan tajam itu.Mereka mulai ketakutan.


Memang sudah biasa mendengar dan melihat nama nama senjata,tapi hanya di televisi,bukan melihat secara langsung.


"Ini untuk memotong tubuh kalian"ucap fatur,membuat tubuh mereka bergetar hebat.Lagi lagi mereka dibuatnya takut setengah mati.


"I-itu ga bener kan?dinda?kita ga mati disini kan?"tanya anya.


"Lo mau mati dimana?"tanya dinda.


"Lo jangan bercanda deh,dindaa,huaa,


tolong!"ucap anya takut.


Dinda berusaha untuk tidak tertawa.


Hanya melihatnya pun,mereka sudah ketakutan seperti itu.Apalagi merasakannya.


"Kau mengerjai kita lagi!"ucap fifi menatap tajam dinda.Mereka tau,karena dari wajah dinda.


"Hmm,sudahlah,silahkan kalian latihan bersenjata dengan mereka"ucap dinda seperti tidak merasa bersalah,membuat teman temannya jengkel karenanya.

__ADS_1


"Menyebalkan!"ucap anya.


"Sekarang lo mau kemana?"tanya nita.


"Gue mau ngelatih yang lain"balas dinda seraya membalikan badannya.


"Jangan memasang wajah bodoh kalian lagi!"peringat dinda seraya terkekeh.


Setelah itu,dia pun pergi untuk melatih para mafiosonya.


Memang dinda sangat keras dalam melatih mereka.Walaupun badannya sudah sangat sakit,tapi belum bisa menguasai apa yang dinda ajarkan,dinda terus menyuruhnya untuk tetap berlatih.


Tapi,dia masih mempunyai rasa belas kasih.Dia pasti menyuruh mereka beristirahat setelah latihan,tak hanya itudinda menyiapkan makan buat mereka,dan menyuruh mereka melakukan apapun sesukanya,kecuali hal yang dibencinya, dinda pasti sudah memenggal kepalanya.


-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-


"Maaa,gimana?apa kita kasih pejaran sama dia?!"kesal amel yang sedang mengadu kepada ibunya.


"Mama juga ga menyangka dia kembali amel,lagian kamu kenapa kalah dengan wanita itu si"balas minda.


"Mama tau,aku ga bisa beladiri,aku juga terkejut,sekarang dia sangat pandai dan berani mengataiku mamaa"ucap amel seraya memakan makanannya.


"Kita harus cari tau tentang dia,mama yakin,dia bukan wanita biasa,dari cara dia menendang kamu,sungguh hebat"ucap minda.


"Aku juga curiga,kenapa waktu itu dia tidak dimasukan ke bk atau dimarahi guru gitu?dia terlihat biasa biasa saja"


ucap amel.


"Sudahlah, pokoknya jordi,dani,dan deni jangan sampai tau,dan kamu harus terus jaga mereka!"ucap minda.


"Iya,terus sekarang apa lagi yang harus kita lakuin?"tanya amel.


"Jangan terburu buru,kita nikmatin aja harta keluarga ini"balas minda tersenyum senang.


"Semuanya?"tanya amel.


"Ya tentu semuanya,kamu tau lah,mama itu tidak suka dengannya,tapi suka dengan hartanya,karena hanya dia,yang buat kita kaya raya"ucap minda licik.


"Ya harus la ma,manfaatkan saja dia,kita kuras semua hartanya,setelah itu...dia kita buang deh"ucap amel setaya tertawa jahat diikuti oleh minda.


Tanpa mereka sadari,dani dan deni mendengar percakapan mereka dari arah tak jauh dari mereka berdua.Saat mereka mau pergi sekolah,mereka dikejutkan ucapan itu di ruang makan.Sungguh, sangat licik mereka.Hal itu juga membuatnya merasa bersalah,sudah tidak mempercayai adiknya.


Mereka ingin sekali menceritakan ini kepada ayahnya.Tapi mereka rasa,tidak usah.Karena sudah pasti ayahnya tidak mempercayainya. Membuat mereka malas untuk berbicara dengan ayahnya.Sepertinya,biar ayahnya yang tau dan menyesal sendiri.Yang penting,mereka harus terus mencari adiknya.


"Dani deni"panggil jordi dari arah belakang.


"hmm"balas mereka.


"Ayok sarapan bersama"ajak jordi.


"Engga,gue sarapan di sekolah!"balas deni.


"Kita berangkat"ucap dani.

__ADS_1


Tanpa menatap ayahnya,mereka melenggang pergi menuju ke sekolahnya.Memang masih ada rasa kasihan melihat ayahnya di manfaatkan oleh minda dan amel,tapi dani dan deni sudah terlanjur kecewa dengannya.


Maaf,ada perbaikan...


__ADS_2