
Anya hanya menatap malas dito yang ada disampingnya,dengan memeluknya.
Berbagai pertanyaan tidak masuk akal selalu dia ajukan.Malam ini,dia sangat aneh.Setiap jam dia selalu menempel dengannya.Ada apa sih?...
"Malam ini ada tamu penting kan di restoran lo?"tanya dito seraya mengeratkan pelukannya ke lengan anya,
dengan menyenderkan kepalanya di bahunya.
"Engga ada"balas anya yang sedang memainkan ponselnya.
"O iya,lo ada les makan kan?"tanya dito.
"Anjir, mana ada les makan,lo ada ada aja deh"balas anya seraya tersenyum menbaca pesan dari kak rean yang tak lain gebetannya.
"Kirain ada"ucap dito.
"Udah jam delapan dit,awas dulu dong,
gue mau siap siap"kesal anya.
"Kata papi lo,lo ga boleh keluar malam hari ini"ucap dito.
Dia harus melakukan sesuatu,agar anya tidak jadi keluar. Dirinya tidak terima,anya jalan dengan rean rean itu.Dirinya mau mencegahnya secara terang-terangan, tapi dia takut anya marah kepadanya.
Apalagi,setelah apa yang dirinya katakan waktu perdebatan kemarin.
"Jan ngadi ngadi lo..,gue udah minta izin kok sama papi,kata dia boleh...wlek"ucap anya seraya menjulurkan lidahnya.
"Nanti kalo papi lo pulang gimana?,lo ga mau sambut dia,ga kasihan?"tanya dito.
"Lo udah pikun?,kan lo tau papi gue di luar negeri,baru tadi pagi pula"balas anya sambil berusaha melepaskan lengannya dari pelukannya.Tapi dito tidak akan melepaskannya.
"Lo ga kasihan,gue sendiri lho disini"ucap dito.
"Laah?kan ada bibi sama pak satpam, lagian lo manja banget sumpah!, udahlah,
mending lo minta aja para cewek lo nemenin lo!"ucap anya,dengan kuat dia melepaskan pelukannya,dan akhirnya bisa juga.Kemudian,dia lari pergi dari hadapannya.
"Anyaa!gue maunya lo!"teriak dito frustasi.
TingTong
Tiba tiba suara bel rumah anya berbunyi nyaring.Tanpa berpikir panjang,dito pun membuka pintunya.
Cklek
"Mau apa lo!"sewot dito.
Rean heran.Kenapa dia ada di rumah anya?.Apa mereka ada hubungan?.Ah sepertinya adik kakak.
"Anya nya ada?"tanya rean.
"Engga!"balas dito sinis.Membuat alis rean mengkerut.Apa benar?.
"Eh lo udah disini,kenapa ga masuk dulu"
ucap anya yang sudah siap dengan pakaiannya yang simple tapi sangat memukau.Tentu saja membuat dito semakin frustasi.
"Kenapa lo keluar si"kesal dito.
"Dih apaan si lo,ga jelas"protes anya.
"Hmm,sudah yuk anya,kita pergi"ucap rean menengah.Melihat kedekatan mereka, membuatnya merasa tak suka.
"Ayuk kak,ya udah gue pergi dulu! jaga rumah, kalo bisa,gabung tuh sama pak satpam di depan"ucap anya bergurau.
__ADS_1
"Sialan lo!..ingat!jangan pulang terlalu malam!jangan sampai ada keseriusan di antara kalian!"peringat dito.
"Tuh,aneh lagi kan!gila!"ucap anya.
Setelah itu,dia dan rean pun masuk ke mobilnya dan menginggalkan halaman rumah anya.Malam ini,anya sungguh senang,bisa jalan bersama pria yang ia suka.Yah,setelah perdebatan kemarin tentang dito,dia sudah melupakannya.
"Lo mau makan apa?"tanya rean.
Sekarang mereka berada di sebuah kafe
yang cocok untuk makan malam para remaja atau pasangan kekasih.Tempat yang nyaman,tidak terlalu ramai,dan penuh keromantisan.Anya merasa jadi wanita anggun saat ini.Yang aslinya,dia
sangat bar bar.
"Makan steak aja deh"balas anya.
"Itu aja?"tanya rean.
"Iya,minumnya jus alpukat"balas anya.
"Baiklah,tumben banget lo pesen makanan satu macam aja"ucap rean.
"Hee iya,kali kali.."balas anya terkekeh.
"Ya udah,pesen steak dua sama jus alpukat nya dua"ucap rean kepada pelayan kafe.
"Baik mas, ditunggu..."balas sang pelayan.
Sambil menunggu makanannya,rean dan anya pun mengobrol santai.Pertama mengobrol tentang pelajaran di kampus yang pastinya anya tidak maksud,dan semakin kelamaan,topik pembicaraannya tentang kisah cinta masing-masing.Yang
tentunya anya sangat menantikannya.
"Setelah gue tau kalo lo ga punya pacar,
lo mau ga..."
"Be-bentar ya kak"ucap anya merasa tidak enak.Dia pun mengangkat panggilannya.
"Ada apa si anying!"sewot anya kesal.
"Hmm,engga ada apa apa"balas dito.
"Kalo ga ada apa apa,kenapa telpon si ditoo!!"ucap anya.
"Biar lo ganti topik aja"balas dito terdengar ga masuk akal.
"Apaan si,ga jelas!gila!"kesal anya langsung mematikan panggilannya.
"Kenapa nya?"tanya rean.
"Eh engga papa,tadi gimana,lo mau ga ....
apa?"tanya anya dengan semangat.
"Umm,lo mau ga jadi pa-"
"Ini pesanannya mas mba,silahkan dinikmati"ucap sang pelayan sambil menurunkan makanannya dari nampan yang ia bawa.Lagi lagi anya dibuatnya kesal.Tadi hampir bahagia,tapi kepleset karena hal ini.
"Eh iya makasih"balas rean.
Setelah menurunkan makanan dan menganggu anya,pelayan tersebut pun pergi dari sana.Tidak bertanggungjawab!.
"Makan nya"ucap rean.Sepertinya nanti saja dirinya mengatakan apa yang akan ia katakan.
"Hmm iya kak"balas anya tersenyum kecut.Karena sangat kesal,anya mengetuk piringnya sampai mengeluarkan bunyi.
__ADS_1
"Kenapa?"tanya rean heran.
"Mmm,engga papa"balas anya mulai sibuk dengan makanannya agar tidak lebih malu.
"Gue tanya boleh?"tanya rean sambil menikmati makan malamnya.
"Boleh dong,tanya apa?"balas anya.
"Lo ada hubungan apa sama dito?"tanya rean yang sedari tadi masih penasaran.
Karena dia melihat dia sangat akrab dengannya.Yang membuatnya iri dengan kedekatan mereka.
"Owh itu,gue sama dia itu udah kayak kakak adik gitu,karena ortu dia sama ortu gue sahabatan,kadang ortu gue nitipin gue sama dia saat dia pergi,jadi dia sering numpang di rumah gue"jelas anya.
"Ooowh kakak adik"balas rean dengan hati yang lega.
Brakkkk
Suara gebrakan meja itu,membuat para pengunjung terkejut.Mereka menatap sesorang di antara mereka yang melakukan hal itu.Apa ada masalah dengannya?.Mereka tidak melihat wajahnya dengan jelas,karena dia tertutup topi dan juga buku menu yang sedang ia baca.
"Buku menu nya ada yang salah kali"
gumam anya terdengar konyol.Dia pun melanjutkan makan nya.
"Bentar"ucap rean.Dia mengangkat tangannya untuk mengusap sisa makanan yang menempel di sudut bibirnya.Adegan ini jangan sampai kelewatan.
Tentu saja anya tertegun dengan tindakannya yang menurutnya romantis.
Hingga tatapan mereka bertemu, membuat mereka saling menatap. Seakan mengagumi satu sama lainnya.
Brakkkk
Lagi lagi mereka terkejut dengan suara gebrakan di meja orang yang sama.
Kenapa si dia?.Anya heran,apa dia orang gila?.Dari tadi dia hanya membaca buku menu nya, tanpa memesan.
"Mas,ada apa ya?apa ada masalah?"
tanya sang pelayan.
"Engga,gue pesen jus jeruk satu"balas pria itu.
"Owh baiklah, ditunggu..."balas pelayan itu.
Suaranya?.Apa anya tidak salah dengar?.
Suaranya sama persis dengan dito.Apa dia dito?.
"Ke depan yuk"ajak rean.
"Eh gue ga bisa nyanyi"tolak anya karena rean mengajaknya untuk bernyanyi bersama.
"Lo bisa"ucap rean seraya menarik tangan anya untuk ke depan.
Mereka pun duduk berdampingan,dengan rean memegang gitar anya memegang mic.Baiklah anya akan bernyanyi dengan suaranya yang indah itu.Rean pun mulai memainkan gitarnya,dan anya mulai bernyanyi dengan lagu yang ia suka.Lagu lama,tapi bermakna.
Waktu pertama kali...
Kulihat dirimu hadir...
Rasa hati ini inginkan dirimu....
Mereka dan para pengunjung seakan terhanyut oleh suasan lagu yang anya nyanyikan dan bunyi gitar yang mengiringinya.Dia dan laki laki disampingnya,terlihat serasi,ditambah tangan mereka saling menggenggam mesra.
Brakkkk
__ADS_1
Ini yang ketiga kalinya,suara gebrakan itu mengejutkan mereka.Lagi lagi dari pria itu.Setalah menggebrak meja,pria itu pun pergi dari sana.Sepertinya dia memang gila!.