
"Gue tau kalian kecewa,tapi gue ga bisa berbuat apapun lagi selain bersabar"
ucap fatar.
"Kita sudah mencari informasi kemanapun,tapi tetap saja tidak ada yang menemukan"lanjut fatur.
Mereka sedang berkumpul di rumah dinda bersama varo dan yang lainnya.
Tentu saja untuk membahas tentang dinda.Mereka belum juga bisa bersabar
menunggu kabar dari dinda sendiri.
Mereka belum tenang sebelum mendapat kabar darinya.
"Gue ga bisa!"gumam varo frustasi.
Kenapa ini terjadi!.
"Lo harus bisa var,lo tidak harus terlarut dalam masalah ini"ucap nita.
"Kita hanya bisa berharap dia baik baik saja"lanjut bima.
Sedangkan indah dan vina dia masih diam.Mereka sudah tidak bisa apa apa.
Mereka terus berdoa,agar dinda benar benar baik.
"Sialnya,kita juga belum mengetahui siapa pelakunya"ucap tino.
"Kita harus terus mencarinya!"ucap varo,
di angguki oleh mereka.
"Kita ke markas dulu,ada misi nanti malam"pamit fatar.
"Yo,good luck"balas semuanya.
"Okeei"
"Btw,asik pacaran mulu si pasangan baru"cibir bima melirik dito dan anya yang sedang tertawa bersama sambil menatap ponselnya.Apalagi tangannya saling bertautan tak pernah pisah.
"Apa lo!"sewot dito.Dia dan anya sedang melihat lihat foto yang mereka ambil saat malam itu.Sangat lucu.
Memang anya juga masih tak percaya,
dirinya menerimanya dengan begitu saja.
Sepertinya,hatinya kebawa rasa senang dan tertawa bersamanya.Ini seakan mimpi!. Bagaimana tidak,anya sedang marah kepadanya,dan dengan mudahnya dia menerimanya.Memang aneh,tapi anya akan menjalaninya dengan baik.
"Akhirnya setelah perjuangan dito yang gila,anya dapat menerimanya"ucap dito.
"Beneran nya?"tanya nita tak percaya.
"Maaf,gue ke bawa senang anjir"bisik anya.
"Kok maaf,aneh loh"ucap fifi.
"Ya ,dia udah ngajak gue ke pasar malem,
gue seneng dong"balas anya.
"Huh dasar bocah!"
TringTring.
"Hallo"ucap indah yang sedang menerima telepon dari pacarnya.
"Hallo sayang,lagi apa?maaf aku jarang telpon kamu"ucap deni.
"Engga papa,..ini aku lagi kumpul sama temen temen dinda"balas indah.
"Owh virtual nih"cibir bima.
Indah hanya meliriknya malu.
"Kasihan!pulang den!"teriak dito.
Akhirnya indah pun menyalakan speaker nya."Oh hai bro"balas deni.
"Kapan pulang,calon istri nungguin nih"
__ADS_1
ucap tino.
"Hahaha,besok nunggu lo siap"balas deni.
"Siap apa?"tanya tino.
"Siap jadi pelayan di pernikahan gue"
balas deni bergurau, mengundang tawa dari semuanya.Hahaha.
"Btw varo apa kabar?"tanya deni.
"Fisiknya baik,tapi hatinya ga baik den"
balas bima seraya melirik varo yang masih duduk santai di sofa sambil memejamkan mata menikmati kepusingannya.
"Gue tau, tunggu aja var"ucap deni terkekeh.
Membuat semuanya tertegun.Apa maksudnya?.Apa dia tau semuanya?.
Padahal,mereka sepakat untuk tidak memberitahu tentang kepergian dinda.
Karena mereka pikir,hal itu akan menggangu pikirannya dan juga pekerjaannya.
"Lo tau?"tanya varo serius.Pembicaraan tentang ini,varo sangat tertarik.
"Tau apa?,gue hanya bilang,lo yang sabar,
pasti dinda akan menyelesaikan pekerjaannya segera"balas deni.
"Maksud kamu apa sayang? pekerjaan?"
tanya indah.
"Iya sayang,dinda kan lagi mengurus pekerjaan di bali...kan?kamu gimana si?
masa ga tau"balas deni.
Seketika mata mereka terbelalak.Apa yang ia bicarakan benar?.Terutama varo,
dengan cepat dia merebut ponselnya dari tangan indah,tak peduli kalo itu kakaknya.
"Maksud lo?"tanya varo.
"Weh apaan si kalian,pura pura ga tau apa gimana"ucap deni.
"Dinda di bali? pekerjaan? maksudnya gimana deni!"tekan varo.
"Iya, katanya dinda lagi di bali,ada kerjaan yang harus ia urus disana"balas deni.
Bali?.Apa semudah ini untuk mengetahui
dimana dinda.Setelah berbagai cara yang mereka lakukan,ternyata tanpa ada usaha dan tenaga,sudah langsung mengetahuinya.Mereka sangat bersyukur.Mereka harap, setelah ini, mereka bisa berkumpul kembali.
"Apa lo ga tau?,ga mungkin kan?"tanya deni heran.
"Kenapa lo baru ngomong sekarang!"
ucap varo emosi.
"Astaga,kenapa lo marah marah ke gue si, sebenarnya ada apa?"tanya deni bingung.
"Ah sudahlah!"varo pun memberikan ponsel tersebut ke indah,lalu dia keluar dari rumah dinda.Teman temannya tidak membiarkan itu,dito pun segera menyusulnya.
"Ada apa sayang?kamu tau kan dinda ke bali?hah?"tanya deni.
"Su-sudah dulu ya den,nanti malam aku jelasin"ucap indah.
"Tapi-"
"Nanti malam sayang!"potong indah.
"Ah baiklah,aku tunggu"balas deni pasrah.Rasa keponya tertunda.
"Hmm"
Mereka pun menutup teleponnya.
Akhirnya rasa khawatir terganti menjadi rasa senang bersyukur.
__ADS_1
"Kakak ga nyangka semudah ini"ucap vina.
"Ternyata dia ada di bali,lebih tepatnya di villa miliknya"lanjut indah.
"Tapi,kenapa waktu bang fatar telpon, kata bibi tidak ada disana"ucap anya.
"Itu pasti dinda yang melarangnya"balas indah.
"Dia berbohong dengan kedua abangnya"
ucap vina.
"Untung saja,deni membahas hal ini,kalo tidak,kita akan dipusingkan dengan masalah ini"ucap fifi.
Tak lama kemudian,dito kembali ke sana.
"Kemana varo?"tanya fifi.
"Dia nekad ke sana sendiri"balas dito.
"Dia tau alamat villa dinda?"tanya tino.
"Dia akan menanyakan ke bang fatar sama bang fatur"balas dito.
"Jangan ganggu dia,kita menyusulnya besok saja...lebih baik lagi,dia bisa membawa dinda sekarang juga"ucap vina, diangguki setuju oleh semuanya.
Brakkk
"Bang!"teriak varo di ruangan pribadi fatar dan fatur.Ternyata mereka tidak ada di sana.Dia pun melangkah menuju ruang latihan.
Namun saat masuk ke ruangan latihan,
varo dibuatnya terkejut,karena semua mafioso termasuk fatar dan fatur mengarahkan pistolnya ke arah dirinya.
Mereka hanya was was,sebab setiap jam latihan,tidak ada satupun yang masih di luar,maupun diperbolehkan keluar ruangan.
"Ternyata lo var!"ucap fatur,dia dan fatar pun menghampiri varo.
"Apa ponsel kalian udah dibuang?"tanya varo.Karena sudah beberapa kali menelponnya,mereka tidak juga mengangkatnya.Karena tidak sabar, khirnya dia memutuskan untuk menemuinya.Merepotkan!.
"Tentu saja tidak,emang kenapa?"tanya fatar.
"Dimana alamat villa dinda di bali?"tanya varo.
"Buat apa lo nanyain itu?"tanya fatar, tanpa membalas pertanyaan dahulu.
Varo sangat buru buru saat ini, membuatnya malas untuk menjelaskan kepada mereka."Dimana bang?!"
"Kenapa lo nanyain itu?!"tekan fatur yang sangat penasaran.
Varo menarik napasnya panjang...Huh!.
"Dinda disana"balas varo.
"Apa?!!lo ga bohong kan?"tanya fatur terkejut.
"Buat apa gue bohong,kalian tanya saja ke deni"balas varo.
"Bentar bentar?kenapa harus tanya dia?"
tanya fatar.
Varo semakin emosi karena mereka.
Sangat membuang waktunya saja!.
"Alamatnya dimana anjing!"tekan varo dengan nada yang lumayan tinggi,tak lupa juga kata laknatnya.
"O?oke"fatar dan fatur membalasnya dengan raut wajah garing.Bisa bisanya dia membentak abangnya ini.
"Dah gue kirim"ucap fatar.
"Hmm"gumam varo.
Sata hendak keluar,varo di tahan oleh fatar dan fatur dengan perkataan.
"Tahan diri lo!,jangan buat dia semakin marah ke lo!"peringat fatar.
"Hmm"Lagi lagi varo hanya berdehem paham.
__ADS_1