
"Anjing!!!"
Pranggg
Seketika ponsel berlogo apel itu hancur berkeping-keping.Bagaimana tidak,dia membantingnya dengan sekuat tenaga.
"Astaga!itu baru beli varooo"ucap bima.
Karena mereka baru saja sampai dari toko handphone.Tentunya harganya tidak main main.Pemborosan!.
"Arghhh!!"teriak varo seraya memukul dinding apartemennya.Tidak hanya sekali,tapi berkali-kali.Tentu saja membuat teman temannya meringis.
"Var udah,lo gila sumpah!"ucap dito seraya mendorong varo sampai tersungkur ke lantai.Dengan kekuatan, adalah salah satu cara menghentikannya.
"Lecet anjir!,wah parah dia"tutur tino yang melihat cat dinding tersebut mengelupas.
Betapa hebatnya varo menyiksanya.
"Lo ga usah ikut campur anjing!"ucap varo menatap tajam dito.
"Gue ga ikut campur var,ini demi kebaikan lo!"balas dito.
Varo hanya berdecih.Dengan rasa yang tidak karuan,varo menyenderkan tubuhnya,dan memijat pelipisnya yang terasa pusing.Pusing karena memikirkannya.Dia masih bingung dengan semua ini.Terjadi dengan sangat singkat.
"Pikirin diri lo sendiri var!gue tau lo sakit hati,tapi jangan tubuh lo sendiri!"ucap dito penuh penekanan.
"Gue ga tau apa alasan dia ninggalin gue dit!ya memang gue salah,gue ga datang,
tapi ga mungkin dia semarah ini ke gue!"
racau varo.
Teman temannya juga kasihan,betapa hancurnya dia.Suasana seperti ini terjadi lagi.Dan itu karena dia kehilangan gadisnya.Mereka juga masih mencari tau,apa yang terjadi tadi malam padanya.
Memang sulit,tapi mereka masih berusaha.
"Kenapa!!kenapa dia ninggalin gue lagi anjing!gue memang bodoh!bodoh!!"racau varo menjambak rambutnya.
"Hei!ga seharusnya lo ngerasa bersalah gini,lo ga ngerti apa apa"tutur tino seraya merangkul bahu varo.
"Lebih baik,kita selidiki tentang ini"lanjut bima.
Baiklah,varo akan segera mencarinya.
Dirinya tidak boleh lemah,yang setiap hari terus menangis,tanpa usaha.
"Lo pasti bisa var"ucap tino seraya membantunya berdiri.
"Kita ke kafe"ucap varo,dia hendak melangkah pergi gitu aja.Tapi teman temannya menahannya.
"Lo ga akan jadi cowok jorok kan?"tanya tino seraya menatap tubuh varo dari atas ke bawah.Hanya memakai bokser tanpa pakai baju adalah penampilannya sekarang,wajah yang kusut tak sumringah,apalagi belum mandi.
"Gue siap siap dulu"ucap varo masuk ke kamar mandi.Dia sedang merasa malas melakukan apapun,termasuk mandi.
Seperti diri sendiri tidak ke urus.
"Ya udah gue mau jemput cewek gue"
ucap bima.
"Gue juga"ucap dito.
"Hey maksud lo pacar yang mana?"tanya bima.
"Bukan pacar woy,tapi anya"balas dito.
"Anya?bener bukan pacar lo?"tanya tino.
"Bukan lah ngaco lo,dia itu adek gue"
__ADS_1
balas dito terkekeh kecil.
"Kok lo cemburu sama adek lo itu,tukang maksa lagi"cibir bima.
"Ya ya kan-"dito bingung apa yang akan dia jawab.
"Tuh kan,lo ga bisa jawab, bilang aja lo suka sama dia dit,ga usah gengsi gengsi kayak gitu"ucap bima.
"Biarin,anya sama cowok itu,tau rasa lo,
nangis nanti"cibir tino.
"Ah apaan si kalian!bahas itu mulu,udah deh gue mau jemput dia"ucap dito mengalihkan pembicaraan.Karena tentang ini,dirinya menjadi semakin bimbang.
"Ngapain!ga usah,dia sama teman temannya masih ada di rumah dinda, sebentar lagi otewe ke kafe bareng"
ucap tino membuat dito dan bima menatapnya.
"Cek grub"
Suasana di rumah dinda sungguh mengharukan.Wajah yang ditekuk,tidak ada semangat di pagi ini.Bahkan,vina dan indah yang tadinya mau berangkat ke kantor,tidak jadi karena masalah tentang adiknya.Mereka merasa tidak semangat sebelum ada kabar dari adiknya.Kenapa dia pergi lagi?.
"Kakak kakakku..., kalian yang sabar yah,
kita juga ngerasain apa yang kalian rasakan kok,tapi kita mencoba untuk bersabar dan berusaha untuk menemukan sahabat kita"tutur nita sambil mengelus punggung mereka berdua.
"Kita mau cari gimana,nomornya saja udah ga aktif,seluruh media sosial nya juga ga aktif"ucap vina frustasi.
"Kakak,jangan bicara kayak gitu deh...
kita pasti berhasil"ucap fifi.
"Sekarang,kita akan ke kafe itu untuk menanyakan tentang semalam"ucap anya.
"Kakak harap,kalian mendapatkan informasinya"ucap vina.
Semuanya pun mengangguk mantap.
"Hay sayaang"ucap bima menyambut gadisnya,dengan merangkul bahunya.
"Udah lama?"tanya nita.
"Engga"balas bima.
"Engga apaan,udah satu jam kita tunggu kalian!"sahut tino.
"Maafin kita"balas anya.
"Ga perlu minta maaf,kita langsung saja ke dalam"ucap dito seraya menggandeng tangan anya.Anya hanya tersenyum senang padanya.
"Si playboy beraksi ges"cibir bima.
"Sialan lo!"
Varo dan yang lainnya pun masuk ke kafe tersebut.Kafe yang tadi malam varo sewa.Karena masih lumayan pagi,belum banyak pengunjung yang ada di dalam. Mereka menuju ke ruangan pribadi sang pemilik kafe.
"Apa yang terjadi tadi malam?"tanya varo tanpa basa basi.
Membuat pemilik kafe yang sedang membaca sesuatu, mendongakkan kepalanya menatapnya.Ternyata,pria ini,
pria terhormat,yang merupakan CEO dari perusahaan terkenal,dan juga pria yang telah menyewa kafe nya tadi malam.
"Eh den varo,silahkan duduk den"ucap pemilik kafe mempersilahkan varo untuk duduk di sofa.
"Apa yang terjadi tadi malam!!"ucap varo dengan nada yang tinggi.Membuat pemilik kafe terjingkat.
"Varoo,lo tenang dulu!"ucap dito.
"Maaf ya pak,teman kita ini memang gitu,
__ADS_1
suka ngegas,ga pernah ngerem,plus ga sabaran"ucap fifi merasa tidak enak,
sekaligus terdengar mengatainya.
Membuat semuanya tertawa kecil,tanda setuju.
"Iya ga papa,nanti ya saya akan panggil karyawan saya"balas pemilik kafe seraya mengambil ponselnya.
"Silahkan pak"ucap tino.Sepertinya hanya varo yang tidak mempunyai sopan santun kepada orang yang lebih tua.
Mungkin saja,sikapnya kebawa dengan perginya gadisnya.
"Bapak panggil saya?"tanya pelayan wanita yang barusan menerima panggilan dari bos nya.Namun saat melihat varo,dia cukup tertegun sejenak.
Pria ini?...
"Apa yang terjadi dengan cewek gue?!"
tanya varo dengan wajah datarnya.
"Tadi malam,non dinda menunggu den varo sampai sekitar tiga jam den,dia sangat menantikan kedatangan den varo"
ucap pelayan itu.Den?dia memanggilnya dengan panggilan itu,agar lebih sopan.
Bukan lebih sopan!tapi itu sangat sangat sopan!.
"Apaaa!"teriak teman teman varo terkejut.
Itu sangat lama.Sangat mengagumkan.
Seorang wanita menunggu pacarnya sampai tiga jam lamanya.Wanita yang setia.
"Dindaaa?!"gumam varo merutuki kebodohannya.Dia tak menyangka gadisnya menunggunya selama itu?!.
Sayaang,I love you!.
"Terus terus?!"tanya nita.
"Saya juga kasihan dengannya,karena den varo tak kunjung datang,saya sudah ngecek belakang,tapi den varo tidak ada"
jelas pelayan itu.
"Dih,kemana lo var!"ucap bima.
"Sangat aneh"ucap fifi.
"Kenapa lo ga suruh pulang anjing!"
bentak varo.Astaga,dia sangat emosian saat ini.
"Varoo tenang!"peringat dito.
"Setiap jam sudah saya suruh pulang aja den,tapi dia tetep kekeh ingin menunggu den,katanya dia tidak ingin mengecewakan den varo"balas pelayan itu dengan sedikit takut.
Dengan rasa yang sangat bersalah,varo menjambak rambutnya kasar.
"Sayaang maafin gue"gumam varo.
"Dinda lo terlalu sabar tau gak!"tutur anya.
"Wanita yang sulit di sia sia kan"timpal tino.
"Terus abis itu gimana mba?"tanya fifi dengan seriusnya.
"Hampir tengah malam,tiba tiba dia nangis sambil menatap ponselnya,lalu dia berlari pergi dari sana dengan air mata yang terus keluar"balas pelayan itu.
Membuat semuanya menutup mulutnya tak percaya.Itu sangat menyedihkan.
"Astagaa,dindaa apa yang terjadi dengan lo"ucap nita.
__ADS_1
"Ini salah gueeee!!"teriak varo.
Mendengar dinda menangis,hatinya sangat sakit.