
"DINDAAAA!"
Teman teman varo dibuatnya merasa tak percaya apa yang mereka lihat.Sungguh mengejutkan.Ternyata queen racing itu,
adalah temannya.Nita,fifi,dan anya sudah menduga,kalo queen racing itu adalah dinda.Dari postur tubuhnya, rambutnya,dan yang paling menyakinkan yaitu gelangnya.Gelang yang sama dengan mereka.
Para penonton pun terpesona dengan wajah queen racing itu Sangat cantik dan keren,tak heran kalau sang king racing suka padanya.Cocok!namun kenapa wanita itu menolak untuk jadi pacarnya. Mengecewakan.
"Apa!"ucap dinda dengan wajah datarnya.
Teman temannya paham,dia tidak suka kehebohan.
"Kita pulang!"ucap nita seraya menggandeng tangan dinda.Mereka akan minta penjelasan di lain tempat.
"Mau kemana?"ucap varo dengan mencekal tangan dinda.Nita pun melepaskan gandengannya.Dia tidak mau ikut campur masalah mereka berdua.Sama sama kulkas,sulit untuk dipisahkan.
"Lepas,gue mau pulang!!"ucap dinda tajam sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman kuat tangan varo.Sungguh,malam ini dia merasa sial!.
Bisa terjebak dalam permainannya.
"Pulang bareng gue!"ucap varo.
Teman temannya pun hanya diam, menyaksikan perdebatan mereka berdua.
Ini soal percintaan sekaligus pemaksaan.
Varo sangat tidak romantis sekali,tapi mengesankan.Dia sangat terobsesi pada dinda,yang jelas jelas tidak menyukainya.
Baru dinda,wanita yang tidak terjatuh dalam pesona sang idola sekolah. Mungkin itulah yang membuatnya tertantang untuk memilikinya.
"Gue ga mau! urusan kita selesai!jadi lo jangan ganggu gue lagi!"tekan dinda.
Ucapannya membuat rahang varo mengeras,tangannya mengepal kuat.Dia tidak suka penolakan!dari cara dinda bicara pun membuat varo emosi.Dia hanya suka wanita yang penurut padanya dan tidak berani padanya.Bisa saja dia cari wanita lain yang sesuai dengannya,
tapi dia hanya mau dinda!.
"Kau menolakku!!"tekan varo tajam.
Sungguh berbeda,dinda melihat rau wajahnya yang sangat merah dan semua ototnya terlihat.Dan dia merasa sakit di tangannya, genggamannya semakin kuat Sorot matanya menatap tajam dirinya,
membuatnya semakin gugup.
"Lepasss!!gue ga mau ya ga mau!! kenapa lo yang marah dan memaksa seperti ini!!lagian gue bukan siapa siapa lo!!lo egois!!"balas dinda dengan lantangnya.Dia berusaha untuk menghilangkan rasa gugupnya.Dengan marah padanya adalah salah satu caranya.
"Bukan siapa siapa?"varo menarik pinggang dinda agar lebih dekat padanya.
"Awshhh apaan si lo!lepas ga!!"sarkas dinda,dia meringis saat tangan varo mencengkeram kuat pinggangnya.Dia merasa lemah dan kehilangan ide untuk melawannya.
"Lo pacar gue,terserah lo mau terima atau engga!tapi gue gak terima penolakan!"ucap varo.
__ADS_1
Cup
Mata dinda membulat seketika,saat sesuatu yang lembab nan basah itu menempel pada bibirnya.Dan saat itu juga para penonton menyorakinya.Sungguh memalukan!.
"Ughh,nikmat"ucap bima.
"Tutup mata lo bocil!"ucap dito seraya menutup mata anya.Dito memang perhatian,namun anya bingung apa arti perhatian dia padanya.
"Apaan si lo,gue udah biasa!"kesal anya.
"Pokoknya ga boleh!"ucap dito.
Dih apaan si dia!menurut anya,dito selalu mengatur dan memaksanya.Dia selalu ikut campur dalam kehidupannya.Seperti berbeda selayaknya teman sekelas.Tapi anya tidak berharap kepadanya,dia juga menganggapnya hanya sebatas teman.
Tapi sikapnya kepadanya yang seperti itu,membuat anya berpikiran berbeda.Dan juga dito yang selalu deket dengan banyak wanita,membuat hatinya bimbang
"kita pulang!"ucap varo seraya menarik tangan dinda menuju motornya.
"Gue maunpulang sendiri!!"tolak dinda,dia masih berusaha melepaskan genggamannya dari tangannya.
"Ikut gue!!"ucap varo terus menarik tangan dinda.
"Lo apaan si!gue bilang!gue ga mau!"
ucap dinda mengeyel.
Merasa kesal,varo pun menggendong dinda seperti karung beras.Membuat dinda meronta ronta,dia terus memukul punggung varo.Hal itu sungguh membuat baper para manusia yang menyaksikan.
"Turunin gue!"ucap dinda meronta ronta.
"Diamlah!"varo pun mendudukkan dinda di atas motornya,lalu dia memakain helmnya ke kepala dinda yang terlihat dia sangat kesal padanya.
"Turunkan gue anjing!"sarkas dinda tajam.
"Mulut lo itu butuh pelajaran!"ucap varo.
Dia pun menaiki motornya dan menjalankannya meninggalkan mereka yang masih setia menontonnya dengan wajah bodohnya.
"Romantis sekali"ucap anya.
"Lo mau?"tanya dito.
"Mau apa?"balas anya.
"mau berumah tangga denganku sampai akhir hayat nanti"balas dito bergombal.
"Dih ogah!"ucap anya dengan sewotnya.
"Heeh!cewek tadi pagi yang berangkat bareng lo,mau dikemanain!"sahut fifi.
__ADS_1
"Dia adik kelas woy!tadi dia jalan kaki,ya gue ajak lah"balas dito.
"Dih alesan,kalo dah punya cewek jangan deketin anya!"ucap nita.
"Lagian gue juga ga mau sama cowok playboy kayak dia!"ucap anya.
"Sialan lo!"
Kembali ke perdebatan kedua anak remaja tadi.
"Turunkan gue!"printah dinda tajam.Dia ingin sekali memukul punggungnya ini, tapi bisa bisa dirinya juga ikut celaka bersamanya.
Varo tak menghiraukan apa yang sedari tadi dinda bilang,dia mengambil satu persatu tangan dinda untuk ia lingkarkan ke pinggangnya.Dia melakukan itu, karena dia lihat,wajah dinda yang tersirat rasa lelah.Entah apa aktifitasnya setiap hari, sampai sampai dia kelelahan seperti itu.
"Lo-"dinda segera menarik tangannya kembali.
"Lepas?kita mati bersama!"ancam varo seraya menatap truk besar yang sedang
melintas dari arah berlawanan.
Dinda yang paham,dia membiarkan tangannya melingkar di pinggangnya.
Apalagi dia lihat,varo mengendarai motornya dengan kecepatan penuh, seperti tanpa menghindari truk tersebut.
Membuatnya lebih kuat memeluknya.Dia belum siap mati sebelum dendamnya terbalaskan.
Varo tau,dinda sedang merasa takut karenanya, membuatnya tersenyum.
Betapa eratnya dia memeluk perutnya dari belakang.Saat sudah sangat dekat dengan kepala truk,dia segera menghindar dengan cepat.Tak peduli dengan ucapan emosi dari sang supir padanya.Ugal-ugalan!.
Huhh,dinda merasa lega.
"Lo sangat lucu"ucap varo terkekeh.
Apa benar?dinda merasa malu saat ini.
Bisa bisanya dia melakukan kelakuan yang konyol di hadapannya.
"Gila!"ucapnya.
"Menggemaskan"gumam varo terkekeh kecil.
Tepat di pertigaan,dimana arah ke kanan adalah ke gedung apartemen,dan ke arah kiri ke arah komplek perumahan.
"Rumah lo dimana?"tanya varo.
Tapi tak ada jawaban.Dia rasa,dinda tertidur.Terlihat dia memeluk pinggangnya dan kepalanya dia letakan di bahu nya.Sepertinya dia benar benar kelelahan.Varo mengelus tangannya yang ada di genggamannya.
"Kucing kecilku"gumam varo.
__ADS_1
Dia pun melanjutkan perjalanannya.Dia terus menggenggam kedua tangan dinda.Karena takut,dia jatuh ke belakang.
Benar benar romantis.