
"Gue yakin varo marah!!!,gue yakin dia sedang mencari gue!,...aduuh gimana nih!!,gue takut anjir!kalo dia bunuh gue gimana?."cerocos kayla gelisah, panik dan gasrak gusruk.
"Itu derita lo!"ucap karvon.
"Derita gue?,gampang gue akan bilang kalo lo-"
"Oke oke, sekarang kita pikirin rencana selanjutnya, sebelum dia menemukan kita!"ucap karvon.
Sekarang mereka sudah ada di bali. Mereka tidak pernah lupa untuk memantau varo dan teman temannya.
Namun kesalahannya adalah,varo sudah bertemu dengan dinda.Ini sangat kacau.
Bila dia melihat pesan itu, otomatis dia akan tau pelakunya siapa.
Kesalahan yang lainnya adalah,karvon dan kayla tidak menghapus cctv itu.
Ternyata rencananya tidak sesuai ekspektasi.Menyebalkan,tapi mereka tidak tinggal diam,mereka akan melakukan hal yang benar benar sangat merugikan varo dan dinda.
"Kita bukan tidak berhasil,tapi belum"ucap karvon.
"Kita hanya salah rencana"lanjut kayla.
"Nah sekarang gue tanya!,lo ada usaha ndeketin varo?"tanya karvon.
"Nah itu!,malam itu bukannya gue sama varo di ranjang,tapi malahan gue digilir beberapa pria lain anjir!,sialnya varo yang bayar gue! menyebalkan"kesal kayla.
"Cuih, menjijikkan!"cibir karvon.
"Jijik jijik gini,lo juga doyan anjing!.. lagian gue ga nyesel kok,lo tau mereka bayar gue empat kali lipat dari biasanya!parah! "ucap kayla dengan bangganya.
"Wih bagi bagi dong"ucap karvon.
"Bentar!,gue perawatan dulu.. anterin yuk"
balas kayla.
"Dih ngapain,engga"tolak karvon.
"Ah ayolah, sekalian liburan dulu"rayu kayla.
Karvon menggeleng.
"Nanti malam nonstop deh"ucap kayla seraya mengedipkan sebelah matanya.
Memang,mereka sudah seperti pasangan kekasih.Pasangan kekasih yang gila!.
"Let's go"
Mereka akan tetap di bali sebelum varo dan teman temannya pulang.Mereka berdua akan terus mengikutinya dan jangan sampai ketinggalan informasi dari anak buahnya tentang mereka.
" kakak,maafin aku-"ucap dinda yang sedang menelpon para kakaknya.
"Kamu membuat kita khawatir sayang"
ucap vina.
"Tapi sekarang kita lega,kamu sudah bertemu teman temanmu"ucap indah.
"Kenapa kalian ga ikut?"tanya dinda lesu.
"Maaf,kamu tau kerjaan di kantor masih banyak,apalagi klien selalu datang terus menerus,itu memang mengecewakan, tapibagus bukan?"balas indah.
"Wah syukurlah...kalo ada waktu pasti aku bantu kok kak,maaf ya aku terus ngerepotin kalian"ucap dinda.
"Jangan pikirkan itu dinda!,kakak ga suka!"tekan vina.Karena itu memang tidak benar.
__ADS_1
"Ah baiklah"balas dinda terkekeh kecil.
"Kakak juga minta maaf,ga bisa menyusul kamu kesana,kita hanya bisa mengharapkan teman temanmu saja"
ucap indah.
"Engga papa kak,btw darimana kalian tau aku disini?"tanya dinda yang lupa bertanya seperti itu kepada varo dan teman temannya.
"Kalo bukan abang kamu, pasti kita ga tau kamu dimana"balas indah.
Nah itulah yang dinda khawatirkan. Ternyata kedua abangnya membicarakan tentang hal ini kepadanya.Tapi sepertinya dengan tidak sengaja.Sebab mereka tidak tau masalahnya.
"Kamu baik baik aja kan disana?ga ngelakuin apa apa kan?yang merugikan diri kamu sendiri?"tanya vina.
"Aku baik baik aja kak,semuanya baik,
masalahnya juga udah membaik"balas dinda.
"Kakak seneng dengernya"balas vina dan indah.
Dinda tersenyum.
"Ya udah ya sayang,kita mau lanjut ketemu klien lagi,byee"pamit mereka.
"Byee"
Brukkk
Tiba tiba varo melemparkan sesuatu ke depannya,tentu saja membuat dinda yang sedang duduk di ranjang terjingkat.
Sesuatu itu adalah bungkus rokok yang lumayan banyak dan juga dua buah botol wine yang harganya tidak murah.Astaga pasti varo marah karena itu. Membosankan!.
"Apa ini dindaa!,astaga!"ucap varo seraya menjambak rambutnya frustasi.
"Lo tau ini bahaya?"tanya varo.
"Terus kalo lo ga bahaya gitu?,hah?"tanya dinda balik.
Huh,varo harus bersabar.
"Gue ga mau kita berantem lagi hanya gara gara ini"ucap varo.
"Ya kan lo yang mulai"balas dinda sewot.
Varo hanya menghembuskan nafasnya panjang.Lalu dia menghampiri gadisnya lalu memeluknya sampai mereka berbaring bersama,dengan varo yang di atasnya.Ia menelusupkan wajahnya ke leher gadisnya.Sudah lama dia tidak melakukan hal kesukaannya ini.
Dia pun menciumi seluruh wajahnya dan sedikit di lehernya.Hmmm....
"I'm sorry baby"ucapnya dengan suara seraknya.
Cup Cup Cup.
Dinda hanya diam menikmati setiap kecupan lembut yang ia berikan.Bukan merasa risih,tapi ini memang hal yang menyenangkan baginya.Menurutnya hal ini merupakan rasa cinta yang tulus darinya.Terserah apa yang orang orang katakan,tapi inilah mereka berdua.
"Gue ga suka lo deket deket sama laki laki lain!"tekan varo yang masih memeluknya.
Dinda mengenyritkan alisnya.
"Maksudnya?"tanya dinda.
"Kayak tadi malam!gue ga suka!apalagi bule itu, beraninya dia memanggilmu baby!..dia bukan pacar lo kan?"balas varo.
"Kalo pacar kenapa?gue kan jomblo" balas dinda bergurau.
"Gue masih pacar lo dinda!,atau gue-"
__ADS_1
"Husttt!"dinda menaruh jari telunjuknya ke bibir varo.
"Mereka hanya teman gue varo"ucap dinda.
"Tap-"
"Lo tau temen kan?t e m e n!"potong dinda menekankan kata teman. Sepertinya varo harus dijelaskan kata temen.Bisa bisa dia mengartikan kata temen,sama dengan pacar.
"Huftt,iya iya"balas varo pasrah.
Dia pun mengambil ponsel milik gadisnya di nakas,yang sudah dari tadi membuatnya penasaran.
"Apa lo sengaja mematikan ponsel lo, agar gue ga bisa hubungi lo lagi?iya?"tanya varo.
"Yah begitulah"balas dinda.
"Tega lo!"
Varo menyalakan ponsel tersebut.Sudah lama dinda tidak membukanya, menegang pun sudah tak pernah.Selama ini dia juga tidak pernah menjenguk media sosial miliknya.Aplikasinya saja dia tidak punya.Sepertinya dia tidak memikirkan itu lagi.
"Kok ga bisa nyala?"tanya varo,yang masih mencoba menyalakan ponsel itu.
Sudah lama layar ponselnya tidak menyala.
"Yah,mati deh kayaknya"ucap dinda, karena menurutnya ponsel itu sudah mulai rusak dan harusnya ganti.
Varo mendekat ke charger dan mengeces ponsel itu.Namun tetap saja tidak menyala.Apakah sudah benar benar rusak?.Sudah beberapa kali dia mencobanya.Namun lagi lagi gagal.
"Coba gue"dinda pun mencobanya.Dia yang punya,tentu saja dia sudah sangat paham dengan masalah dari ponselnya itu.Dan benar saja,lampu nya menyala,
bertanda sedang mengisi daya.
"Tuh kan bisa,lo nya aja yang bego!"ucap dinda membuat mata varo membulat.
Sungguh liarnya gadisnya ini!,semakin berani padanya!.
Sedangkan dinda,dengan cepat dia menutup mulutnya.Sungguh,dia keceplosan mengatakan itu.Sepertinya bukan ke keceplosan,tapi kebiasaan.
"Heee maap"
"Jangan ulangi lagi!"peringat varo seraya mengacak lembut rambutnya.
"Iyaa"balas dinda.
"Jangan dulu,tunggu isi dulu"cegah dinda kepada varo yang hendak ingin mengutik ponselnya.Karena ponselnya memang sudah lemot.
"Gue penasaran dengan pesan itu sayang"ucap varo.
"Ya bentar lho !,kalo sekarang,nanti kayak tadi lagi gimana?"balas dinda.
Varo hanya mengangguk paham.Astaga
menggemaskan!, batin dinda.
"Lo tau nama cewek itu?"tanya varo.
Dinda mengangguk.
"Siapa?"tanya varo serius.
"Kay-"
"WOY!KELUAR!*** *** MULU DAH!"
Lagi lagi, semuanya belum terungkap karena gangguan dari para teman temannya!.
__ADS_1