Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 149


__ADS_3

"Ughhhh....hoaaaam"karena merasa tidak nyaman anya terbangun dari tidurnya.


Dia merasa ada rasa nyeri di kedua kakinya.Tak hanya itu,beberapa luka ditubuhnya terasa perih,dan dia juga menggunakan arm sling atau penyangga tangan kirinya yang mengalami patah tulang,tentunya masih sangat pegal.


Namun saat dia menggerakkan tangan kanannya,dia merasa ada yang menahannya.Seketika dia tertegun.


Bagaimana tidak,dia melihat dito yang tertidur di samping ranjang,dengan posisi duduk.Dia terus menggenggam tangannya.


"Dia tidur disini?"gumam anya.


Lalu dia mencari ayahnya.Terlihat papi nya sedang tidur di sofa seberang.Dia melihat hanya rasa lelah yang tersirat di wajah ayahnya.Karena dirinya di rawat di ruangan VIP,jadi tersedia banyak sofa besar disana.Membuat dirinya lega, ayahnya tidur dengan nyaman.


Yang ia herankan juga,kenapa dito tidak tidur di salah satu sofa itu.Dia pasti sangat pengal tidur dengan posisinya saat ini.Dan ngapain juga dia tidur di sana, padahal tadi malam yang ia tau dito sudah pulang.


"Heh ...dasar caper!"ucap anya.


Dengan perlahan,dia melepaskan tangannya dari genggamannya.Bukannya dia takut dito terganggu,tapi dia tak ingin dirinya dibilang pengganggu.Setelah itu,


karena merasa tenggorokannya kering,


dia pun mengambil gelas di meja sampingnya.


"Huh!...gelas sini dong!"ucap anya yang berusaha untuk mengambilnya.


Sebenarnya lebih mudah kalau dia duduk terlebih dahulu.Namun,dia tak bisa duduk sendiri tanpa bantuan orang lain.Dia ingin membangunkan ayahnya,tapi dia juga tak tega mengganggunya.Ayahnya pasti sudah lelah menjaganya.


"Awshhh"rintih anya karena merasa pegal di tangannya.Hanya di bawa gerak sedikit saja,sangat sakit.Menyebalkan!.


"Sayaang?...kamu butuh sesuatu?"tanya dito.


"Berhenti panggil aku sayang!"tekan anya yang masih berusaha menggapai gelasnya.


"Kamu mau minum gimana?,biar aku bantu duduk"ucap dito.


Anya cukup setuju dengan ucapannya.


Apa dirinya bodoh malam ini?.


"Engga usah!,aku bisa sendiri"ucap anya mencoba mendudukkan tubuhnya.


Huft, semua tubuhnya sangat sakit.


"Awshh..."


Spontan,dito membantunya duduk,tanpa izin darinya.Dia tidak tega membiarkan anya kesulitan duduk,atau bergerak.


Apalagi melihatnya kesakitan seperti tadi.


"Kamu ga perlu membantuku tadi"kesal anya.Dia tak ingin bergantung kepada orang lain,terutama dito.


"Miring aja kamu ga bisa anya,apalagi duduk"ucap dito.


"Kamu ngejek aku?"tanya anya sensitif.


Huft,dito harus bersabar.


"Engga begitu"balas dito sambil mengambilkannya gelas itu.


"Stop!,aku bisa sendiri!"ucap anya membuat dito menghentikan gerakannya.

__ADS_1


"Huh... baiklah"ucap dito pasrah.


Anya pun mengambil gelasnya sendiri.


Dia masih kesal sendiri soal tadi dito membantunya duduk.Anya akui dirinya sulit duduk saat tadi.Tapi,dia tak butuh juga bantuannya.Ahhh ... sudahlah!,dia masih kesal!.


"Uhuk uhuk"dan kekesalannya membuatnya tersedak air.Dengan cepat dia meletakan gelasnya kembali,lalu dia memukul kecil dadanya.


"Hati hati dong nya"ucap dito,dia mengambil tissue dan mengelap air yang membasahi mulutnya.


"Kamu ga perlu melakukan ini!"sarkas anya seraya merebut tisu itu.


"Maaf"ucap dito.Ternyata apa yang ia lakukan,salah di matanya.


"Maaf maaf...lagian ngapain kamu disini!,


sana pulang!"ucap anya mengusir keras.


"Engga,aku mau menemanimu"ucap dito.


"Huftt, terserah!"sewot anya sambil menekan tombol yang ada di dinding sampingnya.Membuat varo heran,apa yang ia butuhkan,sampai memanggil suster?.


"Hihhhh mana si susternya!"kesal anya karena tidak ada satupun suster yang masuk.Padahal susah beberapa kali dia memanggilnya dengan bel.


"Kamu butuh apa nya?"tanya dito.


"Engga"balas anya.Sambil menunggu suster datang,dia pun memilih untuk memainkan ponselnya.


"Masih malem nya,mau ngapain,...tidur aja"ucap dito.


"Kamu bisa diam ga si!,stop!peduliin aku!"tekan anya.


"Engga!,aku akan tetap bicara kalo itu untuk kebaikan kamu"ucap dito.


"Kamu tau ga si!aku lagi kebelet pipis!!!!"


kesal anya keceplosan.


Dia langsung menutup mulutnya,lalu menatap dito yang terdiam sambil menahan tawanya.Huaaaa ini sangat memalukan!.Bisa bisanya dia bersikap bodoh di saat situasinya tidak tepat.Tapi jujur,saat ini dia sangat kebelet buang air kecil.


"Kan kamu bisa ngomong sama aku...


aku bantu kok"ucap dito tertawa kecil.


Dia selalu marah marah kepadanya,tapi membuatnya sangat menggemaskan di matanya.


"Ga!,aku akan nunggu suster datang" tolak anya.Lagian ini rumah sakit besar dan terkenal dengan pengobatannya yang baik,tapi sikap para susternya sangat tidak baik.Lambat dan entah kemana!.


"Terserah si,pipis di celana juga ga papa"


ucap dito terkekeh.


Engga!,dirinya bukanlah wanita menjijikkan seperti itu!.Dia berharap tua nanti,dia juga gak akan seperti itu.


Menyusahkan.


"Bantu aku!"ucap anya pasrah.


Dito tersenyum.

__ADS_1


"Siyap"ucap dito.Dia pun mengambil kursi roda,lalu dengan pelan,dia mengangkat anya dan mendudukkannya di sana.Lalu


anya menarik tiang infus nya,dan dito mendorong kursi rodanya masuk ke kamar mandi.


"Sudah sana pergi!"ucap anya yang sudah sampai di kamar mandi.Lebih tepatnya sampai closed.


"Bisa pindah?"tanya dito.


"Engga dong!..nanya lagi!"kesal anya.


"Marah marah mulu deh"ucap dito sambil mengangkat anya,dan mendudukkannya ke closed.


"Itu berlaku buat kamu aja!"ucap anya.


"Kamu bisa?kalo ga aku bantu"tanya dito.


"Aku bukan wanita murahan,yang mau di bantu pria dalam hal ini!"tekan anya.


"Tapi kan-"padahal bukan itu yang ia maksud.Dia hanya ingin membantunya.


Hmm, sepertinya memang salah si hehe.


"Diam!,kamu samperin suster,dan suruh mereka ke sini!cepat!"perintah anya.


"Baiklah"balas dito melenggang pergi.


Dia pun memanggil dua orang suster.Dia sempet protes atas tidak keseriusannya dalam bekerja.Bagaimana tidak, mereka asik musikan di ruangannya.Membuat mereka tidak mendengar bel berbunyi.


"Lain kali jangan kayak gitu lagi dong mbak!,kalo kayak gitu lagi,aku bisa laporin kalian ke bos kalian,dan kalian bisa dipecat dari sini!"cerocos anya dengan kesalnya.


"Baik mba...maafkan atas kesalahan kami,lain kali kami akan lebih serius dalam bekerja"ucap sang suster yang mengakui kesalahannya.


"Hmm"anya hanya berdehem.Setelah


urusannya selesai,mereka pun keluar dari kamar mandi.Dito pun segera mengangkatnya kembali dan mendudukkannya ke ranjang,lebih tepatnya menidurkannya.


"Sekali lagi maafkan kami"ucap sang suster.


"Hmm,kalian bisa pergi"ucap dito.


Setelah itu,dito pun membenarkan selimutnya.


"Sekarang kamu tidur"ucap dito.


"Tanpa kamu bilang,aku juga mau tidur!"


sewot anya memejamkan matanya.


Bentar.Dia tidak bisa tidur saat ini,karena merasakan pegel di sekujur tubuhnya.


Terutama pada kakinya.Ada rasa nyeri yang membuatnya terus meringis.Namun dia tetep memejamkan matanya mencoba untuk tidur.


"Tidurlah,aku akan pijitin kamu"ucap dito sambil memijat pelan kakinya.Dia snavat cekatan dan paham tentang apa yang anya rasakan.


"Engga us-"


"Diamlah,kamu tidur aja"potong dito.


Dengan telaten,dia memijat kakinya.Tak lama kemudian,dia pun mendengar hembusan napas anya yang semakin teratur.Tandanya dia sudah tertidur pulas.

__ADS_1


"Mimpi indah little girl"


__ADS_2