Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 166


__ADS_3

Dengan langkah santai,dinda melangkah menuju ruangannya sambil memainkan ponselnya.Sesekali dia menyapa para karyawan yang pagi ini begitu cerah wajahnya,seakan siap dmenerima tugas darinya dengan senang hati.Bagaimana tidak,kalau tidak dirinya gaji,mereka tidak akan senyum seperti ini.


Brukkk


Dinda terkejut karena, dirinya menabrak seseorang yang membuat tubuhnya terhuyung ke belakang.Tentu saja semua karyawan yang melihatnya panik, mereka segera menghampirinya dan menolong bos nya.Namun kepanikan itu menghilang seketika tergantikan dengan rasa lega.Pria yang ditabrak bos nya telah menolongnya,sehingga sang queen tidak terjatuh.


"Lepas!"sarkas dinda melepaskan diri dari pelukannya.


Hal itu membuat semuanya bingung.


Apa mereka sedang berantem?.Biasanya mereka sangat akur.Entah mereka masih pacaran atau hanya berteman,tapi yang mereka tau,queen dan CEO tampan itu mempunyai hubungan yang baik.


"Dindaa ak-"


Belum juga bicara,dinda sudah melenggang pergi meninggalkannya.


Namun dia tidak tinggal diam,dengan berlari kecil mengejarnya.Dia melakukannya karena ingin meminta maaf padanya.


"Dinda tunggu,aku ingin bicara sama kamu"ucap varo menarik tangannya agar berhenti.


"Stop var!stop!... berhenti bersikap seakan aku ini pacar kamu!atau teman kamu!"tekan dinda.


"Engga!,aku cinta kamu dinda"ucap varo memohon.


"Tapi aku ga cinta sama kamu varo! hilangkan rasa cinta kamu sama aku!"


ucap dinda.


"Tidak!aku akan tetap mencintaimu!kamu milikku dinda!kamu milikku!"tekan varo sampai urat lehernya tercetak.Bicarapun dengan tenaga.


"Kemarin memang kita teman!,aku anggap kamu teman aku,tapi kamu?...


kamu ga anggap aku teman! tapi pacar var!,dan kamu tau aku ga suka itu!,kamu masih mengharapkan aku, memendam rasa cinta kamu sama aku!....aku takut kamu sakit hati var!,ini demi kebaikan kamu!"jelas dinda.


"Biar kamu melupakan aku!,lebih baik kita tidak usah bertemu lagi!!"ucap dinda.


"Dindaaa plis!"ucap varo memelas.


"Varo...jangan bodoh karena cinta!,kamu harus sadar cinta itu tidak bisa dipaksakan!,jangan egois laa"ucap dinda.


"Dinda?...plis"lagi lagi varo memohon kepadanya.


"Var...udah ya!kamu sudah sia siakan kesempatan yang sudah aku berikan!,


jadi sekarang udah ga ada kesempatan lagi buat kamu"ucap dinda.


Dia pun masuk ke ruangannya.Jujur,rasa cintanya kepada varo sudah tak ada di hatinya,hanya saja dia kasihan kepadanya.Lebih baik dirinya bersikap seperti ini,untuk membuatnya berhenti mengejarnya.Dia kira,saat dirinya berteman dengannya,dia sudah tidak ada perasaan lagi kepadanya.Tapi nyatanya?..dia semakin memaksanya.


"Hallo kak?, kakak tau gak aku disuruh ikut lomba matematika lho,itu karena nilai aku bagus di pelajaran matematika"


cerocos berli.Padahal dinda yang menelponnya,tapi dia duluan yang bercerita.


Dinda tersenyum.Membuatnya ragu untuk mengatakan hal ini.

__ADS_1


"Oh iya?bagus dong"balas dinda.


"Gitu aja?"tanya berli.


"Hah?--"


"Gitu aja respon kakak?"tanya berli kecewa.


"Oh iya, kapan lomba nya ber?"tanya dinda.


"Dua hari lagi kak,kayaknya kita harus belajar lebih serius lagi deh,ga kayak kemarin kemarin, tertawa terus"ucap berli semangat.


Mendengar betapa semangatnya. Membuat dinda semakin ragu mengatakan bahwa dirinya sudah tak mau mengajarinya lagi.Hal itu juga karena tak ingin bertemu varo lagi.Dia benar benar ingin menjauh darinya dan keluarganya.


"Kak?masih disana kan?"panggil berli.


"Ber-"


"Iya kak?jangan bilang nanti kakak ga bisa ngajarin aku?!"ucap berli.Ucapannya sangat sesuai dengan hatinya.


"Iyaa"balas dinda.


"Tuh kan!,masa di saat ga ada ulangan atau apa,kakak bisa ngajarin aku,pas ada acara lomba penting,kakak ga bisa... iih" protes anya kesal.


"Maaf"ucap dinda memejamkan matanya.Dia tak ingin membuatnya kecewa.Apalagi dia sudah seperti adiknya.


"Hah? tumben kakak ngomong maafnya lembut banget,biasanya kakak cerewetnya minta ampun sama aku, Kenapa kak?!"tanya berli heran.


"Maaf kakak ga bisa ngajarin kamu lagi"


ucap dinda.


aku ga marah kok"ucap berli.


"Bukan hanya nanti"ucap dinda.


"Hah?kapan?tahun depan?...masih lama kak"ucap berli.


Dinda memutarkan bola matanya malas.


Becanda mulu.


"Nanti,besok,besoknya lagi,besok besoknya lagi,dan besok besok besoknya lagi"ucap dinda.


"1 2 3 4,...emm 4 hari?yah jangan dong kak...kan lombanya 2 hari lagi"protes berli.


Dinda memijat pelipisnya frustasi.Apa karena cinta,harus seperti ini?.Dirinya harus menghindari orang,yang tentu saja tidak pernah dirinya lakukan.Apalagi orang itu sudah seperti keluarganya.


"Kakak berhenti jadi guru kamu ya"ucap dinda.Bukannya serius,malahan berli tertawa.


"Hahaha jangan bercanda deh kak! Astaga"tawa berli.


"Kakak ga bercanda ber"ucap dinda.

__ADS_1


"Apaan si kakak!ga jelas deh"ucap berli masih saja tak percaya apa yang ia katakan.Tentu saja itu tidak ia harapkan.


"Kakak serius,hari hari ini kakak sibuk banget,ga ada waktu untuk ngajarin kamu"ucap dinda.


"Kaakaaaak,ga serius kan?kakak bohong nih!"


"Serius!,kakak ga bisa ngajarin kamu lagi"


ucap dinda.


"Yaaah kakak maaah,...emm ga papa deh,kalo kakak sibuk,aku bisa menemui kakak ke kantor apa ke rumah"ucap berli.


Membuat dinda melebarkan matanya.


Kenapa respon dia seperti ini si!.Memang sangat sulit berbicara dengannya.


"Kakak mau ke luar negeri"ucap dinda beralasan.


"Hah?ikut yah"ucap berli.


Dinda menggelengkan kepalanya.


"Engga bisa,kakak mau ngurus pekerjaan disana"ucap dinda.


"Yaaah kakak iiih kesel deh!,ya udah aku anterin kakak ke bandara"ucap berli semakin membuat dinda kelimpungan.


"Engga usah, pokoknya kamu ga usah temui kakak lagi yah"ucap dinda.


"Kenapa kak?"tanya berli.Dinda kesel sendiri bicara dengannya.


"Iih kan kakak ke luar negeri ber"ucap dinda.


"Oh iya yah,ya udah deh,nanti berli temui kakak"ucap berli.


"Aaa udah lah ber,kesel deh"kesal dinda mematikan panggilannya.


Berli tidak bisa di ajak kompromi. Menyebalkan.Dia pun mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya.Dia memijat pelipisnya,merasa frustasi dengan semua ini.Hanya soal varo yang membuatnya heran.Kenapa serumit ini si!.Heran deh,sudah seperti film saja!.


"Ada apa si!"


Tiba tiba suara rame rame di bawah membuatnya penasaran.Ada apa dengan mereka?.Dinda pun menghampiri kaca,


untuk melihat ke bawah.Terlihat orang orang dan para karyawannya melihat ke atas sambil berteriak heboh.Mereka seakan takut sesuatu terjadi dari atas.


Tentu saja dinda sangat penasaran.Dia pun keluar dari ruangannya,ingin melihat apa yang terjadi.Namun belum juga melangkah,sudah ada asisten pribadinya yang menghampirinya dengan wajah ngos-ngosan.


"Queen huh huh...pak-"


"Tarik napas dulu mbak"ucap dinda.


"Huh..huh...queen gawat!"ucap mbak asisten.


"Gawat kenapa mbak?apa yang terjadi?

__ADS_1


mereka dibawah pada ngapain?kok semuanya panik gitu?"tanya dinda lumayan panjang.


"Pak varo mau bunuh diri queeen!"ucap mbak asisten.Seketika dia terjingkat karena seperti ada angin kencang yang menerpa wajahnya.Apa tadi?.Dia melihat posisi queen nya tadi,ternyata dia sudah tak ada di tempatnya.Kemana queen?.


__ADS_2