Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 109


__ADS_3

Suasana di tempat pernikahan tino dan fifi dipenuhi rasa senang bercampur mengharukan.Terutama ayah fifi,anak satu satunya telah melepaskan masa lajangnya.Dia sudah menjadi tanggung jawab suaminya.Tentu saja akan lebih dekat dengan suaminya, dibandingkan dengan dirinya.


"Papaa"ucap fifi seraya memeluk sang ayah.


Air matanya terus turun tanpa henti.


Sedangkan tino,dia mengelus punggung istrinya.Yah,fifi sudah sah menjadi istrinya baru saja.Dia masih tak menyangka,dengan sekejap dirinya sudah menjadi seorang suami sekaligus calon ayah.Terdengar sangat konyol.


"Makasih om,sekali lagi aku minta maaf"


ucap tino ingin berjabat tangan dengan ayah fifi.


Namun,ayah fifi tidak membalasnya.Dari wajahnya yang datar tanpa ekspresi,dia sudah yakin,kalau ayah fifi masih marah kepadanya.Tapi tidak apa apa, dirinya pun menarik kembali tangannya.Dirinya memakluminya.


Ada rasa sakit di hati fifi saat melihatnya.


"Kok om?,papa dong"ucap ayah fifi tiba tiba,membuat semuanya tertegun. Bahkan ayah fifi merangkul bahu tino dan menepuk punggungnya pelan.


"Ha?"tino masih ngebug.Sedangkan yang lainnya tersenyum.Terutama kedua orang tua tino, mereka yakin tino akan mendapatkan pelajaran atas kesalahannya.


"Ga mimpi kan?"gumam tino seraya menepuk nepuk pipinya.Hal itu mengundang tawa dari semua keluarganya.Karena yang datang hanyalah keluarga besar dari pengantin.


"Engga tino!!"ucap fifi tertawa.Hahaha.


"Anjir in-"


"Tinoo mulutnya!,inget udah nikah!, jangan kayak anak remaja mulu!"peringat ayah fifi.


"Eh iya pa,...makasih pa,papa udah mau nerima aku jadi mantu papa"ucap tino sumringah.Ini adalah kesenangan yang saat ini ia nantikan.


"Terpaksa tino"balas ayah fifi.Hahah,tidak menantu tidak mertua,sama sama tukang ngelawak.


"Tino...kamu udah menikah, jadilah pria yang dewasa,setia kepada istri,dan jadi ayah yang baik,mama yakin kamu tau sikap mana yang harus kamu hilangkan setelah menikah"tutur ibu tino.


"Siyap maa,aku berusaha akan melakukan apa yang mama ucapkan"ucap tino seraya memeluk kedua orang tuanya.


Setelah itu,dia pun berdiri di samping istrinya,lalu merangkul bahunya.Rasa bahagia mulai menghampiri sang pengantin baru.Raut wajah yang tersenyum,membuat hati para orang tua nya tenang dan lega.Walaupun dari kesalahan,mereka berharap anak anaknya menjadi keluarga yang harmonis.


"Gue udah jadi seorang istri...apa ini nyata?"tanya fifi sambil memandang bintang yang berkelip di langit menyinari malam yang gelap.


Malam setelah pernikahan kecilnya, sekarang dia sedang membenarkan apa yang terjadi hari ini.Balkon adalah tempat yang cocok.Angin malam yang terus menerpa tubuhnya,terasa nyaman dan membuatnya betah berada di sana.


"Ini nyata fi.."tiba tina tino sudah ada di sampingnya.Sejak kapan dia disini?.


"Masuk di luar dingin"ucap tino.


"Lo engga?"tanya fifi.


"Duluan aja"balas tino.


"Dih aneh!"ucap fifi.


Dia tidak bergerak dari tempatnya.


Sedangkan tino,dia mengeluarkan mengeluarkan bungkus rokoknya,lalu mulai menghisapnya.Nakalnya memang masih ada,tapi sekarang dia mulai membatasinya.Maksudnya, mengurangi kadar nakalnya,namun sikapnya tetap menempel padanya.Huh,sama aja.


"Kok jadi gini?"tanya tino.

__ADS_1


"Gini gimana?"balas fifi.


"Jadi canggung gini,kayak biasa aja dong"ucap tino mulai usil.


"Dih apaan,lo kali...malu kan sama gue?


ngaku lo!"balas fifi membalas keusilannya.


"Dih engga, ngapain malu!"ucap tino.


"Ya lo ga malu,lo kan ga tau malu, malahan malu maluin!,malu maluin keluarga!"ucap fifi terkekeh kecil.


Tunggu!,apa ucapannya salah.Melihat wajah tino yang berubah datar, membuatnya berpikir.Apa ada yang salah dengan ucapannya?.Owh dirinya tau,tino merasa dia memang malu maluin keluarga.Soal kehamilannya buktinya.


Tapi fifi benar benar tidak bermaksud menyinggung perasaannya.Hishh dasar baperan!.


"Tino?,gue bercanda anjir"ucap fifi.


"Ga papa,lo benar..gue sudah mencemari nama baik keluarga"ucap tino dengan wajah kecewanya.


"Bu-bukan gitu tino,gu-gue-"


"Sudahlah"potong tino seraya beranjak pergi ke dalam.Namun saat hendak masuk,tiba tiba fifi memeluknya dari belakang.DegDegDeg,kenapa dengan jantungnya?.


"Maaf"ucap fifi.


Tino hanya diam,dia masih merasakan apa yang terjadi di jantungnya.


"Tino!!,jawab dong,gue minta maaf,gue ga berniat buat lo sedih.."ucap fifi.


Eh, seketika tino mengkerutkan alisnya,


Apa dia menangis?.Dia pun membalikkan tubuhnya,dan memandangi wajah istrinya.


"Astaga,lo nangis?..."ucap tino seraya tertawa kecil.Melihat wajahnya yang memerah dan penuh air mata, membuatnya tertawa.Sungguh menggemaskan wanita hamil ini.


"Hiks...ga lucu!"kesal fifi seraya memukul kecil dadanya.


"Hahaha,dasar ciwek!"tawa tino semakin renyah.Dia pun menarik istrinya ke pelukannya,sambil mengelus rambutnya.


"Tawa lagi lo!hiks..!jahat!"kesal fifi, sebagai gantinya dia menduselkan wajahnya ke dadanya, otomatis bajunya akan kotor terkena air matanya dan tentunya ingusnya.Hmm,tino tak pedulikan itu.


"ini anak lo yang nangis tinooo!"ucap fifi.


"iya iya sayaang"ucap tino, seketika membuat fifi tertegun sejenak.Sa-sayang?".


"Cieee salting ciee"goda tino.Setelah itu,


dengan cepat dia lari masuk ke dalam, lebih tepatnya ke kamar milik fifi.


"Tinooooo!"teriak fifi,dia pun mengejarnya.


"Sini lo!"ucap fifi terus mengejar tino.


Yang tadinya kamar rapi,seketika menjadi kamar yang snagat berantakan, terutama di ranjang.Bahkan mereka loncat loncatan di sana seperti anak kecil.


Brukkkk

__ADS_1


Mereka saling diam membisu.Dengan posisinya yang terlihat intim, membuat mereka gugup setengah mati.Bagaimana tidak,sekarang fifi ada di bawah tino.


Mereka saling menatap matanya.


Jantungnya seakan dj an disana.Dag dig dug.


Cklekkk


Suara pintu terbuka, membuat mereka menatap siapa yang membukanya.


"O-,maaf,papa ganggu"ucap ayah fifi, dengan cepat dia pun menutup pintunya kembali.Awalnya dia berniat untuk menyuruh anak anaknya makan malam,


namun saat masuk....akh dasar anak muda.


"What the-"


Tringgg


Bunyi panggilan masuk terdengar dari ponsel fifi.Mereka pun saling melepas diri,lalu fifi mengangkat panggilan video tersebut.Yang ternyata teman temannya lah yang menelponnya.


"Ekhem...hallo gaess"ucap fifi sambil menghilangkan rasa gugupnya.


"Wiiih pengantin baru niihh...selamat yaah"ucap anya dengan suara cemprengnya.


"Selamat my best pren!"ucap nita.


"Lopyou"ucap dinda dengan segala kesingkatannya.


"Hehe Iyaaa,makasih semuanya"balas fifi tersenyum senang.


"Akhhh!,geli tino!!"ucap fifi terkekeh,saat tino menusuk pinggangnya dengan jari telunjuknya.


Dan pelakunya hanya cengengesan ga jelas.Dia belum puas untuk menggoda istrinya itu.Malahan dia suka melihat istrinya tersiksa oleh kelakuannya ini.


Menyebalkan bukan?.


"Fi-...fifi?lo-"


"Woy!!tino lagi mulai tuh!,awalaaan" timpal bima.


"Mulai ngapain anjir"balas dito.


Hahahaha.


Teman temannya merasa ambigu.


Karena yang kelihatan di layar ponselnya hanya wajah fifi yang sedang tiduran.Dan terlihat wajah fifi menatap ke bawah dengan ekspresi yang...emmm geli geli enak...what!!astaga pikirannya.


"Akhhh tinoo!!!,gelii anjir!!"tawa fifi.


Para temannya hanya melongo menatap temannya yang terlihat sibuk sendiri.


Yang ada dipikiran mereka hanya, kegiatan yang biasanya di lakukan pengantin baru dalam malam pertama.


Sungguh konyol!.


"Gess,udah dulu yaa,tino nih!!nakal banget sumpah!!"kesal fifi seraya mematikan teleponnya,lalu membalas kenakalan tino dengan mencubitnya balik.

__ADS_1


"Na-nakal?"gumam anya.


"Lagi nengok baby dia"


__ADS_2