Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 123


__ADS_3

Sebuah mobil sport biru milik Dinda terus melaju membelah jalan kota yang ramai masyarakat.Cuaca yang terasa panas ,


membuat dinda menghentikan mobilnya di supermarket untuk membeli minuman.


Karena tadi dia hanya meminum segelas wine, itupun sedikit.


"Hmmm?"dinda sangat bingung mau membeli minuman apa.


Awalnya memang ada satu minuman yang ingin dia beli.Tapi,setelah sampai dan mengambilnya.Seketika dia bimbang saat melihat banyak minuman yang terlihat sangat segar.Membuatnya ingin ini itu ini dan itu.Apakah ada yang sama?.


"Semuanya saja mba"


Tiba tiba ada bisikan di telinganya, membuat dinda langsung menengok ke samping untuk melihat siapa yang membisikinya.Dan saat itu juga,dia terkejut,karena setan nya adalah varo.


Dia setan yang membisikinya barusan.


Dinda memutuskan untuk tidak menghiraukannya.Dia berjalan ke kanan,


dengan mata yang masih meneliti minuman apa yang akan ia beli.Walaupun dirinya tidak fokus,karena varo terus mengikutinya.


"Biasanya beli es krim"ucap varo,yang masih setia mengikutinya dari belakang.


Namun, ucapannya membuat dinda tertegun.Apa kemauan lidahnya ini berganti?.Hanya karena mendengar es krim, dirinya langsung menginginkannya.


Apalagi, disampingnya ada lemari es krim.


Bentar!,mau mengambil, tapi gengsi dong.Nanti dia kira dirinya menuruti apa yang ia mau.


"Dasar wanita!"ucap varo tertawa kecil.


Wanitanya ini sangat menggemaskan.


"Diam ga lo!"sarkas dinda.


"Sewot amat mba"cibir varo seraya menoel pipi nya dari belakang.


Kurang ajar!!.geram dinda.Dinda menatap tajam kepadanya.Bukannya meminta maaf,malahan varo mengedipkan sebelah matanya, seakan menggodanya.Tak hanya itu,mata sensualnya ia arahkan dari ujung kakinya sampai kepalanya.Menyebalkan!.


"Lo!"tekan dinda menunjuk wajahnya.


Varo hanya menaikan alisnya.


"Ishhhh!!"dengan rasa kesal,dia menarik tangannya kembali.Lalu dengan cepat dia mengambil satu buah es krim, setelah itu dia berlari kecil menuju kasir,seraya melirik tajam ke arah varo.


Hal itu juga membuat varo tertawa gemas.


"Ini aja mba?ga ada yang lain? mungkin ini mba lagi diskon, beli dua gratis satu"tanya mba kasir menawarkan barang yang ada disampingnya.


"Engga mba,ini aja"balas dinda.


"Atau mau in-"


"Udah mba ini aja,gue bilang ini aja"ucap dinda memotong ucapan mbak kasir.


"O-oh baiklah"balas mbak kasir tersenyum garing.


Setelah menyelesaikan perdebatan kecil dengan mbak kasirnya.Dinda pun keluar dari supermarket.Kebetulan ada uang kecil,dia memberinya ke pengemis yang selalu setia duduk di depan supermarket.

__ADS_1


Dinda heran,kenapa semua orang memilih meminta-minta dari pada kerja.


Aneh!.


"Hah?kakak yang kemarin ketemu di mall kan?... akhirnya kita ketemu lagi!!"ucap seorang wanita yang tiba tiba memeluknya.Membuat es krim yang sedang ia makan,jatuh mengenai jaket kulit yang ia pakai.


"Yah yah maaf kak, sorry banget....maaf!"


ucap wanita merasa bersalah.Entah berapa kali dirinya membuat kesalahan karena kelakuan pecicilan nya.


"Ah its okay...engga papa,kamu tenang aja"ucap dinda seraya melepaskan jaketnya, menyisakan baju crop warna hitam yang ia pakai.


"Ish kamu gimana si berli...astaga"ucap varo seraya memakaikan jas nya ke bahu dinda.Bukan apa apa,tapi dia tidak mau pria lain melihat wanitanya memakai baju


kekecilan seperti ini.


"Ha?..."otaknya masih ngebug.Dia saling memandang varo dan dinda.


"Mingkem!"ucap varo seraya menampol kecil mulut adiknya.


Sedangkan dinda,dia masih diam.Dia tak berniat membuka suara di depan suami istri ini.Yang ia tau, ternyata namanya berli.Wanita yang menabraknya saat di mall.Dan lebih tepatnya lagi,dia merupakan istri varo.


"Ka-kalian saling kenal?"tanya berli.


"Engga/iya"Membuat berli bingung. Kakaknya mengatakan iya,dan kakak cantik itu mengatakan engga.


Sedangkan varo dan dinda saling pandang.


"Dia pacar abang"ucap varo.Membuat berli menutup mulutnya tak menyangka.


Baru saja dia akan menjodohkan mereka,


Tunggu.Dinda tertegun dengan kata 'abang'.Dia siapanya varo?.Tidak mungkin seorang istri memanggil suaminya abang.Ya mungkin saja ada,


tapi itu terdengar tak biasa baginya.


"Waaah calon kakak ipar akuuuh!!!"ucap berli memeluk erat dinda.Dia sangat senang mengetahui hal ini.


"Siapa namanya bang?"tanya berli.


"Kak dinda"balas varo.Dia terkekeh kecil melihat wajah dinda yang terlihat kebingungan seperti itu.


"Waah namanya cantik kayak orangnya"


ucap berli.


"Dia siapa kamu?"tanya dinda kepada berli.


"Dia abang aku kak,ya masa pacarnya,


ga mungkin lah gadis secantik ini pacaran sama dia,nanti dia ilfil lagi, hahaha"balas berli bergurau,karena ucapannya terdengar ga nyambung.


Dinda hanya terkekeh pelan.Banyak pertanyaan menghampiri otaknya.


Kakaknya?.Berarti selama ini dirinya salah paham dong?.Ini sangat sangat membagongkan.


"Cemburu ya?"bisik varo.

__ADS_1


"Apaan si lo!,engga yah!"sewot dinda.


"Lagian gue bukan pacar lo!"lanjutnya.


"Apa?calon istri gue?!"balas varo menggodanya.


Sayangnya sekarang dinda bukanlah wanita yang mudah dibodohi olehnya.


"ihhh kok kalian kayak lagi berantem gini?!,kak... bang varo emang ngeselin baaaanget,tapi maafin ya kak..."ucap berli merayunya.Karena walaupun baru baru ini bertemu,dia sudah merasa nyaman dengannya.


Mendengar ucapan sang adik, membuat varo mengacungkan jempol kepadanya. Dia semakin semangat untuk mengambil hatinya lagi,melihat dukungan dari keluarganya.Terutama adiknya. Mengetahui betapa sifatnya kepada orang yang ia sukai, membuatnya yakin dinda tidak akan menolaknya.


"Engga berli...kita ga berantem kok,lagian kita ga ada urusan lagi, termasuk tentang pacaran"ucap dinda.


"Yaaah...kok ga pacaran si,emang bener bang?"tanya berli lesu.


"Kita pacaran kok,dia nya lagi ngambek sama abang"balas varo.


Membuat dinda melototkan matanya.


"Ah terserah deh,tapi pokoknya aku jadi temen kakak yah?...oh atau sahabat?,... ah calon adik ipar aja deh"ucap berli.


"engga!kita ga ada hubungan apapun!"


ucap dinda. Karena dia tidak mau berurusan lagi dengan varo dan keluarganya.


"Yaaah,...hiks abaang!!aku mau jadi temannya kak dindaaa...hiks!!"tangis berli tak tanggung-tanggung.Dia menangis dengan keras,seraya merengek ke abangnya.


Tentu saja membuat dinda dan vari kelimpungan.Entah itu aktingnya atau beneran,varo merasa diuntungkan olehnya.


"Eh berli,kamu kan udah besar,ga boleh nangis kayak gini!"ucap varo menenangkan adiknya yang sedang dipeluknya.


Dinda terus kelimpungan, melihatnya menangis keras seperti itu.Apalagi banyak orang yang memperhatikan ke arahnya.Jujur,dia juga ingin menjadi temannya,tapi rasa bencinya terhadap varo adalah penghalangnya.


"Hiks abaaang,aku ingin jadi teman kak Dindaaaa!!hikss..."tangis berli.


"Sayaang,apa kamu tega?"tanya varo.


Dinda meliriknya tajam.Apa apa an dia.


Memanggilnya sayang?.Menyebalkan.


"Emmm,berli sayaang,aku mau kok jadi teman kamu"ucap dinda seraya mengelus rambutnya.


"Bohong! hikss"balas berli.


"Engga kok, asalkan kamu berhenti nangis yah,...kamu ga malu diliatin sama orang"ucap dinda merayu.


"Aku mau berhenti nangis hiks...tapi kakak pulang sama bang varo!"ucap berli seraya memeluk dinda.


"Engga bisa berli,kan kakak bawa mobil,


mobilnya gimana?"balas dinda.Dalam hatinya,dia berharap keinginannya bisa ia tolak dengan baik baik tanpa membuatnya nangis.Tak mungkin dirinya mau bersama mereka.Apalagi melihat varo yang tersenyum licik, membuatnya geram.


"Kakak ga mau?"tanya berli,dia menatap dinda dengan wajah yang ingin menangis kembali.


"Dia sudah nangis gini, sulit diam nya lho"ucap varo tersenyum.

__ADS_1


Membuat dinda menghembuskan napasnya panjang.Lalu dia mengangguk menyetujuinya.


Terpaksa!!!.


__ADS_2