
"Gue menang woy!!!hahaha!!"tawa dinda saat sampai duluan di finish.Para teman temannya juga senang,dinda menikmati permainan ini,dengan tawa riangnya.
"Ah lo din!gue emang kalah sama lo tapi ga sama fifi!!"ucap anya.Dia dan fifi mengulang balapannya,karena di antara mereka tidak ada yang menang.
"Eh nantang lo!!lo kali yang kalah!!"ucap fifi tidak terima.Mereka bukan berdebat serius,tapi berdebat konyol dengan wajah yang tolol.
"Harusnya dinda yang kalah!!!kan dia kaya!ga pusing mikirin uang,anjir!"ucap anya.
"Yee itu mau lo ******!"kekeh dinda,dia duduk di tepi kolam, menyaksikan kedua temannya yang sedang berdebat.
Sedangkan nita,dia sedang panik.Kenapa tidak,bima sedang menonton dan komentar di live streaming nya,tepat bersamaan dengan komentar karvon yang tertera di layar ponselnya.Yang ia takutkan adalah varo juga menontonnya.
Dinda bisa habis setelahnya.
"Diem diem bae lo!kenapa?banyak ya nonton yah?...ya iyalah kan gue artis"gurau anya.
"Bukan anjir!"balas nita.
"Apa?tumben serius gitu"ucap fifi.
"Tiap hari gue serius woy!,ga kayak kalian!"ucap nita.
"Terus apa anjing!"kesal dinda kepada teman temannya yang penuh basa basi.
"Karvon komentarin lo din"balas nita.
"Dih ga penting!udahlah kita lanjut aja"
ucap dinda ga peduli.
Nita hanya pasrah.Dinda senang, dirinya ikut senang.Dia tidak akan merubah hati Dinda yang penuh kesenangan itu.
"Baiklah gaess,ini permintaan kalian!
kita mulai,siapa yang kalah? komentar dibawah yaa"ucap nita menyapa para fans nya.
Fifi dan anya pun bersiap siap dengan serius, sementara mereka menghilangkan sifat konyolnya.
"Kita mulai!!satu....dua...ti-"
"Tiga!!!"bisikan seseorang di telinganya menghentikan ucapan dinda.Tak hanya itu, sepasang tangan melingkar di pinggangnya,membuatnya terkejut sekaligus panik.Dia tau siapa itu.
"Gue ikut dong"Dito dan tino segera melepaskan bajunya,lalu mereka berdua ikut masuk ke kolam bersama fifi dan anya.Sedangkam bima,dia menghampiri nita dan memeluknya.Mereka mulai bersenang-senang,mereka tidak akan mencampuri urusan sepasang kekasih itu.
__ADS_1
"Segininya lo lupa ke pacar lo,hanya karena mereka?"bisik varo.Itu hanya bisikan, namun terdengar tajam di telinga dinda.
"Varo?"balas dinda seraya memegang tangan varo.
"Atau gue singkirkan mereka dulu,biar lo nurut sama gue...hah!!"ucap varo seraya memutar tubuhnya dinda,menjadi berhadapan dengannya.Tangannya tidak lepas dari pinggangnya,bahkan dia lebih menariknya dengan kuat.Karena pakaian dinda basah,membuat pakaian varo juga basah.Tapi varo tidak peduli,rasa marahnya sangat besar.
"Jangaaan!"cicit dinda.
"Lo lupa janji lo!"ucap varo seraya menarik tangan dinda untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Ma-maafin gue varo"ucap dinda seraya berusaha lepas darinya.Jujur,dia takut padanya.
Membuat varo tak sabar,dia pun membopong gadisnya persis seperti sedang membawa karung beras.Dinda terus meronta-ronta untuk lepas darinya.
Dia ingin menyelesaikan masalah ini secara baik baik,namun varo tetap varo.
Dia pemarah!.
Setelah sampai di kamar milik dinda,dia membukanya dan menguncinya kembali.
"Varo gue bisa jelasin!"ucap dinda.
"Apa!lo buat marah gue terus agar gue putusin lo kan?agar lo bisa deket sama laki laki di luaran sana?...cih gue gak akan lepasin lo!"ucap varo.
Bughhh
Seketika dinda terkejut dengan tindakan varo yang memukul dinding dengan satu pukulannya yang keras.Memang dindingnya tidak retak ataupun lecet,tapi dia yakin tangan varo terasa sakit.Kalau dia tidak menenangkannya segera,dia takut,varo berbuat lebih dari ini.
"Var jangan kayak gini,tadi itu...gue ada urusan sama temen temen gue,gue juga maaf karena gue ga ngabarin lo dulu, ponsel gue ketinggalan di rumah"ucap dinda beralasan.Bagaimana pun,dinda tidak akan jujur mengenai apa yang ia lakukan tadi pagi.
"Udah dua kali,lo ga dirumah saat gur jemput,dan lo ga ngabarin gue!!apa kita harus satu rumah,agar lo ngga lupa pacar lo ini, hah??!!"tekan varo,dia mengurung dinda di kungkungannya.
Dengan memojokkannya di pintu, itulah posisinya.
"Gue gak lupa lo varoo,lo jangan berpikir seperti ini,lo sayang kan sama gue? kenapa lo ga percaya sama pacar lo sendiri varo,memang gue pacar yang ga sempurna buat lo,selalu buat lo marah, tapi setidaknya ada kepercayaan lo terhadap gue var"jelas dinda mengeluarkan isi hatinya sekarang.Dia benar benar merasa bersalah.
Memang penyesalan datang dari akhir,kalau dari awal... namanya pendaftaran.
Varo cukup tertegun.
"Sekarang lo percaya kan sama gue?...
bantu gue jadi wanita yang lo mau,tanpa menggunakan keegoisan lo dan pemikiran sepihak lo itu"lanjut dinda menatap mata hitam legam nan tajam milik varo.
__ADS_1
Varo merasa,seakan hatinya mencair,
kemarahannya mulai pudar,dan berubah dengan rasa penyesalan atas apa yang ia ucapkan.
Dia menangkup pipi gadisnya, ditatapnya mata indahnya,lau dia menarik pinggangnya agar lebih dekat dengannya.
Dia mendekatkan wajahnya ke telinga gadisnya.
"Lo milik gue selamanya!!"bisiknya.
Tangan kanannya turun ke lehernya yang masih basah,lalu ia dekatkan ke wajahnya.Tak perlu waktu lama,dia pun mengecup bibirnya.
"Lo jangan buat gue khawatir sayang"
ucap varo tanpa menjauhkan wajahnya.
Dinda hanya mengangguk kecil.Namun terlihat menggemaskan di mata varo.Dia tersenyum melihatnya.Kucing kecilnya,yang selalu membuatnya tak bisa jauh darinya.
Dia kembali mengecup bibir tipis nan seksi milik gadisnya.Kali ini bukan hanya kecupan,namun ******* lembut.Dia semakin menarik pinggangnya,dan memperdalam ciumannya.Matanya terpejam, menikmati sentuhan yang rasanya sangat luar biasa.
Membuat dinda terbawa suasana.Dia tidak bisa mengimbangi ciumannya.Dia pun hanya diam dan memejamkan matanya,menikmati rasa yang tak pernah ia bayangkan.Dia memang jago bertarung,tapi di hal seperti ini,dia lemah tak berdaya.
"A.."pekik dinda lirih,saat varo menggigit kecil bibirnya.A-apa? saat dirinya membuka mulutnya, rasanya semakin berbeda.Varo terus menyapu apa yang ada di dalam mulutnya.Bahkan tanpa ia sadari, tangannya sudah berasa di dada datar nan keras milik varo.Tentu saja membuat varo tersenyum di sela sela ciumannya.
Ciuman itu turun ke leher,gigitan gigitan kecil mulai terasa,dan tangan varo yang ad di pinggangnya terasa mengelus perutnya yang datar.Bentar?dinda rasa,
ini harus dihentikan.
Apalagi merasa ciumannya turun ke dadanya,dan tangannya semakin naik ke atas.Dia tidak mau hal ini semakin jauh.
"Vaarhhh"cicit dinda yang masih berusaha berhenti di kenikmatan ini.
Varo pun berhenti.Apa yang ia lakukan?.
dia sudah membuat gadisnya takut.
Dengan gerakan cepat,dia mengecup dari dada ke atas,sampai terakhir di bibirnya.
Dengan senyumannya,ia tatap wajah gadisnya.
Cup
"Gue sayang lo"
__ADS_1