
Sinar matahari menembus masuk ke celah celah jendela kamar.Sinar sehat itu menyilaukan mata seseorang yang masih setia tertutup.Seakan menjadi alarm yang berbunyi,menandakan waktu sudah pagi menjelang siang.
"Ughhh...."wanita itu tak lain adalah dinda.
Dia melenguh meregangkan tubuhnya yang terasa kaku setelah tidur.Dengan perlahan dia membuka matanya karena tidak nyaman karena silau matahari.
Namun saat dirinya benar benar sudah sadar.Dia langsung terjingkat saat melihat varo yang ada disampingnya.Dia sedang tiduran dengan posisi miring, tangannya ia buat untuk menyangga kepalanya,dan matanya terus memperhatikannya dengan senyuman manisnya itu.Mengesalkan.
"Sudah bangun sayang"ucapnya.
Dinda masih menatap ke langit langit kamar.Dirinya masih bingung kenapa dia ada disini?.Ah bukan itu, pertanyaannya dirinya sedang dimana?.Kenapa ada dia?.
Banyak pertanyaan yang membagongkan memenuhi pikirannya.Dia mulai mengingat ingat tadi malam.Apa dirinya ketiduran di mobil varo?.Lalu dimana berli?.
"Akhh!"tiba tiba varo merangkak ke atas tubuhnya,yang membuat matanya membulat seketika.Apa apaan dia!.
"Kamu tau,selama ini aku sangat menginginkan momen indah bersamamu
sayang"ucap varo seraya mengelus lembut pipi wanitanya.
"Menjauh dari gue!anjing!"sarkas dinda dengan ucapannya yang tajam.
"Aku ga suka kata itu keluar dari mulut kamu!"tekan varo mulai geram.
"Ga usah ngatur ngatur gue!"ucap dinda.
Dengan penuh tenaga,dia mendorong varo,hingga menjauh darinya.
Benar saja,wanitanya ini sudah sangat berbeda.Dia berubah sikap padanya.Dia sudah tidak lagi wanita yang penurut kepadanya walaupun dipaksa,dia tak takut padanya,bahkan dia sangat sulit luluh padanya.Apakah kesalahan yang dirinya perbuat tidak ada lagi kata maaf yang tulus darinya?.
"Sayaaang,ayolah...maafin aku,aku mohon kita kayak dulu lagi yaa"ucap varo seraya mendekat kearahnya.
Membuat dinda turun dari ranjang.Tidak!,
dirinya tidak boleh kemakan rayuannya lagi!.Sudah sejuta kali dirinya telah dibodohi olehnya.Ini memang aneh, awalnya dirinya sangat sedih ditinggal olehnya.Tapi merasa...kenapa dia meninggalkannya begitu saja?....Sungguh membuatnya kecewa.
"Gue ga mau varo!,gue mau kita bersikap seperti orang asing saja!,gue ga mau dengan semua sikapmu yang seolah olah kita masih ada hubungan... malahan membuat gue mengingat betapa rasanya sakit hati selama ini!"ucap dinda.
"Engga!,aku ga mau!"sarkas varo.
Semakin lama, dirinya geram dengan sikapnya kepadanya yang seperti ini.Dia selalu menolaknya dan menjauhinya.
Dirinya tidak bisa jauh dengannya.Apalagi
bersikap seperti orang asing, dirinya benar benar tidak bisa.
"Kita tidak boleh berpisah!"ucap varo tajam.Dengan pelan,dia menghampiri dinda.
__ADS_1
Melihat wajahnya yang terlihat marah,
membuatnya panik.Tapi dirinya tetap berusaha untuk menghilangkan kepanikan ini.Dirinya tidak boleh di anggap lemah olehnya.
"Lo egois var!"ucap dinda.Dia memutuskan untuk pergi dari hadapannya,dengan keluar dari kamar yang entah milik siapa.
Namun,saat hendak pergi,tangannya di tahan olehnya.Bukan di genggam,tapi dia mencekal tangannya dengan kuat.
Bahkan sampai urat ototnya terlihat.Dia menggerakkan giginya,seakan sangat geram padanya.
"Lepasin bangsat!"sarkas dinda mencoba melepaskan tangannya dari cekalannya.
"Mau sampai berapa kali kata kasar itu keluar dari mulutmu,di hadapanku!..hah!"
bentak varo.
"Awshhh"rintih dinda yang merasa cekalan ditangannya semakin kuat.
Tidak!!,dirinya tidak boleh lemah hanya karena bentakannya.
"Sampai!,gue bisa jauh dari lo!"sarkas dinda.
Varo cukup tertegun.
"Lo sulit move on dari gue?!hah?...gue kasihan sama lo!,lo susah susah berjuang demi gue...secara gue sudah tidak mengharapkan lo kembali!...Jadi...
Bukannya menjauh atau berniat melepaskannya,malahan varo mendorong dinda sampai punggungnya membentur tembok.Pastinya membuat dinda kaget atas tindakannya.Kedua tangannya menahan dada varo,karena jarak mereka semakin terkikis.
"Aku udah meminta maaf dengan baik baik,bahkan gue minta hubungan kita lanjut,pun secara baik baik...tapi kamu tetap tidak bisa menerimaku kembali!,
apa...dengan cara ini kamu mau menerimaku?!"ucap varo.
Dipandanginya wajah cantiknya,yang sangat ia rindukan.Selama lima tahun dirinya hanya menatap fotonya.Saat itu dirinya sempat ingin meneleponnya,tapi..
dia berpikir jangan dulu.Dan kata 'Jangan', semakin ia lakukan.Sampai sampai membuatnya semakin kecewa dan marah padanya.
"Gue ga menerima lo itu ada alasannya var!,apalagi alasannya sangat jelas dan masuk akal!...ga kayak lo!lo ninggalin gue tanpa alasan yang jelas!"ucap dinda seraya mendorong dada varo sampai dirinya lepas dari kungkungannya.
"Kamu masih mengungkit masalah itu?..
hah!"ucap varo semakin geram padanya.
"Yaah,rasa sakit hati dan kecewa pada saat itu,tidak akan pernah hilang var!,lo ga tau seberapa menderita gue!,yang selalu mengharapkan lo!...namun akhirnya gue merasa menyesal menantikan lo kembali!"ucap dinda.
"Aku tau din!,aku tau...tapi aku akan berusaha menghilangkan rasa sakit hatimu itu,...beri gue kesempatan dinda"
ucap varo yang mulai frustasi.
__ADS_1
Dinda menghembuskan napasnya panjang.Dia harus menenangkan dirinya.
Semoga saja keputusan dirinya adalah hal yang benar.
"Gue akan kasih kesempatan lo buat ambil hati gue lagi!, tapi tidak dengan cara kasar lo ini!"tekan dinda seraya melenggang pergi dari hadapannya.
Apa yang harus dirinya lakukan!!.Dia mengingat dulu,waktu betapa mudahnya mengambil hatinya.Walaupun dengan paksaan,tapi dia tetap menerimanya dan tidak semarah ini?.Dia bingung,mau berbuat apa lagi.Karena salah satu cara yang ada dipikirannya,tidak berhasil menaklukkannya.
"Upss!...maaf kak...kita nguping"ucap berli tersenyum garing.Karena saat dinda membuka pintunya,tiba tiba sudah ada berli dan seorang anak kecil yang digendongnya, sedang menguping di depan pintu.Dasar tukang kepo!.
"Hissh kamu ini!,jangan diulangi lagi ya.."ucap dinda terkekeh.Dia tidak marah sama sekali.
Sedangkan varo,dia pun menghampiri mereka.
"Iya kak,kalian jangan berantem lagi ya kayak tadi..."ucap berli memohon.
"Iyaa adik abang yang cantik"ucap varo seraya mengacak rambut sang adik.
"I-iyaaa"balas dinda tersenyum.
"Aak,akak!!.."anak kecil itu memanggilnya
seraya memeluk kakinya.Betapa menggemaskan bayi ini dimata dinda.
Astaga lucunyaaa.
"Hey sayaang,nama kamu siapa?aaa lucunya"ucap dinda.Dia jongkok agar sejajar dengan bayi ini.Dia mengunyel unyel pipi tembemnya.
Melihat itu membuat varo terkekeh pelan.
Sifatnya tidak berubah kepada anak kecil.
Selalu gemas sendiri.Hal itu juga membuat berli melirik sang abang.Dia tak terima,masa kak dinda di bentak olehnya.
Menyebalkan.Bisa bisa gagal dong menjadi kakak iparnya.
"Amaaa au eloo kaa(nama aku zelo kak)"
ucap zelo sambil tertawa geli.Membuat varo dan berli kesal, biasanya hanya di pegang pipinya saja,dia menangis.Giliran
sama kakak cantik yang baru kenal,sok imut.Tambah imut dong!.
"Aaah zeloo main sama kakak yuk hahaha"ucap dinda seraya menciumi seluruh wajahnya dengan gemasnya.
Dia sudah biasa dengan bayi,karena saat dirumahnya pun sudah seperti penampungan bayi,hanya saat keluarganya berkumpul.Semuanya sudah memiliki bayi.
"Dindaaaa"
__ADS_1
"Bunda?"