Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 168


__ADS_3

"Kamu ga kerja?"tanya anya.


"Engga,semua karyawan libur hari ini"balas dito.


Mereka sedang duduk di taman depan rumah.Panas matahari pagi dan udara yang segar, membuat mereka nyaman dan menghilangkan rasa bosan anya saat berada di dalam rumah.Tak lupa segelas jus yang menemani mereka mengobrol ria.


"Kenapa?"tanya anya.


"Nanti malam mau ada acara disana"


balas dito.


"Acara apa?"tanya anya.


"Entah,papa tidak memberitahuku"balas dito.


"Apa seperti pesta?"tanya anya.


Pesta adalah hal yang sangat ia sukai.Yang membuatnya senang dan anya menginginkannya saat ini.Terutama dengan para temannya.Tapi melihat keadaannya,membuatnya tidak bersemangat dan tidak nyaman tentunya.


Dari cara orang orang menatapnya tentunya.


"Ya sepertinya semacam itu"balas dito,


dia tau apa yang anya pikirkan saat ini.


"Kamu mau ikut denganku?"tanya dito.


Dia mengharapkan itu.Dia juga ingin membuatnya senang dan tidak bosan di rumah saja.Karena dia adalah wanita yang suka keluar dan jarang di rumah.


Pasti dia sangat mengharapkan itu kembali.


Anya mengangguk semangat.


"Emang boleh?"tanya anya.


"Boleh banget dong,aku senang kamu mau ikut sama aku"ucap dito seraya mengacak rambutnya.Tadi dia sempat mengira,anya menolak ajakannya.Dirinya takut,dia malu pergi dengannya.Tapi ternyata dia sangat bersemangat. Sungguh senang melihatnya.


Anya menanggapinya dengan tersenyum. Dia sangat menantikannya malam ini.


Karena ada pesan masuk,anya pun mengambil ponselnya.Di sana tertera pesan dari managernya di restoran.Dia mengirimkan semua jadwal catering dan apa yang terjadi hari ini di restoran nya.


Yah,di restorannya juga menerima catering yang tentunya sudah dikenal siapapun.


"Oh jadi-"


Tunggu!.Apakah dirinya harus memberitahunya?,secara orang tuanya pun tidak.Karena di jadwal itu,tertera dari perusahaan milik ayah dito,dia memesan catering di restorannya untuk acara pergantian CEO.Apakah dito gantinya?.


Entahlah,lagian itu belum jelas.


"Kenapa nya?"tanya dito.


"Engga jadi"balas anya.


Kalau saja ini acara milik dito.Pasti dia menjadi pusat perhatian para tamu.


Apalagi mereka adalah para CEO besar yang tentunya sangat berpengaruh.

__ADS_1


Apakah anak pemilik perusahaan besar,


harus membawa seorang wanita yang cacat sepertinya?.Itu pasti sangat membuatnya malu.Tidak, seharusnya dirinya tidak ikut!.


"Emm,dit aku ga jadi ikut deh"ucap anya.


"Hah?kenapa?"tanya dito.


"Engga papa"balas anya murung.


"Apa kamu malu bersama aku?aku tau aku hanya seorang karyawan biasa yang tidak mempunyai apa apa,mobil tak punya....tapi aku akan berusaha untuk tidak membuatmu malu"tutur dito seraya menggenggam tangannya.


"Bukan begitu dito!"ucap anya.Kenapa jadi dia yang takut dirinya malu bersamanya.Apa yang harus dirinya malukan darinya?.Padahal sebaliknya,


dirinya takut dia malu bersanding dengannya,karena keadaannya seperti ini.


"Tapi apa nya?"tanya dito heran dan merasa kecewa.


"Engga papa,lagi males aja"balas anya lesu.Dia harus ikhlas dengan apa yang dirinya ucapkan.Tidak jadi ikut party!.


"Bohong!"ucap dito,dia tak percaya karena melihat wajahnya yang tidak yakin.


"Serius dito,udahlah lupakan"ucap anya berniat mengalihkan pembicaraan.


"Engga!,bilang sama aku! kenapa tiba tiba kamu berubah pikiran seperti ini"ucap dito.


Anya hanya menunduk.Dia malu untuk bertanya.Si cewek gengsi rupanya.


"Nanti kamu malu"ucap anya.


Dito hanya melongo mendengar ucapannya.Dia tak menyangka anya berpikiran seperti itu.


"Kamu ga malu?kamu masuk ke acara itu sambil mendorong kursi roda gitu?banyak yang liatin,para pengusaha besar bisa saja bicarain kamu karena bawa wanita seperti aku"ucap anya lirih.


Membuat dito berdecak.Dia menghampirinya,dia bersimpuh di depannya,dan memegang bahunya.


"Aku ga suka kata kata itu keluar dari mulut kamu!"ucap dito.


"Tapi itu kenyataan dit,kamu pas-"


"Husttt!"dito meletakan jari telunjuknya di mulutnya,menyuruhnya untuk tidak melanjutkan ucapannya yang jelas jelas tak pantas diucapkan.


"kenapa aku harus malu?,aku bawa wanita cantik seperti kamu yang pastinya yang aku cintai,kamu itu wanita sempurna di mata aku"ucap dito.


Membuat anya tertegun.Dirinya tak yakin itu,saat mengingat banyak wanita cantik yang mengelilinginya dulu.Tidak sepertinya,berdiri pun tidak bisa.Hanya memalukan orang saja!.


"Tidak!,aku itu wanita cacat var!,kamu itu pria yang sempurna,yang tak pantes sama aku"ucap anya.


"Jadi aku sempurna juga di mata kamu?"tanya dito menggodanya.


Anya hanya mendengkus kesal.Bisa bisanya dirinya sedang serius,malahan dia bercanda.Akhirnya dia memutuskan untuk pergi dari sana.Dia kesal padanya.


"Eh eh,kok ngambek si"ucap dito terkekeh.Dia menahan kursi rodanya,lalu dia menarik lembut dagu nya agar menatapnya.


"Stop!bilang diri kamu wanuta cacat!,aku ga suka!,kamu itu wanita terbaik bagi aku, aku ga malu sama sekali, bahkan aku ingin kamu menjadi kekasih ku kembali"ucap dito penuh ketulusan.


Membuat anya langsung menatap ke samping.Entah menatap apa,tapi dia tak berani lama lama menatapnya.Soal cinta?,dia belum kepikiran.Apalagi kembali lagi kepadanya.Dia seakan trauma dengan namanya cinta.Tapi saat mengingat betapa sabarnya dia mengurusnya membuat hatinya bimbang.

__ADS_1


"Emmm,lupakan!...lebih baik belajar jalan lagi oke"ucap dito,dia takut situasi semakin serius.Dia tau anya belum siap


menerimanya lagi.Bisa saja dia takut dengan cintanya.


Anya menggelengkan kepalanya.Dia takut.Bukannya takut terjatuh,tapi dia takut semakin tidak bisa,maka dia semakin merasa putus asa.Yah memang dito selalu menyemangatinya,tapi tetap saja dirinya ragu.


"Jangan gitu dong,kamu harus semangat anya!"ucap dito.


"Engga bisa dito"balas anya.


"Kamu bisa!,aku bantu"ucap dito.


Menatap wajahnya yang sangat yakin,


akhirnya anya mengangguk menyetujuinya.Dito tersenyum.Dia menurunkan kedua kaki anya,lalu memegang tangannya.


"Pelan pelan"ucap dito.


Dia menggenggam tangannya kuat,


seperti seorang ayah yang sedang menitah seorang bayi.Dengan tenaga yang lumayan,anya mencoba berdiri.


Seperti biasa,seluruh tubuhnya bergetar,


karena kakinya yang tidak bisa menahan beban tubuhnya.


"Tenang!,...jangan panik"


Anya menarik napasnya panjang.Dia mulai merilekskan tubuhnya dan mencoba menyeimbangkannya.Hingga sudah beberapa detik dirinya tidak tumbang,membuatnya tersenyum girang.


"Ditooo aku bisa berdiri!!!!"pekik anya.


Dia tak menyangka, dirinya sudah bisa berdiri.Mungkin karena dito terus menyemangatinya,dan tentu saja,dengan terapi dari dokter dan segala latihan kaki sudah ia lakukan.


Dito tersenyum tulus.Betapa senangnya melihatnya bahagia walaupun hanya berdiri saja.Dia harap, kebahagiaan itu semakin bertambah saat dia bisa jalan kembali.


"Sekarang,coba satu langkah"ucap dito.


"Aku takut jatuh dito"ucap anya.


"Tenang aja,aku ga akan ngebiarin kamu terjatuh"balas dito.


Anya mengangguk saja.Dengan perlahan,


dia mengangkat kaki kanannya ke depan.


Tunggu,kaki kirinya bergetar tidak bisa menahannya lagi.Membuatnya tubuhnya


terhuyung ke depan.


"Ditooo!!"pekik anya.


"Aku menangkapmu"balas dito.Dia pun memeluknya erat.


"Yeeey kamu bisa berdiri!!"ucap dito girang.


"Hahaha,yeeeeeyyy!!"

__ADS_1


Tanpa mereka sadari,ayah anya tersenyum menyaksikan mereka berdua.


Pria yang baik!.


__ADS_2