
"Selamat malam semuanya"ucap ayah dito menyambut para tamunya.
"Selamat malam"balas mereka.
"Para hadirin semua yang saya hormati, seperti yang kalian tau,saya mengadakan acara ini untuk anak saya...dito"ucap ayah dito seraya menatap anaknya.
Seketika mata dito membulat.Untuknya?,
apa maksudnya?.Para temannya pun menyadari wajah kebingungan dito.
Apapaun yang ia miliki akan kembali.
Seperti harta dan jabatannya, terutama kepercayaan ayahnya.Hal itu membuat mereka ikut bahagia.
"Selama ini,saya telah jahat kepada anak saya,saya telah menghukumnya dengan
mencabut semua fasilitasnya, membiarkan dia hidup sendiri,dan tentunya kerja sebagai manager di perusahaan ini"ucap ayah.
"Tapi itu semua adalah risiko yang harus ia terima karena kesalahannya,kalian pasti tau kelakuan buruknya, pikirannya
hanya bersenang-senang,bahkan dia telah melukai hati dan fisik anak orang,
yang tak lain anak sahabat saya"
"Oleh karena itu,saya menghukumnya seperti tadi apa yang saya ucapkan"ucap ayah.
Semua tamu mengangguk paham.
Mereka sudah tau cerita tentang anaknya itu.Tapi mereka kagum atas cara dia mendidik anaknya yang sangat keterlaluan itu.Mereka juga tau perubahan anaknya yang semakin baik dan memikirkan masa depan.
"Tapi senakal nakalnya dia,dia tetap anak saya,selama ini saya bangga dengan kegigihannya dalam bekerja dan mengatur uang untuk menghidupi dirinya sendiri,dia telah menjadi pria yang bertanggung jawab dan mandiri"tutur ayah.
Dito masih tak percaya dengan apa yang ayahnya lakukan dan katakan.Dia telah bangga kepadanya?!.Dirinya sangat senang mendengarnya.Dirinya seakan berhasil untuk merubah dirinya menjadi pria yang bisa dibanggakan orang tua.
"Jadi,saya tetapkan anak saya sebagai CEO di perusahaan ini,saya yakin dia bisa memimpin perusahaan ini dengan baik"
ucap ayah.Seketika para tamu bertepuk tangan memberi ucapan selamat kepada dito.
"Anyaaa?apakah ini nyata?"ucap dito masih tak percaya.
"Benar dito,ayo maju dong"balas anya tersenyum bangga.Dito langsung memeluknya erat.Anya membalasnya pelukannya,dia bahagia melihat dito bahagia.Dia telah kembali ke keluarganya.
"Kakak ga mau?ya udah biar fino aja"
celetuk fino.
"Eh jangan dong ganteng"balas dito seraya mengacak lembut rambutnya.
Dito melihat ayahnya yang menyuruhnya untuk ke depan.Spontan dito melangkah maju ke depan dengan senyum lebar yang terpampang di wajahnya.Namun seketika,dia berhenti di tengah jalan,
seakan ada sesuatu yang tertinggal.
Tentu saja membuat semua orang heran.
__ADS_1
Dito menatap ke belakang,lebih tepatnya ke anya yang menatapnya bingung.
Kenapa?.Ternyata itu.Dito pun kembali ke belakang.Lalu dia menggendong anya dan membawanya ke depan.Hal itu membuat semua tamu tertawa kecil.
Ternyata wanitanya yang ketinggalannya.
Sangat lucu dan romantis.
"Huh!dasar bucin!"teriak bima.
"Ditoo kamu ngapain!"tegur anya.
"Hati aku ga boleh ketinggalan"balas dito.
Dengan cepat kedua bodyguard anya pun meletakan kursi rodanya di depan.Dito pun mendudukkan anya disana.Lalu dia memeluk kedua orang tuanya.Dia sangat berterima kasih dengannya.Hal itu merupakan kejutann buatnya yang sangat berharga.
"Dito ga enak dong aku disini!"bisik anya menghentikan dito yang akan berbicara.
"Engga papa anya, sebentar"balas dito masih setia menggenggam tangannya,
walaupun dia akan berbicara ke para tamu.
Kedua orang tuanya hanya menggelengkan kepalanya.Anaknya memang pemaksa.Mereka melihat betapa cintanya dia kepadanya.Sampai kemanapun,dito terus menjaganya.
Mereka sangat bangga kepadanya.
"Huh,ini sangat mengejutkan bagi saya"
ucap dito membuat semuanya terkekeh kecil.
"Jujur,selama menjalani hukumannya, saya sangat tersiksa"ucap dito,lagi lagi menghibur para tamu.
"Saya tidak bisa membeli apapun yang saya inginkan,kalau belum mendapat gaji darinya"
"Tapi saya terima kasih kepada mereka karena memberikan hukuman itu kepada saya,mereka telah membuatku mandiri,
berpikir dewasa,dan mengerti seberapa penting bekerja untuk masa depan"tutur dito dengan penuh penghayatan.
Para tamu pun menepuk tangannya kembali.Suasana yang bahagia dan terharu.
"Kamu lihat itu?"tanya ayah dito sambil menunjuk ke arah luar,lebih tepatnya ke
mobil mewah yang terparkir di depan,
terlihat dari dalam.Mobil mewah yang membuat para tamu kagum.
"Itu hadiah untuk kamu"ucap ayah seraya menepuk bahunya.
Sungguh kebahagiaan yang berkali kali lipat!.
"Makasih banget paah!"ucap dito.
"Sama sama"
__ADS_1
"Pak dito! bolehkan saya bertanya"teriak tino.
"Ada apa pak tino?"balas dito.
"Bisakah jelasin tangan siapa yang anda genggam?!"tanya tino, membuat dito menatapnya tajam.Pertanyaan macam apa itu!.
"Jelasin!jelasin!"teriak para tamu menantikan jawabannya langsung saat ini,setelah permasalahan di antara mereka.
Membuat dito menghela napasnya.
Sedangkan anya?,dia memutarkan bola matanya malas.Kenapa mereka sangat kepo seperti ini,padahal dirinya hanya berteman dengannya.Dia tak yakin dengan jawaban dito nantinya.
"Kita hanya teman"balas dito.
"Tapi,saya berharap lebih dari teman"
ucap dito membuat anya menatapnya seketika.Apa maksudnya?.
"Dia wanita yang telah aku sakiti,tapi dia juga yang aku cintai,saya telah menyakiti hatinya,dan fisiknya sehingga dia menjadi seperti ini,ini bukanlah kemauannya,dia telah menanggung kesalahan saya"ucap dito semakin mengeratkan genggamannya.
"Ditoo?!"ucap anya tak menyangka.
"Tapi saya sedikit kecewa,ternyata bukan hanya saya yang menyakitinya,tapi juga kalian"ucap dito.
"Kalian mengejeknya hanya karena keadaannya yang tak biasa?,kalian tidak mengerti perasaannya,dia sedang sakit saat ini dan pastinya dia belum seratus persen menerima keadaannya,tapi malahan kalian dengan seenaknya membuatnya semakin sedih dan putus asa,...apakah kalian masih pantas dihormati?!"ucap dito.Membuat anya terharu mendengarnya.Dia membelanya di depan semua orang.
Membuat siapa yang dito maksud merasa bersalah.Ada juga yang berfikir,
siapa yang tega melakukan itu?.Padahal mereka sangat mengagumkan.Pria itu sangat melindungi wanitanya. Seharusnya mereka harus memberinya semangat yang mendukung.
Wanita itu sangat cantik.
"Ah sudahlah,kali ini saya memaafkan kalian,lagian saya dan anya tidak peduli dengan apa yang kalian katakan"ucap dito seraya mengelus rambut anya.
Sungguh pria yang sangat menyayangi wanitanya.
"Sayang kamu ga papa?"tanya ibu dito.
"Engga papa tante,kan ada dito"balas anya tertawa kecil.
"Maafkan mereka ya sayang"ucap ayah dito.
"Iya om,nanti aku aduin ke papi"balas anya terkekeh.
"Sekarang juga bisa kok"ucap seorang pria yang tak lain adalah ayahnya.Dia memeluk anaknya dari belakang.
"Aaaah papi kok tiba tiba disini?"tanya anya karena yang ia tau, ayahnya tidak bisa datang karena dia ada di luar kota.
"Papi ingin melihat anak papi senang senang disini"balas ayahnya.
"Selamat ya dito,kamu udah sukses menjalankan misi"ucap ayah anya seraya memeluknya.
"Hehe makasih om"
__ADS_1
"Papah kapan makaaaaan!!"teriak fino membuat semuanya terdiam.Lalu suara tertawa memenuhi gedung itu.Hahaha.