Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 42


__ADS_3

Sekarang dinda sedang memainkan game di ponselnya.Setelah minum obat karena paksaan dan tidur yang sangat lama,dinda merasa lebih enakan.Hanya saja badannya masih sedikit panas dan tentunya masih lemas.


"Sayang, berhenti main ponsel!"tegur varo yang sedang memainkan remote PS miliknya.


Mereka berdua ada di apartemen varo, karena dia membawa dinda ke apartemennya tanpa persetujuan dari gadisnya.Tentu saja membuat dinda kesal padanya.


"Bentar varoo,ini lagi seru"balas dinda yang nangkring di pangkuan varo,dengan gaya seperti koala.Dia sedang mengejar kata Legendary,di game nya.


"Dindaaa!"tekan varo,dia masih fokis dengan menatap permainannya di televisi.


Legendary...


"Yeeee Legendary,nih liat, Legendary kan"


ucap dinda dengan senangnya.Dia memeluk leher varo dengan erat.Memang mendapatkan Legendary bukanlah hal yang sulit baginya,namun mungkin karena sekarang dia terlalu bersemangat.


Hal itu tentu saja membuat varo tersenyum.Dia gemas dengan tingkah gadisnya.


"Dindaaa,letakan ponselmu,terus tidur udah malam!"ucap varo,karena dari tadi pagi sampai jam tujuh malam,dinda tidur,


hanya saat makan dan minum obat saja,


dia bangun.Mungkin, sekarang dia sulit untuk tidur kembali.


"Nanti bentar lagi,tunggu victory varo"


balas dinda,karena game rank tidak bisa ia tinggal.


"Dindaaa!"


"Be-"tiba tiba dinda terdiam,saat melihat notifikasi di layar ponselnya.Tangannya mengepal kuat dan sorot matanya yang tajam,seakan dirinya tak tahan untuk melenyapkan mereka sekarang juga!.


"Queen,kita berhasil menemukan markasnya,tapi gawat!!nita masuk rumah sakit,karena terkena tembakan!"


Pesan itulah yang anya kirimkan ke dinda.Apakah ini salahnya?dinda berpikir seperti itu,karena dia telah menyuruhnya dan pergi tanpanya.Dia tidak menjaga teman temannya dengan baik!.Di saat teman temannya sakit,dirinya hanya tidur santai seperti ini.


"Lo tenang aja,jangan jadi pikiran,tetap istirahat,disini juga banyak yang jaga nita,


cepat sembuh lo"


Membaca pesan dari teman temannya,


membuat hati dinda tersentuh.


DEFEAT


Kata itu berbunyi nyaring di telinga varo.


Varo pun meletakkan remote PS nya,lalu menidurkan dinda di ranjang.


"Sudah jangan nangis, sekarang tidur sudah jam sepuluh"ucap varo.


Dia berbicara seperti itu,karena melihat wajah dinda yang memerah menahan tangisnya.Dinda mengerucutkan bibirnya,


dia sedih karena nita yang sakit dan game nya yang kalah karena memikirkan teman temannya.

__ADS_1


"Gue mau pergi"ucap dinda yang ada dipelukan varo.


"Pergi kemana dinda?lo lagi sakit!bisa bisanya lo mikir mau pergi!malam malam lagi"cerocos varo.


"Gue mau ke rumah sakit,nita sedang sakit"ucap dinda.


"Besok aja"ucap varo.


"Lo ga nanya dia kenapa?"tanya dinda.


"Engga"balas varo.


"Kenapa?"


"karna gue hanya cinta lo,dan cukup lo aja yang buat gue tanyain,jangan buat gue khawatir lagi!"balas varo seraya mengecup kening gadisnya.


Dinda dapat melihat wajah varo yang penuh ketulusan.Dia pun memeluknya dan menduselkan wajahnya di dadanya.


"Var-"


"Tidur sayang"potong varo.


"Tapi var-"


"Tidur dinda!!"


^_^_^_^_^


"Jadi jagoan itu hati hati sayang,jangan sampai terluka"tutur ayah nita kepada anaknya yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit.


Dia setuju dan terlihat bodo amat dengan nita yang mengikuti dunia mafia,tapi dia hanya berpesan agar hati hati dan terus tenang dalam menghadapi musuhnya. Dia hanya tau,anaknya baik baik saja dan terus mendapat kabar darinya.


"Maaf,papa ga bisa lama lama disini, papa masih banyak pekerjaan"ucap ayah nita.


Dia orang penting,tidak ada waktu untuk anaknya,tapi nita tidak pernah protes,dia hanya menerimanya dengan santai. Hanya saja,dia terus mengingatkan ayahnya, untuk jangan lupa uangnya.


"Engga papa pa,yang penting papa jangan lupa makan,minum vitamin,dan istirahat yang cukup!lagian aku udah baik baik aja kok"balas nita membuat ayahnya tersenyum.


"Iya sayang,kalo ada apa apa,atau kamu butuh sesuatu,mau beli apa,minta ke papa ya"ucap ayah nita seraya mengelus rambut nita.


"Itu pasti dong pa"balas nita tersenyum.


"Ya sudah,papa pulang dulu ya,ingat hati hati!"peringat ayah nita.


"Iyaa papa"


"Kalian berdua juga hati hati,kalo malam ga pulang,jangan lupa kabarin ayah kalian"ucap ayah nita kepada fifi dan anya.


"Siap om"balas mereka dengan kompaknya.


Ayah nita pun keluar dari ruang rawat anaknya.Tak lama kemudian pintu ruangannya terbuka kembali.Terlihatlah


satu orang pria yang sangat grasak-grusuk dengan wajah khawatirnya.


"Nitaaa,lo kenapa?kok bisa kayak gini?

__ADS_1


masih pusing?atau lukanya masih sakit?


hah? ngomong nitaa,lo bikin gue khawatir tau!"cerocos bima seperti ibu ibu yang sangat cerewet.


"Gimana dia mau jawab,kalo lo nyerocos terus kayak gitu!"sahut anya.Melihat wajah bima yang seperti itu, membuat nita tersenyum geli.


"Hehe iya..gimana nita?masih sakit?" tanya bima lagi,seraya memegang tangan nita,lalu ke atas,tepat di kening nita,setelah itu,dengan perlahan dia memegang lengan nita yang sudah diperban.


"Tadi dia sempat kurang darah,tapi sekarang udah pas lagi,karena papa nya udah memberikan darahnya untuk anak tersayangnya"ucap fifi.


"Gue tanya nita setan!"ucap bima, mengundang tawa dari mereka.


"Engga bima,gue udah ga papa kok, lukanya udah ga terlalu sakit"ucap nita.


"Kan dokter el yang ganteng itu,yang ngobatin"ucap anya.Karena fatar dan fatur membawa nita ke rumah sakit besar dan terkenal,tempat dokter el bekerja.


"Lo pindah rumah sakit!"ucap bima tak suka.


"Cemburu dia,hahaha"tawa fifi dibalas lirikan tajam bima.


"Kenapa?"tanya nita.


"Lo ga suka kan sama dokter bule itu?"


tanya bima antusias.


Nita rasa,dia harus menggodanya.


"kenapa tanya gitu?"tanya nita.


"Ga papa"balas bima yang mulai ga mood.


"Gue ga suka,tapi gue hanya mengaguminya saja kok"ucap nita, tentunya membuat mata bima berbinar.


"Bener kan?lo ga suka dia?"tanyanya lagi.


"Beneer bimaa!"balas nita.


"hmm?baguslah"ucap bima tersenyum senang.


Merasa sudah tidak berarti,fifi dan anya pun berpamitan pulang.Mereka sudah tau,kalo bima menyukai temannya,hanya saja dia belum berani mengungkapkannya dan juga ada hal lain yang harus ia pertimbangkan.


"Ekhem,nit gue pulang ya"ucap fifi.


"Lah?gue sama siapa?"balas nita.


"Nitaa,lo ga nganggep gue disini?"tanya bima.


"Bukan begitu,tap-"


"Sudahlah sana kalian pulang aja"ucap bima.


"Ngusir lo!"sarkas anya.


"Itu lo ngerasa"kekeh bima.

__ADS_1


"Babi lo!"


__ADS_2