
"Eleh eleeeh pagi pagi kok lesu gitu adik kakak?kenapa?"tanya difa seraya merangkul bahunya dan duduk di sampingnya.
"Engga ada apa apa"balas dito.
"Kenapa hayukkk,cerita dong sama kakak"ucap difa,dia mengambil remote tv dan mengganti channel kesukaannya.
"Hufttt,anya marah sama dito"ucap dito lemas.Dari tadi malam,dia terus kepikiran anya.Kemarin sore, sikapnya sangat berbeda dengannya.
"Kok bisa?"tanya difa.
Dito menaikan bahunya.Dia tak tau apa alasan anya marah padanya.
"Kamu salah tanggap kali"ucap difa.
"Engga,dia cuek sama aku,bahkan dia ngusir aku dengan alasan pengin sendiri"
ucap dito.
"Saat itu dia lagi ga mood kali,namanya juga cewek dit"ucap difa.
"Tapi malam itu aja dia care sama aku,
bahkan sampai aku berpikiran kalau dia nerima aku lagi"jelas dito.
"Yaah,kakak ga datang si"ucap difa.
"Kakak kan ga diharuskan datang"balas dito.
"Emm iya di,coba deh kamu chat dia" ucap difa.
"Udah berkali-kali,tapi dia ga balas...dari pas di mall pun dia ga balas sama sekali"
balas dito lesu.
"Kamu tenang aja,mungkin dia lagi ada masalah pribadi gitu"ucap difa tenang saja.
"Ga bisa tenang kakaaak,dia pasti marah sama aku"ucap dito frustasi.
Membuat difa menghela napasnya panjang.
"Sekarang kamu datangin dia,minta penjelasan darinya"ucap difa.
"Kalo dia ga mau ketemu sama aku lagi gimana?"tanya dito.
"Ishh,kamu jadi pria letoy banget si kaya cewek!"ucap difa mengatainya.
"Kaaaak!,aku lagi ga mau ribut!"kesal dito.
"Kakak ga ngajak kamu ribut lho"ucap difa.
Dito hanya menatap kakaknya malas.
Tiada hari tanpa kejahilan kakaknya ini.
"Eh kamu mau kemana?"tanya difa menahan tangannya yang hendak beranjak dari duduknya.
"Mau ke rumah anya lah"balas dito.
"Ngapain?"tanya difa terkekeh pelan.
"Mau buat anak"ucap dito ngawur.
Plakkk
"Sembarangan kalo ngomong!"ucap difa
menggeplak lengan sang adik.
__ADS_1
"Kakak nyebelin banget sumpah!"kesal dito.
"Hehe...maap"ucap difa menyengir.
Dito pun melanjutkan niatnya untuk pergi dari sana.Dia akan ke rumahnya untuk mencari kesalahannya yang membuatnya cuek padanya.
"Ehhh,nanti aja sekarang sarapan dulu"
ucap difa menarik tangannya menuju ruang makan.Di sana sudah ada ayah,
dengan ibunya yang sedang menyiapkan makanan untuk semuanya.Adiknya memang sangat pintar cari wanita banyak,tapi dia tidak pintar dalam menangani kemarahan satu wanita.
"Sayaaang papi ke kantor dulu yah"pamit ayah anya menghampiri anaknya yang sedang nonton televisi.
"Anya sayang?"panggilnya lagi karena tidak ada sahutan darinya.
"Kayaknya seru banget filmnya,sampai ga dengar papi ngomong deh"ucap papi seraya mengelus rambutnya.Ternyata dia sedang fokus menatap televisi.
"Eh papi,...ada apa pi?"tanya anya terjingkat.Ternyata televisinya yang menontonnya yang sedang sibuk dengan pikirannya.
"Lagi mikirin apa si?"tanya papi merangkul bahunya.
Anya menggeleng pelan sambil tersenyum.
"Bohong nih"ucap papi.
"Beneran,aku lagi ga mikirin apa apa kok pi"ucap anya.
"Jujur sama papi"ucap papi.
"Engga ada apa apa"balas anya.
"Anyaaa"tekan papi agar dia bisa jujur padanya, dan membuatnya nyaman bekerja.
"Dito selingkuh pi"rengek anya seraya memeluk ayahnya.
"Maksudnya?"tanya papi.
Anya pun menunjukkan foto itu kepadanya.Saat itu juga ayahnya tertawa kecil.Ternyata anaknya salah paham.
Ya dia juga memakluminya,karena dia tak penah tau siapa wanita itu.
"Papi kok tertawa si?!"kesal anya.
"Selingkuh?,kalian pacaran?"tanya papi menggoda anaknya.
Ucapannya seketika membuat anya terdiam.Astaga,dia mengucapkan kata yang salah.Lagian kenapa dirinya sedih karena dito bersama wanita itu.Padahal dirinya sendiri yang memutuskan untuk putus hubungan dengannya.Dirinya memang aneh.
"Hahah,kamu lucu..."tawa papi.
"Apasi pi!"kesal anya yang tak paham dengan respon ayahnya ini.
"Kamu jangan langsung berpikiran seperti itu,tanyakan dulu siapa wanita itu sama dito"tutur papi.
"Dih ogah,ngapain tanya tanya dia,itu bukan urusanku"ucap anya mencoba untuk bodo amat.
"Lih?... terserah kamu aja kalo gitu"ucap papi seraya beranjak dari duduknya.Dia yakin pertanyaannya terjawab hari ini juga.Anaknya memang memiliki gengsi yang tinggi.
"Iiih papiiii"teriak anya.
"Apa sayang,papi berangkat yaa"pamit papi,dia mengelus rambutnya dan melenggang pergi.
"Ishhh!sebel deh sama papi!"gerutu anya seraya mengambil ponselnya.
Mengetahui kalo dito tidak mengirimkan pesan lagi dan menelponnya lagi saat itu,
membuatnya semakin kesal.Bukannya dia terus menghubunginya,malahan dia sama sekali tidak melakukannya.Hanya kemarin dan tadi malam dia terus menghubunginya.Walaupun tidak dirinya respon,tapi kan dia harus peka dong.
__ADS_1
Akhh,anya kesal sendiri.
Dasar Cewek!.
"Non,ada den dito di ruang tamu"ucap bibi.Membuat anya berdecak.Dia memang mengharapkannya menemuinya,tapi dirinya sedang kesal dengannya.Akhh pusing deh.
"Biarin bi,suruh dia pulang juga ga papa"
balas anya.
"Tapi non,dia tidak sendiri"ucap bibi.
Anya mengkerutkan alisnya.Apa dia bersama kedua orang tuanya?.Tidak mungkin.
"Sama sapa bi?"tanya anya.
"Engga tau non,dia bersama seorang wanita cantik non,apalagi dia membawa berbagai makanan ini buat non"ucap bibi seraya menunjukkan kantong plastik yang ia bawa.Anya penasaran,siapa wanita itu,sampai membawa makanan sebanyak itu?.
"Oh ya udah bi,aku temuin dulu"ucap anya.
"Aku anterin non"ucap bibi.
"Engga usah bi"tolak anya.
Dengan memutar roda kursinya,dia pun menuju ke ruang tamu.Dia kesana,bukan berarti dia mau menemui dito,tapi wanita itu.Dia penasaran dengan dia.Tak mungkin wanita baru nya yang dito bawa ke rumahnya.Kalau saja iya, dirinya akan sangat kecewa padanya, dan pergi jauh darinya.
Hadeh, belum juga sampai, pikirannya sudah negatif mulu.
"Haaaay anyaaa,senang bertemu denganmu"ucap difa seraya memeluknya tiba tiba.Dito yang ada dibelakangnya,
hanya tersenyum melihatnya.
Sedangkan anya.Dia terkejut dengan apa yang wanita ini lakukan.Lalu dia menatap tajam dito.Bisa bisanya dia tersenyum,
setelah dia membawa wanitanya ke rumahnya.Apakah dia akan mengenalkannya kepadanya,dan dia ingin pamer kepadanya?.Begitu?.Hish anya sangat geram padanya.
"Emm,siapa ya?"tanya anya dengan raut wajah tak suka.
Hal itu membuat difa tersenyum.Ternyata dia sangat sensitif kepada orang baru.
Lalu dia menatap kesal dito.Ternyata selama ini dia tak bercerita tentang dirinya kepadanya.Menyebalkan!.
"Dito,kamu ga perlu melakukan ini,tanpa kamu beri tahu,aku juga udah tau kok" ucap anya.
Seketika membuat mereka berdua terkejut dan heran.Apa yang ia katakan?.
"Maksud kamu apa?"tanya dito.
Difa pun dibuatnya bingung.Dia terlihat tak suka padanya,dan marah kepada adiknya.
"Walaupun aku tau,aku tak peduli dengan itu, terserah!....kamu ga perlu ngenalin semua wanitamu kepadaku,aku tau kamu udah sukses,banyak pacar pula...
tapi kamu tak seharusnya memamerkan itu semua kepadaku!"ucap anya geram.
"A-apa?!"gumam dito dan difa.
"Lebih baik kalian pergi dari sini!,aku ga mau ketemu kalian"ucap anya.Daripada ucapannya semakin panjang,dia pun memutar kursi rodanya,segera pergi dari sana.
"Kamu ngomong apa si anya?hah?"ucap dito menghampirinya dan memegang bahunya.
"Lepas dit!"sarkas anya.
"Lebih baik kamu pergi,bawa pacar kamu keluar dari sini!"tekan anya.
Seketika mata difa melebar,sekaligus ingin tertawa.Ketegangan barusan seketika berubah menjadi kekonyolan.
"Hish kamu ini!!,dia itu kakak aku anya"
__ADS_1
A P A ????