
Seketika peluru menembus dada salah satu anggota kelompok D,yang berbaris tepat di samping ketua D.Sudah pasti membuat yang lainnya tegang, sekaligus penuh kebingungan. Sangat rumit dan sulit memahami permainan sang leader.
"Kenapa queen?"tanya fatur.
"Lepaskan dia,dan kembalikan ke barisannya" ucap dinda.
Dengan rasa yang heran,fatur pun membalikkan ketua B ke barisannya. Sungguh, mereka sangat bingung.Sudah pasti kebingungan mereka akan dibalas dengan keterkejutan yang leadernya buat.
"Ke-kenapa queen bunuh anggota saya queen,dia ga bersalah"ucap ketua D.
"Kalian bawa mereka ke depan!"perintah dinda pada nita,anya,dan fifi.Mereka pun mengangguk,mereka mulai membawa satu persatu anggota kelompok D, sesuai pilihan dinda.
"Jujur!atau mati!"tekan dinda dengan senyum iblisnya,pertanda mereka dalam bahaya.Mereka hanya bisa menunduk takut.Tak berbeda dengan ketuanya,diapun takut dan panik.
"Jawab!!"ucap dinda dengan suara lantangnya.
Fatar,fatir,nita,anya,dan fifi pun hanya diam.Tak ada yang berani membuka suara,disaat dinda sedang emosi.Bisa bisa mereka bisa menerima akibatnya.
"Baiklah kalau ini mau kalian!"
DorDorDor
Pistolnya mengeluarkan peluru sebanyak 18 kali.Dan hanya sekali tembakan, mereka sudah terkepar tak bernyawa, dengan darah terus mengalir di tubuhnya.Mengerikan.
"Maksudnya apa queen! mereka bukan pelakunya!"sahut ketua D.
"Ya memang bukan 19 pelakunya,tapi harusnya 20!mana yang satunya?!"ucap dinda.
Tanpa menjawabnya,dinda melangkah mengambil pedangnya yang tentunya masih tajam dan mengkilap.Melihatnya saja pun,membuat mereka menelan ludahnya kasar.
Glekkk
"Tentu saja dia queen!"ucap ketua D, menunjuk ke anggotanya yang tadi queen menyuruhnya untuk ke depan.Terlihat aneh bukan?sangat aneh.
"Kau masih mengelak hah!!"tekan dinda.
Ketua D terjingkat,tak kuat mendengar suara tajam darinya.
"Maksudnya apa queen,saya hanya mengatakan sebenarnya, nyatanya dia juga memegang benda itu"ucap ketua D dengan sedikit sisa keberaniannya.
"Kau menuduhnya, setelah kau menuduh ketua B, untuk melindungi dirimu sendiri?Licik!!!"ucap dinda.
"Sa-saya sungguh tidak mengerti apa yang queen bicarakan"ucap ketua D.
Dia rasa tidak enak.Dari ucapan sang leader,
__ADS_1
kenapa dia seperti sudah tau kalau dirinya lah yang bersalah.Tapi ga mungkin,darimana dia mengetahui semuanya.
"Bodoh!!kau kira saya tidak tau?hah???!!"
ucap dinda tersenyum remeh.
"Kau ingin menghancurkan mafiaku!! dengan melenyapkan satu persatu mafioso ku!dengan cara,kau dan teman teman bodohmu ini meracuni mereka!! hah?iyaaa!!jawab!!!"ucap dinda semakin emosi, mendengar ucapan kebohongan darinya.Dia sangat benci kebohongan!.
Dia sudah tau semuanya?ketua D semakin kelimpungan.Apa yang bisa ia lakukan sekarang,agar dia bebas darinya.Dia salah menilainya,anggapan tentang leader blackwhite yang bocah dan bodoh, ternyata salah!, walaupun dia masih remaja,dia sangat pintar dan cerdik.Lebih pintar dari brato,mantan leadernya.
"Apa maksudmu queen?saya benar benar tak mengerti"ucap ketua D.Huh!masih bisa beralasan.
"Kau sangat bodoh dalam beralasan!,kau lebih bodoh dari anjing,bukan!!anjing lah yang lebih pintar,daripada darimu!kesialan apa,saya bisa mempunyai mafioso sepertimu!ANJING!!!!" ucap dinda seraya mendekat ke hadapan ketua D.
"Saya sangat tak percaya dengan ucapanmu queen,saya merasa sangat direndahkan!"ucap ketua D, terkesan menjelekkan nama baik sang queen.
"Setelah kau berhasil membunuh mereka,
kau memfitnah ketua B dengan menaruh racun itu di sakunya,agar seolah olah dialah yang salah!dan kau memaksa anggotamu untuk menerima benda itu,agar kau tidak ketahuan bersalah! begitu?!"
"Dari tadi saya membiarkanmu mengelak seperti itu,tapi kelamaan kau sangat menguji kesabaranku!"tekan dinda.
Dia pun memukul wajah ketua D berkali kali dengan sangat kuat, sampai sudut bibirnya terlihat terluka mengeluarkan darah.Tak hanya itu,dia juga menendang perutnya sampai dia tersungkur ke lantai.
BughhBughhBughh
Dinda tak membiarkan begitu saja,dia kembali mendekat kearahnya,dan menginjak perutnya.
"Arghh,sakit queen, ampuni saya!"ucap ketua D.Dia sedang tidak membawa senjata apapun,membuatnya tidak berkutik lagi.Dia bukan hanya takut dengan injakannya,namun juga pedang yang dia pegang.
"Ampun katamu??!!siapa yang menyuruhmu meracuni mereka!!hah!"ucap dinda semakin menekan injakannya ke perutnya.
"Sa-saya,ti-"
"Jawab!!"tekan dinda lagi.Dia semakin menekan perutnya dengan kakinya.Tentu saja sangat ngilu.
"Arghhhh,sakiiit"rintih ketua D,membuat yang lainnya meringis.
Memang para mafiosonya sudah biasa melihatnya,tapi tetap saja mereka kagum dengan leadernya.Mereka belum tau wajahnya,
dan keluarganya.Yang mereka tau adalah fatar dan fatur merupakan kakak angkatnya.Memang
semakin dewasa dia semakin kejam dan tegas.
Tak berbeda dengan teman temannya,mereka dibuatnya melongo akan skill yang ia lakukan.Baru kali ini mereka melihat langsung dengan jelas kekejamannya. Sebelumnya mereka hanya mendengarkan apa cerita orang.Sungguh mengagumkan.
__ADS_1
"Jawab!siapa yang menyuruhmu!"ucap dinda.
"Shhh,ma-mafia vedgrafl,queen"balas katua D dengan pasrah.
Mau gimana lagi?,dia sudah ketahuan,kalau dirinya pelakunya.Dia juga merasa bersalah melakukan ini.Dia mengecewakan sang leader yang menurutnya baik dan perhatian kepada para mafiosonya,termasuk dirinya.Hanya saja,dia sedikit tidak terima saat dia membunuh brato.
"Hmm,bangun!"perintah dinda.
Kejutan apa lagi ini?!.Para mafiosonya,
termasuk fatar dan fatur,juga teman temannya selalu dibuatnya kagum sekaligus bingung akan permainannya.Sangat sulit dipahami.
"Queen!maafkan saya,saya terpaksa melakukan ini,ampuni saya!"ucap ketua D memohon, dengan bertekuk lutut di hadapan dinda.
"Maaf?kau mau saya memaafkanmu?"tanya dinda dengan sudut bibirnya ia angkat sebelah,
tak lupa tatapan matanya yang begitu tajam.
"Sangat queen,saya sangat mengharapkan itu"balas ketua D.
"Baiklah,saya akan memaafkan mu dan membuat mu beristirahat dengan tenang"ucap dinda.
Tentu saja membuat ketua D tersenyum senang.Berbeda dengan mereka, mereka tak percaya dengan apa yang dilakukan leadernya.Kenapa dia memaafkan nya semudah itu?."Beristirahatlah!!"
Splashhhhhh
Seketika mata mereka membulat sempurna,saat melihat dinda menebas kepalanya dengan sangat mudah.
Sampai kepala sang ketua D menggelinding, tepat di kaki anggotanya.
Glekkk
"Kalian lihat!! itulah akibatnya berkhianat di mafiaku!!itu berlaku untuk kalian!!"ucap dinda.
"Terutama! mafioso ku yang baru bergabung!"
lanjut dinda.
"Ba-baik queen"balas kelompok D.
Mereka benar benar tidak tau apa yang dilakukan ketuanya.Mereka juga kurang suka dengannya,yang semena mena dengan mereka.
Berbeda dengan yang lain.
Dia pun melemparkan pedangnya ke lantai,dan berbalik badan, segera pergi ke ruangannya.
__ADS_1
"Bereskan mereka!!"