
"Non,kenapa non ga mau ketemu sama mereka?"tanya bibi sambil menyuapi bayi nya makan malam.
"Engga bi,aku lagi mau jauh dari mereka,
aku pengin sendiri dulu"balas dinda yang sedang menatap layar laptopnya.Ada film trailer yang harus ia tonton.
"Hmm,baiklah"balas bibi seraya memegang kening dinda.
"Syukurlah,panasnya turun"gumam bibi.
Dia meletakkan piringnya ke meja,lalu mengambil susu yang ia bawa.
"Non,habiskan susunya,lalu non istirahat,
jangan tidur terlalu malam"tutur bibi.Dinda sudah seperti bayinya yang harus ia urus.Dia tidak keberatan, malahan dia menyukainya dan pastinya senang dinda ada disini,dan selalu membutuhkannya.
Dinda pun meneguk habis susu tersebut.
Setelah tidur seharian,rasanya sudah mendingan.Apalagi ada bibi yang selalu mengurusnya dengan baik.Tidak di rumah,tidak di manapun,pasti ada yang baik kepadanya.
"Iya bi,tunggu film ini selesai"balas dinda.
"Owh ya udah, bibi ke belakang dulu ya,
kalo ada apa apa panggil bibi"ucap bibi.
"Siyap!"balas dinda mantap.
Dinda pun fokus kembali menonton film trailer yang disukainya.Film yang sesuai dengannya.Penuh kekerasan,kekejaman,
kejahatan,pastinya menegangkan.Bukan hanya trailer,dia juga menyukai film drakor,tapi tak mungkin dia menontonnya di saat seperti ini.Yang ada,air matanya terus keluar,karena masalahnya juga kebawa filmnya.
"Abang?"guman dinda saat melihat siapa yang menelponnya saat ini.Apa dirinya harus cerita kepada mereka?.Dirinya benar benar sedang ingin sendiri, menyimpan masalahnya sendiri.
Sementara,dia tidak mengangkat panggilan dari kedua abangnya.
"Bodoh!"gumam dinda yang gregetan melihat strategi lawan dari tokoh kesukaannya tidak sesuai dengan hatinya.Adegan itu tak jauh dari perkelahian.Yah,itulah dia.Suka heboh sendiri hanya karena film.
Tiba tiba film itu mati, digantikan dengan
kamera yang menampilkan wajahnya.
Yah,ada panggilan video dari abangnya. Mengingat mereka sedang bekerja di luar negeri dan juga mereka sedang berusaha untuk mendapatkan kerja sama dari perusahaan ternama.
Membuatnya tak tega untuk tidak mengangkat panggilan itu.Dia tidak mau mereka khawatir kepadanya, pastinya mereka jadi tidak fokus dengan pekerjaannya.Karena mereka sangat lebay dan berlebihan,saat menyangkut dengan adiknya.Mereka masih mengingat kejadian lalu.
"Dinda,kok ga di angkat angkat si?"tanya
deni protes.
"Maaf bang,tadi abis makan malam"balas dinda.
"Owh,terus kenapa nomer kamu yang biasanya,ga aktif?"tanya deni.
"Ponsel aku mati,belum di cas...hehe"
balas dinda beralasan.
"Owh gitu,...btw kamu dimana?itu bukan kamar kamu kan?"tanya deni yang sudah sangat hapal kamar milik adiknya.
Mau jawab apa?.
__ADS_1
"Aku,di villa bali bang,...ada kerjaan"balas dinda.Di hatinya,kenapa dia dirinya memberitahu dimana dirinya?. Astaga, bodoh sekali!.
"Ha?kenapa ga indah aja?"tanya deni.
"Ini penting bang"balas dinda.
"Kok indah ga cerita"gumam deni,namun dinda masih mendengarnya.
"Kak indah sama kak vina ga ikut bang,
aku hanya sama beberapa karyawan aja"
ucap dinda.
"Owh gitu"balas deni seakan sudah percaya apa yang dinda katakan.Itu bukan masalah,karena sudah biasa.
"Oh iya,bang dani mana?"tanya dinda.
"Dani?...tuh"deni mengarahkan laptopnya ke dani yang sedang fokus mengutik laptopnya dan juga berbagai dokumen.
Benar saja,mereka sedang sangat sibuk.
Tak mungkin,dinda membuatnya khawatir padanya.
"Hey princess abang"ucap dani menyapa, seraya menghampiri deni untuk berbicara dengan adiknya.Sedangkan deni,dia menggantikan dani bekerja.
"Hay bang,lagi lagi ngapain?"tanya dinda.
"Biasa,lagi ngurusin kerjaan"balas dani.
"Eh...mata kamu?...kamu habis nangis?
"Hah?engga,aku abis tidur tadi bang"balas dinda.
"Owh pantesan"ucap dani.
"Ya udah bang,aku mau lanjut nonton lagi"ucap dinda.Dia tidak mau pembicaraannya semakin panjang.
"Ngapain nonton!,udah malem,tidur!"
peringat dani.
"Bentar, sedikit lagi, nanggung bang"balas dinda.
Huh!soal begadang,dia sangat sulit dihentikan.
"Atau abang ke sana, untuk menidurkan bayi abang?"tanya dani.
Tentu saja membuat dinda menatapnya sebal.Kalau belum bilang iya,mereka selalu memaksanya.
"Baiklah,aku tidur!"balas dinda.
"Jangan di matiin,biar abang bisa memastikan kamu tidur atau tidak!"ucap dani.
"Iya iya"balas dinda mendengkus kesal.
Dia pun menidurkan tubuhnya,lalu menyelimutinya dengan selimutnya yang tebal.Laptopnya ia letakkan di sampingnya,agar abangnya melihatnya.
Karena dirinya masih sedikit lemas, membuat matanya mudah tertutup, segera menuju ke alam mimpinya.
"Mimpi indah princess"ucap dani yang melihat adiknya sudah tertidur pulas.
__ADS_1
Lalu dia pun mematikan panggilannya.
"Bangsat!!!!"teriak karvon sefaya membanting benda yang ada di meja sampingnya.
Beberapa orang disana dibuatnya terjingkat takut.Sedangkan kayla,dia berdiri di sampingnya dengan tangan bersidakep.
"Maafkan saya bos"ucap salah satu anak buahnya.
"Hanya satu wanita pun,kalian ga bisa!!"
bentar karvon.
"Saya pikir,saat dia keliar dari kafe,dia langsung pulang ke rumahnya"balas anak buahnya yang satu lagi.Karena dua anak buah itu,bertugas untuk memantau wanita yang bos nya perintahkan.
"Dia keluar jalan kaki?naik mobil? motor?"
tanya karvon penuh ketajaman.
"Jalan kaki bos"balasnya.
"Jalan kaki?,itu sangat mudah anjing!,
kalian memang ga bodoh!!"bentak varo seraya mendorong kuat kedua anak buahnya sampai tersungkur.
Dia akan mengincar dinda,karena dia juga, ayahnya meninggal.Dia juga masih mengingat,dimana dia menolaknya.Dia adalah wanita yang pertama kali membuatnya jatuh cinta.Cinta pertama?.
"Sekarang gimana von?,pasti sulit mencarinya"tanya kayla.
"Hmm,sudahlah,kita harus tetap memantau varo dan teman temannya,
mereka pasti sedang mencari dinda"
balas varo.
"Jangan sampe mereka menemukan dia!"ucap kayla.
"Kenapa?kita bisa tau dimana dia,lewat mereka"balas dito.
"Gue yang bodoh atau lo si?,katanya lo mau misahin varo sama dia!,tapi lo ngebiarin mereka bersatu lagi?iya"protes kayla.Mereka mulai berbeda pendapat.
"Sepertinya bukan hanya muka lo yang dioperasi deh,tapi otak lo juga.."lanjut kayla.
"****** lo!"sarkas karvon.
"Mau gimana lagi?,kalo bukan karena mereka,kita ga akan tau dimana dia!
gue ga hanya misahin mereka,tapi juga melenyapkan dia"jelas karvon.
"Setelah dia lenyap,pasti varo akan sangat hancur!"lanjut karvon.
"Abis itu,gue akan menyembuhkan kehancurannya dengan cinta gue"ucap kayla.
"Kalo mau"ucap karvon terkekeh kecil.
"Bajingan lo!"sarkas kayla.
"Btw,lo yakin banget mereka tau dimana dinda?"tanya kayla.
"Engga yakin juga si,tapi biasanya masalah seperti ini...mudah bagi mereka"
balas karvon.
__ADS_1