Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 25


__ADS_3

Dengan penuh paksaan,dinda memaksa matanya untuk terbuka.Sudah pagi,tapi kakak kakaknya tidak membangunkannya seperti biasanya.


Memang,dia sangat sulit bangun pagi.


Apalagi tadi malam,dia tertidur sangat nyenyak dan nyaman.


Drtttt


Dengan mata sayup-sayup,dia mencari dimana ponselnya.Pagi pagi seperti ini,


siapa yang mengirim pesan.Dia terus meraba raba kasurnya,siapa tau ada di bawahnya.Tidak ada.


Dengan terpaksa lagi,dia harus bangun dan mencari ponselnya.Mencari ponsel sehabis tidur adalah rutinitasnya setiap pagi.Karena saat bermain ponsel,pasti dia tertidur sendiri tanpa peduli dengan ponsel yang dia pegang.


Saat ingin bangun,tiba tiba dia tertahan oleh sesuatu.Terasa ada benda berat di perutnya.Dia membuka matanya lebar lebar untuk melihat apa itu.Seketika matanya membulat sempurna,saat melihat tangan yang melingkar di perutnya,tentu saja itu varo yang sedang tidur di sampingnya,dengan wajahnya,ia letakkan di lehernya.


Sejak kapan dia disini?.Dia mulai mengingat ingat kejadian tadi malam.


Dia hanya mengingat dia sedang berada di tempat balapan dan dia kalah.Setelah itu... perjanjian? kecupan? pelukan?apa itu?dinda tidak ingat dengan jelas.


"Selamat pagi,kucing kecilku"ucap varo dengan suara berat dan seksi.Dia masih sangat nyaman pagi ini.


Dinda tak menghiraukan perkataannya,


dia akan segera pergi dari sana.Namun varo mengeratkan pelukannya,membuat dinda sulit bergerak.


"Lepas!"sarkas dinda.


"Apa lo ga bisa bicara lembut?"tanya varo,dia masih santai memeluk dinda dan menduselkan kepalanya ke leher dinda.


Sekarang hari sabtu,hari untuk bersantai.


Membuat dinda geli.Apa seperti itu si pria yang terkenal dingin dan cuek.Nyatanya sekarang dia seperti anak kucing yang manja kepada ibunya.Huh dia harus bersabar menghadapinya,agar dia bisa lepas darinya sekarang juga.


"Lepas varoo"ucap dinda.


"Sayang!"ucap varo memerintah.


Apa? mendengar kata itupun dinda merasa geli,apalagi mengucapkannya.


"Lepas varo,cepat!"ucap dinda.


"Lo ga nganggep gue pacar?"tanya varo seraya menatap tajam dinda.Mengerikan.


Apa dinda harus menganggapnya pacar?.


Sepertinya dia harus mengatakan iya kepadanya.Hanya mengatakan!bukan hatinya.Dia juga tidak mau terus berdebat dengannya dan diganggunya.


"Lepas sa-s sayang"ucap dinda lembut,


namun terpaksa.Demi bisa lepas darinya.


"Gue sayang lo"balas varo tersenyum,dia pun melepaskan dinda dari pelukannya.


Dinda merasa lega,dia segera mencari ponselnya.Matanya terus mengamati setiap sudut kamar...bentar!kamar siapa?.ga penting!dia segera mencari ponselnya.


"Cari apa sayang?"tanya varo yang masih tiduran di ranjang dengan menatap dinda.


"Ponsel gue,mana?"tanya dinda.


"Tuh"


Varo menunjuk ke arah meja samping ranjang, tepatnya samping dinda.Jujur,


hanya seperti itu saja dinda malu.


Kenapa ponsel tergeletak tenang di sana,

__ADS_1


dirinya tidak melihatnya.


"Kalo malu,lo lucu"ucap varo.


Daripada lebih malu dan salah tingkah di depannya,lebih baik dinda mulai membuka ponselnya.


"Queen,ada masalah di markas!"


_Bang Fatar.


Setelah membaca pesan itu,dinda segera


memakai sepatunya dan melangkah keluar dari kamar.Oh dia sedang ada di apartemen,sudah pasti apartemen milik varo.Dia segera membuka pintu keluar apartemen.Dia baru menyadari, apartemen pasti ada kuncinya,yaitu kata sandi.


"Sial!"gumam dinda.


"Lo mau kemana?"tanya varo yang ada dibelakangnya.


"Buka pintunya!"perintah dinda.


"Mau kemana si?"tanya varo lagi.


"Gue mau pulang"balas dinda.Baru saja kenal,kenapa dia sudah seperti tidak ada canggung canggungnya.


"Sayang?"


"Gue mau pulang sayang"ucap dinda malas.


"Lebih baik lo mandi,terus buatkan gue sarapan!"ucap varo seraya menarik tangan dinda menuju kamarnya kembali.


"Var,plis,gue lagi ga mau berdebat!"ucap dinda malas.


"Gue juga ga mau berdebat!"ucap varo,dia mendorong pelan punggung dinda untuk masuk ke kamar.


"Anjing lo!"ucap dinda.


Varo membalikan tubuhnya dan menangkup pipi dinda.


ucapnya seraya mengecup lembut bibir dinda.


"Apaan si lo!"kesal dinda.Dia mendorong varo keluar kamar dan menutup pintunya.


Dia hanya pasrah!.


Sekarang yang harus ia lakukan hanya menurutinya.Lagian tubuhnya lengket butuh guyuran.Dia pun mengambil handuk varo dan masuk ke kamar mandi.Tak hanya itu,dia juga mengambil kaos hitam polos milik varo,tak peduli tentang izin perizinan.


Tak butuh berlama-lama,dinda pun keluar dari kamar mandi.Dia sudah berganti baju dengan kaos milik varo yang kebesaran di badannya dan hotpants miliknya,terasa segar kembali. Setelah itu,dia keluar kamar,dia akan mencoba untuk pergi dari sini tanpa berdebat dengan laki laki itu,main fisik pun,dinda sedang malas.


Cklekk


"Mau kemana sayang?"tanya varo membuat dinda terkejut.Ternyata dari tadi dia ada di depan pintu kamar, menunggunya. Menyebalkan!.


"Gue mau pulang!"balas dinda.


"Tadi lo dengarkan?buatkan gue sarapan"


ucap varo,dia mengatakan itu hanya ingin berlama-lama dengannya lagi.


Dinda terdiam.Memegang alat masak saja belum pernah,apalagi memasak.


"Gue pesenin"ucap dinda.


"Engga!gue maunya lo yang masak!"ucap varo.


"Jujur,gue ga bisa!lagian pesen online aja napa si!!"ucap dinda.Lebih gampang,dan dia bisa ceoat keluar dari sana.


"Engga!"kekeh varo.

__ADS_1


"Gue bilang,gue ga bisa masak setan!"


ucap dinda kesal.


Varo tersenyum.Betapa menggemaskannya dia dengan kejujurannya yang sangat lucu.


"Gue ajarin!"ucap varo seraya menarik tangannya menuju dapur.Apa yang akan dia lakukan padanya?.


"Kita masak...nasi goreng saja"ucap varo.


Dinda pun hanya mengangguk kecil.Dia juga merasa lapar.


"Lo ambil bahan bahannya di kulkas"ucap varo.


"Gue?"tanya dinda.


"Ya iya lah sayang"balas varo.


"Bahan apa?"tanya dinda.


"Lo ambil bawang merah,bawang putih,


cabai, sayuran sedikit"ucap varo.


Dinda mulai mencerna apa kata dia.


Bahan seperti apa itu?.


"Cepat sayang"ucap varo.


"Hmm"


Dinda pun membuka kulkas dan mulai mencari apa yang varo katakan.Yang ia tau pasti hanya cabai,dia sangat tau.


Dan yang lainnya dia kurang paham.


"Bawang putih?merah?"gumam dinda.


Setelah memilih, akhirnya dia tau,dia tau karena namanya,merah dan putih, pastinya sesuai namanya.Sedangkan sayurnya?dia mengambil asal.Dalam hal ini,dia kurang jago,tapi dalam hal yang berbahaya,dia sangat pintar.


"Nih"ucap dinda meletakkan semua bahannya di meja.


"Kupas dong,terus cuci"ucap varo dengan santainya.Dinda sungguh geram padanya,tapi dia harus bersabar,demi keluar dari sana.


"Huh,baiklah"


Dinda pun mengupas bawang merah dengan tangannya.Membuat varo terkekeh,mau sampai kapan selesainya.


"Ini buat apa?"tanya varo seraya menunjukkan pisau yang tersedia.


"Buat nusuk perut orang"balas dinda tanpa sadar."Eh,bukan,itu buat...."


Ya benar apa yang dikatakannya,tapi jarang ada yang menjawab seperti itu.


"Ya buat ngupas dong,biar cepet sayang"


balas varo.Entah sampai berapa kali,dia


mengatakan kata sayang kepadanya.


Membuatnya semakin gregetan.


"Nih seperti ini,tangan kanannya pegang pisaunya dan yang kiri pegang bawangnya"ucap varo,dari belakang dia menuntun tangannya,sesuai apa yang ia ucapkan.Dengan posisi varo memeluk dinda dari belakang,terlihat sangat romantis.


Dinda hanya menurut.Dia benar benar tidak tau apa yang ia lakukan sekarang.


"motongnya gimana?"tanya dinda.

__ADS_1


"Huftt,potong tipis tipis sayang"balas varo,dia pun mengajarinya kembali.


Sampai selesai pun,varo tetap bersabar mengajarinya memasak.Bukannya kecewa kepadanya karena ga bisa masak,tapi dia dibuatnya tertawa geli.Betapa lucunya dia saat diajarinya.Sudah tidak terlihat wanita yang datar,tapi seperti kucing kecilnya yang penurut.


__ADS_2