
Seorang wanita terus menggigit bibir bawahnya.Tangannya saling bertautan dan keringat dingin terus keluar membasahi tubuhnya.Seorang temannya terus mengelus punggungnya seakan ikut merasakan apa yang wanita itu rasakan.
Hoeeekkkk
Makanan yang ada di perutnya terus keluar.
Rasa mual dan tak enak badan lah yang ia rasakan.Rasa takut mulai melanda dirinya.
Rasa mual itu tak kunjung berhenti.Toilet adalah tempat mereka berdua berada sedari tadi.Entah sudah berapa jam,hanya rasa takutlah yang dia rasakan.
"Kamu tenang yaah"ucap temannya.Namanya Rena.Sedari tadi dia terus memijat leher belakang sahabat nya itu.Dia juga khawatir,
hal itu benar benar terjadi padanya.
"Bagaimana bisa tenang ren,hiks aku takut...aku takut-"
"Udah udah,lebih baik kamu Istirahat,aku buatkan air hangat biar kamu mendingan"ucap Rena seraya membawanya menuju kamarnya.
"Gimana kalo aku ha-hamil ren...hiks,huaaa aku ga mau"tangis wanita itu,lebih tepatnya Misha.
Dia terus menangis,takut yang ia katakan terjadi padanya.
"Oke oke,itu pikirin nanti, yang penting kesehatan kamu dulu"ucap Rena mendudukkannya di ranjang kamarnya.Lalu dia keluar, untuk mengambil minum untuknya di dapur.
"Hikss andai aku bisa bersama kamu dit" gumam Misha seraya menatap dan mengelus foto seorang laki-laki pujaannya di layar ponselnya.
..........
"Hah?"
Anya dibuatnya melongo.Bagaimana tidak,
Dito menyuruhnya menghampirinya secara dirinya tidak bisa berjalan.Segala pengobatan dan terapi sudah dirinya lakukan.Entah apa hasilnya,tapi sepertinya tidak ada perubahan.Hanya saja dirinya sudah lumayan bisa berdiri,berjalan satu langkah pun masih sulit.
Mungkin karena Dito yang selalu mengajarinya dan memberinya semangat.Tidak,tidak hanya dia.Terutama ayahnya.Dia sangat semangat memberinya dukungan.Teman temannya pun.Dirinya sangat beruntung hidup di antara mereka.
"Ayok hampiri aku!"ucap Dito.
"Ya ga bisa dong Dito, kamu aneh deh"balas Anya.
"Ga bisa?kamu niat bisa jalan ga si nya!"tutur Dito.
__ADS_1
Membuat Anya tertegun.
"Kalo kamu masih cinta sama aku,nerima aku lagi....hampiri aku,kalo kamu benci dan ingin aku pergi,kamu diam aja"ucap Dito.
Lagi lagi Anya dibuatnya bingung.Pilihan macam apa itu.Tentu saja dirinya tidak mau dia pergi,benci pun sudah tidak.Tapi bagaimana kalo dirinya diam saja seperti ini?.Nanti dia langsung mengira dirinya mau dia pergi darinya.Tidak!.
"Ditooo ja-"
"Aku tidak terima protesan"ucap Dito memotong ucapannya.
"Ayoo"
Anya masih diam bergeming.
"Aku ga akan ngulangin ucapan aku tadi"ucap Dito.
Anya juga masih setia diam di tempat mencoba mencerna apa yang Dito katakan.Memang dirinya sudah paham,tapi apakah dia tak paham dengan keadaannya?.Tidak bisa jalan,yang artinya tidak bisa menghampirinya.
"Okee,kamu diam aja berarti kamu benci sama aku,aku akan ninggalin kamu,pergi dari kehidupan kamu"ucap Dito.
"Tunggu dong ih cepet banget deh"gerutu Anya dengan berusaha untuk berdiri.
Melihatnya membuat Dito terkekeh kecil.
Karena apa?,karena dia sudah terlatih olehnya.Tiada hari tanpa latihan.Sudah seperti pelajaran sekolah yang harus dirinya kerjakan.
"Ditoo,kalo aku jatuh gimana?"tanya Anya.
Dia ragu untuk melangkah.Kakinya masih sedikit sulit bergerak.
"Ya berarti aku harus pergi jauh dari kehidupan kamu"balas Dito dengan entengnya.
"Hikss jangaan dong"ucap Anya cemberut.
"Ya makanya berjuang dong,aku ingin lihat kamu berjuang untuk aku"balas Dito.
"Ta-tapi-"
"Ngomong terus kapan sampenya sayang"
potong Dito.
__ADS_1
"O-oke oke,hufttt"
Awalan dengan menarik napas yang dalam,
Merilekskan tubuhnya dan mempersiapkan mentalnya.Dito sungguh menyebalkan saat itu.Bagaimana ucapannya benar benar serius, dirinya tidak mau.Jujur,dirinya memang kembali terperangkap oleh cintanya.
"Aaaa dit ditoooo ...huh huh huh"Anya terus memegang dadanya yang naik turun.Hampir saja tubuhnya tumbang.Kenapa seberat ini berjuang sendirian.Apa seperti ini yang Dito rasakan dulu?.Sungguh menyakitkan.Dirinya berjanji tidak akan lagi menyiakan perjuangannya selama ini.
"Kamu bisa Anya"gumam Anya menyemangati dirinya sendiri.
Dengan sekuat tenaga,dia mulai melangkahkan kakinya.Uh,itu sangat menguras tenaga.Tapi itu hanya langkah kecil.Tak lupa dengan keseimbangan yang perlu di jaga dengan baik.
Hishh, intinya apakah Dito sedang mengerjainya?.
"Ditoooo,hiks"
"Ayooo sayaang,aku tunggu,jangan nangis,jangan cengeng,dan semangat"ucap Dito dengan wajah yang penuh keyakinan.
Melihatnya, membuat Anya semakin ingin berjuang.
"Arghhh....."
Entah keajaiban darimana.Tiba tiba tubuhnya terasa ringan,dengan cepat dia berlari menghampiri Dito.Itu seperti mimpi yang seakan dirinya sedang terbang di awan.Ya mungkin terlihat masih kaku berjalan,tapi....aaa Anya ga percaya ini.Sungguh tidak bisa di percaya.
Grepppp
"Huh....ditooo???"ucap Anya yang sudah ada dipelukan Dito.
"Kan sudah aku bilang sayang"balas Dito sambil mengelus lembut rambutnya.Lalu dia mengangkatnya ke gendongannya ala koala.
Dia memutarkan tubuhnya dengan bebas.
Dia sangat senang Anya berhasil.
"Yeeeeeeyyyy aku bisaaaa hahahah"tawa Anya merentangkan tangannya menikmati semilir angin.
Dito menghentikan putarannya,lalu menatap bahagia wajah Anya.
"I Love You Baby"ucap Dito.Tanpa ragu dia mengecup bibirnya lembut.
Anya pun langsung memeluknya erat.
__ADS_1
"I Love You Too"