Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 40


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Setelah semuanya keluar,dokter el pun segera memeriksa dinda.Namun terhenti ketika menyadari ada seorang pria yang


masih ada di sana.Dia heran,kenapa tidak ada yang menyuruhnya keluar?.


"Apa!"ucap varo dengan sewotnya.


"Anda tolong keluar,saya tidak mau ada yang menggangu"ucap dokter el.


"Lo ga berhak mengusir gue!"sarkas varo.


Sudah pusing,tambah pusing karena mereka berdua.


"Sudah dok,ga usah diladeni,biarin dia disini"ucap dinda menengah.Dia tidak mau keributan itu diperpanjang lagi.


"Dia siapamu queen?"tanya dokter el.Dia sudah sangat kenal dengan queen nya.


Karena dia merupakan dokter pribadi keluarga queen,bukan keluarga anderson.


"Dia teman saya dok"balas dinda.


Mendengar pengakuan dinda,varo menatap tajam dinda.Bisanya dia mengaku kalau dirinya adalah temannya!.


"Dia pacar saya dok"ucap dinda dengan malas, tenta


"Owh begitu,tidak sopan sekali"balas dokter el,dia memanggil begitu, sangat formal dan baik,baik dalam sikapnya dan baik dalam perkataannya.


"Lo!"tekan varo seraya menunjuk tajam wajah dokter el.


"Gue mau istirahat,kalian boleh pergi,....


anjing!"ucap dinda,dengan nada yang lirih dan tajam di akhir katanya.Bisa bisanya di saat dirinya sedang sakit, mereka berdua asik ribut sendiri.Menyebalkan!.


"Eh,engga,cepat,lo periksa cewek gue!


jangan modus!"ucap varo dengan sewot.


Dokter umur 25 tahun itu hanya meliriknya.lalu,dia memeriksa keadaan dinda.Menurutnya,memang si ganteng dan keren,namun sifatnya berbeda dengan parasnya.Sudah posesif,tidak tau sopan santun,dan pemarah.


"Queen,kamu jangan terlalu banyak pikiran,jangan terlalu kelelahan karena bekerja,dan jangan lupa beristirahat,kalo tidak,kamu akan jatuh sakit seperti sekarang"ucap dokter el.


Dinda mengangguk paham.


"Ini obatnya,minum sesudah makan,


sekarang kamu harus makan,saya tau tadi pagi kamu tidak makan kan?"ucap dokter el seraya meletakkan obatnya di meja.


"Sudah,sana pergi!"usir varo.Jujur mendengar ucapannya,membuat varo marah dua kali lipat pada dinda.


Ingin sekali sang dokter menampol mulutnya.


"Saya heran queen,kenapa kamu bisa punya pacar kayak dia, mending sama saya aja queen....eh sudahlah saya undur diri saya, permisi"pamit dokter el setelah menyindir varo.Dia pun keluar dari ruang UKS.


"Lo rebut dia dari gue!!mati lo!"ucap varo tajam.

__ADS_1


Dinda hanya menggelengkan kepalanya,


menyaksikan perdebatan tak berfaedah mereka.Dia terus memegang kepalanya yang terasa panas dan pusing.


"Dinda!"panggil varo.


Membuat dinda cukup tertegun. Mendengar suaranya, seperti dirinya ada salah yang membuat varo terlihat marah seperti itu."Apa?"tanya dinda.


"Lo ga makan tadi pagi?"tanya varo.


"E-engga"balas dinda,Menurutnya hanya hal itu saja ga ada masalah baginya.


"Kenapa?!"tanya varo mulai emosi.


"Ga papa"balas dinda malas.


Varo harus lebih bersabar menghadapinya.Dia akan


"Huh,gue-"


Baru saja dia mau membeli makan untuk gadisnya,tapi pak kapsek sudah masuk ke UKS dengan membawa makanan.


"Ini queen makanan buat queen"ucap fatur.


"Sini pak,"balas varo seraya mengambil makanan tersebut.


"Sama sama,saya permisi"balas fatur,dia pun keluar dari ruang UKS tersebut.


"Lo makan"ucap varo dengan membuka bungkusan makanan itu.


"Makan dulu"ucap varo seraya menyodorkan sesendok nasi ke mulut dinda.


"Ga mau,gue mau pulang"ucap dinda lesu.


"Makan dulu sayang,terus minum obat"


ucap varo.


"Makan di rumah ya? minum obat juga di rumah?!"ucap dinda merayu.


Sungguh menggemaskan gadisnya.


"Baiklah,kita pulang"ucap varo pasrah membuat dinda tersenyum.


Dengan pelan,dinda pun segera turun dari ranjang,di bantu varo.Duduk saja, kepalanya sangat pusing, seakan semua yang ia lihat berputar.Dia berjalan dengan dipapah varo,ada alasan varo tidak menggendongnya.Alasannya sangat tidak masuk akal,ialah karena dinda memakai rok pendek.


"Kalian bisa pergi, lanjutkan kegiatan mengajar kalian"ucap dinda kepada semua guru yang masih setia berbaris di depan UKS.


"Baik queen".


Para guru pun bubar menuju kelasnya masing-masing.Saat dinda dan varo melangkah,tiba tiba dani dan deni menghampirinya dengan wajah penuh kekhawatiran.


"Sayang,kamu ga papa?mana yang sakit hah?"tanya dani grasak-grusuk.


"Abaaang,pusing hiks"ngeluh dinda seraya memeluk kedua abangnya.Tentu saja membuat dani dan deni tersenyum.

__ADS_1


Memang sikap sehari harinya sangat berbeda,tapi ternyata sikap manjanya belum juga hilang.Di saat dia sakit,pasti sifat manjanya keluar.


"Sudah minum obat?hmm?"tanya deni seraya mengelus rambut adik tersayangnya.Benar saja, tubuhnya sangat panas.


"Belum,dia ga mau makan dulu"ucap varo.


"Mau kok,tapi nanti di rumah aja"lanjut dinda,yang masih memeluk kedua abangnya.


"Hmm,baiklah,tapi jangan lupa makan dan minum obat"balas deni.


Dinda pun melepaskan pelukannya.Varo kembali merangkul bahunya.


"Var,jagain adik gue"ucap dani.Dia dan deni tidak akan terlalu mencampuri percintaan adiknya, mereka hanya mendukungnya dan melindunginya.


"Hmm"


Varo dan dinda pun keluar sekolah menuju parkiran.


"Besok besok jangan berangkat sendiri, tunggu gue jemput!"peringat varo sambil membantu dinda duduk di mobilnya.


"Iyaa"balas dinda,dia menyenderkan tubuhnya ke kursi mobil.Dia sangat lemas.


"Jangan lupa kalo mau kemana mana,


kabarin gue!"ucap varo yang mulai menyetir mobilnya dengan tangan kirinya menggenggam tangan dinda yang ada di atas pahanya.


"Iyaa"balas dinda.


"Jangan lupa istirahat,jangan banyak pikiran,kalo ada masalah,bilang sama gue!"lanjut varo terus memperingatinya.


Dia hanya tidak ingin gadisnya kenapa napa,dia hanya ingin menjaga gadisnya.


"Iyaa varoo ih,cerewet!"kesal dinda.


Melihat sikapnya yang berbeda,ingin sekali varo memeluknya.Dia sudah sangat mengenal semua tentangnya.Dari cerita dani dan deni tentunya.Si kembar itu,sudah banyak menceritakan tentangnya kepadanya.


"Lo mau gue beliin apa?"tanya varo.


Dinda mulai mencerna ucapannya.Tentu saja,dia sangat senang.Walaupun dia sedang tidak enak badan,tapi napsu makannya tidak berubah.Namun hanya makanan yang ia inginkan sekarang.


"Es krim"balas dinda dengan mata berbinar saat melihat toko es krim di depan sana.


"Lo ga mau makan nasi,tapi mau makanan ga sehat seperti itu?lagian lo lagi sakit sayang!!ga boleh!"balas varo.


"Tapi gue mau itu!udah nawarin juga!"


kesal dinda.


"Jangan yang itu!"tolak varo. Menurutnya, bukan makanan sehat seperti itu yang varo mau untuknya,tapi makanan yang sehat.Sudah pasti dia melarangnya.


"Huh,pulang aja,gue ga mau apa apa!"


sewot dinda dengan bibir yang mengerucut.


Varo hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Dia akan memesan secara online.


__ADS_2