
Bayangan masa lalu memenuhi pikirannya saat ini.Dimana dia sangat menyayanginya, perhatian padanya,dan tentunya sangat mencintainya dengan tulus.Bahkan di saat pertama bertemu,
cara dia mendapatkan dirinya,dan perlakuan dia padanya, dirinya masih sangat ingat.
Mengingat itu membuat dirinya tersenyum.
Hanya sekilas.
Wajahnya seketika murung,saat mengingat apa yang ia lihat di mall tadi malam.Ternyata varo sudah bahagia dengan keluarga kecilnya.Dia sudah mempunyai anak laki laki yang sangat menggemaskan.Apalagi istrinya masih sangat muda.Dan istrinya adalah wanita yang menabraknya.
Hmm, sekarang dirinya tau.Saat itu varo memang sudah berniat untuk jauh dan melupakannya.Dia sangat membencinya,
bahkan saat itu sampai sekarang dia ganti nomor,agar dirinya tidak bisa mengganggunya lagi.Apa segitu bencinya dia kepada mantan pacarnya ini?.
Yah,okee...dinda bisa menerima hubungannya dengan varo berakhir.Tapi secara baik baik, tidak pergi begitu saja.
Memang ada yang bilang mantan itu sampah.Tapi,apa tidak bisa terus berhubungan,walaupun hanya teman gitu?.
"Bu?... permisi?"tiba tiba ucapan itu dari seseorang menyadarkan lamunannya.
Ternyata sekretaris nya yang sudah ada didepannya.
"Ah...iya?"tanya dinda.
"Ada seseorang yang mau bertemu dengan anda queen"ucap sang sekretaris.
Membuat dinda mengenyritkan alisnya.
"Siapa?"tanya dinda.
"Saat saya menanyakan namanya,dia tidak memberi tau queen... katanya ada hal penting yang akan ia bicarakan dengan anda queen"ucapnya.
"Hmm,suruh masuk aja mba"ucap dinda.
Dia rasa,hanya kepentingan pekerjaan.
"Baik queen"
Dinda pun melanjutkan kesibukannya yang tadinya dia sedang membaca dokumen penting miliknya.Itu adalah laporan keuangan perusahaan.Melihat angkanya, membuat dinda tersenyum bersyukur.Setiap bulan,ada perkembangan.
"Ekhem"deheman itu membuat dinda menatap siapa yang orang itu.
Dinda terdiam membisu.Sorot matanya selalu mengarah padanya.Rasa campur aduk memenuhi hatinya.Dia menemuinya?. Dirinya seakan tidak percaya dengan kedatangannya.
"Sayaang"panggil varo dengan wajah senangnya.
"Sa-sayang?"gumam dinda.
"Maksudnya apa ya va-...pak?"tanya dinda dengan formal.Dirinya harus menjaga sikapnya.
"Aku merindukanmu"ucap varo seraya menghampiri dinda dan memeluknya.
Tentu saja membuat dinda terkejut.Apa yang dia lakukan?...Tidak!,ini tidak benar!.
__ADS_1
"Maaf pak,jaga sikap anda!"
Varo tak menyangka,dia mengucapkan kata itu.Bahkan dia mendorongnya, seakan dia menolaknya.
"Hey aku varo...apa kamu lupa?"tanya varo.
"Mau apa anda kesini pak?,apa ada pekerjaan di antara kita?"tanya dinda.
Entahlah,dia masih bingung dengan perasaannya.
"Tidak!, kenapa kamu bersikap seperti ini kepadaku?..apa kamu tidak merindukan ku?"tanya varo.
Hah?gila!.Kenapa dia menanyakan hal ini kepadanya?.Batin dinda.Dia yang membuat sikap ini ada pada dirinya.
Rindu?,lima tahun dirinya menahan kerinduan itu.Tapi setelah melihat kenyataannya, seketika rasa itu menghilang.Rasa rindu penuh harapan,
dan juga rasa cintanya.
"Tidak"balas dinda seraya membuang mukanya,tak berani menatap wajahnya.
Sepertinya dia juga sudah sukses di sana.Penampilannya sangat berbeda.
Rambut yang putih keemasan semakin memancarkan ketampanannya,dan pakaiannya dengan setelan jas yang khas seorang CEO besar perusahaan.
Tunggu,kenapa jadi memujinya seperti ini!.
"Okee gue salah,...gue minta maaf"ucap varo seraya menggenggam tangannya.
"Dinda..."
"Keluar!"ucap dinda sekali lagi.
"Gue minta maaf... pleasee"ucap varo.
Membuat dinda menghela napasnya panjang.Baiklah, dirinya akan meladeninya.Entah apa yang akan ia bicarakan lagi.
"Minta maaf buat apa!"ucap dinda.Lalu dia berjalan mendekat ke kaca,yang menampilkan indahnya pemandangan kota dari atas.
"Kita sudah tidak ada hubungan apa apa varo,buat apa lo minta maaf"ucap dinda dengan tangan bersidakep.Dia masih terlihat santai,tapi tidak hatinya.
"Kita masih ada hubungan dinda"ucap varo penuh penekanan.Dari sikapnya saja,dinda sudah tau...dia tidak berubah.
"Tidak!,lima tahun varo....lima tahun kita tidak bertemu,bertukar pesan pun tidak"
ucap dinda.
"Maaf...saat itu aku harus berganti nomor sesuai tempat tinggalku"ucap varo jujur.Dia ingin menjelaskan semuanya kepadanya.
"Setah lo meninggalkan gue begitu saja,tanpa mendengarkan penjelasan dari gue!...gue anggap kita udah putus,ga ada hubungan apa apa!"ucap dinda.
"Aku tau,aku salah....tapi aku tidak mengatakan kalo kita putus dinda!!,saat itu aku bener bener-"
"Bener bener apa?!,lo dikuasai oleh rasa cemburu lo yang terlalu berlebihan itu!"
__ADS_1
potong dinda semakin emosi.
"Yaah memang,gue terlalu cemburu...tapi itu wajar,siapa yang ga cemburu melihat ceweknya berpelukan dengan cowok lain!"ucap varo yang sudah ada di hadapannya.
Ucapannya membuat dinda tertegun.
Pikirannya kembali lagi ke kesalahannya.
"Tapi setelah tau kebenarannya...gue merasa bersalah sudah memarahimu dengan kata kata ku yang pasti menyakiti hatimu...aku sungguh minta maaf dinda"
lanjut varo,dia kembali menggenggam kedua tangan dinda.
Lagi lagi dinda dilema olehnya,saat melihat wajahnya yang penuh kejujuran dan ketulusan.
"Okee gue maafin"ucap dinda.Memang sangat mudah mendapatkan maaf dari mulutnya,tapi tidak maaf dari hatinya.
"Makasih sayang"ucap varo seraya memeluk dinda.
Saat dirinya pergi ke luar negeri.Jujur disana dirinya tidak tenang.Selalu memikirkan gadisnya,teringat gadisnya yang menangis,tapi juga gadisnya yang berpelukan dengan pria lain.Membuatnya ragu untuk pergi.
Bertahun-tahun pula, dirinya di penuhi rasa bersalah dan penuh kegelisahan,
setelah mendengar cerita dari para sahabatnya tentang kebenarannya.Dan anehnya,saat itu juga dia tidak langsung mengabari gadisnya.Memang bodoh.
Namun setelah mendengarkan nasihat dari ibunya,dia memutuskan untuk tetap melanjutkan kuliahnya di sana,dan mempersiapkan diri untuk menemui gadisnya lagi.Dengan membuat dirinya mandiri,belajar untuk dewasa,dan tentunya sukses.Dirinya akan membuat gadisnya bangga padanya.
"Lepas!,nanti ada yang cemburu"ucap dinda seraya melepaskan pelukannya.
Lalu dia duduk kembali ke kursi kebesarannya,dia menyibukkan diri dengan membuka dokumennya.Seakan dia ingin varo keluar dari ruangannya.
"Cemburu?,siapa?apa kamu punya pacar?suami?...jawab dinda!"ucap varo merasa tidak terima.
Yang Dinda maksud adalah istri varo.
Bisa bisanya dia menuju ke pikiran seperti itu.Kesan nya seperti,dia tidak menjaga perasaan istrinya.Bahkan sampai menemui cewek lain.Tidak mungkin dia menjadi pria yang tidak setia bukan?.
"Sudahkan?..."ucap dinda dengan arti mengusir nya.Semoga dengan ketidaksopanannya ini,bisa membuatnya pergi dari sini.Dinda merasa tidak bisa berlama-lama dengannya,apalagi dengan suami orang.
Dia mengambil dokumennya yang lain,
dan membukanya untuk menelitinya.
Saat itu juga,tiba tiba ada sesuatu yang jatuh dari salah satu lipatannya.Benda itu jatuh tepat di depan sepatu varo. Otomatis varo pun mengambilnya.
Sedangkan dinda,seketika matanya membulat,saat melihat foto varo yang ia simpan ada ditangannya.Sial!bagaimana mungkin dirinya seceroboh ini!.Apalagi melihat varo yang tersenyum, membuatnya semakin merutuki kebodohannya.Pasti kepedean varo meningkat.
"Heh..aku tau kamu masih mencintai aku"ucap varo tertawa gemas,sambil menatap fotonya sendiri.Ada sedikit kecerahan baginya saat melihat ini.
"Itu dulu,tidak sekarang!"ucap dinda.
"Engga percaya"ucap varo.
"Terserah!"
__ADS_1