
"Verzia"
Mendengar nama itu, membuat semuanya tersenyum.Terutama teman teman dinda.Hari ini mereka menjenguk bunda varo yang kebetulan sudah pulang ke rumah.Termasuk juga anya.Dito sudah beberapa kali melarangnya agar jangan pergi keluar dulu,secara dia juga baru keluar rumah sakit.Namun,anya tetaplah anya.Wanita yang mandiri dan ngeyel tentunya.
"Nama yang cantik bunda"ucap anya.
"Oh ya?ide dari ayah lho ini"balas bunda.
"Waaah ide ayah ga pernah gagal nih"
celetuk bima membuat bunda tertawa kecil.
Di sana,lebih tepatnya di kamar bunda, hanya ada bunda,zia pastinya,varo
dinda dan teman temannya.Sedangkan ayahnya varo,dia sedang menjaga zelo di luar.Dan berli,dia harus sekolah hari ini.
Dia mau berangkat sekolah pun karena
suruhan bunda dan dinda.Sepertinya mereka bekerja sama untuk membuat dirinya jadi murid rajin.
"Var,btw lo udah cocok deh gendong anak"ucap dito.Sepertinya dia mulai mendekatkan diri lagi kepada para sahabatnya.
"Engga ada pasangan,gimana dong"
sahut bima terkekeh kecil.Membuat varo yang sedang menggendong zia, melirik teman temannya.
"Tapi,dilihat cocok ga si sama yang sebelahnya"ucap tino,yang ia maksud adalah dinda.Karena dari tadi dia selalu ada di samping varo.Itu tidak disengaja!.
"Eh kok gue?,engga dong"balas dinda.
"Kenapa bukan iya?"ucap varo.
"Cieee gagal move-on nih,iya ga bun?" cibir nita.Dengan bar bar nya mereka
mencibiri varo dan dinda di depan orang tuanya.
"Betul dong,kalian tau ga-"
"Iya bun?"mereka mulai serius mengghosipi varo di depannya langsung.
Varo menatap bunda nya tak percaya.
Apaan dia,ibunya telah ketularan jadi ibu ibu komplek, karena kumpul bersama para temannya.Goshipnya ga ada akhlak!.
"Selama varo ada di luar negeri, dia terus
menanyakan dinda,entah kabarnya,lagi apa?,bahkan sampai kisah percintaannya,kan bunda ga tau dong...,
eh dia kesal sendiri"ucap bunda terkekeh kecil.
"Bundaaa ih,stop deh"kesal dinda. Memang varo yang sedang mereka bicarakan,tapi ada namanya tak pernah ketinggalan di pembicaranya. Menyebalkan!.
"Hehe maaf sayang,nyata soalnya"balas bunda tertawa melihat wajah kesal dinda.
"Cielah...varo,uhuy..."
Varo biasa saja dengan godaan mereka.
Mungkin,hanya tersenyum tipis,merasa malu sedikit.
"Inget,udah punya calon suami dia"ucap fifi.
"Hah?oh ya?"tanya bunda terkejut.
"Iya bun,nanti juga Dinda mau ke butik aku,mau lihat rancangan gaun pengantin yang ia pesan"balas fifi membuat mata dinda seketika membulat.Kebohongan apa lagi mereka?.Padahal kan nita yang mau ke sana.
"Dinda?kamu mau nikah?kapan?"tanya bunda.Jujur,dia tak tega melihat ekspresi wajah varo yang terlihat marah dan kecewa.Tapi,itu sudah jalan mereka.
"An-anu bukan ak-"
__ADS_1
"Besok bun,satu bulan lagi"potong nita.
Lagi lagi dinda menatapnya tak percaya.
Mereka bekerja sama untuk mengerjainya!.Ya Dinda tau mereka hanya bercanda.
"Ga usah percaya bun, mereka boong"
ucap dinda.
"Engga boong bun,dianya aja yang masih merahasiakannya,padahal mah kita udah tau"ucap anya membuat dinda memelototinya.
"Hustt sementara"bisik anya mengedipkan matanya.
Kali ini mereka percaya varo masih ada rasa dengannya.Dilihat dari wajahnya varo yang tiba tiba datar tanpa ekspresi. Mereka ingij tau,apakah dia bertindak saat mendengar kata ini?.Karena selama ini yang mereka tau,varo hanya pasrah menerimanya, walaupun hatinya kecewa berat.
"Varo?!"panggil bunda.Dinda heran kenapa suasananya menjadi serius seperti ini?.Apa si yang mereka maksud?.
"Nih bun,aku mau ke kamar dulu"ucap varo seraya memberikan zia ke pangkuan ibunya.
"O-h iya var"balas bunda menatap malang anaknya.
Tiba tiba tatapan dinda bertemu dengan tatapan tajam varo.Mereka saling berhadapan dengan saling bertatapan.
Dinda melihat ada yang beda darinya.
Dia seperti marah kepadanya?.Atau dia sedang sedih si?.Entahlah dinda tak paham itu.Bahkan,tanpa senyum atau apa,dia melenggang pergi gitu aja.
Perubahan yang sangat cepat.
"Bunda tidak akan berharap lagi, semoga kamu bahagia ya sayang"ucap bunda sambil menggenggam tangan dinda.
"Ini kenapa si bun?,kok pada serius banget"ucap dinda bingung.
"Engga papa dinda"balas bunda.
"Aduh bunda,mereka itu hanya bercan-"
Tiba tiba zia bangun dan menangis.
Sepertinya dia minta susu.
"Anu ya udah bun kita pulang ya, sepertinya zia terganggu karena kita"
pamit tino.
"Oh engga kok,dia cuma haus aja,... makasih ya kalian udah mau main kesini" balas bunda.
"Iya sama sama bun"balas mereka.
"Dadaaaah ziaa"
Mereka pun keluar dari kamar bunda.
"Bunda,aku juga pamit yah"ucap dinda.
"Oh iya sayang,hati hati yah, kapan kapan main kesini lagi yah,tiap hari juga ga papa"balas bunda.
"Haha,itu mah maunya bunda"ucap dinda.
"Hehe,harus dong"
"Iya,kapan kapan aku main lagi....dadah ziaa"ucap dinda seraya mencium zia yang sedang meminum susu.
"Dadaaa tanteee"
Celingak-celinguk,dinda tidak melihat keberadaan varo.Kemana dia?.Dinda merasa ingin berbicara dengannya.
Lagian,biasanya dia tak pernah meninggalkannya selama ini saat di rumahnya.Ah sudahlah sepertinya dia sedang sibuk di kamar.
__ADS_1
"Iiih kenapa kalian bicara seperti itu ke bunda si elah!"kesal dinda sambil memakan makanannya.
"Astaga,ga papa kali din,itu bukan masalah besar juga"balas anya.
"Masalah sangat besar maksud lo?"ucap dinda tambah kesal.
"Hidup masih panjang,kita bisa jelasin semuanya ke bunda kapan kapan"ucap nita.
Sekarang mereka sedang makan siang di restoran milik anya.Sekaligus nita dan bima ingin membicarakan tentang prasmanan yang akan dia pesan waktu acara nikahan nanti bersama anya.
Sedangkan fifi dan tino,mereka sudah pulang terlebih dahulu.Berkeluarga sudah beda lagi urusannya.
"Ya tapi kan,aku udah ga mau tentang calon suami di perpanjang lagi"ucap dinda
"Udah ga papa,ini terakhir kalinya kok,
lagian itu semua boong"ucap nita.
"Tapi gue kasihan deh sama varo"ucap dito.
"Kenapa?"tanya dinda.
"Dia terlihat cemburu ga si,kayaknya kecewa banget denger lo mau nikah besok"balas dito.
"Bagus dong"timpal bima.
"Kok gitu?"tanya anya.
"Ya itu tandanya dia masih cinta dinda,
gue yakin dia akan perjuangin itu"balas bima.
"Aduh ngawur lagi,kalian ingat ya udah ga ada rasa cinta lagi di antara kita!,kita teman!"jelas dinda penuh penekanan.
"Ya itu kan lo din,berda dengan varo"
ucap nita.
"Sama aja"balas dinda ngeyel.
"Semisal nih,varo menyatakan cinta sama lo,lo terima ga?"tanya anya.
"Engga lah,gue udah anggap dia sebagai teman!ga akan lebih!"balas dinda yakin.
"Dih, kemakan omongan sendiri tau rasa lo!"ucap dito.
"Ga akan,lagian laki laki mana si yang nyatakan cintanya kepada wanita yang jelas jelas udah punya calon suami"balas dinda.
"Yee kan lo tau gimana sifatnya varo dulu"ucap bima.
"Itu kan dulu, sekarang engga"balas dinda.
"Cieee hafal banget si"cibir anya.
"Dih kenapa jadi gini si,stop bahas itu!"
ucap dinda.
"Menarik si"
"Gue suka bahas ini,gimana dong?"
"Lo friendzone ya sama dia?"
"Ah iya nih,teman tapi dekat"
"Siap siap jadian lagi"
"STOOOOOOOPPPPPP!"
__ADS_1
"WHAT THE ****!"