
TingTong
Dengan ragu,dito menekan bel rumahnya.
Entah apa respon mereka atas kepulangannya, dirinya harus menerimanya.Mungkin saja mereka akan mengusirnya lagi.Dia tak yakin dengan ibunya,tapi ayahnya.Bisa saja dia menghajarnya seperti apa yang ayahnya anya lakukan.
Karena tidak ada sahutan,dia pun menekan kembali bel rumahnya.
TingTong
"Yaaa sebentar"dito sudah paham,suara itu adalah suara bibi,...art rumahnya.
Cklekk
Saat itu juga,sang bibi langsung menutup mulutnya,tak percaya apa yang ia lihat.
Rasa bahagia mulai menghampirinya.Dia yakin, majikannya akan senang anaknya
pulang.Terutama sang ibu,dia sangat menantikannya.
"Bi?"panggil dito.
"Den... akhirnya kamu pulang nak"ucap bibi girang.
"Hehe iya bi...mama papa dimana bi?"
tanya dito.
"Mereka sedang sarapan den,ayok masuk...pasti mereka sangat senang melihat den dito disini"tutur bibi.
"Masa si bi,dito ga yakin"balas dito seraya masuk ke dalam rumahnya, menuju ruang makan.Tak lupa dengan bibi yang mendampinginya.
"Aden kok ngomong gitu,ibu sangat khawatir sama aden lho"ucap bibi.
"Ibu?...ayah?"tanya dito, membuat bibi terdiam.Soal ayahnya,dia tidak berani menceritakannya.Tentu saja akan membuatnya sedih.
"Dito?... akhirnya kamu pulang sayang,
mama khawatir sama kamu,kamu darimana saja?,kamu disana makan kan?,kamu tidur dengan nyaman kan?...
hah?!"tanya mama dito berturut-turut.
Yang semula dia sedang makan bersama suaminya, sekarang dia menghampiri anaknya dan memeluknya erat.Dia harus memastikan anaknya baik baik saja selama seminggu ini.Sedangkan varo,dia membalas pelukannya sambil tersenyum terharu.Dia tak menyangka,mamahnya benar benar masih sayang dengannya.
"Gimana mau makan mah,dia nya aja lebih milih jadi gelandangan,daripada kerja yang enak"tutur ayah dito langsung membuat dito menatapnya tak percaya dengan apa yang ayahnya katakan.
"Jangan di dengerin dito"ucap ibu dito.
"Udahlah mah,dia itu mau hidup sendiri...
ngapain perhatian kepada anak berandalan sepertinya,ya ga pergi entah kemana,tanpa kabar...bahkan orang tuanya pun tidak dipedulikan"ucap ayah dito menusuk.
"Dito,kamu masuk kamar yah"perintah ibu dito,agar tidak ada keributan lagi di antara mereka.Dia tak tega melihat anaknya sedih karena ucapan sang ayah yang sangat keterlaluan itu.
"Kamar?,apa dia masih menganggap ini rumahnya?ayah kira dia udah punya runah sendiri"ucap ayah varo semakin memancing emosi dito.Dia terus menyindirnya dengan perkataannya yang menyakitkan.Apalagi tatapannya,seakan snagat benci padanya.
Dito menarik napasnya pelan.Tidak!,dia pulang,hanya untuk memperbaiki semuanya.Dia harus menahan emosinya,
dan mencoba bicara baik baik dengannya.Jujur saja,dia sangat sakit hati mendengar ucapan ayahnya.
"Papa,aku minta maaf"ucap dito. Membuat ibunya tertegun,termasuk ayahnya.
"Kaliaan...aku benar benar minta maaf,
__ADS_1
aku tau...aku banyak salah sama kalian,
aku anak yang tidak bisa di andalkan."
ucap tino.
Dengan perlahan dia melangkah menghampiri ayahnya yang masih duduk dengan tatapan ke depan.Lalu dia berlutut di sampingnya,dengan menundukkan kepalanya.Dia harap, dengan cara ini,dia dapat maaf darinya.
"Ditooo"gumam ibu dito dengan mata berkaca-kaca.
"Aku tau aku anak pembangkang,bahkan durhaka kepada orang tua,aku tidak mendengarkan apa yang kalian katakan,
aku tidak menuruti keinginan kalian,....
aku sungguh minta maaf....apa papa maafin aku?"ucap dito penuh ketulusan.
Namun, ayahnya berdiri dari duduknya,
dan menjauh dari kursinya, otomatis menjauh darinya.Usahanya kali ini gagal.
"Paaah?!...."tekan ibu dito.
"Diam mah!"ucap ayah dito.
"Ayaaah maafin aku...aku janji aku ga bakalan ulangi lagi kesalahanku,aku akan jadi anak..apa yang kalian mau,...sukses,
yah aku akan berusaha untuk sukses"
ucap varo tanpa menyerah.
"Kesalahan kamu bukan kepada kita saja dito!,kamu juga telah menyakiti wanita yang sudah sangat dekat dengan kita!"
ucap ayah dito.
ucap dito.
"Apa?!"ucap mereka terkejut.
"Apa kamu bilang hah!,apa kamu pergi,
tanpa menjaganya!,hah!"bentak ayah dito tepat di hadapannya.
"Karena dia melihat aku bersama wnauta lain,dia marah dan menangis,dia berlari tanpa mendengarkan penjelasan aku dulu...dan saat dia berlari menjauhiku...
dia ketabrak mobil....hiks aku sungguh tidak sengaja....aku salah"ucap tino dengan rasa bersalahnya.
"Gimana keadaan dia?"tanya ayah dito datar.
"Dia belum sadarkan diri"balas dito lemes.
Membuat ayahnya memijat pelipisnya.
Kesalahannya bukan hanya membuat anak dari sahabatnya sakit,tapi juga membuat hubungan persahabatannya juga berantakan.
"Kenapa kamu pulang!"ucap ayah dito.
"Ayah anya mengusir aku...dia marah sama aku,sampai sampai aku tidak dibolehin bertemu dengan anya lagi....
aku ga bisa"ucap dito yang ada dipelukan ibunya.Sangat nyaman.
"Kamu salah besar dito!"ucap ayahnya frustasi.
"Maaf paa...."ucap tino lirih.
__ADS_1
Melihatnya menangis, membuat hati seorang ayah tersentuh.Apa dirinya sudab keterlaluan?.Tapi tidak!,itulah yang harus ia terima atas kesalahannya.
Namun,kali ini dia akan memaafkannya.
Melihat ketulusan di mata anaknya, dia yakin,dia serius dengan ucapannya.
"Berdiri"ucap ayah dito membuat dito terkejut.Apa dirinya harus menerima pukulan lagi?.
"Papa bilang berdiri"ucap ayahnya lagi. Sudah cukup,dia memberinya pelajaran.
Dengan ragu,varo pun berdiri di hadapannya.Dia terus menundukkan kepalanya,seakan takut dengan ayahnya.
Dia menunggu apa yang akan dilakukan ayahnya kepadanya.Dia pasrah,dia akan menerimanya dengan baik.
"Jangan ulangi lagi!"ucap ayahnya seraya menepuk kedua bahunya.
Dito masih menatapnya tak percaya.
Melihat anggukan dari ayahnya, seketika
dia tersenyum senang.Dia langsung memeluk ayahnya,dia sangat berterima kasih padanya.
"Makasih pa,papa mau maafin aku"ucap dito.
"Sama sama,tapi ini kesempatan terakhir kamu"balas ayah dito sambil mengelus punggung anaknya.
"Aku akan menggunakan kesempatan itu dengan baik pa"ucap dito sangat senang.
"Hmm"
Lalu dito pun memeluk sang ibu.Dia juga sangat berterima kasih padanya.Dia masih peduli dan sayang kepadanya.
Kalau bukan ibunya,pasti sekarang dirinya sudah pergi dari rumah untuk selamanya.
"Maafin aku ma...."ucap dito.
"Iya sayang,mama maafin kamu"balasnya.
"Sudah,kamu pergi ke kamar...nanti kita jenguk anya"ucap ayah dito.
"Tapi yah..."ucap dito mengingat betapa marahnya ayah anya kepadanya.Melihat wajahnya pun,dia enggan.Apalagi kehadirannya.
"Kamu masih cinta anya kan?"tanya ayahnya.
Dito mengangguk mantap.
"Perjuangin dia...terima semua apa yang terjadi nanti...papa akan bantu kamu"
ucap ayahnya.Lagi lagi membuat senyum dito terbit di wajahnya.
"Makasih pah"ucap dito.
"Jangan makasih dulu, mungkin saja nanti ga berhasil..."ucap ayahnya bergurau.
"Harus dong pa... pokoknya ha-"
"Mulai lagi?hmm?"tanya ayahnya.
"Iya paa... berhasil atau tidaknya,dito terima kok"ucap dito.
"Hmm,anak ba....brandal"
"PAPAAAAAAA!"
__ADS_1