
Tembakan varo tepat kena dada candra.
Membuatnya tumbang tak bernyawa.
Bukannya membuat varo sedih,tapi dia senang.Balas dendamnya terbalaskan,
dia menatap candra dengan penuh kebencian.
Hal itu juga membuat dinda tersenyum. Ternyata tindakan varo sesuai dengan apa yang dia pikirkan.Sifat varo sama dengannya.Siapa yang dia benci,dia tidak akan mengampuni.
Setelah itu,dinda mendudukkan varo di lantai.Lalu dia melepaskan jaketnya,dan ia ikatkan ke lengan varo yang terkena tembakan.Tentu saja membuatnya khawatir kepadanya.
"Maafin gue!"bisiknya.
Membuat varo tersenyum.Dia menarik tubuh gadisnya ke pelukannya.Dia tidak menyangka,ternyata gadisnya memang gadis nakalnya.Gadisnya telah berbohong kepadanya.Tapi sekarang yang terpenting adalah keselamatannya.
"Tunggu hukuman dariku sayang"ucap varo terkekeh.Membuat dinda melepaskan pelukannya, lalu menatap kesal dia.
Varo melepaskan masker yang gadisnya pakai Seketika membuat teman temannya terkejut.Mereka bisa menyaksikan mereka,karena semua mafioso sudah tertidur untuk selama lamanya.Hanya saja beberapa mafioso blackwhite dan anggota virgo yang masih bernapas.
"Gue menyukai ini"varo menarik lehernya,
laku dia mengecup bibir gadisnya.Tentu saja membuat dinda malu,dia pun memeluknya kembali.Bisa bisanya dia melakukan in di situasi yan seperti ini.
"Pasangan bangsat!"ucap bima.
"Ja-jadi kalian?"ucap tino seraya menunjuk ke ketiga wanita yang merupakan anggota mafia blackwhite.
"Kita teman kalian!"ucap fifi,mereka pun membuka maskernya masing-masing.
Mereka hanya ada sedikit luka ditubuhnya,hanya saja tubuhnya terasa lemes dan pegel.
"Sumpah!ini..ga lucu!!"ucap dito yang amsih ga percaya.Mereka tak menyangka, ternyata teman temannya itu wanita yang menganggumkan.
"Ga lucu!kalo lo ga beri uang jajan ke gue!"ucap anya seraya memeluk dito.
Tak hanya mereka,nita pun memeluk pacarnya.Mereka berpelukan sangat erat.Sedangkan fifi,dia ragu untuk memeluk tino.Yang membuatnya ragu ada kejulidannya tino,sudah pasti kalau dirinya memeluknya,dia akan menjailinya.
Menyebalkan.
"Gue aduin lo ke ibu lo!"ucap tino seraya menarik fifi ke pelukannya.Tentu saja membuat fifi tersenyum malu.
"Dinda,apa kamu ga mau peluk kedua abangmu ini?!"ucap deni dengan malangnya.
Dinda pun tertegun.Dia segera melepaskan pelukan varo,lalu dia menghampiri kedua abangnya dan memeluknya.Walaupun setiap hari bertemu atau bertukar kabar,entah kenapa hari ini mereka penuh terharu.
Mungkin karena mereka berhasil menghancurkan lawannya.
__ADS_1
"Pincess daddy?!"
Suara itu membuat dinda terpaku.Lalu dia menatap ayahnya yang sedang duduk bersandar dinding,dengan wajah yang pucat.Dia menatapnya penuh kerinduan.
Tapi tetap saja,mengingat apa yang ia lakukan padanya,membuatnya benci kepadanya.
"Maafkan daddy.. uhukuhuk"lanjut jordi.
Melihat keadaannya??..membuat dinda tak tega.
"Daddy.."ucap dinda.Dia berlari menghampiri ayahnya,lalu dia memeluknya.
Tentu saja membuat jordi bahagia dan terharu.Akhirnya setelah bertahun-tahun, dirinya bertemu dengan anak perempuannya.Dia sama sekali tak menyangka,setelah apa kesalahan yang ia perbuat,dinda masih mau menyebutnya daddy dan memeluknya.
"Maafkan daddy...daddy sangat merasa bersalah dan menyesal,telah mempercayai mereka!"ucap jordi seraya mencium kening anaknya.
"Sudahlah dad lupakan!yang penting daddy selamat dari mereka!"balas dinda.
"Tidak!daddy tidak selamat!"ucap jordi.
Membuat dinda dan yang lainnya heran.
"Apa maksud daddy?!"tanya dinda tak suka.
"Di tubuh daddy sudah ada racun,yang sedang menggerogoti tubuh daddy, membuat daddy seperti ini,uhuk"ucap jordi.Tidak!!apapun pasti ada obatnya!.
Dorrr
"Arghhh...sakiit!!"rintih jordi seraya memegang dadanya.Bagian dada lah,
lebih tepatnya jantung,yang menjadi incaran untuk membunuh siapapun.
"DADDYY!!"teriak dinda,dani,dan deni.
Mereka segera menghampirinya.
"Ma-maafkan semua ke-kesalahan daddy kalian ini nak,ta-tapi daddy senang,daddy bisa berkumpul de-dengan kalian.. uhuk,
sekarang,saatnya daddy pamit,dan da-daddy akan menyusul mommy kalian uhuk.."ucap jordi terbata bata.Dinda dan kedua abangnya memeluk ayahnya.
"Daddy jangan tinggalin aku!!"ucap dinda.
"Sayaaang,ka-lian tetaplah bersama, selalu percaya satu sama lainnya,jangan seperti daddy...railah mimpi kalian,jadi orang yang berguna bagi keluarga...."
Itulah ucapan terakhirnya.Dia sudah menutup matanya,tak bernyawa.Tapi dinda dan kedua abangnya tidak akan menangis.Mereka tak ingin membuat kedua orang tuanya sedih.
Setelah itu!dinda menatap tajam minda yang sedang di hajar secara bergilir oleh para temannya.Tapi menurutnya,
__ADS_1
tidak puas,jika targetnya tidak mati olehnya.
"Arghhhh!!sakiiiiittt!"rintih minda.
"Minggir!!!"tekan dinda dengan sorot matanya begitu mengerikan.Para temannya pun menjauh dari minda yang sudah sangat tak berdaya.
Dinda mengambil pedang yang tergeletak di bawah kakinya.Entah itu kebetulan atau memang dinda lah harus menggunakannya.Pedang adalah senjata favoritnya,yang membuatnya puas untuk mencincang lawannya.
Glekkkk
Melihat itu membuat teman temannya menelan ludahnya kasar.Nita menggigit jari bima yang digenggamnya.Apa yang ia lihat dulu akan terjadi sekarang lagi?.
"Apekah?"gumam tino dengan wajah terkejutnya.
Varo,dani,dan deni sungguh terkejut dengan apa yang dinda lakukan.Dani dan deni tidak menyangka dengan perubahan drastis sang adik.
"Lo pembunuh yang bodoh minda!!"sarkas dinda,dengan langkah pelan,dia menghampiri minda.Tentu saja membuatnya panik.Apalagi pada pedang panjang penuh darah,yang ia bawa.
Mengerikan!.
"Menjauh dariku!!"sarkas minda ngos-ngosan.
"Kau takut?yaa,kau memang pembunuh yang bodoh!"ucap dinda seraya berdiri tepat di depan minda.
Setelah itu,dinda menendang kaki minda bagian belakang,membuatnya bertekuk lutut didepannya.Mekihat itu,membuat dinda tersenyum senang.Itulah salah satu yang membuatnya bahagia.
"Arghhh...kau iblis!!dinda!!"sarkas minda.
Membuat dinda tersenyum miring, seperti iblis.Itu seperti bukan gadisnya!.Varo sangat tidak menyangka.
"Kau baru tau?"tanya dinda terkekeh kecil.
"Kau iblis yang tak punya hati!kejam!licik!..."
"Banyak bacot!!!"sarkas dinda.
Dengan sekali tebasan,kepala minda sudah menggelinding ke lantai.Tentu saja teman temannya sangat terkejut dengan wajah melongo.Memang dia seperti iblis cantik yang sangat kejam.
Tak hanya itu mereka semakin dibuat terpukau saat melihat dinda terus memotong motong tubuhnya sampai tak terbentuk.Darah mengalir dimana mana,dan semua organ tubuhnya terbagi menjadi banyak bagian.
"Dinda?"gumam varo yang masih terbengong-bengong.Tak beda dengan teman temannya,
mereka menyaksikan itu dengan wajah tololnya,benar benar kejam dan sadis.
DorDorDorDor
Tembakan berkali-kali itu mengenai punggungnya.Seketika membuat tubuh dinda limbung tergeletak ke bawah.Tentu saja teman temannya berteriak,seakan lemas melihatnya.
__ADS_1
"DINDAAAA!!"