Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 7


__ADS_3

"Megah banget,anjir!"ucap fifi seraya masuk ke dalam mension dinda.


Sudah dari tadi mulut mereka terus cerocos mengagumi keindahan mension milik dinda.Besar dan tinggi,dengan bergaya Eropa membuat mereka ingin pindah bersamanya.Tapi anehnya kenapa serba warna yang gelap,terlihat menyeramkan.


"Megah,tapi gue takut anjir,kenapa da foto kayak drakula gitu lagi,mending foto gue,sudah cantik,imut,dan tidak membosankan!dan itu lagi,kenapa ada foto tengkorak,mending foto bentuk tubuh gue,lebih bohay"timpal anya,


dia memang childish, konyol dan penakut,tak lupa cerewetnya membuat mereka mengelus dada.


"Diamlah!"sarkas nita.


Dinda hanya tersenyum kecil, mendengarkan ucapan teman temannya.


Sangat lucu.Dia membawa mereka ke kamarnya.Karena,dulu kebiasaan yang mereka lakukan ke rumahnya,hanya menuju ke kamarnya.Kamar adalah tempat utama yang mereka tuju.


"Astaga,kamar apa ini?gelap woy"ucap anya.


Mereka memasuki kamar dinda yang semuanya terlihat gelap.Walaupun banyak cahaya matahari yang masuk lewat pintu jendela,tapi masih saja terlihat gelap.Mungkin karena semua warnanya gelap gelap,dan itulah warna kesukaannya dinda,terutama warna hitam.


"Tak apalah, menyeramkan tapi nyaman dan wangi,gue suka"lanjut anya.Tanpa ragu,dia naik ke ranjang,dan melompat lompat dengan senangnya.


Sangat empuk.


"Anjir,banyak banget,bagus bagus lagi"ucap nita,dia menuju ke walk closed kamar dinda.Banyak pakaian pakaiannya yang tertata rapi disana.Tak hanya itu, ternyata dinda suka merawat diri,banyak skincare yang sangat terkenal.Tentunya semua itu bukanlah barang murah.


Sedangkan fifi,dia menuju ke kamar mandi kamar dinda.Kamar mandi adalah tempat kesukaannya,untuk bersantai dan menghibur diri.Sangat luas dan bak mandinya juga besar.Apalagi,sabun mandinya adalah sabun yang ia inginkan.


Bahkan,sabun mukanya juga,dia ingin mencobanya.


Dinda?dia menyibukkan dirinya dengan ponselnya.Memantau setiap hal yang ia ingin tau, terutama tentang para mafioso nya dan markasnya.Selain itu, perusahaannya juga ia pantau.


"Aaaaaa"Teriakan cempreng itu membuat mereka kembali ke kamar dinda.Dan melihat apa yang terjadi dengan anya.


"Lo kenapa anya?"tanya nita.


"I-ini?!"ucap anya menunjukkan pistol yang ia temukan di meja samping ranjang kamar dinda.


Glekkkk


Mereka menelan ludahnya kasar.Melihat itu teringat dengan novel yang mereka baca.Tentang mafia ataupun psikopat.


Sungguh mengerikan.Mereka pun menatap dinda dengan takutnya.


"Itu punya gue!"ucap dinda dengan santainya.Membuat mereka mundur perlahan.


"Yang akan gue gunakan untuk membunuh orang,terutama kalian"ucap dinda menyeringai,dia mengelus pistol itu sambil mendekati mereka.


Dia mendekati mereka yang sudah ketakutan hebat.Tubuh yang bergetar, juga mendominasinya.Apalagi anya,dia sudah menangis terisak.Membuat dinda semakin menyukainya.


"Lo bercanda kan dinda?!"ucap nita tak percaya.

__ADS_1


"Gue serius!"


"Lo jahat banget dinda!"ucap fifi.


"Hiks lo lupa dengan kebersamaan kita dulu din,hiks lo tega melakukan ini pada kita?gue imut din dan gue selalu bisa lo tersenyum,lo masih tega melakukan ini?hiks hiks"racau anya.


Mereka melihat pintunya terbuka, mereka segera berlari keluar.Namun seketika mereka berhenti,karena tiba tiba pintu tersebut tertutup dengan sendirinya.


Membuat mereka semakin kelimpungan.


"Kalian mau keluar?"remeh dinda sambil memainkan remote yang bisa mengendalikan semua pintu di mensionnya.


"Dinda hiks hiks,gue mohon lepasin kita"


Dinda mengarahkan pistolnya ke arah mereka.


Membuat mereka semakin ketakutan.Dia merasa kecewa kepada dinda.Dinda yang dulu bukanlah dinda yang sekarang.


"Hahahahaha"tawa dinda melihat wajah ketakutan mereka.Betapa kocaknya mereka.Dia hanya mengerjainya.


"Dinda?"ucap nita tak percaya.Tawa dari dinda pun sangat menakutkan.Separti seorang penyihir jahat.


"Ups!,maaf gue hanya bercanda"ucap dinda,seraya mendudukkan dirinya di ranjangnya.


Membuat teman teman dinda menatap satu sama lain.


"HUAAA DINDAAAA KAU JAHAT BANGET SUMPAH!!!"teriak fifi,sedangkan nita dan anya dia menutup telinganya masing masing.


"Sudahlah!kalian duduk,gue akan cerita"


ucap dinda seakan tidak terjadi apa apa barusan.Tapi anehnya,teman temannya menurutinya.


"Okey,sekarang lo cerita semuanya pada kita!harus!"ucap nita,mereka pun duduk.


Seperti sudah melupakan kejadian tadi,


yang seharusnya mereka protes kepadanya.


"Jadi gini...."Dinda menceritakan semuanya dengan sangat rinci.Dari masalalu minda sampai dia bertemu dengan ayahnya.Penyebab mommynya meninggal dan dia berpisah dengan keluarganya meninggalkan mereka semua.


Dinda juga menceritakan kehidupan barunya di london.Dari awal sampai akhir.Tentu saja membuat mereka terkejut setengah mati.Apalagi mendengar perusahaan yang ia bangun.


Membuat mulut mereka melongo.


"Gue sangat kagum si ke lo,tapi maaf ya,


kita ga ada saat lo sedih waktu itu"ucap fifi sedih.


"Ga papa"

__ADS_1


"Untung saja,om jordi ga laporin lo ke polisi, sepertinya dia masih sayang ke lo"ucap fifi.


"Ya begitulah"


"Tapi lo bukan psikopat kan?"tanya anya sambil melirik ke pistol yang dinda pegang.


"Kalo iya gimana"goda dinda.


"Huaaa gue ga mau disini,mau pulang hiks"ucap anya yang segera menangis kembali.


"Bukan!gue punya mafia"ucap dinda membuat mereka tertawa.


"Lo jangan bercanda deh,ga lucu"ucap anya.


"Ga lucu ngapain tertawa bego!"sarkas fifi.


"Kalian ga percaya?"tanya dinda.


"Kalian tau ini?"lanjut dinda seraya menunjukkan jaket berwarna hitam mafia blakwhite, dengan bergambar tengkorak putih, adalah ciri khasnya.Kalau orang mengenal tentang permafiaaan,pasti tau.


"A-apakah ini mimpi?ini jaket mafia blackwhite kan?"ucap fifi dengan mata terbelalak.


"Ma-mafia terkejam di dunia?ngapain lo ikut begituan dinda,itu bahaya!"ucap nita.


"Gue pemimpinnya!"balas dinda,lagi lagi membuat mereka tertawa.


"Jangan bercanda lagi deh!"ucap anya.


"Kalian tau ini?"dinda menunjukkan jubah bergambar tengkorak,khusus untuk pemimpin mafia blackwhite.


"Anjir!kau-"


"Yah kalian tau itu"ucap dinda.


Teman teman dinda pun menatap satu sama lainnya.Mereka seakan diberi kejutan besar oleh dinda.Sangat mengagumkan sekaligus sangat mengerikan.Mereka cukup tau tentang mafia.Terutama mafia blackwhite,mafia yang kejam tanpa ampun.Apalagi pemimpinnya,dan pemimpinnya adalah temannya.


"gue masih tak menyangka dinda"ucap anya.


"Dengan alasan apa lo bangun mafia seperti itu dinda?"tanya nita.


"Gue ingin membalaskan dendam atas kematian mommy gue!"balas dinda.


"Jadi?kejadian waktu itu,saat lo dengan amel?"


Ucap fifi.


"Itu hanya kejadian kecil,belum nantinya"ucap dinda menyeringai,membuat mereka bergidik ngeri.


"Kaliam sudah tau siapa gue sekarang,gue tau kalian tidak mau temenan dengan wanita kejam seperti gue,kalian bisa pergi!"lanjut dinda.

__ADS_1


"Gue ikut lo!"


__ADS_2