
"Anyaa!"panggil rean seraya memegang tangannya saat berpapasan.Dia butuh penjelasan darinya.
Anya masih diam.Dia tidak berani menatapnya,setelah apa yang dilakukan olehnya.Dia yakin, dirinya telah mengecewakannya.Dirinya sudah menghancurkan hubungan dengan mudahnya.Apalagi, baru dua jam dirinya bahagia bersamanya.
"Anyaa,apa maksudnya?"tanya rean.
"Maaf"kata itulah yang keluar dari mulutnya.Dia juga kecewa pada dirinya sendiri.
"Maaf?,jadi apa yang lo katakan itu benar?"tanya rean.Anya pun mengangguk pelan.
"Lo mutusin gue,dengan alasan apa anya?,ini sangat singkat nya"protes rean.
"Gue tau"lirih anya.
"Apa alasan lo mutusin gue?"tanya rean.
Karena malam itu,anya hanya mengatakan,'kita putus',lalu dia mematikan panggilannya.
"Ini demi kebaikan lo kak"balas anya.
"Kebaikan? maksudnya?"tanya rean bingung.
"Udahlah kak.."ucap anya yang berusaha agar air matanya tidak jatuh.Dia tidak mau rean menganggap ini,sebagai masalah.
"Udah?lo bilang udah?,...anya!maksud lo kebaikan gue itu apa?...apa salah gue sampai buat lo mutusin gue?"tanya rean frustasi.Dia benar benar bingung dengan ini.
"Lo ga suka gue?,kalo lo ga suka gue kenapa lo nerima gue!,lo buat gue sakit hati nya!.."ucap rean dengan nada kecewa.
Tidak!!anya tidak tega melihatnya.Dia tidak mau dia sedih seperti ini.
"Kak,maafin gue,gue ga bermaksud buat lo sakit hati"ucap anya.
"Ga bermaksud?,ini apa nya,tiba tiba lo mutusin gue dengan alasan ga masuk akal seperti ini"balas rean yang masih menggenggam tangannya.
"Gue g mau lo lebih sakit dari ini!,gue cinta lo kak,lo liat kan betapa senengnya gue waktu itu"ucap anya.
"Kalo lo cinta gue!kenapa lo lakuin ini ke gue anya!,"ucap rean.
"Udhlah kak,kita udah putus!jangan bahas lagi soal ini"ucap anya tanpa membalas pertanyaannya.
"Lo ada cowok lain?"tanya rean membuat anya menatapnya.Lalu dia mengangguk kecil.Mungkin,dengan ini, dirinya bisa jauh darinya,tanpa membuatnya mengharapkan dirinya lagi.Dia tidak mau dia semakin kecewa padanya.
"Maaf"ucap anya.
"Oh gitu"gumam rean sedih.Anya hanya membuang mukanya,dia tidak tega melihat wajahnya.
"Tapi kita teman kan?"tanya rean.
Bukan teman yang anya inginkan!.
"Iyaa"balasnya.
"Boleh gue meluk lo?"tanya rean.
__ADS_1
Anya mengangguk.Sungguh,ini benar benar singkat.
Dengan tersenyum paksa,rean pun memeluknya.Dia memang sangat kecewa dengannya,menurutnya dia telah mempermainkan hatinya.Awalnya dirinya sangat bahagia,tapi hanya sekejap.
Bahagia itu berubah menjadi kesedihan.
"Maaf"gumam anya.
Tanpa mereka sadari,ada beberapa orang yang sedang menyaksikannya,dari arah agak jauh dari mereka.Mereka sedang duduk berkumpul di tempat biasa mereka nongkrong.
"Keras lo!"ucap bima dengan tangan bersidakep.
"Lo gak?...lo lebih lebih dari ini anjir"balas dito.
"Dit,sumpah lo keterlaluan woy!,ini salah lo sendiri, hubungan mereka jangan jadi korban kesalahan lo dong"tutur nita.
"Gue gak bisa!!,ga terima dia bahagia dengan pria lain!"balas dito.
"Parah lo!,lo ga kasihan sama anya?"tanya fifi.
Dia dan nita tidak tega dengannya,tapi mereka juga tidak ingin ikut campur dalam masalah percintaan mereka. Mereka hanya berharap,anya dan dito bersatu,supaya tidak ada lagi perdebatan di antaranya.Hanya saja mereka heran dengan dito!.
"Gue seneng anya nurut"balas dito yang membuat semuanya menggelengkan kepalanya.Dia sudah gila!.
"Lo mau kemana?"tanya tino yang melihat dito hendak pergi.
"Gak mungkin dong,gue biarin mereka pelukan selamanya!"balas dito seraya melenggang pergi, menghampiri anya dan rean yang masih asik berpelukan.
Mereka saling,merasakan sedih akan putusnya hubungan yang baru saja membuat mereka bahagia sejenak.
Anya pun segera melepaskan pelukannya.Tentu saja membuat rean menatapnya heran,dia seperti sangat takut seperti ini kepada cowok itu.Yang tak lain kakaknya.Sikapnya berbeda dari malam itu.Apa ada sesuatu?.
"Anya sini"ucap dito seraya merentangkan tangan kanannya,dan tangan kirinya ia masukan ke saku nya.
Di dalam hati para temannya:"Dih,sok cool,padahal ciwek!"
Anya masih enggan bicara dan berdekatan dengannya.Dia merasa dipermainkan olehnya.Bisa bisanya dia mengancamnya seperti ini!.Dirinya pernah berpikir akan membicarakan hal ini dengan ayahnya.
Tapi itu hanya sia sia.Ayahnya pasti tak percaya dengannya,karena dia sudah sangat dekat dengan dito.Dia seakan menyerahkan dirinya sepenuhnya kepadanya.Memyebalkan!.
"Anya!"tekan dito dengan nada penuh ancam.
Anya menatap rean sejenak.
"Dia bukan kakak lo kan?"tanya rean yang mulai berpikir negatif tentang anya.
Anya tidak menghiraukannya,dia pun menghampiri dito, langsung di sambut hangat olehnya,dengan merangkul bahunya.Panas?rean akui,hatinya sangat panas melihatnya.Seorang wanita yang dicintainya, lebih memilih pria lain dibandingkan dirinya.Yang jelas jelas,dia bilang bahwa dia mencintainya.
"Lo liat?dia lebih memilih gue!,.... pacarnya!"ucap dito.Seketika mata anya membulat.Apa maksudnya?,dan apa rencananya lagi!.
"Pacarnya?"gumam rean.
"Lo bilang dia kakak lo nya?"tanya rean.
__ADS_1
Anya masih diam,menahan emosinya kepada dito.Apa ini!!.
"Hah?kakak?apa dia berbohong?..sayang jangan bohong lagi!"peringat dito menatap anya dengan senyumannya.
Tangan anya mengepal kuat.Dirinya sangat tertekan karenanya.Dia telah mengacaukannya!,dia licik!.
"Anya?lo bohong?"tanya rean tak percaya.
Kenapa dirinya jadi seperti wanita kalem,
cupu yang mudah di perdaya olehnya!.
"Lo gila!"sarkas anya kepada dito.Dengan cepat,dia melepaskan pelukannya dari bahunya,lalu dia pergi meninggalkan mereka berdua.
"Lo brengsek dit!lo bajingan!!!"teriak anya
menatap dirinya di cermin.
"Anyaaa!lo ga papa?"tanya nita.
"Gue oke!tapi hati gue woy!!sakit anjir!"
balas anya frustasi.
"Lo sabar nya,gue ga bisa bantu apa apa"
ucap fifi.
"Gue masih bingung dengan ini semua ges!,kenapa ini terjadi ke gue!"racau anya.
"Gue yakin dito suka ke lo"ucap fifi.
"Tidak!,dia jahat!dia mempermainkan gue!,dia mengekang gue!,gue seakan boneka yang harus nurut kepadanya!"
ucap anya.
Nita dan anya pun memeluknya untuk menenangkannya.Betapa sakitnya,
menjadi seorang anya.Hanya karena cinta, membuatnya berubah.Anya yang pecicilan dan selalu ceria, sekarang dia wanita yang lemah,murung,dan pendiam menyembunyikan rasa sakitnya.
"Gimana kita foto aja dia!,masa seorang mantan bad girl nangis"ucap nita untuk mencairkan suasana,dan juga membuat anya tertawa.Dia wanita yang selalu menjaga image,tak mungkin dia membiarkan image nya turun.
"Eh jangan anjrit!!,entar malu dong!!"
protes anya mulai panik.Dan wajah paniknya,adalah hal yang lucu,yang membuat siapa saja selalu ingin menjailinya.
"Saatnya!"ucap fifi seraya mengarahkan kamera ponselnya kepadanya.Mata yang merah dan muka yang kusut,adalah keadaan wajah anya sekarang.
"Eh setan!,jangan woy!gue dandan dulu dong!!"ucap anya yang terus menghindari kamera itu.
CkrekCkrek
Beberapa foto aibnya sudah tersimpan di ponselnya.Melihat foto foto tersebut membuat mereka tertawa lepas.Nita dan fifi berhasil membuat anya tertawa lagi.
__ADS_1
"Hapus ih!!hapus!!"ucap anya.
Hahahahaha.