
"Mana ketua bodoh kalian itu!"ucap karvon remeh.Dengan anggota anggotanya berbaris mengelilinginya, membuatnya semakin bergaya dan tentunya sangat berani.
"Wah,udah datang aja nih,jadi kita ga menjatuhkan harga diri,hanya untuk ke tempat lo itu"ejek dani tersenyum miring,
para anggota virgo pun tertawa mengejek.Perkataannya sungguh tajam.
"Bangsat lo!"sarkas karvon yang merasa direndahkan.
"Mau apa lo ke rumah kita!"ucap varo,dari arah belakang.
Para anggotanya pun meminggir, membuat jalan untuk sang ketua.Varo melangkah kedepan,tepat berhadapan dengan karvon, sambil menghisap rokoknya,sangat santuy bukan?.
"Mau apa lagi kalo bukan....hancurin geng lo!"tekan karvon.
Yang dia tak suka dari geng virgo adalah,
karena virgo,kartal tidak terkenal lagi,hal apapun,pasti kartal yang keduluan oleh virgo,dan juga karena virgo,kartal dikenal dengan geng motor yang selalu buat ulah.Membuatnya ingin menyingkirkan virgo dan pastinya membubarkan geng motor itu.
"Sanggup?"tanya varo memandang remeh karvon,lagi lagi mengundang tawa ejek dari para anggotanya.Mengingat kejadian tadi malam,membuatnya geram dan ingin membunuhnya segera.
"Anjing!"umpat karvon.
Varo membuang puntung rokoknya,lalu dia menatap serius wajah karvon yang penuh kebengisannya.
"Gue udah berusaha melupakan apa yang lo lakuin tadi malam ke cewek gue,tapi lo
yang terus memancing gue, untuk tidak akan pernah melupakan kesalahan lo
dan akan membalasnya"ucap varo.
"Lagian gue juga ga nyuruh lo lupakan apa yang gue lakuin"ucap karvon menantang,melihat wajah tololnya, membuat teman teman varo ingin sekali menghilangkannya dari tubuhnya.
"Bos, lenyapkan saja dia"ucap bima.
"Lenyapkan? kasihan dong, keinginannya untuk menyingkirkan geng kita,ga tercapai,ntar dia jadi gila karena ga tenang di alam baru nya"balas varo.
Salah satu sudut bibirnya terangkat sedikit,saat melihat tangan karvon yang mengepal karena ucapannya barusan.Dia berhasil membuat karvon emosi.Dia itu berlagak baik pada masyarakat,tapi aslinya dia itu pencuri,sering menjambret,
dan selalu buat ulah di balik topeng hitam yang selalu ia pakai saat melakukan aksinya.Licik!.
"Banyak bacot lo!!.....seraaang!"ucap karvon dengan lantangnya.
Virgo dan kartal pun beradu kehebatan bela dirinya masing masing.Kartal yang memulainya,virgo akan meladeninya dengan senang hati.Sudah beberapa kali kartal kalah oleh virgo,tapi kartal tetap saja tidak ada kapoknya.
__ADS_1
"Aduuh,gue pengin ikut nih"ucap fifi.
"Gue juga anjir"kesal anya,dito selalu melarangnya keluar di saat seperti itu.
Kebiasaan!.
Mereka sedang menyaksikan peperangan antara virgo dan kartal.Ini bukan pertama kalinya,tapi setiap mereka main ke rumah virgo,mereka selalu disuguhkan hal seperti itu.Bukan hanya geng kartal,namun beberapa geng selalu mengganggu virgo,dengan tujuan sama persis dengan kartal.Hanya kartal lah yang tidak berhenti mengganggu virgo.
"Gimana din?"tanya nita.
Dinda masih terus menonton mereka,di balik kaca.Dia tertuju pada varo yang terus menyerang karvon dengan segala kelincahannya dan kepintarannya dalam bela diri.Dinda akui,varo sangat hebat dan dirinya selalu kalah olehnya.Tapi dia tidak mau varo terluka, seperti tadi malam.Dia khawatir!.
Mungkin karena dia sudah lama tak bertemu dengan kedua abangnya,
membuatnya tidak terlalu memikirkannya.Jahat?memang adik yang jahat,tapi seperti itulah perasaannya.Namun,dia masih tetap akan peduli dengan mereka berdua.
"Kita keluar,dan kalian hati hati!"balas dinda, langsung dibalas anggukan mantap dari ketiga temannya.
"Kalian?ngapain keluar!masuk lagi!"
teriak bima yang sedang melawan dua anggota kartal.
Dinda dan teman temannya pun ikut bergabung dalam peperangan itu.Tak menghiraukan tatapan tak boleh dari anggota inti virgo.Varo dan yang lainnya,
BughBughBugh
"Dindaaaa!masuk!"teriak varo menekan tajam,dengan berhenti sejenak dalam menyerang.
Membuat dinda ragu.Tapi,dia menghilangkan rasa keraguan itu.Dia terus menyerang lima anggota kartal.
Yang sepertinya,anggota kartal lebih banyak dari anggota virgo.Memang anggotanya sedikit,namun ilmu bela dirinya tidak sedikit.Cukup pintar.
Bughh
"Arghhh!"karvon pun tumbang karena tendangan kuat yang varo berikan di perutnya.
Tak hanya dia,namun para anggotanya pun sudah terkepar lemas.Sedangkan anggota virgo,mereka masih bergas, hanya saja terdapat beberapa luka di tubuhnya,dan tentunya ada rasa pegelnya.
"Sakit?...hah?"ucap varo seraya menarik kerah baju karvon.Lalu dia segera memberikan pukulan lagi padanya.
"Varoooo!sudaah!"teriak dinda dari belakangnya yang sedang berdiri paling depan anggota virgo.
Varo pun melepaskan kerah bajunya dengan kasar.Namun hal itu membuat karvon tersenyum miring.
__ADS_1
"Pergi!"tekan varo.
Para anggota kartal pun mulai berdiri dengan sedikit tenaganya yang masih tersisa.Karvon juga,sebelum melangkah pergi menuju motornya,dia mendekatkan wajahnya ke telinga varo.
"Bangsat!apapun yang sudah jadi milik gue! selamanya akan jadi milik gue!" sarkas varo,dia mengepalkan tangannya kuat.
Karvon hanya terkekeh remeh.Setelah itu dia menaiki motornya dan menjalankannya keluar dari halaman rumah virgo bersama para anggota kartal.
"Varo,lo ga papa?"tanya dito.
Varo tidak menjawabnya,dia segera melangkah cepat menghampiri dinda
dan memeluknya erat.Membuat para temannya bingung,apa yang membuatnya seperti itu.Terdapat rasa emosi dan takut di wajah varo.
"Varo?ada apa?"tanya dinda.
Bukannya menjawab,varo terus mengeratkan pelukannya dan memejamkan matanya.Dinda rasa,ada yang karvon bicarakan padanya, sampai membuat varo seperti itu.
"Din, sebaiknya lo bawa dia ke kamar atas saja, tenangkan dia"ucap tino,yang dibalas anggukan dari dinda.
Dia pun membawa varo masuk ke rumah dan naik tangga menuju kamar atas.
Kamar pribadi varo,siapa yang berjaga malam di rumah virgo,pasti tidak ada yang berani memasukinya.
"Varo lo ga papa kan?ada yang sakit?"tanya dinda seraya mendudukkan varo di ranjang.
"Gue ambilkan minum"ucap dinda,seraya berdiri dari duduknya dan segera keluar kamar untuk mengambil air putih.Dia mengambil minum, untuk menenangkan varo.
Namun sebelum dia melangkah, seketika dia terkejut,saat varo menarik tangannya,
membuat dinda jatuh ke pengakuannya.
Dia pun mengalungkan tangannya ke leher varo,karena takut terjatuh.
"Var?"
Varo memeluknya dengan erat,dia menenggelamkan wajahnya ke leher dinda.Pelukan ini dan aroma tubuhnya lah yang membuatnya tenang.
"CEWE LO CANTIK DAN MENARIK, GIMANA KALO GUE AMBIL?!!"
Mengingat perkataan karvon,tangan varo mengepal kuat,seakan sangat geram dengannya.Dia tidak akan membiarkan siapapun mengganggu miliknya!.
"Lo milik gue selamanya!"
__ADS_1