
"Saya tau pak"ucap anya mengangkat tangannya ke atas.Dia akan menjawab pertanyaan dari gurunya.Strategi apa?
agar semua orang mau mencoba makan di restoran kita,apabila kita baru saja membuka restoran tersebut.
"Kamu lagi anya?... baiklah silahkan" balas pak guru.Dia sedikit ragu dengan jawaban dari murid ter konyolnya. Memang dia selalu menjawab pertanyaannya,tapi semua jawabannya tidak masuk akal.
"Jadi gini, awalnya kita harus kasih mereka diskon,bahkan bisa saja makanan gratis, otomatis mereka suka kan pak,mereka pasti ke restoran lagi dong"jelas anya dengan mantapnya.
Para teman sekelasnya,pun mengangguk setuju dan mendengarkan dengan serius.
"Iya,terus?"tanya pak guru.
"Nah,pas hari itu,kita suruh mereka bayar dua kali lipat deh, untuk ganti makanan yang mereka makan tanpa bermodal,jadi kita ga rugi kan?"balas anya dengan sangat yakin.
Benar saja, ucapannya membuat yang lain menggelengkan kepalanya.
"Anak anak,lebih baik kita jangan ke restoran dia,takut ada penipuan"ucap pak guru merasa gemas kepada satu muridnya itu.
"Lho kok gitu pak?ga ada pembeli,nanti usaha saya gagal dong pak!"protes anya.
"Anya,kalo strategi kamu seperti itu,yang ada para pembeli kabur,malahan bisa saja mereka mengadakan demo ke restoran kamu"ucap pak guru gregetan.
"Haaa?iya pak?"tanya anya cengo.Tenyu saja membuat yang lainnya tertawa melihat tingkah lucunya.
"Astaga,pake nanya lagi!kamu memang ga jagonya makan saja anya,he'eh"ucap pak guru.
"Bentar!"anya mulai berpikir.Sebenarnya pikirannya pintar dalam hal ini,tapi hanya saja ketutup dengan pikiran penuh makanan yang akan ia keluarkan di restorannya,pastinya yang akan ia makan nanti.
"Nah gini pak, awalnya kita kasih harga yang murah tapi kualitasnya bagus,kita buat mereka tertarik dan ingin terus menjadi pelanggan kita,lama kelamaan,
kita naikan harga sesuai dengan target kita,tapi kualitasnya pun kita tingkatkan,
kita harus samakan harga dengan kualitasnya!"ucap anya membuat yang lainnya melongo.Dia memang lemot tapi pintar.
"Waaah, tiba tiba kamu sangat pintar begini, tumben banget"ucap pak guru terpukau.Dia dan para muridnya pun bertepuk tangan untuknya.
"Dih parah!tumben?saya pintar tiap hari dong pak!"balas anya.
"Ya ya ya, jawaban kamu barusan, sangat bijak,kamu bisa gunakan strategi mu yang ini,jangan yang tadi!"ucap pak guru.
"Dua duanya aja gimana pak?yang pertama kan bisa tambah tambah modal"
ucap anya,membuat pak guru menepuk kepalanya.
"Terserah kamu aja lah, mending kamu ke kantin terus makan,bapak harap kamu lupakan ucapanmu yang tadi"ucap pak guru yang mendengar bel istirahat berbunyi.
"Hmmm, baik pak"dengan otak yang ngebug,dia pun keluar dari kelasnya menuju ke kantin.
__ADS_1
Tapi,saat keluar dari kelasnya,dia dikejutkan oleh dito yang sudang bersender di pintu dengan tangan bersidakep.Membuatnya memutarkan bola matanya malas.Tak henti hentinya dia mengganggunya disaat dirinya sedang tidak mood dengannya.
"Lo masih marah?"tanya dito seraya menahan tangan anya yang hendak mau pergi.
"Menurut lo?"balas anya dengan sewotnya.
"Jangan kayak gini lah anya,masa gara gara itu, pertemanan kita berantakan!"
ucap dito.
"Berantakan?siapa bilang?tiap hari masih ketemu kok,bahkan ngumpul bareng" ucap anya.
"Waktu itu lo salah paham nya,gue hanya ga mau lo sama laki laki lain!lo gandengan tangan,lo tertawa sama dia,
gue ga suka!"ucap dito.
"Ingat!kita hanya berteman!tapi lo terus bersikap seolah-olah lebih dari teman dito!lo terus ngatur-ngatur gue,ini itu pasti harus izin dulu sama lo!"ucap anya lantang.
Dito cukup tertegun.
"Gue bukan seperti cewek lain dit,yang harus lo baperin,habis itu lo nyakitin!"
lanjut anya mengeluarkan semua unek-unek di hatinya.
"Bukan itu niat gue anya!...ya kita memang berteman!lo sudah seperti adik gue!tapi gue ga suka lo deket dengan pria lain!lo harus ngertiin perasaan gue anya!"ucap dito.Dia belum tau artinya cemburu!.
Awalnya dia tidak berharap lebih darinya,tapi melihat sikapnya yang seakan menunjukkan rasa kasih sayangnya kepadanya.Membuat anya berpikiran,kalau dia cinta padanya.
Tapi,dia hanya menganggap dirinya sebagai adiknya.
"Anyaa!lo maafin gue kan?gue janji gue ga akan ngatur-ngatur lo lagi,dan gue janji, gue akan kirim lo uang jajan lebih banyak lagi"ucap dito seraya menggenggam tangan anya.
Dengan terpaksa,anya pun tersenyum.
"Nah gitu dong"ucap dito dengan merangkul bahunya.Dia pria bajingan yang masih kecil,yang pikirannya hanya main main tanpa mengerti perasaan seorang cewek.
"Lo mau ke kantin?"tanya anya.
Dia harus menghilangkan rasa penuh harapan dengannya lagi.Dia akan bersikap selayaknya teman kakak dan adik.Lagian dia memang sudah seperti kakaknya.Kakak yang selalu menjaganya dan mengurusnya,mengurus dalam soal makan,uang jajan,sampai pakaian.
"Iyaa,tapi maaf,gue ga bisa bareng lo,
soalnya seseorang sedang menunggu gue,gue pergi dulu ya,nanti pulangnya bareng!"ucap dito seraya mengacak rambut anya,lalu pergi.Tentu saja membuat anya cengo.Dia masih saja begitu?.
"LO EMANG BRENGSEK DITOOOO" teriaknya.
Sedangkan teman temannya,mereka sedang makan di kantin.Tino dan fifi masih asik, memakan makanannya.
__ADS_1
Tidak menghiraukannya,ada dua pasangan kekasih yang sedang suap suapan di depannya.
Brakkkk
Seketika mereka terjingkat,saat tiba tiba ada anya yang menggebrak meja nya.
Semuanya menatapnya emosi sekaligus heran.Ada apa dengannya? wajahnya sudah seperti orang kesetanan.
Tanpa permisi,anya mengambil nasi goreng milik fifi,sekaligus mengambil sendok nya yang masih di mulutnya.
"Gue lagi kesel!"tekan anya sambil menyuapi mulutnya dengan sesendok nasi goreng.
"Wah orang gila, dateng dateng marah marah!"ucap bima.
"Kenapa si lo?!"tanya nita.
"Biasa,pasti masalah sama dito"ucap dinda sambil menerima suapan makanan dari pacarnya.
Anya mengangguk kecil.Dia kesal kesal begini,juga ada sedihnya.Mungkin,tidak seharusnya dirinya menangisi seseorang yang tidak cinta padanya.Bahkan kelakuannya pun seperti itu.Buaya! bajingan!brengsek!dan masih banyak lagi!.Tapi anya sudah terlalu dekat dengannya,sampai sampai dirinya ada perasaan dengannya.
"Dia memang pria egois nya,sama seperti varo, dia posesif dan pencemburu,tapi dia jelas,ga kayak dito,dia ga suka lo deket deket sama pria lain,tapi dianya kayak gitu"jelas tino seraya menunjuk dito yang sedang dikerubungi oleh para wanita.
Varo ga peduli itu,dia hanya fokus menyuapi gadisnya.
"Jelas jelas dia cemburu sama lo,tapi dia nya ga nyadar!sudah beberapa kali kita
bilangin,agar dia berhenti kayak gitu,tapi dia nya ngeyel!"lanjut fifi.
"Dia memang gila!"ucap varo.Dia juga geram kepada dito,karenanya teman dari gadisnya sakit hati.
Gila?anya rasa dia memang gila!.
"Mending,lo bersikap seperti biasanya, tanpa ada rasa lebih dari berteman,lagian lo punya gebetan kan?"lanjut dinda.
Membuat anya menunduk malu.
"Makasih semuanya"ucapnya.
"Elah makasih segala"cibir fifi bergurau,
dia pun mengambil kembali nasih gorengnya yang masih lumayan banyak.
"Iih fifi lo-"
"Tuh ada rean!"potong fifi menunjuk ke arah rean yang sedang menatap anya.
Tentu saja membuat wajah anya sumringah kembali.Tanpa berpikir panjang,dia pun menghampiri rean,pria yang sangat ia kagumi dari awal masuk.
__ADS_1
"Gas coook,pepet teruus"teriak bima menyemangati.Mengundang tawa dari teman temannya.