Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 169


__ADS_3

"Alaaaaaaan"rengek dinda yang sedang teleponan dengan alan.


"Apa sayaaang"balas alan tertawa kecil.


Dia sudah tau tujuan dinda menelpon dirinya.Tentu saja mau mengadu padanya.Dirinya tau apa yang dia bicarakan.Pastinya soal kejadian di atap gedung perusahaannya.Videonya sudah tersebar luas di sosial media.Tentu saja sedang ramai ramainya menjadi perbincangan para netizen.


Hal itu,bahkan membuat dinda tak berani membuka sosial media miliknya.


"Gimana?"tanya dinda.


"Gimana apanya?"balas alan balik nanya.


"Ga usah pura pura tidak tahu alan!, nyebelin tau gak!"kesal dinda.Dia sedang badmood malam ini.


"Bagus dong,kamu udah nyelametin nyawa orang"ucap alan.


"Memang begitu,tapi tidak diri aku yang dirugikan!"ucap dinda.


"Rugikan?, darimana? bukannya bagus yah...kamu jadi punya pacar kan"ucap alan terkekeh kecil.


"Kamu jahat!,kamu senang di atas penderitaan aku!"ucap dinda bercanda.


"Kok gitu?...yaah aku tau kamu terpaksa melakukan itu,tapi tak seharusnya kamu mengecewakannya dinda"tutur alan.


"Maksudnya?"tanya dinda.


"Kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang kamu katakan,salah satunya mencoba menerimanya"ucap alan.Dia adalah penasihat dinda yang baik.


Walaupun kadang nyebelin.


"Engga bisa lan,namanya juga terpaksa"


ucap dinda.


"Harus bisa dong,aku tau kamu mau mutusin dia kan?"ucap alan.


"Kok tau?"balas dinda.


"Janganlah begitu,itu namanya kamu ga bertanggung jawab,kamu akan mengecewakannya....kamu itu wanita yang benci kebohongan, tapi kenapa kamu melakukannya?!"ucap alan.Dia hanya meluruskan masalah dinda dan membantunya.


"Ya iya sih,tapi kan-"


"Kakakku yang baik,aku harap kakak tidak melakukan hal itu kepadanya,jalani saja kak"ucap alan memotong ucapannya.


"Sampai kapan lan?!,bahkan aku pun tidak cinta padanya"ucap dinda.


"Sampai dia berbuat yang menurut kamu keterlaluan,sangat tak pantas untuk dilanjutkan hubungan kamu sama dia"


ucap alan.


"Kalau tidak juga?"tanya dinda.


"Bagus dong!,...tapi selama menjalani hubungan itu,kakak harus berusaha menerimanya"ucap alan.


"Kalau sampai kapanpun tidak bisa menerimanya?"tanya dinda.


"Ya sudah bunuh aja!"kesal alan.


Kenapa dirinya yang kena jail olehnya?!.


Membuat dinda tertawa.


"Hahaha,oke oke makasih atas nasihatnya adikku tersayang"ucap dinda.

__ADS_1


"Sama sama kakakku tercinta"


Dinda pun mematikan teleponnya.Dia menatap dirinya di kaca.Apakah menerimanya,adalah jalan yang benar?.


Dirinya tak yakin itu,sudahlah dia tak mau memikirkan hal ini lagi.Entah jalannya bagaimana,kalau dia tak mengganggunya, dirinya akan diam.


Dirinya butuh healing!!!!.


TokTokTok


"Non,ada den varo di depan"ucap sang bibi.


Varo? ngapain dia disini?!.


"O-oh iya bi"balas dinda.


Bukannya keluar menemuinya,malahan dinda melanjutkan merias wajahnya.Dia tak peduli varo menunggunya lama lagi.


Bahkan dia berharap dia pergi dari rumahnya.Lagian dirinya juga mau pergi ke acara perusahaan ayahnya dito.Dia sudah siap dengan gaun cantiknya, rambut yang tertata rapi,wajah yang sudah di rias cantik,hanya saja ada yang perlu dia benarkan.


"Dinda aku menunggumu"ucap varo dari luar pintu kamarnya.


Hah? ternyata dia ada di depan pintu kamarnya?.Membuat dinda berdecak kesal.Tunggu!,apakah dia juga mau ke acara itu?.Dinda pun keluar kamarnya untuk menemuinya.Saat itu juga,dia melihat varo dengan berpakaian setelan jas hitam rapi.


"Hay sayang,kamu sangat cantik"ucap varo seraya memeluknya.


Wanita bergaun hitam itu hanya menanggapinya dengan tersenyum tipis tanpa membalas pelukannya.Tak apa lagian varo tidak mengharapkannya.


Yang penting,dia tidak menolak dipeluknya.Hari ini dia memang berbeda penampilannya.Terutama rambutnya.


Dia mengubahnya menjadi warna hitam,


dengan sedikit warna oren di ujungnya.


"Hmm, makasih"balas dinda.


"Sudah siap?"tanya varo.


"Sudah"balas dinda.


"Ya sudah kita langsung berangkat saja gimana?!"tanya varo.


"Hah?.."dinda tidak tau maksudnya.


"Kita berangkat bareng kan?!"ucap varo.


"Oh iya,ayok"balas dinda.Kenapa pikirannya ngebug dulu si.Membuat varo terkekeh geli, melihat betapa menggemaskan wanitanya.Anehnya dia sama sekali tidak merasa canggung dengannya.


"Baiklah"ucap varo seraya menggandeng tangannya.Dinda mau menolaknya,tapi varo tetap menarik dan menggenggam tangannya.Lagi lagi dinda kalah olehnya.


Kan,ceritanya masih sama.Selalunya dirinya tidak bisa menolak segala tindakannya padanya.


"Tadi kamu ga perlu jemout aku,aku bisa berangkat sendiri"ucap dinda.


"Engga,aku mau datang sama kamu"


balas varo.


"Bisa lepas ga yah"ucap dinda seraya mencoba melepaskan genggamannya.


Lagian dia sedang menyetir mobilnya,


tapi kenapa sambil menggenggam tangannya juga.Kebiasaan yang tak pernah hilang.

__ADS_1


"Engga"balas varo.


"Var!plis...."ucap dinda memelas.


"Kenapa sayang?apakah aku ada salah hari ini?"tanya varo.


Hah?masih tanya lagi!.


"Jangan bersikap yang membuatku risih kayak gini!,kalo aku bilang tidak ya tidak varo!"ucap dinda.


Seketika membuat varo menatapnya.


Entah apa arti tatapan itu,dinda yakin dia akan marah karena perkataannya barusan.Apakah dia akan memarahinya di hari pertama dia memilikinya?.Kalau iya, dirinya sudah tak yakin kedepannya seperti apa.


"Sudah sampai,kita turun yah"ucap varo.


Dia pun turun dari mobilnya,dan segera berlari kecil untuk membukakan pintu untuk dinda.


Jawabannya,tentu saja membuat dinda melongo.Dia tak merespon apa yang dirinya katakan tadi.Menjawab pun tidak.


Apakah itu caranya dia memendam rasa emosinya?.Sangat membuatnya tak menyangka,dengan salah satu perubahan sikapnya yang satu ini.


"Waaah lihat itu, mereka sangat serasi"


"Pak varo sangat mencintai queen"


"Mereka sangat cocok"


"Perjuangan pak varo tidak sia sia"


Desas desus mulai terdengar di telinga varo dan dinda.Mereka kagum dan memuji dirinya.Varo dan dinda menanggapinya dengan tersenyum sopan.Mereka terus melangkah di atas karpet merah,dengan dinda yang melingkarkan tangannya di lengan varo.


Dengan pakaian hitamnya,mereka sangat serasi.Padahal tidak ada kata janjian di antara mereka.


"Hallo pak varo,queen...saya senang kalian datang ke acara perusahaan kami"


ucap ayah dito.Dia dan istrinya pun saling berjabat tangan dengan varo dan dinda.


Mereka adalah salah satu tamu nya yang sangat penting.


"Yang punya acara mana nih?"tanya dinda.


"Saya juga tidak tau queen,dia belum juga datang,sudah saya telepon berkali-kali tapi dia tidak mengangkatnya"balas ayah dito.


"Padahal,acaranya sudah mau dimulai"


ucap ibu dito.


"Mungkin dia sedang di jalan pak bu,


kalau tidak datang,rugi sendiri dia"ucap dito terkekeh pelan.


"Rugi banget si pak,haha"balas ayah dito tertawa kecil.Mereka saling mengakrabkan diri di acara formal ini.


Mereka pun saling berbincang ringan,


banyak pengusaha lain pun ikut menimbrung.Namun dinda merasa sedikit tidak nyaman di sana karena tatapan pria yang tak lain rekan kerjanya dulu.Varo pun menyadarinya.Dia memindahkan dinda ke samping kirinya,


agar tidak berdampingan dengan pria itu.


Dia sangat membuatnya geram.


Hingga mereka terdiam ketika melihat siapa yang datang saat itu.

__ADS_1


__ADS_2