
Seorang pria yang sedang duduk di kursi tempat dimana banyak orang yang berkunjung untuk bersenang-senang.
Dengan pikiran yang kacau,dia terus meneguk wine yang ia pegang.Bukan hanya itu,dia terus menghisap rokoknya yang ada disela sela jarinya.
Dia adalah varo.Sudah hampir dua tahun setelah ditinggalkan gadisnya,dia sangat frustasi,dan berdampak negatif di kehidupan sehari-hari nya.Dia semakin dingin dan pemarah tak tersentuh.Dia sering keluyuran malam malam.Kalau saja bukan karena ibunya,sudah pasti dia tidak akan pulang ke rumahnya.
"Arghhhh!"geramnya seraya meremas kuat botol yang ada ditangannya.
Bayangan tentang dia terus menghantuinya.Adegan dia bersamanya,
melihat wajah merah dan panasnya,dan wajah kekhawatirannya kepadanya membuat varo tersenyum.Tapi itu hanya senyuman kecut,karena itu hanya bayangan.
Tapi mengingat dimana dia tertidur di ranjang rumah sakit,dengan tubuh yang penuh darah dan kesadarannya mulai menghilang.Saat itu dirinya sangat terpukul,apalagi mendengar kata dari dokter,bahwa harapan untuk dia hidup sangat kecil.
Tidak!!!dia belum sanggup kehilangannya.Tapi,belum sempat satu hari gadisnya di rawat,dia sudah meninggalkannya.Membuat hidup varo seketika hampa!penuh kegelapan dan dia berteriak sekencang mungkin, hingga dirinya tak sadarkan diri.
Dia belum rela gadisnya meninggalkannya.Begitu cepat dia membiarkan dirinya sendiri!.Tak ada satupun wanita yang bisa meluluhkan hatinya yang beku itu.Bahkan semua wanita takut padanya, mereka hanya menyukainya secara diam diam.
"Sudah var,lo udah minum banyak banget!"ucap tino seraya menepuk bahu varo.
Dia sedang melihat pesan terakhir yang dinda kirimkan padanya.Varo lo dimana?
lo ke sekolah lagi kan?lo baik baik aja kan?lo ga terluka kan? varoo balas dong pesan gue! pokoknya nanti saat gue ketemu lo!gue ga mau ada luka ditubuh lo!!.Tak hanya itu,masih banyak lagi.Varo masih menyimpannya dab tidak akan menghapusnya.
"Mau sampai kapan lo kayak gini terus var!"ucap dito,membuat varo terkekeh, sepertinya dia sudah mulai mabok.
Sampai kapan?..entah,varo seakan tidak bisa melupakannya,mungkin tidak akan pernah melupakannya.
"Lo coba lupakan dia var,kalau engga,lo pasti kayak gini terus!"ucap bima.
"Gue gak akan melupakannya anjing!!"
sarkas varo seraya memukul wajahnya,
tentu saja dengan tubuh yang oleng.
Bagaimana tidak,dia sudah menghabiskan tiga botol wine tanpa henti.
"Bangsat lo!!gue cuma nyaranin aja var,
gue peduli dengan lo!lupakan orang yang sudah tidak ada di dunia ini var!!"ucap bima seraya memegang sudut bibirnya yang terasa perih.
__ADS_1
"Dia masih ada!!dia belum meninggal!!
dia masih adaaa huaaa!!!hiks,dia masih bersamanku!"racau varo frustasi.
Sedangkan tino dan dito , mereka menahan tubuhnya agar tidak jatuh. Sudah berkali kali mereka menasehatinya untuk berhenti melakukan hal yang membahayakan dirinya.Seperti minum minuman berlebihan, merokok tanpa henti,balapan liar ugal ugalan,dan mencari korbannya setiap malam.
"Wah clengeran nih bocah!!sudahlah kita bawa pulang!daripada dia habis oleh para wanita ***** disini!"ucap bima.
Karena sudah dari awal datang ke tempat itu,banyak wanita yang mencoba mendekatinya.Terutama varo,dengan keadaannya yang seperti itu,banyak wanita yang ingin mengajaknya,kalau bdia menariknya ke kamar.Tatapan tatapan nakal, mereka berikan kepadanya.
"Kita pulang!"ucap dito.
Mereka pun bergotong royong untuk memapah sekalian menariknya keluar dari tempat itu.Disepanjang jalan,varo hanya meracau ga jelas,tentunya memanggil nama gadisnya.Sampai sampai membuat teman temannya heran kepadanya.Secinta itu dia kepadanya?.
"Astaga varoo sayang,kamu kenapa?"
tanya bunda varo khawatir.Dia segera duduk di sampingnya setelah dia didudukkan oleh para temannya.
Varo hanya diam, sambil memegang kepalanya yang sangat pusing.Rasanya tidak karuan,dan pikirannya terus melayang tertuju pada gadisnya.
"Dindaaa!!apa lo ga sayang gue!!lo tega tinggalin gue sayang!!"racau varo dalam pelukan ibunya.
"Varo,kau harus sadar nak, ikhlaskan dia.."tutur bunda varo seraya mengelus rambutnya.Hanya bau alkohol yang menyurak ke hidungnya.
dia rindu dan ingin sekali memeluknya.
"Jangan kayak gini terus sayang,jangan buat bunda takut.."ucap bunda varo,dia mencium kening anaknya.
Semua tentang apa yang anaknya dan teman temannya lakukan,dia sudah mengetahuinya.Dia sangat terkejut,atas meninggalnya candra,mantan suaminya.
Dia pikir,setelah varo membaca suratnya, dia tidak akan bertindak yang mengejutkan seperti itu.Ternyata apa yang ia lakukan dulu, berpengaruh pada sikap anaknya.
"Bunda,apa bunda ga khawatir padaku?
liat nih,ini karena anak tampanmu ini!"
ucap bima mengadu seraya memeluk bunda dengan manja.Dia pun menujukan sudut bibirnya.
"Kamu kenapa sayang?perasaan bunda ga ada luka"tanya bunda lembut.
Mengundang tawa teman temannya.
__ADS_1
Padahal dia butuh perhatian dari bunda.
Mereka sudah biasa bersikap layaknya bunda varo adalah ibunya sendiri.Dan bunda varo pun menyukainya.
"Awas lo!"tekan varo seraya menyingkirkan bima dari pelukan ibunya.
"Bangsat lo!"sarkas bima.
Kelakuannya membuat bunda tersenyum.
"Sudah sudah, kalian bawa varo ke kamarnya ya"perintah bunda.
"Baik bun"balas mereka.
"Kita nginep disini boleh kan bun? pasti boleh lah"ucap bima.,Huh! kebiasaan!.
"Terserah kalian! biasanya ga izin"balas bunda varo terkekeh.
"Hehe"
"Ya sudah terserah kalian mau ngapain,baju tinggal ambil punya varo,yang penting kalian izin sama orang tua kalian dulu"ujar bubda varo.
"Siap bun"
"Dan kamu varo!kamu ke kamar bersih bersih terus tidur!bubda harap besok jangan diulangi lagi!"peringat bunda kepada anaknya.
"Hmm"varo hanya berdehem,entah iya atau tidak,yang penting bunda sudah memperingatinya.
Bima,dito,dan tino pun membopong bosnya yang sedang galau karena cinta itu,ke kamarnya.Sebelum mereka menidurkannya ke ranjang,mereka saling bertatapan seakan ada rencana yang harus mereka lakukan.
"Dindaaa I love you!"gumam varo dengan mata yang masih tertutup.
Membuat teman temannya memutarkan bola matanya malas.Mereka tak henti henti mendengar nama itu dari mulutnya.
Mereka juga belum menyangka temannya itu, sekaligus bu bosnya sudah pergi,tapi mereka harus berusaha menerimanya.
"Baiklah,hayuk!!"ucap tino, diangguki oleh kedua temannya.
Setelah itu, mereka membawanya ke kamar mandi.Mereka menidurkan varo ke bath up secara perlahan,agar varo tidak menyadarinya.Lalu mereka menyalakan kran,dan dengan cepat mereka lari dari sana.
Seketika mata varo membulat,saat merasakan air dingin mengguyur seluruh badannya.Tentunya rasa emosinya membuncah, berani beraninya mereka mengerjainya,secara dirinya lah bos mereka!.
__ADS_1
"Awas kaliaaaan!!"teriak varo penuh ketajaman.