
Karena kelasnya beda beda,membuat dinda dan temam temannya harus terpaksa tidak bersama sementara. Sudah berkali-kali mereka protes,agar mereka satu kelas.Tapi,dosen hanya menjawabnya 'Kalian kan beda jurusan!'
seperti itu,terutama untuk fifi.
"Hay nya,jadi ke kantin bareng kan?"tanya seorang pria tampan kepada anya yang baru saja keluar dari kelasnya.Entah mimpi dari mana,anya bisa deket dengan pria yang dia sukai.
"Eh kak rean..jadi kok kak,baru aja gue mau chat lo"balas anya.
Pria itu namanya rean.Mahasiswa senior,
yang tentunya banyak digemari para wanita.Apalagi dia merupakan ketua basket dan juga pinter main gitar.Yah itulah tipe cowoknya.Dari awal masuk,
anya terus mengaguminya.Dia juga masih tak menyangka, dirinya bisa dekat dengannya.
"Hmm, berarti lagi nungguin gue nih?"goda rean.
"Ya iya lah kak!kan lo yang ngajak gue tadi pagi"balas anya tersenyum malu.
"Emang iya?"tanya rean seraya menaikkan alisnya satu.Tak lupa senyum manisnya yang menggoda.
"Ih kak rean!!gue malu anjir!"tawa anya dengan memukul kecil lengan rean.Dia wanita yang mudah baperan dan suka salting sendiri.Menggemaskan.
"Lo lucu!"kekeh rean.
Aduh,anya rasa,kalau lama lama bersamanya,dia bisa diabetes melihat senyum manisnya.
"Ah,lo bisa aja!"ucap anya.
"Jadi ke kantin ga nih?"tanya rean.
"Jadi dong!!ayok!"balas anya dengan senangnya.Apalagi rean menggandeng tangan kanannya.Jiwa bucinnya meronta-ronta.
"Lo bareng gue!"ucap dito dengan memegang tangan kiri anya,membuat mereka berhenti,tanpa melepaskan gandengannya.
"Lo apaan si,gue mau bareng kak rean!"
tolak anya kesal.Karena setiap hari dirinya sedang bersama rean,pasti dia selalu mengganggunya.Dengan marah marah ga jelas dan mengaturnya.
Menyebalkan!.
"Gue bilang lo bareng gue anya!"tekan dito,dia melepaskan gandengan rean dari anya dengan paksa.Lalu dia menarik tangan anya,agar lebih dekat dengannya.
"Hey,jangan kayak gitu dong sama cewek,
lo dengar kan?dia maunya sama gue!"
ucap rean.Aaa,anya semakin senyum senyum sendiri,melihat perjuangan rean untuk mendapatkan dirinya.Pede!.
"Lo siapa?hah?jangan mentang-mentang lo senior disini!,lo bisa ngatur gue?!cih"
ucap dito menatap rean remeh.
"Bukannya seperti itu,tapi cara lo ini salah!jangan kasar sama cewek,dan lo jangan maksa dia untuk ikut lo"ucap rean.
"Wah,lo berani sama gue?"ucap dito menantangnya,tanpa peduli dia adalah seniornya.
Eh bentar!kok jadi ribut kayak gini si?"batin anya.Lagian, kenapa juga tiba tiba dito marah,hanya karena dirinya kau pergi bersama kak rean.Aneh!.
__ADS_1
"Sudahlah,yuk kak kita pergi aja"ucap anya menengah.Dia harap tidak ada keributan tlagi di antara mereka.
Anya segera menarik lengan rean.
"Lo nolak gue?"tanya dito seraya menahan tangan anya kembali.Tentu saja membuat anya terdiam.Dirinya sudah terlalu dekat dengannya, membuatnya berpikir.
"Lo lagi kenapa sih dit!ga biasanya lo kayak gini!"kesal anya.
"Lo tega nolak gue?hanya karena laki laki ini?!iya?"ucap dito penuh penekanan.
"Engga gitu-"
"Emang,lo butuh pelajaran!!"potong dito seraya menarik kerah baju rean,dan siap untuk memukulnya.Membuat anya panik,
dia harus mencegahnya.Dia pun mendorong dito dari rean.
"Dito,katanya mau ke kantin bareng,kok waktu gue ke kelas lo,lo malah disini"
ucap seorang wanita menghampiri dito.
Membuat anya berpikiran negatif,tentang dito.Amarahnya seketika naik ke puncak ubun-ubun,dengan tangan yang mengepal kuat.
"Owh jadi...lo ngajak gue bareng sama lo itu,lo mau pamer wanita baru lo ini?hah?
lo jadikan gue obat nyamuk yang menyaksikan kalian berdua pacaran?...
iya?lo tega tau gak!!"ucap anya dengan lantang.
Dito menggelengkan kepalanya. Ucapannya tidak sesuai dengan pikirannya.Dia memang janjian dengan wanita ini,tapi dia juga ingin bersama anya.Dia tidak suka dia bersama pria lain,
selain dirinya.Tanpa dia sadari,dia memang pria bajingan!.
cih,ga pantes deket sama lo nya, mending sama gue"kekeh rean bergurau,
namun tersenyum remeh kepada dito.
Membuat dito menatap tajam dirinya.
"Kita pergi aja kak"ucap anya seraya melenggang pergi dari sana,disusul oleh rean.
"Anyaa,ga gitu,lo salah paham anya!!
ayaaa?!"teriak dito.
"Sudahlah dit,ga usah ngejar wanita itu,
lo liat kan,dia ga mau sama lo"ucap wanita itu.Dito hanya membalasnya dengan senyum terpaksa.
Saat di kantin,anya melihat teman temannya yang sedang makan bersama.
Dinda,nita,dan fifi paham,dia sedang berantem dengan dito.Mereka tidak mau ikut campur,hanya saja mereka harap mereka berdua menyadari rasa cinta satu sama lain.Terutama untuk dito!.
"Anyaa?lo ga papa kan?"tanya rean.
"O-oh gue ga papa kak"balasnya,tapi tidak dengan hatinya.
"Ya sudah,gimana kita makan,lo pesen semau lo,gue yang traktir"ucap rean.
__ADS_1
Betapa cepatnya perubahan wajah anya yang tadinya lesu sekarang cerah kembali,dengan penuh kesenangan.Soal makan,dia ga bisa menolak, ditraktir pula.
Tentu saja membuat teman temannya,
menggelengkan kepalanya.Sangat mudah, membuatnya mood kembali.
"Ayok kak!!"balas anya semangat.
Bentar,mereka juga melihat dito datang bersama wanita baru lagi.Oh,jadi itu yang membuatnya kesal?!.Hal itu sudah biasa,
sudah beberapa kali mereka bicara dengan dito.Katanya iya,tapi hari berikutnya masih saja.Biarlah,dia akan berubah dengan sendirinya.
"Kak itu apa?"tanya anya seraya menunjuk ke arah lain.
"Apa?"tanya rean mengikuti arah pandang anya.Tapi ia rasa tidak ada apa apa disana.
"Apa anya ga ada apa a-"
Ucapannya terhenti saat melihat wajah anya yang sedang menahan tawa,dengan mulut yang penuh makanan.Lalu dia melihat makananny,lihat saja makanannya sudah hilang separuh.
Membuatnya tertawa.Bukan karena makanannya,tapi melihat wajah anya yang menggemaskan itu.
"Lo memang wanita pencuri makanan yang baik"ucap rean tersenyum geli.Dia
menusuk nusuk pipi anya dengan jarinya.
Tentu saja membuatnya ingin tertawa.
"Noooo!!hahaha,nanti pada jatuuh kak,
hahaha"tawa anya seraya menahan makanannya yang ada di mulutnya, agar tidak berjatuhan.Pipinya merasa sakit,
bisa bisanya dia membuatnya tertawa.
Melihat itu,tentu saja membuat manusia disekitarnya ikut tertawa kecil.Kelakuan mereka snagat lucu.Tapi tidak dengan dito,dia meremas gelasnya yang ia pegang,tanpa merespon wanita di sampingnya yang sedang mengajaknya mengobrol.
"Ada yang cemburu tuh"bisik nita.
Teman temannya pun menyadarinya.
Mereka juga mendukung anya,biar dito sadar sendiri dengan kesalahannya.Dia tidak bisa jauh dari anya,tapi tidak juga dengan para wanitanya.Dasar buaya!.
"Kena mental ga tuh"kekeh dinda.
"Yang jadi perhatian gue itu, wanita itu anjir,pasti sakit,haha"tawa fifi mengundang tawa kecil dari teman temannya.
"Lo emang anak kecilnya gue,makan aja masih belepotan!"ucap rean sambil mengelap sisa makanan yang menempel di mulutnya.
"Bangsat!!"gumam dito.Sampai sampai minumannya tumpah mengenai baju wanita itu.
"Akhh,ditoo lo apa apaan si!"kesalnya.
"Sorry"ucap dito singkat.
Tanpa memikirkan hal itu, dia beranjak dari duduknya, melenggang pergi dari sana.Sebelum emosinya semakin tinggi,bisa buda dirinya menghajarnya sekarang juga.Tapi dia hanya tak mau anya semakin marah kepadanya.
"Ditoooo tungguin gue!!"teriak wanita itu.
__ADS_1
Hahahaha.