Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 145


__ADS_3

"Astagaa,kasihan banget anya..."ucap alan sambil berjalan berdampingan dengan dinda,menuju ke ruangannya.


"Banget!"lanjut dinda.


"Nanti temenin aku jenguk dia bisa kan?"


tanya alan.


"Bisa,nanti kabar kabar lagi aja"balas dinda.


Setelah beberapa naik lift, akhirnya mereka sampai di depan ruangan dinda.


"Makasih lho,udah nganterin sampe sini"


ucap dinda.


"Kan udah biasa..namanya juga jagain adik"balas alan terkekeh kecil.


"Nanti aku kebanyakan kakak dong...kan kamu lebih muda dari aku"ucap dinda.


"Jadi aku adik kamu nih?atau...pacar?"


tanya alan bergurau.


"Pacar juga ga papa hahaha"ucap dinda tertawa.Dia kalo bersamanya tidak pernah serius.Bercanda terus.


"Ya udah,aku pergi yah"pamit alan.


"Engga mampir dulu?"tawar dinda.


"Nanti ganggu lagi"balas alan.


"Engga lah,masuk dulu dong"ucap dinda.


"engga din, makasih,nanti dicari bos lagi"


tolak alan.


"O iya,kamu kan kesayangan pak bos"ucap dinda.


"Iya dong haha"balas alan.


"Dih ngelunjak!"cibir dinda.


"Ga papa kali...ya udah aku pergi dulu ya..


bye"pamit alan.


"Iya bye hati hati ya"balas dinda.


"Iyaa"


Setelah melihat punggung alan yang sudah tak terlihat,dinda pun masuk ke dalam ruangannya.Seperti biasa,pagi ini dia akan mengecek ponselnya.Entah itu hanya melihat jam saja,melihat email,


bahkan mengecek siapa tau ada notifikasi dari aplikasi film favoritnya.


"Selamat pagi bu...saya mau membacakan jadwal hari ini"ucap sang sekretaris.


"Owh iya,bacakan saja"balas dinda yang sedang menggeledah tasnya.Dia terus mencari ponselnya yang dari tadi belum juga ketemu.Di tasnya tidak ada,bahkan di saku celananya pun tidak ada.


Membuatnya kelimpungan saat ini,tak mendengarkan apa yang sekretarisnya bicarakan.


"Emmm...kenapa queen?"tanya sekretaris.


"Mbak,pinjem ponselnya boleh"ucap dinda.

__ADS_1


"Oh boleh queen"balas sekretaris seraya memberikan ponselnya kepadanya.


Dinda segera menelpon sang bibi.Dia memastikan ponselnya ada di rumahnya.


Kalau dia langsung ke rumahnya,dia takut itu hanya sia sia.Ponsel tidak ada,


membuang tenaga saja.


"Bi?...bi tolong cari hape aku yah"ucap dinda.


"Dimana non?"tanyanya.


"Nah aku ga tau bi...bibi cari aja di kamar sama kamar mandi...siapa tau disana bi"


ucap dinda.


"Baik non"balasnya.


Kamar mandi? mendengar itu membuat sekretarisnya mengenyritkan alisnya.


Apakah ada orang menaruh ponsel di kamar mandi?.Heh lucu.


"Maaf non ga ada...di balik bantal ga ada,


di wastafel pun juga ga ada non"balas bibi.


"Owh ya udah bi"


Wastafel?.Sangat aneh.Hal itu memenuhi pikirannya.


"Udah?"tanya dinda membuat sekretarisnya terjingkat.


"Oh udah queen.... berkas pentingnya udah saya kirimkan juga ke email queen"ucap sekertaris.


"Astagaa....ya udah kamu print berkas itu,...saya keluar sebentar...nih makasih ya"ucap dinda seraya mengembalikan ponselnya.


Dengan buru buru,dia pun keluar dari ruangannya.Dia yakin ponselnya ketinggalan di mobil varo tadi malam.


Dia rasa,dari keluar mobilnya,dia tak melihat ponselnya lagi.Sepertinya daat setelah telponan dengan alan,dia tak memasukan lagi ke tasnya.Astagaa ada ada aja.


"Pak bos!..klien sudah nunggu di ruang meeting pak"ucap asisten pribadinya varo.


Namun varo masih setia memandangi ponsel,sambil senyum senyum sendiri.


Membuat sang asisten heran sekaligus parno.Apa yang membuatnya senyum senyum seperti itu.Menakutkan.


"Pak!meeting mau dimulai kapan pak!"


ucap sang asisten dengan nada yang meninggi.


Lagi lagi varo tidak menyahut,bahkan tidak melirik,seakan dirinya manusia tak nampak.Varo sedang memandangi foto dinda di ponsel milik dinda.Memegang ponselnya, membuatnya merasa dia sedang memegang ponsel pacarnya.


Sayangnya,layarnya di kunci, membuatnya tak bisa membukanya.Bisa si,tapi dia tak mau ribet mengunjungi seorang ahli membuka kunci layar yang tak diketahui.Sebenarnya dia ingin sekali melihat lihat isi WhatsApp nya.Namun tidak apa apa,memegang ponselnya saja dia sudah senang.


Brakkkkk


"Pak!!kapan mulai!"gebrakan dan teriakan itu membuatnya terjingkat.Lalu dia menatap tajam sang asisten kurang ajarnya itu.


"Hehe,maaf pak,lagian...bapak ga nyahut nyahut sih"cengir asistennya.


"Karena saya sedang senang,kamu saya maafkan"ucap varo,tentu saja membuat sang asisten tersenyum lebar karena


terbebas dari hukuman bos nya.Tak lain adalah tugas yang berjuta juta kali lipat dari biasanya.


"Ada apa?!datang datang ga permisi!"

__ADS_1


tanya varo sewot.


"Perasaan saya sudah permisi sampai mulut saya berbusa!"gumam asisten.


"Kalo mau ngumpat,yang keras...biar saya dengar!"sindir varo.


"Oh engga pak.... maksudnya saya kesini,


mau tanya.... meeting kapan dimulai ya pak? soalnya klien sudah nungguin dari tadi"ucap asisten.


"Udah kumpul semua?... persiapannya sudah?"tanya varo.


"Sudah semua pak...tinggal nungguin pak bos aja"ucap asisten memelas.Dia memang ganteng,tapi sikapnya ga seganteng parasnya.Selalu membuat para karyawannya bingung dan kesal sendiri.


"Ngomongnya biasa saja!...btw saya tau lho malam tadi kamu ke klub kan?!"


ucap varo kepada pria muda yang menjadi asisten pribadinya ini.


"Emm anu anu pak..."


"Anu anu apa!,awas aja kalo saya tau kamu bermain wanita!,saya pecat kamu!"


ucap varo tegas.Karena dia tak mau memiliki asisten yang kelakuannya berbanding balik dengan kepintarannya.


"Engga kok pak,saya hanya nongkrong saja sama temen"ucap asisten jujur.


"Hmm"varo hanya berdehem.Dia pun melenggang pergi dengan disusul asisten pribadinya.Dia melangkah menuju ruang meeting yang sudah ia janjikan dengan sang klien.Dia tau, dirinya telat beberapa menit,tapi... mungkinkah mereka akan protes kepadanya?.Tentu saja tidak mungkin!.


"Mba...mau tanya,apa pak varo ada di ruangannya?"tanya dinda kepada resepsionis perusahaan varo.Dia tau langsung dimana perusahaannya, karena dia pernah di ajak ke sana olehnya.


"O-oh ada queen... apakah queen sudah membuat janji dengannya?!"tanya sang resepsionis dengan sangat sopan.


Bagaimana tidak,sang CEO perusahaan besar yang sedang bicara dengannya.


"Belum si,tapi saya ada keperluan dengannya"balas dinda.


"Oh baiklah...tapi pak varo sedang melaksanakan meeting pagi ini queen"


ucap resepsionis.


"Apakah masih lama?"tanya dinda.


"Baru saja mulai queen"balasnya.


"Aduuuh...ga mungkin kan balik lagi?!"


gumam dinda bingung.Jarak dari kantor kesini,cukup jauh.Sangat malas untuk bolak balik.Tapi,meeting tidaklah cepat.


Mana mungkin dirinya harus menunggunya.


"Mba,bisakah kamu carikan ponsel saya di ruangan pak varo...siapa tau ada disana"ucap dinda.


"Maaf queen,saya tidak berani masuk tanpa ada izin dari pak bos"balas resepsionis.


"Yaaah...saya mohon mbak...kali ini aja!"


ucap dinda memohon.


Membuat resepsionis merasa tak enak.


Seorang CEO memohon padanya?.


"Maaf queen...saya tidak berani"ucapnya.


"Ya udah biar biar saya aja yang nyari"ucap dinda.

__ADS_1


"Maaf queen...mari saya antarkan ke ruangan pak varo"ucap resepsionis mempersilahkan dinda untuk jalan terlebih dahulu.


"Hmm baiklah"


__ADS_2