
Dengan cool,varo pun turun dari mobilnya.Banyak pasang mata yang menatap kagum kepadanya.Walaupun dia sama sekali tidak melirik mereka,tapi tentu saja itu yang membuat mereka tergila gila padanya.Uhh keren dan seksi.
Varo diikuti oleh ke empat temannya yang saling bergandengan.Yaitu bima,tentunya bersama nita,dan dito bersama anya.
Sedangkan tino dan fifi,mereka sudah dari tadi di acara,awalnya fifi hanya sendiri,tapi tiba tiba tino menyusulnya.
Memang,mereka teman,namun teman tapi mesra.
"Selamat datang semuanya"sambut indah.
"Wih,makan yuk"ucap anya.
Dia tidak tahan melihat banyak makanan yang tersaji di meja prasmanan,yang tentunya dipesan dari restoran besar milik ayahnya.Sepertinya akan jadi miliknya.
"Yee,lo kan tiap hari makan begitu"cibir fifi.
"Ya tetep aja,gue laper ey"balas anya.
"Itu bukan laper,tapi doyan anya"timpal nita.Betapa irinya melihat mereka,anak orang jaya berkumpul!.
Tidak di rumah,tidak di acara penting,
mereka selalu membuatnya menggelengkan kepalanya.
"Btw dani sama dani belum pulang?"tanya tino.
"Belum,dah sukses mereka"ucap bima.
"Mereka ada dibelakang"ucap vina.
"Sama dinda ga?"tanya varo.Membuat semuanya memutarkan bola matanya malas.
"Tidak lah varo, kamu ada ada aja"balas indah.
Varo hanya diam saja,ternyata mereka belum tahu.Dirinya juga terpaksa kesini,karena dia ingin mencemari dinda.
Tapi bunda nya memaksanya.Karena tidak ada yang bisa datang selain dia.
"Sudahlah,kita mulai acaranya,biar cepat makan makan"ucap vina.
Acara tersebut pun mulai.Banyak pengusaha pengusaha sukses yang menghadiri di acara opening hotel tersebut.Jujur,mereka terpesona dengan desain bangunannya.Besar dan luas.
Namanya,Hotel Queen'D.Tentunya mereka tau itu adalah nama pemiliknya. Sayangnya pemiliknya sudah tidak ada.
Mungkin,hanya varo dan ketiga temannya yang belum tau.
"Dan ini yang kita tunggu tunggu,inilah sambutan dari pemilik hotel Queen'D, sekaligus ceo dari perusahaannya D'A company"ucap sang MC.
Dengan hati yang ragu,vina dan indah segera naik ke panggung.Namun,hendak berdiri dari duduknya,mereka tangan mereka ditahan oleh dani dan deni.
"Kenapa?"tanya vina.
__ADS_1
"Tunggu,kalian tidak perlu repot repot terpaksa jadi CEO lagi"balas dani.
Vina dan indah masih mencoba mencerna ucapannya.Tiba tiba matanya membulat,saat melihat seorang wanita dengan gaun yang indah,naik ke atad panggung.Dia melihatnya dengan jelas,
karena wanita itu yang merupakan adiknya tidak memakai maskernya.
Tak hanya mereka,tamu undangan, juga varo dan para temannya pun terkejut.
Apa itu wajah dari CEO?sangat cantik.
Itulah yang ada dipikiran para tamu,karna mereka mereka tidak tahu,bahkan soal CEO tersebut sangat tertutup.
"Dia CEO nya kan yang tiap hari pakai masker terus?"
"Wah cantik banget"
"Masih muda lagi"
"Dan sudah sukses"
Apa ini benar?dia temannya?masih hidup?kenapa dia disana?.Masih banyak lagi pertanyaan yang ada di pikiran teman teman varo.Melihat itu membuat varo ingin menghampirinya.Namun, teman temannya melarangnya.
"Bentar var!jangan kesana dulu!tunggu!"
ucap dito yang masih menatap tak percaya kepada dinda.
Jujur,sekarang dinda sangat gugup.
Dia menatap kedua abangnya yang sedang bersama kedua kakaknya.
Mereka pun mengangguk.Dengan hembusan napas dalam dalam,dia mulai berbicara.
"Selamat malam semuanya"ucapnya.
"Selamat malam"balas mereka dengan senyuman hangatnya.
"Malam ini,saya queen selaku pemilik perusahaan D'A company,mengucapkan terima kasih atas waktu kalian untuk datang ke acara saya,yaitu peresmian atau grand opening hotel milik saya"ucap dinda.
Ternyata melihat respon mereka yang terlihat senang dan penuh senyum ramah kepadanya,membuatnya yakin dan berani.Tiba tiba pandangannya terhenti tepat dimana teman temannya berada,
yang sedang menatapnya penuh gembira dan pastinya penuh pertanyaan.
"Sayang?ini ga mimpi kan?dia kembali dengan keadaan sehat dan sangat sukses"tutur bima.
"Itu bener yang,dia CEO yang misterius itu lho"balas nita.
Varo juga tak menyangka, gadisnya sangat mandiri dan pintar dalam apapun.
Bentar? gadisnya?ya,sampai kapanpun dia adalah gadisnya!.Gadisnya yang cantik dan multitalenta, tentunya selalu membuatnya kagum.
"Sayang juga mengucapkan terimakasih,
__ADS_1
terutama kepada kedua kakak perempuan saya dan para karyawan saya,yang setia dan bekerja sama, membantu saya mengembangkan bisnis ini,dan pastinya perusahaan saya"ucap dinda membuat vina dan indah terharu.
Tak lupa dengan para karyawan yang mendengarnya.Mereka sangat tersanjung dan sangat senang.Mereka sangat bersyukur bisa bekerja di perusahaan miliknya.
"Dan saya juga berterima kasih juga kepada kalian..para tamu undangan,dan semuanya,karena dukungan kalian,saya bisa membangun hotel ini untuk kalian nikmati"lanjut dinda dengan mantapnya.
ProkProkProk
Para tamu undangan pun bertepuk tangan meriah.
"Dan sekarang,saya buka hotel Queen'D ini,saya harap kalian menyukainya, nyaman untuk kalian,dan malam ini kalian bisa nginep disini,gratis...."ucap dinda.Tentu saja membuat mereka bertepuk tangan kembali.
"Hanya malam ini lho!,tapi besoknya bayar,...tenang!,masih diskon kok"ucap dinda seraya tersenyum kecil.
Membuat mereka juga tertawa, suasananya menjadi ramai dan tidak bosan.Ternyata queen,tidak hanya dingin dan datar,tapi dia orang yang seru dan menyenangkan.
Dinda pun diberi gunting,lalu dia menghampiri pita merah yang terbentang,siap untuk ia potong.Dengan gerakan penuh makna,dia memotong pita tersebut.
ProkProkProk
Mereka bertepuk tangan kembali, mengucapkan selamat kepadanya.Varo dan teman temannya pun ikut,malahan sepertinya hanya mereka yang bertepuk tangan sangat heboh,bahkan sambil berteriak memanggil nama queen.
"Wah, mengagumkan sekali"ucap dito.
"Ga nyangka si,semuada dia,dia sudah memimpin perusahaan nomer satu ini"
tutur tino.
"Apa sih?yang ga bisa untuk dia?apapun dia kuasai, seperti melelehkan hati si es batu pun,dia bisa"ucap bima terdengar menyindir varo.
"Jangan kayak gitu,liat tuh,dia udah ga tahan untuk memeluk gadisnya itu"ucap fifi.
Benar saja,varo terus menatap gadisnya yang sedang berpelukan dengan kakak kakaknya.Dan para tamu undangan,
mereka mulai menikmati makanan, setelah dipersilahkan oleh dinda.
"Hustt,kita kedepan yuk"ucap nita,di angguki setuju oleh para temannya.Tapi baru saja mau melangkah,dinda sudah pergi dari sana.
"Yaaah,dinda udah pergi gess"ucap anya kecewa.
"Ga papa,kita minta penjelasan kepada dani dan deni"ucap dito.
"Iya,kita juga mau protes,bisa bisanya mereka menyembunyikan ini dari kita,
dan... beraninya mereka asik asikan kerja tanpa pulang!"ucap bima gregetan.
"Kerja itu ga asik sayang"sahut nita yang ada digandengnya.
"Hmm,ya pokoknya itulah sayang"balas bima tidak jelas.
Membuat teman temannya memutarkan bola matanya malas.Setelah itu,mereka pun pergi, menghampiri dani,deni, vina, dan indah.Yang sedang mengobrol dengan seru.
__ADS_1