Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 97


__ADS_3

Dan malam ini juga,varo sedang menikmati segelas wine di klub, tempat kesukaannya.Kepala yang mengangguk-angguk,dia memejamkan matanya menikmati alunan lagu DJ yang meramaikan para pengunjung.Saat ini dia sendiri,itu sudah biasa.


"Hai"ucap kayla yang tiba tiba duduk di sampingnya.


Namun varo tidak menghiraukannya,


menatapnya pun tidak.


"Sendirian aja var?ga sama cewek lo?"


tanya kayla.Lagi lagi varo tidak menganggapnya ada.Menyakitkan.


"Gue temenin yah"ucap kayla tersenyum senang.Malam ini,dia harus berhasil mendapatkan hatinya kembali.


Dia pun meneguk minumannya,seraya menuangkan wine ke gelas varo yang sedang dia pegang.Varo tak protes itu,


dia hanya meliriknya,lalu meminumnya kembali.Tentu saja membuat hati kayla berbunga-bunga.


"Var lagi yah"ucap kayla seraya menuangkan lagi wine ke gelas varo.


Itu bukan botol pertama,namun yang ke dua.Itupun lebih banyak di minum oleh varo.Dan itu juga rencananya.Kayla akan membuatnya mabuk berat,lalu saat itu juga dia akan membawanya untuk bersenang-senang dengannya.Dia ingin bersatu dengannya dari sebuah kesalahan.Yah, menikah adalah niatnya.


"Gue ga mau temen gue ga minum"


ucap varo,dia mengambil botol tersebut,


lalu menuangkan ke gelas kayla.


"Ha? temen?"gumam kayla dengan senyum merekah.Permulaan yang baik.


"Baiklah,kita bersenang-senang"lanjut kayla.


"Okee"balas varo kembali menuangkan wine nya ke gelasnya.Tak butuh lama,


kayla pun meneguknya habis.Dia tak bisa membiarkan minuman yang varo tuangkan untuknya.Dia pria yang istimewa baginya.


"Minumlah yang banyak"ucap varo yang terus membuat kayla meminum wine tanpa henti.


Bahkan sampai dia sudah terlihat mabuk berat dan pastinya matanya sangat sulit dibuka.Tubuhnya yang kesana kemari dan mulutnya terus berbicara dan tertawa tidak jelas, menggambarkan keadaan kayla saat ini.


Varo hanya tersenyum miring.Dia pikir,


dirinya bisa dibodohi olehnya?.Jangan harap!.Dia tak tahu seberapa kebalnya dirinya dengan minuman alkohol seperti ini?!.Dasar bodoh!.


"Kalian"panggil varo kepada beberapa laki laki di depannya yang sedang menari dengan tubuh yang sudah sempoyongan.


"Butuh ******?"tanya varo.


"Butuh dong"balas mereka terkekeh.


"Silahkan nikmati"ucap varo seraya menaruh cek ke tangan kayla.Yang artinya, dia membayarkan para lelaki itu untuk menyewanya.Astaga,sangat kejam.


"Waaah, makasih bos"ucap mereka mendekat ke kayla.


Varo pun melenggang pergi keluar dari sana.Semenjak gadisnya meninggalkannya,dia memulai kebiasaan buruknya.Ibunya sudah beberapa kali menasehatinya,memang varo menjawabnya dengan kata 'Iya',tapi sikapnya menjawabnya 'tidak'.


"Varoo,jangan buat bunda khawatir mulu ih"kesal bunda yang sedang mengelus rambut anaknya yang ada di pangkuannya.


"Maaf"ucap varo.


"Semua masalah, pasti ada jalan keluarnya"ucap bunda.


"Tidak!,masalahku sama dinda belum lagi selesai"balas varo.


"Pasti ada,yah...kamu juga harus berusaha,tapi kamu juga harus sabar,


mungkin saja dia butuh waktu untuk bertemu denganmu"jelas bunda.

__ADS_1


"Butuh waktu?, sampai kapan bun?, sampai kapan aku menunggunya seperti ini!,dia pergi begitu saja meninggalkan ku"ucap varo.


"Sampai dia tenang,dia pergi juga ada alasan varo,dia salah paham denganmu yang kamu saja tidak tau apa kesalahanmu itu"ucap bunda.Dia juga tak tega dengan anaknya.


Dia terus terlarut dalam kesedihan, membuatnya tak semangat setiap hari.


Tapi bunda juga tidak bisa bernuat apa lagi,ini masalah percintaan kedua remaja,


yang dirinya tidak harus ikut campur.


Dirinya hanya orang tua yang hanya bisa mendoakan anaknya untuk mendapatkan kebahagiaan.


"Dit pulang yuk"ajak anya setelah menyelesaikan makan bersama di kafe.


Dito sudah menduga,anya sedang lapar


sekali,dilihat dari makanan yang ia pesan.Lumayan banyak.


"Udah?ga mau nambah lagi?"tanya dito.


"Emm,engga deh buat besok lagi aja"


balas anya terkekeh.


Dito hanya tertawa kecil.


"Eh bentar"ucap anya.


"Kenapa?"tanya dito.


"Gu-gue ke belakang dulu...udah ga tahan anjir"balas anya seraya berlari menuju ke toilet.Hal itu membuat dito menggelengkan kepalanya.Gadisnya sangat lucu.


Yah gadisnya.Dia juga masih tak menyangka dirinya berani mengungkapkannya isi hatinya kepadanya.Itu bukan niatnya dari awal, tapi kata kata itu tiba tiba muncul dipikirannya yang harus ia ucapkan.Dia bersyukur,anya menerimanya setelah kesalahan yang ia lakukan.


Tiba tiba dia terdiam saat melihat seorang cewek sendiri yang duduk di meja sampingnya.Tentu saja jiwa playboy nya keluar.Tapi terhenti saat mengingat anya,yang baru saja menjadi gadisnya.Ah...dia harus menahan dirinya.


Setelah menyelesaikan urusannya,anya pun keluar dari toilet.Dan di saat itulah dia bertemu dengan rean.Mantannya yang berpacaran hanya beberapa jam saja.Tapi untuk apa dia berdiri di depan toilet wanita?.


"Oh hai kak"balas anya gugup.Walaupun masih ada sedikit rasa padanya,dia harus berusaha menghilangkan rasa itu.


Menurutnya, ini sudah takdirnya dirinya tidak bersamanya.


"Lo lagi disini?sama siapa?"tanya rean.


"Iya,sama dito"balas anya.


Rean hanya mengangguk kecil.Ternyata sedekat itu dia dengan dito.


"Btw,lo lagi ngapain disini?"tanya anya.


"Owh gue la-"


Cklekk


Tiba tiba ada seorang wanita muda yang membuka pintu toilet.Dia masih berdiri di antara anya dan rean.Tatapan yang bingung dan gugup ia berikan padanya.


Siapa dia?,Apalagi melihat rean yang terlihat panik dan salah tingkah.Apa mereka ada hubungan?.


"Mama papa aku udah selesai"ucap seorang anak perempuan yang baru saja keluar dari toilet.


"Eh udah?,anak pinter"ucap wanita itu seraya mengelus rambutnya.Ternyata wanita itu sedang menunggu anaknya.


"Papa tante ini siapa?"tanya anak itu yang menghampiri rean dengan memegang kakinya.


Seketika mata anya membulat.Pa-papa?.


Apa maksudnya?."Tante, tante temennya papa aku ya?"tanya anak itu.

__ADS_1


"Owh ini papa kamu sayang?"tanya anya,


dia pun jongkok mensejajarkan tubuhnya dengan anak kecil empat tahun itu.


"Iya tante,tante bukan selingkuhan papa kan?"tanya anak itu.Astaga,masih kecil sudah tahu kata itu,yang pastinya artinya juga.


"Hey sayang!,jangan bicara seperti itu!,


ga baik!"peringat ibunya.


"Katanya,kalo papa sama berantem terus, salah satunya ada yang selingkuh"


balas anak kecil itu dengan wajah polosnya.Berantem?.


"Kata siapa?,kata siapa kamu bicara seperti itu?!"ucap ibunya.


"Ya jelas jelas itu ajaran lo lah, siapa lagi!"


timpal rean.


Bentar!,anya masih bingung.


"Sayang,tante hanya teman ayahmu kok"


ucap anya seraya melirik rean yang terlihat semakin panik.


"Gue ngajak lo kesini itu buat anak kita!,


bukan mengacaukan semuanya!"tekan rean membentak wanita itu.Wanita itu hanya menunduk seraya memeluk anaknya.


Merasa tidak enak dan tentunya kecewa,


anya pun melenggang pergi dari sana.


"Anya anya,gue akan jelasin"ucap rean seraya menahan tangannya.


"Jelasin?,emang apa yang perlu dijelasin?"tanya anya dengan santainya.


Yang aslinya tidak.


Rean menarik napasnya panjang.Huh,ini saatnya dia jujur.


"Gue udah nikah"ucap rean menunduk.


Anya hanya diam membisu.


"Gue nikah itu karena terpaksa...dengan perjodohan yang gue tidak mau"lanjut rean.


"Sudah bertahun-tahun, kita tidak saling mencintai,hanya karena satu kesalahan,


kita mempunyai anak,yang tidak bisa gue tinggalkan"ucap rean.


"Tapi lo harus percaya!,gue ga ada perasaan cinta kepadanya,gue hanya mencintai lo"ucap rean memelas.


Bagaimana pun,rahasia itu pasti terbongkar pada saatnya.


"Gue kecewa"ucap anya singkat.


"Maaf"balas rean.


"Jangan mengharapkan gue lagi, karena gue pacar dito!"ucap anya membuat rean tertegun sejenak.


"Tap-"


"Tapi apa!,lo mau gue ga kecewa lagi sama lo kan?"tanya anya.


Rean mengangguk.

__ADS_1


"Jadilah pria dewasa,yang bertanggung jawab,setia,baik kepada keluarga!, terutama kepada istri dan anak lo!, karena lo ga tau seberapa perjuangan seorang ibu!"


__ADS_2