Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 180


__ADS_3

Astaga,suhu tubuhnya sangat tinggi.Dinda mengambil termometer yang ada di mulut varo.Setelah itu dia menempelkan handuk kecil yang sudah ia celupkan ke air hangat.Itu merupakan hal yang di ajarkan ibunya dulu.


"Dingin sayang"ucap varo.


"Hangat kayak gini dibilang dingin?,kamu demam tinggi varo"balas dinda.


Dia ingin tertawa melihat betapa lucunya dia.Bagaimana tidak,saat ini dia sedang memakai kostum panda yang menutupi seluruh tubuhnya termasuk kepalanya.


Dia baru tau,ada kostum seperti itu di lemarinya.Sepertinya memakai itu, dia akan merasa hangat dan nyaman.


Sangat kiyowok.


"Ke rumah sakit yah?"ajak dinda entah sudah berapa kali dia mengatakan kata itu.


"Engga mau,kan dokternya kamu"balas varo.Jawabannya masih sama.Tidak mau!.


"Aku ga bisa ngobatin varo,aku takut kamu malahan semakin demam"ucap dinda.


"Kamu bisa kok,di saat aku pusing karena kerjaan,bahkan saat bosan hidup... melihat wajah kamu aja,aku udah semangat lagi"ucap varo.Hmm dia berubah menjadi pria tukang gombal.


"Males deh ngomong sama kamu"kesal dinda.


"Jangan pergi!"ucap varo menahan tangannya yang hendak meninggalkannya.Astaga,padahal dia hanya ingin ke dapur.


"Aku ma-"


"Jangan pergi sayang"potong varo seraya menarik tangannya, menyuruhnya ikut masuk ke dalam selimut.


"Varoo,ih aku mau ke dapur dulu"ucap dinda.


Bukannya mendengarkannya,dia malahan semakin erat memeluknya dan menduselkan wajahnya ke ceruk lehernya.Bahkan dia membuang handuk yang ada di keningnya.Itu tidak penting baginya.Dipeluk olehnya saja dirinya sudah sembuh.


"Varo,kenapa dibuang sih"ucap dinda.


"Aku ga butuh itu,aku hanya butuh kamu"


balas varo.


Membuat dinda menghela napasnya panjang.Akhirnya dia hanya pasrah dipelukannya.Bahkan tadi malam dia nurut kepadanya, untuk tidur di apartemennya.Apa dia tidak bosan memeluknya?.


"Elus elus"ucap varo.


"Hmm"dinda pun mengelus kepalanya.


Dari tadi malam,dia tak memperbolehkan dirinya pergi.Bahkan ke kamar mandi saja.Dia menyuruhnya cepat.Apalagi membeli makanan di depan,sama sekali tidak.Akhirnya dia memesan online makanan untuk sarapan.


"Var nanti aku ada meeting di kan-"


"Jadi kamu lebih mementingkan pekerjaan daripada aku?gitu?"protes varo seraya mengangkat wajahnya dan menatap tajam dirinya.


Tuh,dia sangat sensitif sekali.Dia harus lebih bersabar mengurus bayi yang satu ini.Sikapnya sangat manja, lebih dari adik adiknya itu.


"Tidak tidak, sudahlah lebih baik kamu tidur aja,hari ini kamu harus full istirahat"


ucap dinda.


Dia memeluknya dan mengelus kepalanya.Sambil menidurkannya,dia pun mengambil ponselnya dan mengecek bagaimana keadaan kantor.Apakah ada kendala di saat dirinya tak ada?.Tak lama kemudian,dia pun merasakan napas hangat varo yang teratur.Pertanda dia sudah tertidur.


"Eumm"


Sekedar iseng.Dia memfoto varo dan membuat video di saat dia berpakaian seperti itu.Sangat imut dan menggemaskan.Dia sudah seperti anak panda yang sedang tidur di pelukan ibunya.Melihat hasilnya,membuatnya menahan tawanya.

__ADS_1


"Aaaa so cuteeeee"ucap dinda tertawa kecil.


Lalu,dia pun mengunggahnya di akun Instagram miliknya,dan menandai akun varo.Dia ingin tau respon para netizen setelah melihat foto varo dengan penampilan seperti ini.Varo yang terkenal datar dan dingin,seketika mereka akan juga mengenal varo yang lucu dan imut.


Itu pasti akan menjadi kejutan untuknya nanti.


"Hahaha,bacot aja terus"tawa dinda sambil membaca komentar para netizen di postingan yang baru ia unggah.


Ada yang bicara tentang kemesraan dirinya,dan kebanyakan tentang varo.


Kiyowok.Namanya juga sosial media.


Pasti bukan hanya positif dan negatif.


Seperti ini,mereka ada yang berkomentar bahwa cara pacarannya terlalu intim.


Tapi sayangnya, Dinda dan varo bodoamat dengan itu.Lagian komentar mereka tidak berpengaruh di kehidupannya.


Tiba tiba seseorang menelponnya.


"Aaaaa adik kakak udah dewasa ternyata"pekik indah memekakkan telinganya.


"Ishh kakak jan teriak teriak!"ucap vina.


"Kakak ga nyangka,secepat itu kamu balikan sama varo,kakak kira kamu ga akan sama dia lagi"tutur vina.


"Ya gimana lagi kak,kakak tau lah bagaimana dia"balas dinda.


"Ya ya ya...kakak seneng deh"ucap vina.


Membuat dinda melebarkan matanya.


"Kok seneng?"


"Maksudnya?"tanya dinda penasaran.


"Iya,dia minta restu dulu sama kakak abang kamu,jadi buat kakak percaya,varo akan jaga kamu dengan baik"balas vina.


"Ah masa?"tanya dinda tak percaya.


"Iya tau,jadi buat kakak lega kamu bersamanya"balas vina.


"Oh gitu...btw abang mana kak?"tanya dinda.Dia cukup terkejut dengan ucapannya.Apakah dia benar benar serius padanya?.


"Dia di ruang tamu,lagi ada klien katanya"


balas vina.


"Owh,terus bagaimana tentang pernikahan kakak?"tanya dinda.


"Hanya beberapa menit, semuanya lancar din"balas vina.


"Ah syukurlah,yang penting kalian udah nikah... kakak jaga kesehatan yah,jangan lupa terus minum vitamin,agar bayinya sehat sampai lahir nanti"ucap dinda.


"Iya sayang,makasih ya doa nya"balas vina.


"Kalo abang nakal, bilang aja sama dinda,


biar aku baku hantam"ucap dinda terkekeh.


"Hahah iyaa...ya udah kakak mau buatin mereka minum yah"pamit vina.

__ADS_1


"Iya kak"


"Kalo varo macam macam sama kamu,


bilang ya sama kakak,biar abang kamu pecat dia sebagai calon adik iparnya"


ucap vina.


"Hahaha siyaaap!"


Obrolan mereka pun selesai.Walaupun hanya sebentar,tapi menurut dinda itulah kasih sayang dari para kakaknya walaupun mereka jauh darinya.


"Emmm,sayaaang..."gumam varo sambil mencari kenyamanan di pelukannya.


"Husssttt,aku disini"ucap dinda seraya mengelus kepala bayinya.Dia seketika menjadi soft dan menggemaskan seperti ini.Heran deh.


Lagi lagi ponselnya berbunyi.Dinda siap siap untuk mendengar ucapan laknatnya.


"Hallo kakak,lancar kan?!"ucap alan mulai menggodanya.Membuat dinda memutar bola matanya malas.Adik monyetnya ini sungguh menyebalkan hari hari ini.


"Gimana keadaan markas lan?"tanya dinda mengalihkan pembicaraan.


"Eleeeh malu nih"ucap alan.


"Malu malu matamu"sewot dinda.


"Dih?!...selamat ya din,aku seneng deh kamu mendapatkan kebahagiaan bersama pria tahun ini"ucap alan.


Dinda tersenyum garing.


"Iya adikku sayang,makasih ya...gara gara kamu,aku terjebak disini selamanya"


balas dinda.


"Nghokey....sama sama,aku harap dia akan menjagamu dengan baik"ucap alan tulus.


"Hmm,makasih"ucap dinda.


"Kamu lagi ada dimana?"tanya alan.


"Di ru-rumah kenapa?"tanya dinda.


"Boong!,aku ke rumah kamu,kamu ga ada"ucap alan.


"Hehe, maksudnya di rumah apartemen varo"balas dinda.


"Waaah ngapain?"tanya alan sedikit ambigu.


"Main,dahlah aku tutup,mau ke kamar mandi"ucap dinda.


"Anjir,main apa?"tanya alan.


"Dih?main ya main lah,emang main apaan?"tanya dinda dengan segala kepolosannya.Heran deh,senakal nakalnya dia,dia masih tetap polos saja.


"Ehmmm sayaang hiks"gumam varo,


membuat dinda semakin cepat mengelus kepalanya.Astaga,dia sudah benar benar berubah menjadi anak kecil.Tubuhnya panas,dia tidak nyaman tidur dan terus nguk nguk.Dasar,di luar aja dingin,aslinya manja.Dasar bayi besar!.


"WAH DINDAAA,KAMU HARUS HATI HATI DISANA!"pekik alan.


"Emang kenapa?"tanya dinda.

__ADS_1


"Astaga nih bocah...polos banget si"gerutu alan.


"Apa si lan,ih gaje!"


__ADS_2