
Dikediaman Anderson
Memang jordi sudah ada kehidupan baru nya,
dengan menikah dengan minda dan amel.Tapi dia masih merasa sepi di hari harinya.Dia pernah punya niat mencoba mencari dinda.
Namun sayangnya,dia tidak menemukannya.
Sungguh merasa menyesal dirinya.Walaupun kesalahan dinda sangatlah besar baginya,tapi
tak seharusnya dia mengatakan itu kepada anak tersayangnya.Dengan Dani dan Deni semakin cuek kepadanya,membuat hidup jordi
semakin hampa.
Tidak ada becanda tawa dan tidak ada yang menyambutnya saat pulang kerja.Bahkan istrinya dan anak tirinya,selalu sibuk dengan keinginan keinginan mereka.Seperti belanja dan liburan.Mungkin hal itu terlihat tidak baik,
tapi jordi masih memakluminya.Memang mereka sangat berbeda dengan istrinya yang sudah meninggal.
Dan saat ini,dia sedang bingung dengan posisi perusahaannya yang tergeser oleh perusahaan lain.Di saat seperti itu, istrinya dan anaknya terus meminta uang kepadanya.Membuatnya semakin pusing.Kenapa setelah kejadian enam tahun yang lalu, dirinya merasa tidak semangat untuk bekerja.
"Sayang"panggil minda seraya merangkul bahu jordi yang sedang duduk di ruang tamu.
"Hmm"balas jordi seraya tersenyum kepada minda.
"Ini bagus ngga?"tanya minda dengan memperlihatkan layar ponselnya yang tertera foto tas branded yang harganya tidaklah murah.Jordi sudah paham itu.
"Nanti aku transfer"ucap jordi,lalu dia melanjutkan membaca korannya.
"Beneran?"tanya minda dengan girangnya.
"Iya,sekalian uang belanja bulanan nya"balas jordi sambil mengelus tangan istrinya.
"Makasih sayang"ucap minda,dia mencium pipi jordi.
"Sama sama"balas jordi.
Memang awalnya dia sulit untuk menerima untuk menikahinya.Tapi karena kesalahan
satu malam dengan minda dia harus menanggungnya.Dia bukan pria yang tidak bertanggung jawab.Waktu kematian istrinya,dia merasa hancur dan kacau.
Pada saat dia minum yang diberikan minda,dia merasa sangat panas tak karuan.Hasratnya tidak bisa ia pendam.Hingga akhirnya dia melakukan hal itu dengan minda.Memang dia merasa aneh,kenapa minda tidak menolaknya waktu itu.Kejadian itu,membuatnya harus menikahi minda.Dia berusaha untuk mencintainya dan melupakan istrinya,lina.
"Daddy"panggil amel yang baru saja pulang dari sekolahnya.
"Apa sayang"balas jordi.
Amel pun memeluk manja ayah angkatnya.
Mereka sudah seperti keluarga yang sangat harmonis.Tanpa kedua anak kembarnya.
"Amel kenapa baju kamu kotor seperti itu?"tanya jordi.
"Tadi aku di hahar oleh di-"ucapannya terhenti.
Dia pikir,dia tidak akan memberi tahunya tentang dinda.Bisa bisa ayahnya menyuruhnya untuk tinggal kembali di mension anderson.
__ADS_1
Kenapa juga waktu itu,ayahnya tidak melaporkan dinda ke polisi tentang kematian ibunya.
"Di?di siapa sayang,siapa yang berani hajar kamu"ucap jordi.
"Bukan kok dad,tadi aku hanya jatuh di sekolah"
ucap amel beralasan.
"Oalah,kamu yang hati hati dong sayang"timpal minda.
"Iya mom"
Minda menatap amel dengan mengedipkan matanya,seakan ada sesuatu yang ia perintahkan kepada anaknya.Dan amel mengangguk paham.
"Dad"panggil amel dengan manjanya.
"Iya sayang"balas jordi.
"Tadi di sekolah kan ada yang bawa mobil bagus banget,kayaknya baru deh"ucap amel.
Dan yang satu ini,jordi pun sudah sangat hafal.
"Mobil seperti apa?biar ayah belikan"ucap jordi.
"Mobil yang ka-"
Jordi segera mengangkat teleponnya.Ada karyawan kantor yang memanggilnya.
"Hallo pak"
"Maaf mengganggu pak,saya hanya mau menyampaikan kalau bisnis yang kita jalani, sedang ada kendala pak,membuat kita rugi lumayan besar pak"ucap sekretaris jordi.
"A-apa!kenapa bisa begitu?"tanya jordi terkejut.
"Engga tau pak, sepertinya ada yang tidak beres disini,lebih baik bapak cek sendiri"
"Baik,saya segera ke sana"ucap jordi,dia pun mematikan ponselnya dan memasukan kembali ke sakunya.Setelah itu dia berdiri dari duduknya.
"mas kenapa?"tanya minda.
"Ada masalah di kantor, sekarang aku mau kesana ya"balas jordi.
"Tapi dad,daddy jadi kan beliin aku mobil baru"
ucap amel tanpa menjaga perasaan daddynya yang sedang sangat pusing.
Jordi dibuatnya mengelus dada.Dia harus sabar!.
"Iya sayang,kamu kirim fotonya nanti daddy belikan"balas jordi.
"Makasih daddy"ucap amel senang,dan minda juga senang.Dia bisa membeli apapun,tanpa harus bekerja.Dia merasa bahagia,bisa mempunyai suami yang sangat baik hati.
Jordi pun mengangguk.Dia segera melangkah menuju kamarnya untuk bersiap siap.Saat ingin menaiki tangga, kebetulan berpapasan dengan dani dan deni yang juga baru pulang sekolah.
Membuat jordi kembali mengingat kesalahan anak kembarnya itu.
__ADS_1
"Kalian sekolah?"tanya jordi.
"Kenapa daddy tanya seperti itu?"tanya deni terdengar tidak sopan kepada ayahnya.Tapi mereka,masih sangat marah kepadanya.
"Daddy tidak mengajarkan kalian untuk berbuat nakal di sekolah!"tekan jordi.
"Aku pikir,daddy tidak pernah mengajarkan kita seperti itu, perhatian pun tidak"sahut dani.
"Dani deni,kalian jangan seperti itu kepada daddy kalian"ucap minda.Hmm,dani dan deni dapat melihat kemunafikan dari wajah minda.
Licik!mereka tidak suka kepada keduanya.
Mereka anggap,merekalah yang menyebabkan keluarganya hancur!.
"Bisakah mulut lo diam!gue tidak butuh nasihat lo!"sarkas deni.
"Deni!kau tidak sopan kepada mommy kamu!"
ucap jordi marah.
"Tidak sopan? bukannya dia yang tidak sopan?"
balas deni.
"Seenaknya masuk ke keluarga kami,tanpa izin dari kami semua,bahkan dia lah yang membuat keluarga kami hancur!"lanjut dani.
"DANI DANI,DADDY TIDAK SUKA KALIAN YANG SEPERTI ITU!"ucap jordi dengan lantangnya.
Tanpa hari mereka tidak ribut,mension sebesar itu,hanya berisi dengan teriakan dan perdebatan dingin antara mereka.
"Bahkan karenanya,daddy berbeda!daddy tidak sayang kita,apalagi dengan dinda!daddy mengusirnya tanpa mengetahui yang sebenarnya!"ucap dani.
Jordi menghembuskan napasnya panjang.Dia harus mengalah dengan anak anaknya.
"Yah,lupakan itu semua!daddy hanya bilang,
kalian besok pindah sekolah,bersama adik kalian"ucap jordi mengalihkan pembicaraan, agar perdebatan tersebut tidak panjang.
"Adik?siapa?"tanya deni remeh.
"Daddy tidak akan mengulanginya,daddy harap kalian berubah di sana!jangan bolos bolos lagi!"
ucap jordi.
Membuat amel kelimpungan.Kalau mereka sekolah bersamanya,sudah pasti mereka akan bertemu dengan dinda.Dan mereka akan memberi tau kepada ayahnya.
"Dad,kalau mereka tidak mau sekolah bersamaku,tidak apa dad,jangan memaksa mereka"ucap amel pura pura bersedih.
"Tidak sayang,disana agar mereka dididik dengan baik dan berubah menjadi lelaki yang baik,juga mereka harus lebih dekat dengan kamu"balas jordi.
Amel masih merasa cemas.Dia tidak bisa membantah ayahnya.Dia takut mereka mencurigainya.Dia hanya berharap,kakak kakaknya tidak mengenali dinda.
"Kalian mau kan?"tanya jordi.
"Hmm"
__ADS_1
Setelah itu,dani dan deni melanjutkan langkahnya menuju kamarnya masih masing.