
Mereka masih menikmati makanannya bersama.Tingkah lucu mereka tidak pernah ketinggalan.Tentu saja paling utama adalah rebutan makanan. Membuat dinda dan varo menggelengkan kepalanya.Karena hanya mereka lah yang sedikit waras dari pada para temannya.
"Stop!"tekan dinda langsung membuat mereka menghentikan keributan gaje itu.
"Pesen"ucap dinda.
"Hehe iya din"balas mereka tertawa garing.
"Intinya mana nih?apa anya?"tanya nita.
"Jadi gini,gue dapet telpon dari orang tua dito,katanya dia ga pulang seminggu,
hampir lebih!"ucap anya.
Membuat mereka terkejut.
"Nah gue minta kalian kumpul itu,gue mau nanya kalian tau ga dito dimana,
bagus lagi,kalian bantu cari dia"ucap anya.
"Seminggu?lama bener"celetuk bima.
"Nah itu, nomornya juga ga aktif dari kemarin,gimana ga buat orang tuanya khawatir coba"ucap anya.
"Orang tuanya,atau lo nya nih"sahut fifi.
Dia dan teman temannya memasang wajah yang seakan mengingatkan dia soal hubungannya dengan dito yang penuh dengan lika liku itu.Hanya sedikit kata dari mereka untuk anya.Kenapa anya masih menerimanya,secara dito telah melukainya!.
"Y-ya pokoknya gue ga tega liat orang tuanya khawatir gitu,secara gue udah deket sama mereka"ucap anya beralasan.
Para temannya hanya menatapnya malas.Kenapa dia tidak.jujur saja.
"Padahal kita kemarin baru ketemu dia"ucap tino.
"Ketemu?,terus dia kemana?"tanya anya.
"Entah,dia pergi gitu aja"balas tino.
"Terus kalian sempet nyuruh dia pulang ga?"tanya fifi.
"Engga lah,kita kan ga tau kalo dia ga pulang pulang"balas bima.
"Kelakuannya udah gila si... parah!"ucap
nita heran.
"Terus gimana dong,gue takut dia kenapa napa"ucap anya khawatir.
Membuat para temannya menatapnya iba.Menurut mereka anya juga masih sangat polos.Dengan kepolosannya,dia telah dibodohi oleh dito.Mungkin sekarang dia sedang bersenang-senang,
sedangkan anya dia khawatir dia kenapa napa.Sangat kasihan.Tapi mereka akan mendukungnya dan terus melindunginya.
"Lo tenang anya,kita yakin dia ga papa kok"ucap dinda seraya mengelus bahunya menenangkannya.
"Gue ga yakin,waktu dia menemui gue...
wajah dia juga sedang terluka,gue takut itu terjadi lagi padanya"ucap dinda.
"Engga anya,lo tenang aja...dia akan baik baik saja"ucap nita.
"Dia itu cowok yang ga ada akhlak,jadi gak akan yang berani mendekatinya lagi"
ucap tino.
__ADS_1
"Kecuali wanita"lanjut tino lirih.Dia tidak mau anya semakin sedih.
"Terus kita mau cari dia dimana?"tanya fifi.
Mereka mulai berpikir.
"Lacak dia"ucap bima.
"Ga usah...gue yakin nanti malam dia di klub"ucap varo.
"Nah itu...gue setuju"timpal tino.Dengan kelakuannya yang bajingan, membuat mereka langsung yakin kalo tino ada disana.
"Klub?"gumam anya dengan tatapan kosongnya.Itulah tempat dimana banyak wanita cantik dan seksi,yang tentu saja itu kesukaan dito.Mendengar kata itu membuat hatinya sakit.
"Tidak,maksud mereka it-"
"Gue paham din"ucap anya memotong ucapan dinda.
"Lo masih mau cari dia?"tanya fifi.Para temannya sangat menantikan jawaban darinya.
Anya mengangguk.
Membuat para temannya menghela napasnya panjang.Memanglah,anya tidak bisa berpisah dengan dito.
"Jadi nanti malam kita kesana nih?"tanya bima.
"Ga usah,biar gue aja"ucap anya.
"Engga,gue ga bisa ngebiarin lo sendiri ke tempat itu"ucap nita,langsung diangguki setuju oleh para temannya.
"Tapi kayaknya gue sama fifi ga bisa deh"
ucap tino.
"Jangan bilang,kalian mau enak enakan"
"Hehe iya dong...hahaha"balas tino tertawa.Sedangkan fifi,dia hanya bodo amat.Entah apa yang mereka bicarakan.
Ga penting!.
"Kita ngerti kok no,kalian kan udah berkeluarga dan punya anak"ucap nita mengerti.
"Semoga lo sama bima cepet nyusul ya"
ucap tino.
"Tiga bulan lagi kok"ucap fifi membuat nita memelototinya.
"Eh beneran?"tanya anya.
"Iya"
"Tanggal?"tanya dinda.
"En-...awshhhhh sakit anjir!!"pekik fifi saat menerima cubitan kecil dari nita di lengannya.
"Hahahaha"
Dari tadi varo hanya menyimak keributan unfaedah para teman temannya.Telinga nya memang mendengar,tapi matanya terus fokus menatap wanita yang ada di seberangnya.Tentu saja wanita itu dinda.
Melihatnya tertawa,membuatnya terkekeh gemas.Varo semakin yakin dalam usahanya untuk mendapatkannya kembali.
"Btw lo kapan din?"tanya bima, langsung membuat varo tertegun.
__ADS_1
"Kapan kapan"balas dinda terkekeh.
"Ah masa,kan lo udah punya calon"sahut tino.
"Hah?beneran din?"tanya fifi terkejut.
Nita dan anya pun tak percaya itu.Mereka kira,dinda tidak punya pacar, apalagi calon suami.Mereka juga heran, banyak pria yang mencoba mendekatinya,namun dinda malahan bertindak ngegoshting.
"Eng-... maksudnya kalian tau darimana?"
tanya dinda sambil melirik varo.Dia rasa,
hanya varo yang tau tentang kebohongannya soal calon suami.
"Dari ig lah, postingannya alandra_05 kalo ga salah"balas bima.Membuat nita,fifi, dan anya saling menatap sambil menahan tawanya.Sedangkan dinda,dia memijat pelipisnya,seakan pusing dengan segala kebohongannya.
"Emang kenapa?emang bener kan din?"
tanya tino heran.
Varo masih menyimaknya dengan serius.
"Lo cocok si sama dia, romantis banget lagi, pokoknya gas deh"ucap tino seraya melirik varo yang juga sedang terkejut dengan ucapannya.Panas ga si.
"Jangan dulu din,pastiin yang ini ga sakit hati dulu,nanti dia nangis lagi"timpal bima juga melirik varo.Sedangkah varo fia terlihat masih diam,tapi hatinya seakan panas ingin membunuh kedua temannya ini.Bisa bisanya mereka menyindirnya.
"Ngomong apa si kalian?haha"ucap nita.
"Eh emang bener kan?"tanya tino.
"Dia itu bu-"belum juga anya melanjutkan ucapannya,dinda sudah menginjak kakinya.Membuat anya langsung menutup mulutnya menahan sakit di kakinya.
"Bangsat lo!"umpat anya.
Dinda mengedipkan matanya kepada para temannya.Dia harap mereka mengerti dengan isyarat yang dia berikan.Bukan sekarang saatnya semua terungkap di depan varo.Awalnya dia hanya ceplas-ceplos bicara bahwa pria itu adalah calon suaminya.Namun,dia juga berpikir,hal itu dapat memberinya pelajaran dan bisa membuatnya move on darinya.
"O itu,iyaaa dia calon suaminya,memang cocok mereka"ucap fifi.
"Nah, sebentar lagi juga nikah mereka"
ucap nita.
Membuat mata varo membulat terkejut.
Sedangkan dinda,dia memang bersyukur para temannya tau tentang rencananya.
Tapi ga gini juga.Mereka malah membahasnya yang tidak tidak.Sungguh menyebalkan.Dia takut,jalan ceritanya menjadi serius dan canggung.
"Emang bener din?...wah gimana var?,
kalah lo ah"ucap bima.
"Kalah kenapa?, bukannya mereka udah putus yah"ucap anya dengan mulut blak blakannya.
"Anyaaaa astaga!"kesal nita dan fifi.
Varo masih setia memperhatikan Dinda.
Dari gelagatnya, seperti ada sesuatu yang membuat dia ga nyaman seperti itu.
Apa dengan ceritanya saat ini?.Membuat varo tidak mempercayai apa yang para temannya katakan.
"Belum ada rencana"ucap dinda.
__ADS_1
"Belum ada rencana artinya masih pacaran dong,oh atau tunangan?...engga papa var,masih ada celah"ucap tino seraya menaikan alisnya.
"Apaan si kalian,gue ga ngerti deh"ucap dinda terkekeh.Dia pun menyeruput minumannya mencoba menghilangkan rasa gugupnya karena tatapan varo padanya.