
Ada empat wanita yang masih asik di alam mimpinya.Dengan gaya tidak elitnya,mereka tidur memenuhi satu ranjang milik dinda.Parasnya sangat cantik,tapi kelakuannya ga ada otak.
Pecicilan,humoris,konyol, tentunya ga tau malu.Pastinya sangat seru!!.
"Ya...astagaaa para putri tidurku!heyy bangun,kalian kuliah kan?!"ucap vina membangunkan para wanita remaja itu.
"Hoaaam bentar kak,bentar..."gumam anya.Dia dan teman teman masih berusaha membuka matanya yang seakan sangat sulit dibuka.
"Ya sudah,yang penting kakak sudah bangunin kalian...kakak berangkat kerja dulu"pamit vina,karena lagi ini ada meeting penting yang mengharuskan mereka berangkat lebih awal.
"Hmm"gumam mereka.
Vina pun keluar dari kamar adiknya.Tiba tiba suara ringtone berbunyi dari ponsel milik dinda.Dengan nyawa yang masih setengah sadar,dinda mengambil ponselnya dan mendudukkan dirinya dengan bersandar.Sudah ia duga,varo lah yang menelponnya.
"Apa?"tanya dinda tanpa basa basi.
"Lo baru bangun?"tanya varo.
"He'em"balasnya.
Membuat varo terkekeh kecil.
"Lo jadi kan? kuliah?"tanya varo.
Karena memang,dinda berniat untuk kuliah kembali.Tentunya teman temannya juga mendukungnya. Lagian,kalau tidak,pasti dirinya akan gabut dan butuh teman.
"Jadi"balas dinda.
"Baguslah!tapi maaf, gue ga bisa jemput lo"ucap varo.
"Kenapa?"tanya dinda.
"Gue ada urusan sebentar,maaf yah"balas varo.
"Owh,ga papa,lagian gue mau berangkat sama temen temen kok"ucap dinda.
"Bener?"tanya varo memastikan.
"Beneran varo"balas dinda.
"Sayangnya mana?"ucap varo.
Hanya seperti itu saja,membuat dinda salting sendiri.
"Beneran sayang"ucap dinda malu malu.
Tentu saja varo tersenyum senang.
"Ya sudah, gue tutup ya"ucap varo.
"Iyaa"balasnya.
Setelah panggilannya mati,dia meletakan kembali ponselnya,lalu merebahkan tubuhnya kembali,dengan perut nita menjadi bantalannya.
__ADS_1
"Lo harus jaga diri disana din"ucap fifi.
"Kenapa?"tanya dinda.
"Banyak pria tampan disana"balas fifi.
"Iyaa din,dulu aja,nita mau kepincut sama
cowo idola kampus"timpal anya.
"Hah?iya?"tanya dinda.
"Dih engga ey"sahut nita.
"Makanya lo hati hati,nanti varo ngamok lagi"kekeh anya.
"Dia kan bucin sekali,lo tau gak,setelah lo dikabarkan meninggal,dia itu berubah 9999 derajat!!"ucap fifi.
"Maksudnya?"tanya dinda.
"Nakalnya melebihi nakal lo!,dia suka ke klub,minum tanpa henti,suka balapan ekstrim,suka bolos sekolah,bahkan hanya saat tes aja,dia berangkat"jelas nita.
"Untung dia lumayan pintar,pastinya tampan dong!tajir pula,mana ada si yang ga bisa untuknya"lanjut anya.
"Apa hubungannya anjir!"ucap fifi.
Dinda tak menyangka, kepergiannya sangat berpengaruh kepada kehidupan sehari-hari nya.Padahal sudah dua tahun lebih,dirinya tidak bertemu dia.Sepertinya rasa cintanya kepadanya tidak perlu diragukan lagi.Namun,terkadang sikapnya selalu membuatnya kesal.
"Kalian tau tentang mantan varo?"tanya dinda.
Mereka hanya meluruskan masalah dinda dengan varo waktu kemarin.
Mereka juga heran,kenapa dia muncul kembali di hadapan varo,setelah kesalahan yang ia lakukan dulu.
Benar saja, mendengar cerita dari teman temannya,sama persis dengan apa yang varo jelaskan.Membuat rasa kepercayaan nya terhadap varo, semakin tinggi.
"Woy! berangkat sekarang kuy?kali kali jadi murid teladan"ucap anya.
Seketika mereka terdiam seraya menatap pintu kamar mandi.Bentar!apa akan terjadi keributan lagi?.Betul,dengan hitungan ke tiga,mereka segera melompat dari ranjang.Siapa cepat dia dapat.
"Gue dulu anying!!"protes anya.Mereka saling tarik menarik dan dorong mendorong, merebutkan kamar mandi.
Setiap hari, selalu begitu.
BrukPrangKetuprangBruk
Astaga,dinda yang dibelakang mereka hanya bisa mengelus dada.Bisa bisa barang barang miliknya hancur, termasuk pintu kamar mandinya.Hal itu memang konyol,namun menyenangkan.
"Ekhemmm"deheman dinda membuat mereka berhenti sejenak.Itu memang hanya deheman,tapi sangat bermakna.
Seakan menyadarkan mereka,siapa yang pantas memiliki.Eaaaa.
"Gue dulu panteeeek!!"teriak dinda langsung saja menerobos masuk ke kamar mandi,lalu menutup pintunya dengan cepat.Tentu saja membuat teman temannya mengeluarkan teriakan mautnya.
__ADS_1
"Dindaaa setaaaan!!"
Dengan hati yang kesal,mereka memutuskan untuk mandi di kamar kakak kakaknya.Memang banyak kamar mandi,hanya saja tingkat kemalasannya saja yang tinggi.
Setelah drama konyol pagi menjelang siang ini,pastinya sudah siap dengan pakaiannya,yang merupakan milik dinda,
skincare saja mereka minta kepadanya tanpa izin.Tak hanya itu, mereka berangkat pun nebeng kepadanya, walaupun ada mobilnya yang nganggur di rumahnya.Menyebalkan!.
"Lihat tuh,para pria langsung tergila gila sama gue"ucap anya dengan kepedean nya.
Benar!.Setiap hari mereka selaku menjadi pusat perhatian para mahasiswa.Apalagi sekarang di tambah dinda di antara mereka yang cantiknya membuat siapa saja merasa insecure.
"Pede abis!mereka liatin dinda,bukan liatin orang gila kek lo!"timpal fifi.
"Kambing lo!"
Tanpa celingak-celinguk, mereka berjalan menuju kelasnya.Karena dinda sudah mendaftarkan dirinya,dan mendapatkan kelas nya langsung.Awalnya belum,tapi apasih yang sulit buat dinda.
Brukkk
Entah kesialan apa ini,dinda menabrak seorang pria.Untung saja pria itu menahan pinggangnya,agar tidak terjatuh.Kalau tidak,dinda pasti sudah sangat malu.Tapi posisinya yang terlihat romantis,membuat teman temannya menutup mulutnya,agar tidak berteriak.
"Dindaa!!"
"Mampus!"gumam nita,saat mendengar suara bariton barusan.
Dinda segera menjauh dari pria itu,tentu
saja membuat pria itu heran.Kenapa dia terlihat takut seperti itu?apa pria itu adalah pacarnya?.
"Varooo?"gumam dinda.
Dia merasa panik melihat wajahnya datar tangan yang mengepal,dan urat lehernya sangat terlihat.Dengan langkah perlahan,
varo menghampirinya.Lalu dia mengacak rambutnya.Mmebuatnya tertegun sejenak.
"Engga papa"ucap varo seraya menepuk bahu pria itu,tak lupa senyumannya yang penuh arti.Pria itu pun hanya mengangguk bingung.
Setelah itu,varo menarik tangan gadisnya pergi dari sana.Tapi,yang dinda rasakan adalah sakit di pergelangan tangan kanannya.Karena cekalan varo sangat kuat.Ini sangat aneh,biasanya dia langsung menghajar pria yang menyentuhnya,tapi tadi?dia bilang engga papa?.
"Awsshhh sakit varo.."
Teman temannya hanya diam seraya berharap temannya baik baik saja.Baru saja dia pertama masuk ke kampus, sudah ada masalah lagi.Memang, hubungan tidak selamanya berjalan dengan baik,pasti ada lika liku didalamnya yang membuat hubungan tidak baik.
"Gue izinin lo kuliah lagi,tidak buat menggoda pria lain,sayang"ucap varo lembut,tapi penuh penekanan.Dia memojokkan gadisnya di dinding depan kelasnya.Dia sudah tau kelasnya?.
"Maaf varo,ta-tadi-"
Ucapannya terhenti karena varo menyuruhnya diam dengan meletakan jari telunjuknya ke depan mulutnya.
"Husttt,gue tau,tapi lain kali jalannya hati hati,jangan sampai bersentuhan dengan pria lain"ucap varo terdengar berlebihan bukan?.Yaa!dinda pun merasa seperti itu.
"Dengar ga?"tekan varo seraya mencengkeram rahang gadisnya.
__ADS_1
"I-iya var"balas dinda lirih.Sikapnya semakin lama semakin berbeda.
"Bagus!"ucap varo dengan mengecup bibirnya.