Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 112


__ADS_3

"Lepasin gue anjing!!"sarkas dinda sambil berusaha melepaskan ikatan di tangannya.


Sekarang dia sedang disekap di sebuah gedung pabrik dan tentunya sudah lama tidak di pakai.Dengan posisi dirinya duduk di kursi, tangannya di ikat ke belakang,tak lupa juga kakinya.Apalagi melihat kayla dan karvon menertawainya di depannya, membuatnya semakin geram.


"Mau lepas?ga malu?"tanya kayla seraya menunjukkan fotonya bersama varo yang ia unggah di akun milik varo.


Dia membuat captionnya ,seakan varo lah yang mengunggahnya,dengan kata dirinya adalah wanita yang ia cintai.


Bahkan,seolah olah dinda lah orang ketiga dari mereka.Tentu saja banyak yang berkomentar pedas dari netizen.


Kayla tau,setelah dirinya mengunggah foto itu,varo pasti tau dirinya lah pelakunya.Tapi menurutnya tidak masalah,lagian dinda sudah ada di tangannya.Dia yakin varo tidak akan bisa menemukannya.


Heh!ngimpi lo?!.


"Gue gak peduli!"ucap dinda.


"Wah songong nih cewe!"ucap kayla, seraya menampar pipinya dengan keras.


Plakkkk


"Awssshhh...anjing lo!"sarkas dinda.


"Ini hukuman lo,karena lo!rebut milik gue!"bentak kayla.


"Hukuman?,lo kira ini sekolah?"cibir dinda.Astaga masih santuy dia.


"Makin ngelunjak lo ya!"geram kayla seraya menjambak rambut dinda dengan kuat.


"Awshhh Lepasin bangsat!"sarkas dinda merintih merasakan sakit.Karvon yang melihatnya,dia merasa tak tega kepadanya.Ada rasa kasihan,dan juga dendam kepadanya.


"Kayla"panggil karvon mengisyaratkan kayla untuk melepaskannya.


Tanpa penolakan,kayla pun melepaskannya,lalu dia melenggang pergi.Dia pikir, karvon akan melenyapkannya segera.Dia tau karvon melakukan ini agar varo mencarinya dan menemuinya. Dan saat itulah karvon akan melenyapkan mereka berdua.


Tentu saja kayla tidak membiarkan hal itu terjadi.Yah,dia mau menghabisi dinda,


its oke ...tapi tidak dengan varo.Dirinya akan mencegahnya,saat dinda dilenyapkan olehnya di depan mata varo.


Setelah itu,kayla pikir varo sudah tidak mengharapkan dinda.Jadi,dirinya akan lebih mudah mendekatinya.


"Apa lo bilang?lepasin?..."ucap karvon seraya mendekat ke arah dinda.Lalu dia mencengkeram lembut dagunya.


"Jangan harap sayang"lanjutnya tersenyum licik.


"Jauhkan tangan lo bangsat!"sarkas dinda menatap tajamnya.


"Dinda dinda,lo memang pintar...tapi pintar lo seketika hilang saat ada cinta"


ucap karvon.


"Owh gitu?,gue rasa tidak"ucap dinda,dia


menggerakkan kepalanya dengan kasar,

__ADS_1


otomatis cengkramannya terlepas dadi dagunya.Hal itu membuat karvon terkekeh.Gila!.


"Cinta itu buat gue lebih pintar"lanjut dinda.


"Tidak!"ucap karvon dengan cepat.Dia sama sekali tidak percaya dengan cinta,


setelah menerima penolakan darinya.


Menurutnya,cinta itu menyakitkan,cinta itu pembawa sial,bahkan cinta itu sampah baginya.


Yah,sebenarnya dia hidup dalam ketidaktenangan.Dinda tau,dia butuh cinta dari orang sekitar.Terutama dari keluarganya.Ya memang ayahnya dirinya lah yang membunuhnya,tapi apakah tidak seorang pun memperhatikannya?.Dinda sangat merasa kasihan kepadanya.


"Cinta itu penting karvon"tegas dinda.


"Tidak!,cinta itu menyedihkan!"ucap karvon tegas.


"Lo masih sakit hati sama gue?"tanya dinda.


Dia tau karvon ada perasaan cinta kepadanya.Dia selalu mengirimkan pesan dan meneleponnya setiap saat.


Bahkan,dia selalu mengganggu varo agar bisa mendapatkannya.Nah,itulah yang membuatnya tidak suka padanya.Dari cara dia menyatakan cinta kepadanya itu salah.


Sama hal nya seperti varo pada saat dia menjadikan dirinya sebagai pacarnya.


Tapi jujur,dinda tidak ada perasaan sama sekali kepadanya.Namun,dia tetep mengajaknya untuk berteman,dengan syarat dia jangan mengganggu pacarnya.


Tapi dia tidak melakukan itu,yang membuatnya benci kepadanya.


"Gue bilang tidak ada yang namanya sakit hati!"ucap karvon yang masih kekeh dengan pendiriannya.


"Kenapa lo ga nerima gue anjing!"ucap karvon emosi.


"Lo harus tau,cinta memang ada,tapi cinta itu tidak bisa dipaksakan karvon" tutur dinda.


"Sama aja!"gumam karvon.


"Tidak,wanita masih banyak diluaran sana,lo jangan pesimis seperti ini, pikirkan masa depan lo...lo mau tua nanti kayak gini terus?,...malu von malu!,hidup lo pasti penuh kesepian,tidak ada yang peduli dengan lo"ucap dinda.


Membuat karvon tertegun sejenak.


"Maaf,kalo gue udah buat lo sakit hati"


ucap dinda dengan tulus.


Brakkkk


"Hishhh diam anjir!"ucap dito lirih.


Tak mengenal waktu, mereka pun mendatangi tempat yang dito temukan saat melacak ponsel varo.Walaupun sudah tengah malam,dan hanya sinar bulan yang sedikit membantu mereka melihat sekitarnya.


"Ga sengaja setan"balas bima setelah melakukan kesalahan saat membuka pintul gedung itu.


Di dalam hanya ada beberapa ruangan,dan barang barang bekas tidak terpakai.Tak lupa banyak debu dan sarang serangga.Membuat mereka berpikir,apa ini tempat kesukaan kayla?.

__ADS_1


"Yang aku ga ikut ya?"ucap bima seraya memeluk nita.


"Ishh sayang,ga ada apa apa..kan kamu hantu nya,ga mungkin kan hantu takut hantu"balas nita terkekeh kecil.Membuat bima mendengkus kesal.


"Bercanda mulu ih!"kesal bima.


Dengan perlahan mereka mulai mengecek satu persatu ruangan yang ada didalamnya.Tiba tiba varo menghentikan langkah mereka,dan menyuruhnya diam dan tetap menempel pada dinding.


"Kayla!"gumam varo.


Dia melihat kayla yang keluar dari ruangan di depannya,dan di sana juga ada beberapa pria yang menjaga. Sekarang kayla sedang memainkan ponselnya dengan bersandar dinding.


Yang menjadi pusat perhatian mereka adalah ponselnya.Itu milik varo.Cuih, melihat kayla yang senyum senyum sendiri membuat mereka semakin geram padanya.


"Gass!"ucap varo langsung diangguki oleh para temannya.


BughBughBugh


Tak butuh waktu lama, mereka pun membantai para pelaku satu per satu.


Otomatis, mereka belum siap dengan serangannya.Membuat mereka kewalahan menandinginya,dan dengan mudahnya mereka tergeletak tak berdaya.


"Va-varo?!"ucap kayla terkejut,sekaligus takut sendiri.Awalnya dia tidak tau siapa mereka karena gelap.Namun saat ada sedikit cahaya,dia tau siapa mereka.


Membuatnya panik setengah hidup.


"Gue ga banyak bacot!, langsung saja!,


lenyapkan dia!"perintah varo kepada para temannya.Tak perlu menunggu, mereka pun melancarkan aksinya.


"Tidakkk!gue mohon jangaan!,jangaaan!,


varoo please!!"teriak kayla.


Varo tidak menghiraukannya,dia pun masuk ke dalam ruangan tersebut yang kebetulan pintunya terbuka.


Saat di dalam, seketika varo terdiam membisu di tempat.Rasa marah,sakit hati,dan kecewa mulai menghampiri hatinya.Bagaimana tidak?,dia melihat gadisnya sedang berpelukan dengan seorang pria.Berpelukan?!.


Pria itu membelakanginya, dirinya tidak tau siapa dia.Sedangkan dinda,dia mulai menyadari kehadirannya.Dengan mata menyipit,dia melihat jelas siapa pria yang ada di ambang pintu.


"Va-varo?"gumam dinda seraya melepaskan pelukannya.


Mendengar gumaman dinda, membuat karvon mengikuti arah pandang dinda.


Ternyata,ada varo di sana.Dia bingung akan reaksinya.


"Varo!! akhirnya lo-"belum juga ucapannya selesai,tiba tiba varo pergi begitu saja.Awalnya dia sangat senang,


varo telah menemukannya,tapi berubah menjadi kepanikan.Dia tau,varo salah paham dengannya.


"Varoooo tunggu!!"teriak dinda.


"Varo kenapa din?"tanya anya seraya menghampirinya.

__ADS_1


"Wah ini nih, pelaku yang ke dua!!, seraaang!"ucap bima.


Mereka pun menyerang karvon.Dinda ingin menghentikan mereka,tapi varo lebih penting.Dengan cepat dia berlari mengejarnya.Saat keluar ruangan,dia dikejutkan dengan kayla yang sudah tergeletak tak sadarkan diri,dengan tubuh yang berlumuran darah.Menggenaskan.


__ADS_2